HUBUNGI, KAMI SIAP ANTAR!

Sehat-Sinergis secara herbal, membangun kesehatan dan kesejahteraan bersama secara sehat sinergis. Bekerjasama dengan Synergy WordWide (Independent Distributor from United State of America) untuk selengkapnya untuk pembelian atau pemesanan dengan perjanjian hubungi Ibu Liong di nomor: 021-33431704 Hubungi kami di email: sehat.sinergis@gmail.com. Ada uang baru barang diantar. Carilah lebih dulu kesehatan, baru yang lainnya.

Your Ad Here

Senin, 27 Juni 2011

9 Dampak Anak Kurang Tidur

Anak-anak yang sering mengalami kesulitan dalam menerima pelajaran di sekolah atau berkonsentrasi mengerjakan tugasnya sering disalahartikan menderita gangguan perilaku berupa sulit memusatkan perhatian atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Tapi sebenarnya jika diamati lebih jauh lagi, anak yang susah berkonsentrasi banyak yang disebabkan karena anak Anda kurang waktu istirahat atau tidur.

Hal inilah yang seringkali tidak disadari oleh para orang tua. Gangguan tidur pada anak terbukti bisa mempengaruhi seluruh anggota keluarga. Anak usia sekolah membutuhkan setidaknya 10 - 12 jam tidur per hari. Pekerjaan rumah, olahraga, kegiatan sesudah sekolah, TV, komputer, dan permainan video game serta kesibukan orang tua dapat berkontribusi pada kurangnya waktu tidur untuk anak-anak.

Sebuah penelitian baru-baru ini telah menunjukan dampak dari seorang anak yang kurang tidur. Diantaranya adalah mudah lelah di siang hari, kesulitan dalam konsentrasi, mudah marah dan frustrasi, serta kesulitan modulasi impuls dan emosi. Berikut ini adalah berbagai macam efek yang ditimbulkan akibat anak kurang tidur:

1. Tidur di kelas. Ini adalah suatu yang alami bahwa jika seorang anak kurang tidur di malam hari, akibatnya ia pasti tidur di kelas keesokan harinya. Ini berdampak pada hilangnya informasi yang diberikan oleh guru dan mungkin hanya mendengarkan setengah hati. Anak tidak akan merasa segar dan energik. 

2. Kurang konsentrasi. Kurang tidur akan menyebabkan kelelahan pada anak dan ia tak akan bisa fokus dengan baik pada pelajaran yang penting.

3. Pemarah. Kurang tidur dapat menyebabkan anak mudah tersinggung atau perilaku yang cenderung hiperaktif, sehingga sulit bagi anak-anak untuk berkonsentrasi di sekolah.

4. Penurunan IQ. Para peneliti di University of Virginia menemukan anak-anak yang menderita insomnia mengalami penurunan kecerdasan. Mereka juga dapat skor nilai lebih rendah di sekolah dan mungkin tidak mampu mengembangkan hubungan baik dengan teman sebaya. Para ahli berpendapat bahwa tidur bisa melindungi memori ingatan dari gangguan. Semakin cepat Anda tidur setelah belajar untuk ujian, semakin besar kemungkinan Anda untuk mengingatnya nanti.

5. Masalah emosional. Kurang tidur dapat meningkatkan hormon stres kortisol. Akibatnya bisa terjadi masalah yang berkaitan dengan depresi dan kecemasan. Hal ini dapat membuat anak merasa sedih, marah, lelah, mual dan khawatir sepanjang waktu. Karena dia hanya seorang anak, jadi sulit baginya untuk dapat mengetahui bagaimana menangani emosi-emosi negatif. Anak hanya bisa menangis, kehilangan semua harapan dan kepercayaan diri. Ketakutan mungkin mulai bersarang di dalam pikirannya.

6. Masalah Berat Badan. Sebuah studi dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health menemukan bahwa kurang tidur pada anak dapat menyebabkan obesitas. Diketahui, untuk setiap jam tambahan tidur pada anak, risiko berat badan turun sebesar 9 persen. Penelitian ini juga menemukan bahwa anak-anak yang kekurangan tidur 92 persen lebih mungkin mengalami kegemukan pada saat dewasa daripada mereka yang cukup tidur.

7. Sulit berpikir logis. Kurang tidur mengakibatkan kelelahan dan bisa membunuh kemampuannya untuk berpikir dengan cara yang logis. Pikiran yang aktif sangat penting untuk seorang anak dapat berpikir logis. Semua pelajaran anak pelajari di sekolah mungkin akan hilang karena kurang tidur.

