HUBUNGI, KAMI SIAP ANTAR!
Menu kami
Jumat, 28 Januari 2011
Susu Bukan Lagi "Penyempurna" Gizi
Mengutip buku Sehat dan Bugar Berkat Gizi Seimbang disebutkan susu adalah sumber protein hewani yang terdapat pada telur, ikan dan daging.
Oleh karena itu dalam Pedoman Gizi Seimbang susu ditempatkan dalam satu kelompok dengan sumber protein hewani lain.
Itu sebabnya susu bukanlah jawaban atas masalah gizi. Apalagi dari segi kualitas protein, telur dalam ilmu gizi dikenal lebih baik dari susu karena daya cerna protein telur lebih tinggi daripada susu.
Untuk mereka yang tidak "tahan susu" karena laktosa intoleran disarankan untuk menyajikan susu dalam berbagai makanan padat yang mengandung susu atau berbahan baku susu, seperti yogurt, puding dan sebagainya.
(Kompas.com)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Sabtu, 22 Januari 2011
Tinggalkan 4 Sehat 5 Sempurna!
Selama ini masyarakat salah kaprah mengenai program makanan sehat tersebut. Seharusnya masyarakat juga memerhatikan jumlah kalori yang diberikan kepada anak, terutama anak usia sekolah.
Jumlah makanan ini berkaitan juga dengan porsi makan anak yang harus disesuaikan dengan kebutuhannya. Keseimbangan antara makanan sehat dan jumlah inilah yang mengubah empat sehat lima sempurna menjadi makanan gizi seimbang.
Hal ini disampaikan Duta Millennium Development Goals (MDGs) Utusan Khusus Presiden Nila Djuwita F Moeloek dalam diskusi "Generasi Emas Bangsa berkat Gizi Sehat" di Hotel Acacia, Jakarta, Sabtu (22/1/2011). Diskusi ini mengangkat dampak kekurangan gizi anak sekolah dan penanggulangannya.
"Selama ini kan masyarakat tahunya ini sudah empat sehat lima sempurna. Ada nasi, lauk, sayur, buah, dan susu. Tapi, sudahkan mengatur jumlah makanan tersebut? Belum bisa dibilang kita makan dengan nasi dan ikan, tapi ikan asinnya satu saja. Atau, memberikan anaknya makan dalam porsi besar. Itu kan berarti belum memenuhi gizi seimbang. Anak jangan hanya dikasih makan. Kita harus tahu juga berapa kalori yang dibutuhkan untuk anak, " kata Nila.
Jumlah kalori yang dibutuhkan anak berbeda-beda. Anak usia sekolah yang belum memasuki masa puber membutuhkan 1.600-2.500 kalori per hari. Memasuki masa transisi menuju usia dewasa, sebagian besar anak perlu meningkatkan asupan kalori menjadi 2.500-3.000 per hari. Jumlah ini juga disesuaikan dengan aktivitas anak sehari-hari. Anak aktif tentu lebih banyak membutuhkan asupan kalori.
Nila menambahkan, pola makan masyarakat Indonesia juga harus diperbaiki untuk mencapai gizi seimbang. Selama ini masyarakat cenderung tergantung pada nasi. Bahkan pemerintah juga mengimpor beras untuk memenuhi kebutuhan akan beras. Padahal, di Indonesia yang kaya akan makanan, beras bisa digantikan dengan jagung atau ubi-ubian.
"Untuk memenuhi gizi juga tidak harus melulu nasi, daging. Kita kan juga bisa mengganti dengan ubi, jagung, dan masih banyak makanan pengganti yang lebih banyak mengandung protein tinggi, bagus untuk anak-anak. Daging juga bisa diganti dengan ikan. Banyak potensi, tapi sekarang tergantung orangtua, sudahkah memiliki pengetahuan gizi baik untuk anak," ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi Tirta Prawita Sari mengatakan, orangtua dan anak perlu mendapat bimbingan dan pendidikan tentang gizi seimbang bagi anak-anak usia sekolah.
Selain itu, guru-guru di sekolah jangan hanya menekankan pada empat sehat lima sempurna, tetapi juga gizi yang seimbang dari makanan tersebut.
"Memang benar, anak jangan dikasih makan saja. Mereka juga perlu edukasi makanan sehat. Tahun 2011 ini di daerah Jabodetabek kami berencana memberikan pendidikan pada anak sekolah mengenai gizi seimbang. Mereka juga diajari cara membuatnya sehingga mereka bisa menjadi agen yang mengajarkan gizi seimbang kepada keluarga mereka di rumah, bukan lagi empat sehat lima sempurna," Tirta menegaskan. Penulis: C03-11 Editor: Asep Candra (Kompas.com)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
6 Langkah Tampil Cantik Tanpa Kosmetik
Jika Anda adalah salah satu wanita yang selalu tergantung pada kosmetika, jangan malu sesekali tampil tanpa make up. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk tetap menonjolkan kecantikan Anda.
1. Senyum.
Wajah yang ramah, dan penuh senyum tak mudah dilupakan orang. Anda akan terkejut, jika membandingkan apa yang orang ingat tentang diri Anda, saat wajah Anda bermake up tapi tanpa senyum atau tanpa make up tapi penuh senyum.
2. Jaga rambut Anda
Rata-rata orang sangat senang memperhatikan orang yang bisa menjaga penampilannya. Jadi perhatikan kebersihan rambut Anda. Jaga modelnya agar sesuai dengan bentuk wajah Anda. Karena penampilan Anda bukan hanya pada wajah saja kan?
3. Makanlah makanan yang sehat.
Anda adalah apa yang Anda makan. Jika makanan Anda lebih banyak berasal dari makanan yang diproses yang terlalu asin, terlalu manis dan berlemak, maka jangan heran jika itu tergambar pada penampilan rambut, kulit dan kuku Anda. Makan minimal 5 porsi sayuran dan buah-buahan setiap hari untuk penampilan yang lebih berkilau.
4. Pilih pakaian dengan gaya yang terbaik
Mulai dari pemilihan model atau warna pilih yang paling sesuai dengan kepribadian, selera dan rasa nyaman Anda.
5. Perhatikan berat badan Anda
Olahraga untuk membentuk otot disertai dengan diet yang tepat, bukan hanya akan menjaga berat badan Anda, tapi juga menjaga struktur tulang, kesehatan dan kebugaran tubuh.
6. Jadilah orang yang baik
Mana yang Anda pilih, jadi wanitya cantik bak supermodel tapi dibenci karena kelakuan yang minus atau jadi wanita biasa tapi banyak dicintai karena hati yang cantik? Yakinlah bahwa kecantikan sejati berasal dari dalam hati.
I EHOW / UTAMI
(tempointeraktif.com)
| Reaksi: |
Sertifikasi Produk Synergy WorldWide
curative | |
| Definition: | Tending to cure or restore to health. |
| Synonyms: | alterative, healing, remedial, sanative, therapeutic |
|
Anyone who knows anything of history knows that great social changes are impossible without feminine upheaval. Social progress can be measured exactly by the social position of the fair sex, the ugly ones included.
Karl Marx & Frederick Engels (1818-1883) |




