HUBUNGI, KAMI SIAP ANTAR!

Sehat-Sinergis secara herbal, membangun kesehatan dan kesejahteraan bersama secara sehat sinergis. Bekerjasama dengan Synergy WordWide (Independent Distributor from United State of America) untuk selengkapnya untuk pembelian atau pemesanan dengan perjanjian hubungi Ibu Liong di nomor: 021-33431704 Hubungi kami di email: sehat.sinergis@gmail.com. Ada uang baru barang diantar. Carilah lebih dulu kesehatan, baru yang lainnya.

Jumat, 31 Maret 2017

KESEHATAN: Berobat di Gawat Darurat (DR SAMSURIDJAL DJAUZI)

Saya pegawai sebuah perusahaan swasta dan jam kerja saya sering sampai malam hari. Ketika saya mengalami batuk pilek dan demam yang cukup mengganggu, saya ke rumah sakit, tetapi semua poliklinik sudah tutup karena sudah pukul 10 malam. Saya berobat ke gawat darurat.

Di luar dugaan saya, pasien yang berobat ke gawat darurat cukup banyak dan saya harus menunggu giliran untuk diperiksa dokter. Saya dilayani, tetapi saya merasa layanan kurang lengkap karena pemeriksaan berjalan cukup cepat dan saya tidak dirujuk ke laboratorium atau radiologi. Saya mendapat obat sementara dan dianjurkan, jika belum baik, harus melanjutkan pengobatan di poliklinik rumah sakit. Waktu itu saya berstatus pasien membayar sendiri dan bayaran untuk pemeriksaan di gawat darurat ternyata mahal.

Berdasarkan pengalaman tersebut, jika saya memerlukan pengobatan saat sudah larut malam, saya mencari klinik 24 jam yang ternyata memiliki lebih sedikit pasien. Saya juga mendapat layanan yang lebih lama serta jika perlu, dapat sekaligus dilakukan pemeriksaan laboratorium. Obat juga disediakan di situ. Harga pemeriksaan dan obat juga lebih ringan daripada berobat di unit gawat darurat.

Saya ingin mengetahui lebih lanjut mengenai layanan gawat darurat rumah sakit. Apakah unit tersebut hanya diperuntukkan bagi orang yang sakit berat atau boleh juga untuk orang yang sakit biasa? Apa perbedaan unit gawat darurat rumah sakit dengan klinik 24 jam? Jika saya sakit mendadak di luar jam poliklinik, apakah saya sebaiknya berobat di klinik 24 jam atau ke unit gawat darurat? Terima kasih atas penjelasan dokter.

M di B

Sekarang memang tersedia sejumlah layanan kedokteran yang memudahkan pasien meminta pertolongan. Di zaman dulu, jika sakit, pasien atau keluarga akan mengetuk pintu rumah dokter terdekat dan meminta pertolongan. Sekarang, terutama di kota besar, tersedia layanan rumah sakit ataupun layanan klinik yang buka 24 jam. Fasilitas layanan klinik biasanya lebih sederhana meski sekarang banyak juga klinik yang mempunyai laboratorium dan pemeriksaan radiologi di samping apotek. Setiap rumah sakit mempunyai unit gawat darurat. Standar layanan unit gawat darurat telah ditetapkan Kementerian Kesehatan meliputi kemampuan dokter, peralatan medis, obat-obatan, serta sistem kerjanya.

Unit gawat darurat merupakan bagian layanan rumah sakit yang memberikan pertolongan segera untuk keadaan darurat. Meski sudah disediakan poliklinik, tetap ada kemungkinan pasien yang berobat ke unit gawat darurat tidak dalam keadaan darurat atau disebut darurat palsu. Pasien ini akan mendapat layanan dan seperti yang Anda alami akan dirujuk ke poliklinik rawat jalan.

Pasien berobat ke unit gawat darurat dalam keadaan keparahan yang berbeda-beda. Ada yang mengalami luka sehingga harus segera ditolong, tetapi tidak merupakan keadaan yang serius. Sebaliknya, cukup banyak yang memerlukan pertolongan segera karena jika terlambat, jiwanya dapat terancam. Petugas unit gawat darurat harus pandai memilah pasien yang harus ditangani segera atau yang dapat menunggu. Jika diperlukan penanganan segera dan tindakan menyelamatkan nyawa, tersedia tenaga dokter atau perawat yang terlatih disertai peralatan yang diperlukan. Seorang pasien serangan jantung yang datang ke unit gawat darurat dalam beberapa menit sudah harus mendapat pertolongan sampai dinyatakan keadaannya stabil. Setelah itu, perawatan pasien akan dilanjutkan sesuai dengan tingkat kegawatan dan keparahannya.