8. Pengembangan ADHD. Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Michigan dan diterbitkan dalam jurnal Pediatrics menemukan bahwa sleep apnea, mendengkur dan gangguan tidur lainnya dapatmemberikan kontribusi terjadinya ADHD pada anak-anak. Orang tua dari anak-anak dengan Attention Deficit Disorder (ADD) biasanya menilai anak-anak mereka lemah dan sering gelisah saat tidur. Bahkan pada beberapa kasus ditemukan anak tersebut lebih sering bangun pada malam hari dibandingkan teman sebaya mereka.

9. Diabetes. Ini adalah satu lagi efek buruk dari kurang tidur pada anak. Kurang tidur pada anak mempengaruhi penyerapan glukosa. Menurut American Diabetes Association, berkurangnya dua jam waktu tidur per malam untuk satu minggu berkaitan dapat mempengaruhi resistensi insulin, sehingga meningkatkan risiko diabetes. Risiko obesitas karena kurang tidur juga dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 di kemudian hari. ​

KOMPAS.com

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Rabu, 08 Juni 2011

Diabetes itu Saudaranya Hipertensi

Penyakit diabetes kronik dapat menyebabkan timbulnya komplikasi, salah satunya adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi. Itulah sebabnya penyakit jantung koroner merupakan penyumbang kematian terbesar (sekitar 40 persen) di antara pasien penderita diabetes (diabetesi).

Menurut dokter spesialis penyakit dalam Budiman Darmowidjojo, kadar gula darah yang tinggi akan mengganggu sistem hormonal, sehingga kadar hormon tertentu akan meningkat, akibatnya tekanan darah ikut melonjak.

"Sekitar 60-80 persen diabetesi menderita hipertensi, dalam jangka panjang akan menimbulkan komplikasi yang berujung pada kecacatan," ujarnya dalam acara press conference Jakarta Endokrin Meeting dan Jakarta Diabetes Meeting di Jakarta (8/6).

Ia menjelaskan, komplikasi penyakit akibat diabetes dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari lamanya penyakit, tingginya gula darah, usia, hipertensi, merokok serta protein di urin.

"Makin tinggi kadar protein, makin besar risikonya terkena penyakit jantung," paparnya.

Oleh karena itu, terapi pengobatan diabetes ditujukan untuk menjaga kadar gula darah tetap normal dan menghindari komplikasi baik yang kronik atau akut. "Kalau sudah terlanjur komplikasi susah diobatinya," imbuhnya.

Data tahun 2.000 jumlah penderita DM di Indonesia mencapai 8,4 juta orang dan menjadikan Indonesia menempati rangking keempat dalam jumlah penderita diabetes di dunia. Pada tahun 2030 nanti, diperkirakan jumlahnya akan naik menjadi 21,3 juta orang.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010 menunjukkan sebaran pasien diabetes di Indonesia yang melebih 1,5 persen penduduk ada di daerah Sumatera Utara, Jawa Timur dan Sulawesi Utara. Menurut Budiman, hal itu mungkin terkait dengan gaya hidup dan pola makan. ​(KOMPAS.com)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Related Posts with Thumbnails

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!
Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Mesin pencari lowongan kerja

Pekerjaan oleh Careerjet

Books Best Seller

Skincare: The Revolution in Anti-Aging

Skincare: The Revolution in Anti-Aging
Dokumen Sehat Sinergis

Pilihan Investasi

Pilihan Investasi
Ada dua pilihan: jika Ikut Menjadi Member Bisnis Synergy

health first


Get a playlist! Standalone player Get Ringtones

Produk Synergy WorldWide

Loading...

Sertifikasi Produk Synergy WorldWide

Produk -produk Synergy / NSP di Indonesia telah terdaftar pada Departemen Kesehatan RI dan memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), serta memperoleh sertifikat Halal dari IFANCA (The Islamic Food and Nutrition Council of America) yang disahkan oleh LP POM MUI.

Mau berbisnis dollar, hubungi kami!

Mau berbisnis dollar, hubungi kami!
Anda sehat, kami bahagia
Word of the Day

Article of the Day

This Day in History

Today's Birthday

In the News

Quote of the Day

Spelling Bee
difficulty level:
score: -
please wait...
 
spell the word:

Match Up
Match each word in the left column with its synonym on the right. When finished, click Answer to see the results. Good luck!

 

Hangman

Best Books Seller