Cari uang di internet

HUBUNGI, KAMI SIAP ANTAR!

Sehat-Sinergis secara herbal, membangun kesehatan dan kesejahteraan bersama secara sehat sinergis. Bekerjasama dengan Synergy WordWide (Independent Distributor from United State of America) untuk selengkapnya untuk pembelian atau pemesanan dengan perjanjian hubungi Ibu Liong di nomor: 021-33431704 Hubungi kami di email: sehat.sinergis@gmail.com. Ada uang baru barang diantar. Carilah lebih dulu kesehatan, baru yang lainnya.

Minggu, 24 Mei 2015

PSIKOLOGI: Mitos Keperawanan (KRISTI POERWANDARI)

Lagi-lagi persoalan tes keperawanan. Hampir 70 tahun lalu, Simone de Beauvoir, yang sangat terkenal dengan bukunya "The Second Sex" ("Le Deuxième Sexe"), dengan piawai menjelaskan bagaimana perempuan menjadi bagian (milik) dari masyarakat sekaligus "dilainkan", dibuat menjadi "yang lain".

Jangan salah, perkawinan bukan merupakan hubungan laki-laki dengan perempuan, tetapi tidak jarang merupakan hubungan antar sesama laki-laki, di mana perempuan dilihat sebagai sarana untuk memperkuat tali silaturahim atau hubungan bisnis. Perempuan dilihat sebagai barang milik dan dipertukarkan.

Mitos

Salah satu manifestasi dari bagaimana laki-laki (dan akhirnya masyarakat) menganggap perempuan sebagai "yang lain" adalah dengan mengembangkan mitos keperawanan. Orang memercayai saja mitos tentang perempuan yang saling berkontradiksi: perempuan "baik-baik" vs perempuan "bukan baik-baik"—hanya karena yang satu masih perawan dan yang satunya lagi sudah tidak. Alasannya tidak perlu dipersoalkan: apakah karena keinginan si perempuan itu sendiri, karena ia mengalami kekerasan seksual, atau hal lain. Tetap yang dipersalahkan adalah si perempuan itu, yang tubuhnya sudah terdeteksi "tidak suci". Bagi perempuan yang "bukan baik-baik", hukuman atau sanksi sosial yang diterima dapat luar biasa sehingga perempuan ngeri dan memilih berbohong.

Sangat sulit untuk menguraikan, mendemitologikan mitos. Mitos keperawanan ini tidak dapat ditangkap, tetapi menghantui kesadaran manusia: menghantui kesadaran laki-laki yang ketakutan jika ia teperdaya, dan menghantui kesadaran perempuan jika ia dinilai "bukan perempuan baik-baik" lalu dihukum.

Maka, ada perempuan-perempuan yang melakukan berbagai cara untuk menipu diri sendiri dan orang lain dengan "mengejar" keperawanannya kembali. Di masa lalu mungkin dengan menggunakan darah ayam yang diusapkan ke sapu tangan, di masa kini melalui operasi yang ditawarkan oleh klinik atau rumah sakit modern.

Ternyata mitos keperawanan tidak dibahas atau menghantui di tingkat hubungan personal saja, tetapi hingga jadi kebijakan. Sampai Indonesia dibahas di mancanegara, menjustifikasi tindakan mengetes keperawanan perempuan untuk menjaga martabat dan kehormatan bangsa (lihat misalnyahttp://www.theguardian.com/world/2015/may/14/indonesian-military-insists-on-virginity-tests-to-determine-naughty-female-recruits).

Mekanisme "defense"

René Girard (1977) menulis mengenai bagaimana masyarakat melakukan pengambinghitaman hingga ritual pengorbanan terhadap anggota masyarakat yang rentan, sesuatu yang diterima begitu saja tanpa dikritisi, seolah memang sudah benar dan seharusnya terjadi.

