HUBUNGI, KAMI SIAP ANTAR!

Sehat-Sinergis secara herbal, membangun kesehatan dan kesejahteraan bersama secara sehat sinergis. Bekerjasama dengan Synergy WordWide (Independent Distributor from United State of America) untuk selengkapnya untuk pembelian atau pemesanan dengan perjanjian hubungi Ibu Liong di nomor: 021-33431704 Hubungi kami di email: sehat.sinergis@gmail.com. Ada uang baru barang diantar. Carilah lebih dulu kesehatan, baru yang lainnya.

Minggu, 07 Mei 2017

PSIKOLOGI: Mengembangkan Pikiran Cemerlang kepada Anak (AGUSTINE DWIPUTRI)

Saya ayah dari dua anak, keduanya laki-laki, usia 8 tahun dan 5 tahun. Ada perbedaan perilaku pada mereka. Si sulung lebih penurut dan mudah diatur, sementara si bungsu sangat pelawan, selalu mendebat, misalnya apabila disuruh minum susu atau membereskan mainan. Si bungsu sulit makan sayur, maunya jajanan yang banyak MSG-nya. Saya mendengar kata orang kalau anak yang suka mendebat itu, biasanya lebih cemerlang pikirannya dan sukses nantinya. Apakah saya perlu membiarkan saja si bungsu demikian dan justru melatih agar si sulung lebih argumentatif? Namun, saya juga khawatir apabila si bungsu hanya mengonsumsi makanan tak sehat, bukankah bisa merusak otaknya? Kami ingin anak-anak sama-sama berkembang secara cemerlang. Mohon pencerahan Ibu. Terima kasih.

(Bapak M di Jakarta)

Pertama-tama, saya sangat menghargai kepedulian dan partisipasi mendalam Bapak M dalam mengasuh putra-putranya, tentunya bekerja sama dengan Ibu.

Otak seimbang sebagai dasar

Menurut dokter Daniel G Amen (2008) dalam bukunya Magnificent Mind at Any Age, otak yang seimbang adalah landasan untuk menjalani hidup yang lebih bahagia, lebih sehat, dan lebih bijaksana. Pikiran memang berbeda dari otak, tetapi keduanya sepenuhnya bergantung satu sama lain, pikiran tidak terpisahkan dari otak. Otak yang seimbang atau sehat merupakan dasar untuk pikiran yang cemerlang. Otak yang tidak seimbang membuat pemiliknya menunjukkan beragam masalah, termasuk kesulitan belajar, menjadi terganggu dan impulsif, serta terus mengulang kesalahan yang sama.

Lebih lanjut dikatakan dr Amen bahwa ciri-ciri pikiran yang cemerlang mencakup adanya tanggung jawab pribadi, sasaran yang jelas, perhatian yang baik, upaya yang konsisten, keterampilan sosial yang efektif, kontrol dari dorongan, motivasi, integritas, dan kreativitas. Namun, hanya sedikit orang yang menyadari bahwa semua ini merupakan fungsi dari otak kita. Otak yang sehat membuat berbagai karakteristik tersebut lebih mudah digabungkan dalam kehidupan kita, sementara otak yang "rusak atau tengah berjuang" membuat hal ini menjadi lebih sulit. Karena itu, penting memberikan perhatian yang besar pada otak kita untuk memperoleh pikiran cemerlang.

Kebiasaan otak yang buruk kepada anak

Kebiasaan dan rutinitas sehari-hari dapat merusak atau membantu otak kita. Secara keseluruhan terdapat 14 kebiasaan otak yang buruk yang mungkin memengaruhi semua kelompok usia, yaitu diet/pola makan yang buruk; kurangnya olahraga; trauma otak yang berisiko; stres kronis; berpikir negatif, terus merasa khawatir atau marah; kurang tidur; asap rokok; kelebihan kafein; aspartam dan MSG; terpapar polusi lingkungan; kelebihan video gim; komputer; menggunakan ponsel; serta kelebihan alkohol (Amen, 2008).

Sejumlah kebiasaan otak yang buruk pada anak juga mencakup semua yang disebutkan itu. Apabila orangtua menyerah untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan anak pada makanan yang tidak sehat, sesungguhnya Anda telah mengabadikan terjadinya bencana. Buruknya asupan makanan bagi otak akan mendorong perilaku sulit. Dr JJ Virgin, ahli gizi, mengatakan bahwa: "Keterpaparan adalah sama dengan pilihan. Makanan yang Anda sajikan kepada anak-anak adalah apa yang akan mereka makan sepanjang hidup mereka."

