HUBUNGI, KAMI SIAP ANTAR!

Sehat-Sinergis secara herbal, membangun kesehatan dan kesejahteraan bersama secara sehat sinergis. Bekerjasama dengan Synergy WordWide (Independent Distributor from United State of America) untuk selengkapnya untuk pembelian atau pemesanan dengan perjanjian hubungi Ibu Liong di nomor: 021-33431704 Hubungi kami di email: sehat.sinergis@gmail.com. Ada uang baru barang diantar. Carilah lebih dulu kesehatan, baru yang lainnya.

Your Ad Here

Selasa, 09 Maret 2010

Obat Herbal Sepenting Obat Dokter

Oleh: Edy M. Ya`kub
Surabaya (ANTARA News) - Indonesia itu negara kaya akan tanaman obat berkhasiat, dan ini sudah kesohor di seantero dunia. Di Indonesia sendiri, tanaman berkhasiat untuk obat herbal ini diwariskan turun temurun oleh nenek moyang sejak lama.
Namun, pengetahuan ilmiah tentang karakteristik obat berbahan alam itu masih relatif baru, padahal potensinya cukup besar.
"Hingga tahun 2010, permintaan produk herbal mampu menembus angka Rp10 triliun," kata Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi, Wahono Sumaryono, pada "Workshop on Improvement the Management Center for Phytopharmaceutical Product Development" di Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga, Surabaya, Jumat pekan lalu.
Wahono melanjutkan, tren permintaan produk herbal boleh dibilang meningkat.
"Tapi, peningkatan tren itu perlu mendapat dukungan dari penelitian-penelitian dan uji klinis yang spesifik agar tingkat kepercayaan masyarakat, termasuk kalangan medis formal, meningkat," katanya.
Untuk itu, dia menyambut baik inisiatif Fakultas Farmasi, Universitasa Airlangga, dalam mendirikan "Center for Phytopharmaceutical Product Development (CPPD)" yang akan berposisi menjadi pusat kajian dan riset produk-produk herbal dari tanaman asli Indonesia.
"Saya berharap dengan adanya pusat riset seperti CPPD itu, maka kebutuhan riset untuk membuktikan khasiat produk herbal secara ilmiah bisa semakin dipenuhi," kata Wahono.Di samping mensasar riset ilmiah untuk produk herbal lokal, CPPD diharapkan bisa mengatasi kendala-kendala yang dihadapi produk herbal seperti belum diterimanya obat herbal oleh sistem pelayanan kesehatan formal dan masih kurangnya kebijakan promosi serta investasi produk herbal.
"Pada dasarnya budaya masyarakat Indonesia cukup terbuka terhadap obat-obat herbal. Kita tahu bahwa masyarakat kita masih percaya dengan penggunaan obat tradisional," katanya.
Kesadaran sosial seperti itu bersambungan dengan tumbuhnya kecenderungan "back to nature" (kembali ke alam) pada masyarakat, yaitu menggunakan obat tradisional sebagai cara aman dan menyehatkan dalam membuat tubuh bugar.
"Itulah peluang yang harus kita garap dengan baik dengan memaksimalkan potensi. Keberadaan CPPD sebagai pusat riset, saya rasa akan sangat membantu agar obat-obat herbal teruji khasiatnya secara klinis dan bukan lagi sekedar mitos," kata Wahono lagi.
Pandangan Wahono bersesuaian dengan pemikiran Direktur Institute of Tropical Disease dr. Nasronudin. Saat ini kalangan medis formal termasuk para dokter, sebenarnya sudah cukup sering memulai menggunakan produk herbal untuk menyembuhkan pasien, demikian Nasronudin.
"Misalnya saja untuk menaikkan kadar trombosit pada penderita demam berdarah, kini para dokter sudah banyak yang meyakini bahwa beras merah memiliki khasiat cukup baik untuk meningkatkan kadar trombosit dalam darah," kata Nasronudin.
Setelah diteliti, katanya, beras merah ternyata mengandung protein khusus yang mampu meningkatkan kadar trombosit pada penderita demam berdarah."Tanaman-tanaman herbal seperti beras merah ini sudah banyak digunakan dalam dunia medis formal, bahkan RSUD dr Soetomo Surabaya sudah mempunyai unit khusus dengan pengobatan alami," katanya.
Dukungan riset dunia medis formal itu dibenarkan pelaku industri produk herbal, Rachmat Sarwono.
Direktur PT. Industri Jamu Borobudur itu mengakui dunia industri herbal saat ini memang sangat membutuhkan hasil berbagai riset yang diselenggarakan perguruan tinggi.
"Penyebaran informasi hasil penelitian dari perguruan tinggi masih belum maksimal dan terkesan ditutup-tutupi, padahal hasil penelitian yang dilakukan oleh perguruan tinggi sebetulnya bisa dimanfaatkan dan diimplementasikan industri," katanya.
Rachmat berharap CPPD bersedia membukukan hasil riset obat herbal dan mempublikasikannya dalam buku, sehingga CPPD menjadi jembatan antara perguruan tinggi dan industri. Akhirnya, khasiat produk herbal dirasakan langsung masyarakat.(*)Ant/AR09
COPYRIGHT © 2010 ANTARA
PubDate: 09/03/10 17:06

Sumber: http://www.antaranews.com/print/1268129182
Related Posts with Thumbnails

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!
Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Mesin pencari lowongan kerja

Pekerjaan oleh Careerjet

Books Best Seller

Skincare: The Revolution in Anti-Aging

Skincare: The Revolution in Anti-Aging
Dokumen Sehat Sinergis

Pilihan Investasi

Pilihan Investasi
Ada dua pilihan: jika Ikut Menjadi Member Bisnis Synergy

health first


Get a playlist! Standalone player Get Ringtones

Produk Synergy WorldWide

Loading...

Sertifikasi Produk Synergy WorldWide

Produk -produk Synergy / NSP di Indonesia telah terdaftar pada Departemen Kesehatan RI dan memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), serta memperoleh sertifikat Halal dari IFANCA (The Islamic Food and Nutrition Council of America) yang disahkan oleh LP POM MUI.

Mau berbisnis dollar, hubungi kami!

Mau berbisnis dollar, hubungi kami!
Anda sehat, kami bahagia
Word of the Day

Article of the Day

This Day in History

Today's Birthday

In the News

Quote of the Day

Spelling Bee
difficulty level:
score: -
please wait...
 
spell the word:

Match Up
Match each word in the left column with its synonym on the right. When finished, click Answer to see the results. Good luck!

 

Hangman

Best Books Seller