HUBUNGI, KAMI SIAP ANTAR!

Sehat-Sinergis secara herbal, membangun kesehatan dan kesejahteraan bersama secara sehat sinergis. Bekerjasama dengan Synergy WordWide (Independent Distributor from United State of America) untuk selengkapnya untuk pembelian atau pemesanan dengan perjanjian hubungi Ibu Liong di nomor: 021-33431704 Hubungi kami di email: sehat.sinergis@gmail.com. Ada uang baru barang diantar. Carilah lebih dulu kesehatan, baru yang lainnya.

Minggu, 07 Mei 2017

PSIKOLOGI: Tidak Mengancam "Cerai", tetapi "Bicarakan" (SAWITRI SUPARDI SADARJOEN)

Kebanyakan orang mengatakan, "Kalau tidak ada yang berubah di antara kita, saya rasa saya tidak akan dapat bertahan dengan relasi kita." Ungkapan tersebut merupakan ungkapan penting yang keluar dari hati paling dalam.

Kebanyakan orang mengancam cerai atau memutuskan hubungan saat berada dalam situasi emosi memanas, padahal ancaman tersebut tidak akan membantu kedua pasangan untuk bersatu kembali dan benar-benar menjadi ungkapan yang tidak adil (fair). Pada dasarnya kita tidak seharusnya mengangkat masalah perceraian untuk menghukum pasangan kita, menakut-nakuti pasangan, atau mengguncang perasaan dan mengubah perilaku pasangan.

Kita juga seyogianya tidak memaksakan diri mengatakan kata cerai dengan cara otomatis dan sederhana karena kata itu keluar secara otomatis meluncur melalui kepala kita. Jadi, sekali kita dengan mudah mengungkap kata cerai, dengan mudah pula kita mengulang kata itu selanjutnya dan selama-lamanya. Kebanyakan pasangan perkawinan memanfaatkan fantasi perceraian dan membayangkan kehidupan mandiri yang menjanjikan kehidupan lebih nyaman walaupun pada kenyataannya tidak mudah menjalani kehidupan tanpa perencanaan matang akan kemungkinan terjadinya perceraian.

Kondisi itu membawa kita pada pemahaman bahwa perceraian adalah masalah penting walaupun terkadang sering terkesan ambivalen. Pada saat kita bersikap maju mundur dalam memikirkan kemungkinan perceraian, kita sebenarnya membutuhkan pertimbangan untuk berbagi pemikiran tersebut dengan pasangan kita. Untuk itu, perlu didiskusikan dengan kepala dingin bersama pasangan kita. Apabila akhirnya dengan tenang kita memutuskan bercerai, seyogianya pasangan kita pun sudah mengantisipasi dan mempersiapkan betul-betul serta merencanakan kehidupan baru sebagai individu singel yang siap kembali hidup sendiri.

Mengapa? Karena setiap orang sebagai individu memiliki hak untuk memahami seberapa besar pertaruhan hidup yang mengikutinya, apabila mereka memutuskan menyudahi perkawinan mereka setelah dengan serius mendiskusikannya dengan pasangan perkawinan mereka. Pada galibnya, sebagai individu kita berutang masalah kejujuran tentang permasalahan keluarga yang memicu peluang perceraian. Artinya, bahwa kita akan dihantui kecemasan oleh kemungkinan perpisahan dengan pasangan yang sebelumnya kita pernah saling mencintai satu sama lain.

Dari pengalaman sebagai praktisi masalah perkawinan, saya menyimak bahwa banyak suami yang menceritakan istri mereka meninggalkan dirinya tanpa sebab jelas. Sementara itu, istri mereka mengungkap bahwa mereka sudah lama merasa tersiksa oleh kemarahan dan kejengkelan yang tertahan atas ulah suaminya. Pada dasarnya, kedua belah pihak pasangan tersebut tidak ada yang dapat disalahkan karena sang suami tidak pernah berusaha mendengarkan keluhan istrinya dengan baik, sementara istri mereka pun tidak berbagi dengan jelas tentang isu serius tentang peluang perceraian sampai pada akhirnya mereka memutuskan secara tiba-tiba meninggalkan suaminya.

Usul perubahan perilaku suami untuk hal tertentu pun tidak pernah dilakukan, kalaupun ada perubahan, hanya sedikit dan dilakukan beberapa kali saja sehingga ketidakserasiaan relasi antarpasangan tersebut menjadi terasa sangat terlambat untuk diperbaiki. Akhirnya istri meninggalkan suami karena merasa tidak memiliki kesempatan berharap potensi perkawinannya bisa membaik di kemudian hari, pihak istri putus asa dan akhirnya meninggalkan pasangan perkawinannya.

Ambang "tak mendengar" pasangan

Perceraian merupakan salah satu isu mendalam yang berpengaruh pada pengambilan keputusan pasangan akan rencana masa depan perkawinannya. Untuk itu kita perlu membuat diri kita lebih didengar daripada menyimpulkan pasangan kita tidak mau mendengar.

Terkadang kata cerai sudah mengalir deras dan sering kita dengar yang justru membuat pasangan kita tetap yakin bahwa kita tidak akan ditinggalkan. Apabila hal ini terjadi, kita harus mendorong pasangan kita untuk melakukan percakapan yang serius sehingga pasangan kita benar-benar meningkatkan daya dengarnya. Apabila percakapan serius pun ternyata tidak membantu membuat pasangan kita bersikap serius terhadap masalah perceraian, lakukanlah diskusi melalui tulisan, seperti contoh di bawah ini:

"Saya merasa selama ini kamu tidak pernah bersedia mendengarkan tentang masalah perceraian sehingga untuk itu saya harus memberitahumu bahwa apabila kita berangkat dari rentang 1-10, maka kadar ketidaknyamanan saya untuk tetap hidup bersamamu itu adalah 9, jadi tidak mungkin diperbaiki lagi, bahkan apabila kita tunda perceraian ini hingga satu tahun mendatang, tarafnya menjadi 10."

Mudah-mudahan tulisan tersebut menjadikan masalah perceraian yang coba kita sampaikan tidak saja dapat didengar dan diterima dengan serius oleh pasangan kita, tetapi disikapi secara serius pula untuk akhirnya dapat mengambil keputusan yang jelas apakah cerai atau melanjutkan perkawinan tersebut dengan perubahan perilaku yang dengan serius pula dilakukan secara berlanjut.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 22 April 2017, di halaman 25 dengan judul "Tidak Mengancam "Cerai", tetapi "Bicarakan"".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Tidak ada komentar:

Related Posts with Thumbnails

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!
Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Skincare: The Revolution in Anti-Aging

Skincare: The Revolution in Anti-Aging
Dokumen Sehat Sinergis

Pilihan Investasi

Pilihan Investasi
Ada dua pilihan: jika Ikut Menjadi Member Bisnis Synergy
Word of the Day

Article of the Day

This Day in History

Today's Birthday

In the News

Quote of the Day

Spelling Bee
difficulty level:
score: -
please wait...
 
spell the word:

Match Up
Match each word in the left column with its synonym on the right. When finished, click Answer to see the results. Good luck!

 

Hangman

Hubungi, kami siap melayani anda:

Untuk info lanjut
hubungi:

Ibu Liong (021-33431704)


Sertifikasi Produk Synergy WorldWide

Produk -produk Synergy / NSP di Indonesia telah terdaftar pada Departemen Kesehatan RI dan memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), serta memperoleh sertifikat Halal dari IFANCA (The Islamic Food and Nutrition Council of America) yang disahkan oleh LP POM MUI.