Dari sisi psikologi, kita dapat menjelaskan melalui teori mekanisme pertahanan diri yang dikembangkan Freud. Mekanismedefense secara sederhana dapat diartikan sebagai proses-proses mental yang sering tak sepenuhnya disadari, untuk melindungi diri sendiri dari kecemasan akibat rasa malu, rasa salah, hilangnya harga diri, konflik, atau berbagai pikiran dan perasaan lain yang dianggap buruk atau tidak pantas. Misalnya ayah atau ibu yang dimarahi oleh atasan di kantor merasa kesal tetapi tidak berani melawan atasannya, lalu di rumah akan melampiaskan kekesalan pada anak (displacement). Atau orang yang merasa malu kalau sampai ketahuan ia jatuh cinta, lalu justru berperilaku cuek dan terkesan tidak peduli ketika bertemu (reaction-formation).

Pengambinghitaman perempuan hampir selalu terkait dengan seks dan lalu dikaitkan dengan moralitas. Kuat diduga bahwa itu terkait dengan gabungan mekanisme defense rasionalisasi, pengingkaran, dan proyeksi. Apakah perempuan tidak perawan=akan mengundang hasrat seksual=berbahaya=bukan perempuan baik-baik? Jadi, yang terjadi adalah para pemimpin (sebagian besar laki-laki) memindahkan pikiran buruk dalam diri sendiri menjadi pikiran yang ada di benak orang lain/perempuan (diri sendiri ingin berhubungan seksual karena tahu perempuan yang dihadapi sudah pernah berhubungan seksual, lalu orang lain yang dipersalahkan "mengundang", merayu, atau punya kualitas buruk)?

Maka, kita dapat menjelaskan mengapa perempuan yang dinilai "bukan perempuan baik-baik" kalau dalam ketakutannya melaporkan telah mengalami kekerasan seksual pada penegak hukum, bukannya dilindungi tetapi mungkin malah mengalami tambahan pelecehan seksual dari petugas.

Kebijakan

Mekanisme defense menjadi sangat diskriminatif ketika menjadi kebijakan. Pengambinghitaman mudah saja dilakukan karena yang dapat dibuktikan secara fisik sudah tidak perawan memang perempuan. Sementara itu, yang tidak dapat dilacak perilaku seksualnya dan tidak berpotensi hamil dapat bersukaria dan tampaknya memang tidak dipedulikan sepak terjang seksualnya. Masyarakat tidak mempertanyakan, bahkan kaum perempuan sendiri dapat menilai dan menghukum perempuan lain tanpa bersikap kritis dan peduli.

Mulai sekarang kita perlu heran dan mempertanyakan mengapa dalam diri perempuan dilekatkan paradoks dan kontradiksi serba ekstrem: ia pelayan sekaligus dipuja, Maria yang perawan sekaligus Hawa Pendosa, sumber kejatuhan laki-laki vs pendukung keberhasilan laki-laki, dapat menghancurkan negara sekaligus menjadi tiang moral negara?

Perempuan itu manusia biasa seperti juga laki-laki, ia bukan pendosa ataupun manusia suci tak bernoda. Punya kelebihan dan kelemahan, memiliki banyak potensi positif yang dapat menguatkan bangsa, tetapi mudah terjerat dalam posisi "tidak merasa bernilai" karena mitos-mitos yang terus dipertahankan dalam praktik hidup kita. Dalam sesi-sesi konseling atau percakapan penguatan bagi perempuan, kami akan mengajak perempuan berpikir bahwa ia adalah manusia berharga, entah apakah "sudah tidak perawan", "masih terus perawan" alias perawan tua, dinilai menarik atau tidak menarik secara seksual, dan seterusnya. Ia jauh lebih utuh daripada sekadar makhluk seksual.

Menjaga kehormatan dan martabat bangsa itu tidak dapat dilakukan dengan menerapkan standar ganda dan mengecek keperawanan perempuan. Yang diperlukan adalah menjauhkan diri dari sikap mencari-cari kesalahan pihak lain, dan mengakui dengan jujur, apakah masing-masing kita telah bekerja dituntun suara hati dan dengan menjunjung etika.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 24 Mei 2015, di halaman 11 dengan judul "Mitos Keperawanan".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

KANKER SERVIKS: Temuan Kasus dan Kematian Tinggi

Kanker serviks masih menjadi momok perempuan Indonesia. Setiap bulan, 600-750 perempuan dilaporkan meninggal akibat kanker serviks. Dengan kata lain, setiap jam satu perempuan meninggal karena penyakit itu.