Secara umum, dr Amen telah menemukan kecenderungan lain yang mengganggu selama tiga puluh tahun terakhir ini. Orangtua makin terus mengalah pada perilaku yang sulit. Jika seorang anak memiliki kebiasaan merengek atau menangis untuk mendapatkan keinginannya dan orangtua menyerah pada perilaku seperti itu, mereka telah mengajarkan otak sang anak untuk merengek dan menangis, membuat anak lebih rentan terhadap masalah perasaan dan emosional di kemudian hari. Dua kata yang paling dr Amen sukai mengenai mengasuh anak secara efektif adalah "tegas" dan "sayang". Anak membutuhkan cinta, perhatian, dan kasih sayang, tetapi mereka juga membutuhkan peraturan dan disiplin agar otak mereka berkembang secara baik.

Cara lain untuk mengembangkan kebiasaan otak yang buruk kepada anak adalah dengan membiarkan mereka berdebat tanpa henti terhadap orangtua. Apabila Anda membiarkan anak-anak secara kronis menentang atau berdebat dengan Anda, Anda sebenarnya mendorong otak mereka menjadi kurang fleksibel. Ketika area otak yang disebutgirus cingulate anterior bekerja terlalu keras, membuat defisit pada neurotransmiter serotonin, anak akan terjebak pada pikiran dan perilaku negatif atau oposisional.

Terapi perilaku telah terbukti membantu menenangkan bagian dari otak ini. Menghentikan perilaku argumentatif justru membantu otak bekerja lebih baik. Salah satu cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan langsung menangani perilaku tersebut. Misalnya, orangtua dapat menuliskan di sebuah tempat seperangkat peraturan keluarga. Salah satu aturannya adalah "tidak berdebat dengan orangtua. Sebagai orangtua, kami tetap ingin mendengar pendapat anak. Pendapat yang diajukan lebih dari dua kali merupakan perdebatan". Melalui cara semacam ini, diharapkan tidak ada argumentasi, tetapi yang dianjurkan adalah kerja sama. Jika anak mendebat atau melawan, ada konsekuensinya. Saat anak bekerja sama, ada senyuman dan penghargaan.

Hal lain yang perlu diperhatikan bagi anak-anak adalah menonton film yang sama berulang-ulang. Pertama kali seorang anak melihat sebuah film, masih ada sedikit ketegangan atau pemikiran tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun, menonton film yang diulang-ulang lagi ternyata menjadikan suatu aktivitas tanpa otak baginya.

Tidak pernah membaca pada anak adalah kebiasaan otak yang buruk. Anak-anak membutuhkan pembelajaran baru untuk mengembangkan otak mereka dan belajar yang paling baik adalah pada lingkungan yang memperkaya mereka. Makin aktif orangtua dan pengasuh mendorong anak pada bacaan dan pendidikan, anak semakin melihat pembelajaran sebagai suatu nilai sepanjang kehidupan. Pembelajaran baru sepanjang hidup dianggap sebagai faktor utama untuk mencegah kepikunan.

Anak-anak sering dipenuhi dengan pikiran-pikiran negatif atau menakutkan sehingga mereka tidak pernah belajar bagaimana mengatasinya. Anak-anak membutuhkan pendidikan dalam memperbaiki berbagai pikiran buruk yang ada dalam kepala mereka. Pada anak usia delapan tahun, mereka akan mampu memahami dan memperbaiki berbagai pola pikir negatif. Pemikiran negatif bisa menjadi suatu kebiasaan otak yang sangat buruk dan perlu dikoreksi sedini mungkin. Jadi, orangtua tetap perlu menjaga agar tidak menakut-nakuti anak dalam menerapkan berbagai peraturan dan disiplin.

Semoga dengan menghindari berbagai kebiasaan buruk bagi otak anak, pikiran cemerlang dapat diperoleh.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 29 April 2017, di halaman 25 dengan judul "Mengembangkan Pikiran Cemerlang kepada Anak".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Tidak ada komentar:

Related Posts with Thumbnails

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!
Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Skincare: The Revolution in Anti-Aging

Skincare: The Revolution in Anti-Aging
Dokumen Sehat Sinergis

Pilihan Investasi

Pilihan Investasi
Ada dua pilihan: jika Ikut Menjadi Member Bisnis Synergy

Hubungi, kami siap melayani anda:

Untuk info lanjut
hubungi:

Ibu Liong (021-33431704)


Sertifikasi Produk Synergy WorldWide

Produk -produk Synergy / NSP di Indonesia telah terdaftar pada Departemen Kesehatan RI dan memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), serta memperoleh sertifikat Halal dari IFANCA (The Islamic Food and Nutrition Council of America) yang disahkan oleh LP POM MUI.