Pasien yang berobat ke instalasi gawat darurat dapat dirawat di ruang perawatan biasa, tetapi ada juga yang perlu dirawat di ruang perawatan intensif atau ruang high care (ruang dengan pemantauan ketat). Kesinambungan perawatan ini penting untuk menjaga agar pasien mendapatkan pertolongan secara berkesinambungan. Pada era BPJS ini dapat terjadi ruangan yang dibutuhkan penuh sehingga pasien perlu dikirim ke rumah sakit lain. Pihak rumah sakit dapat mencarikan kamar perawatan di rumah sakit lain dan akan membantu transportasinya sesuai dengan keadaan pasien.

Pasien mungkin perlu dikirim dengan ambulans dan ditemani tenaga kesehatan yang mampu memberikan pertolongan jika di perjalanan diperlukan tindakan medis. Di Jakarta dan di banyak kota besar lain, komunikasi antarsatu rumah sakit sudah membaik sehingga keluarga pasien amat tertolong, tak perlu mendatangi sendiri sejumlah rumah sakit untuk mencari kamar perawatan bagi keluarganya.

Jumlah ruang perawatan intensif untuk bayi, anak, dan orang dewasa di rumah sakit terbatas. Ada kalanya kebutuhan perawatan untuk pasien yang memerlukan melebihi kapasitas ruangan sehingga pasien harus menunggu di ruang gawat darurat. Keadaan ini sering dikeluhkan keluarga sehingga kita sering membaca keluhan pasien di media massa. Sebaliknya, keluarga juga harus memahami bahwa tidak semua pasien yang sakit berat harus dirawat di ruang perawatan intensif. Banyak pasien dalam keadaan terminal karena penyakit kanker atau penyakit kronik yang sebenarnya tidak memerlukan perawatan di ruang perawatan intensif. Bahkan, cukup sering pasien ingin pulang dan ingin meninggal di rumah di tengah keluarganya. Dengan demikian, ruang perawatan intensif dapat dimanfaatkan untuk penyakit yang memerlukan dan penyakit yang punya harapan sembuh. Namun, sebagai orang Timur biasanya kita ingin memberikan yang terbaik untuk keluarga kita yang sedang sakit parah dan ingin penderita dirawat di ruang perawatan intensif.

Keberadaan klinik 24 jam cukup menolong dan mengurangi jumlah pasien yang harus berobat ke instalasi gawat darurat. Sudah dikemukakan bahwa layanan klinik 24 jam pada umumnya adalah layanan primer dan jika perlu, klinik ini akan merujuk ke rumah sakit, baik ke instalasi gawat darurat maupun ruang perawatan biasa. Dapat saja biaya perawatan di instalasi gawat darurat lebih mahal daripada poliklinik atau klinik 24 jam.

Sebelum era asuransi nasional, kehendak pasien sering menjadi faktor dalam menentukan indikasi perawatan karena pasien membiayai perawatan dengan uangnya sendiri. Dalam era BPJS, sudah ada aturan-aturan yang disepakati profesi kedokteran dan penyelenggara jaminan sosial kesehatan. Jadi, dokter terikat untuk melaksanakan kesepakatan tersebut dan tak dapat sepenuhnya memenuhi kehendak keluarga. Contohnya, ada keluarga yang mempunyai orangtua berusia lanjut yang tak mampu mandiri. Keluarga ini akan bepergian sehingga tak ada orang yang menjaga orang usia lanjut tersebut. Jika dia mau menitipkan orang usia lanjut tersebut ke rumah sakit, kemungkinan besar ditolak karena orang usia lanjut tersebut tak memenuhi kriteria untuk perawatan di rumah sakit.

Saya memahami keadaan Anda dan mungkin juga cukup banyak orang yang keadaan pekerjaannya seperti Anda. Sudah tentu yang paling penting adalah kita menjaga kesehatan agar tak jatuh sakit. Dengan demikian, kita tak memerlukan layanan, baik layanan poliklinik maupun gawat darurat. Kita harus bekerja dengan perilaku yang aman sehingga terhindar dari kecelakaan kerja. Juga jumlah jam kerja sudah diatur pemerintah, jangan melebihi jumlah yang ditetapkan karena fisik yang lelah mengundang penyakit dan kecelakaan. Saya berharap Anda dan pekerja Indonesia lainnya selalu dalam keadaan sehat dan dapat produktif sehingga kita mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar negeri.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 1 April 2017, di halaman 25 dengan judul "Berobat di Gawat Darurat".


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Tidak ada komentar:

Related Posts with Thumbnails

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!
Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Skincare: The Revolution in Anti-Aging

Skincare: The Revolution in Anti-Aging
Dokumen Sehat Sinergis

Pilihan Investasi

Pilihan Investasi
Ada dua pilihan: jika Ikut Menjadi Member Bisnis Synergy

Hubungi, kami siap melayani anda:

Untuk info lanjut
hubungi:

Ibu Liong (021-33431704)


Sertifikasi Produk Synergy WorldWide

Produk -produk Synergy / NSP di Indonesia telah terdaftar pada Departemen Kesehatan RI dan memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), serta memperoleh sertifikat Halal dari IFANCA (The Islamic Food and Nutrition Council of America) yang disahkan oleh LP POM MUI.