"Kematian ibu akibat kanker serviks masih sangat tinggi," kata Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zaenal Abidin di Jakarta, Minggu (24/5). Perlu usaha bersama menyelamatkan perempuan Indonesia dari ancaman kanker serviks.

"Caranya, memberikan pelayanan kesehatan yang bagus dan yang terpenting memberikan pendidikan kesehatan. Penting memeriksakan diri sejak dini," kata Zaenal.

Mengutip data, Zaenal menyebutkan, setiap hari penderita baru muncul 40-45 orang yang 20-25 orang di antaranya meninggal. Umumnya, penderita terdeteksi saat stadium lanjut sehingga peluang disembuhkan kecil. Padahal, kanker serviks dapat dideteksi sejak dini.

Memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia Ke-107 Tahun 2015, IDI mengadakan deteksi dini kanker serviks. Kegiatan dipusatkan di Rumah Susun Tambora, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Selain di Jakarta, digelar juga di beberapa provinsi lain.

Di Rusun Tambora, dari 300 perempuan yang diperiksa, satu orang positif prakanker dan diberikan rujukan berobat ke rumah sakit. Pemeriksaan menggunakan inspeksi visual dengan asam asetat (IVA). Metode IVA mudah dan murah. Kini, puskesmas dapat melayani.

Dalam tujuh menit hasil dapat diketahui dengan biaya sekitar Rp 25.000. Bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), biaya ditanggung Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Informasi terbatas

Ibu-ibu di Rusun Tambora antusias memeriksa diri. Sejak pukul 09.00, mereka mengambil nomor antrean menunggu giliran. Pemeriksaan dilakukan tim IDI.

Mereka belum pernah memeriksa diri untuk mendeteksi kanker serviks. Keterbatasan informasi membuat mereka abai terhadap kesehatan diri.

Vera Handayani (25), Yanti (30), dan Ida Rosida (38) mengatakan baru mengetahui deteksi kanker serviks dapat dilakukan dengan mudah dan murah. "Seumur hidup baru sekarang periksa. Hasilnya bersih kanker," kata Ida Rosida, ibu tiga anak.

Pengurus Organisasi Aksi Solidartas Era Kabinet Kerja (OASE-KK), Nining Indroyono Soesilo, mengatakan, tes IVA perlu dikampanyekan lebih serius agar semua perempuan Indonesia dapat memanfaatkannya.

"Ke depan, angka kematian perempuan karena kanker serviks harus dapat dikurangi," katanya.

Menurut Nining, selain perempuan, suami juga berperan penting menjaga kesehatan perempuan anggota keluarga. Mereka hendaknya mendorong anggota keluarga untuk deteksi dini kanker serviks. (B04)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 25 Mei 2015, di halaman 14 dengan judul "Temuan Kasus dan Kematian Tinggi".


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Jumat, 22 Mei 2015

9 Makanan untuk Rambut Sehat

Salmon untuk rambut berkilau

Ikan seperti salmondan sarden dikemas dengan asam lemak omega 3 yang sehat. Tubuh Anda tidak dapat memproduksi lemak sehat ini, sehingga Anda perlu mendapatkannya dari makanan atau suplemen. Konsumsi ikan ini akan membantu melindungi Anda dari penyakit, tak hanya itu, tubuh juga membutuhkannya untuk menumbuhkan rambut dan menjaga tampilan rambut berkilau dan tebal.

Yogurt untuk pertumbuhan rambut

Yogurt mengandung protein dan memiliki kandungan yang membantu aliran darah ke kulit kepala, untuk merangsang pertumbuhan rambut. Kandungan ini disebut vitamin B5, yang juga dikenal sebagai asam pantotenat. Vitamin B5 ini juga dapat meminimalisir kerontokan dan kebotakan rambut. Asam patotenat biasanya juga terkandung dalam produk perawatan rambut.

Bayam untuk mengatasi rambut rapuh

Seperti layaknya sayuran berdaun hijau gelap, bayam mengandung nutris yang menakjubkan. Memiliki banyak vitamin A, zat besi, beta karoten, folat, dan vitamin C. Kandungan tersebut bekerjasama untuk menjaga kesehatan kulit kepala dan helaian rambut. Bayam juga menjaga kondisi rambut tetap lembab, sehingga tak mudah patah. Pilihan sayuran hijau lainnya yang memiliki banyak manfaat untuk rambut adalah kale.

Jambu untuk emngatasi rambut patah

Buah tropis ini diperkaya vitamin C, yang mampu menjaga rambut pataha. Segelas  jambu mengandung 377 miligram vitamin C. Jumlah ini empat kali lipat dari kandungan minimal yang harus dikonsumsi per harinya.

Ayam untuk menjaga ketebalan rambut

Ketika Anda tak mendapat cukup asupan protein, pertumbuhan rambut akan berhenti. Ketika rambut mulai berhenti tumbuh dan rambut yang ada mulai  terlepas dari dari kulit kepala, maka terjadilah kerontokan. Untuk mendapatkan protein dari daging, ayam adalah pilihan yang baik, karena kandungan lemak jenuhnya lebih sedikit dibanding daging sapi atau daging kambing.

Ubi untuk mengatasi rambut kering dan kusam

Rambut Anda kering dan tak berkilau? Ubi dengan kandungan antioksidannya yang disebut beta  karoten akan membantu mengatasi masalah rambut Anda. Tubuh akan mengubah beta karoten menjadi vitamin A yang mampu mengatasi rambut kering, kusam dengan mendorong kelenjar di kulit kepala memproduksi sebum. Inilah yang akan melindungi rambut dari kekeringan. Anda dapat menemukan beta karoten pada makanan berwarna oranye, seperti wortel, labu, melon, dan mangga.

Kayu manis untuk sirkulasi kulit kepala

Taburkan bubuk kayu manis dalam sajian sereal, roti, atau kopi yang akan Anda konsumsi. Kandungan pada kayu manis akan melancarkan peredaran darah di kulit kepala. Inilah yang akan membawa oksigen dan nutrisi ke folikel rambut.

Telur untuk pertumbuhan rambut

Kebutuhan protein dan zat besi akan terpenuhi dengan mengonsumsi telur. Diperkaya dengan vitamin B yang disebut biotin, yang mampu membantu pertumbuhan rambut. Kekurangan vitamin B akan memicu rambutrontok. Biotin selain bermanfaat untuk pertumbuhan rambut, jugga bermanfaat memperkuat kuku yang rapuh.

Tiram untuk rambut lebat

Kaya kandungan seng, yang membantu pembentukan sel-sel baru untuk pertumbuhan rambut. Ketika kebutuhan seng dalam  tubuh tak tercukupi, Anda akan mengalami kerontokan, bukan hanya pada rambut kepala, tapi juga pada bulu mata. Anda dapat mengonsumsi daging, kepiting, dan lobster untuk mendapatkan asupan seng.

Sumber: ‎http://m.kompas.com/health/read/2015/05/22/170114923/9.Makanan.untuk.Rambut# 

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Kamis, 21 Mei 2015

KANKER Tantangan Pengobatan Kanker di Asia

Dari 14,1 juta kasus kanker yang ditemukan tahun 2012 di seluruh dunia, kasus kanker paling besar terjadi di Asia, yaitu sebesar 48 persen. Angka kematian akibat kanker sebesar 8,2 juta di tahun yang sama, 54 persen di antaranya berada di Asia. Namun, tingkat aksesibilitas pasien terhadap obat dan fasilitas kesehatan masih sangat terbatas.
Ahli dari Novartis Oncology mempresentasikan fakta-fakta tentang kanker dan inovasi-inovasi pengobatan kanker di Asia pada temu media di Singapura, Kamis (14/5).
KOMPAS/AMANDA PUTRIAhli dari Novartis Oncology mempresentasikan fakta-fakta tentang kanker dan inovasi-inovasi pengobatan kanker di Asia pada temu media di Singapura, Kamis (14/5).

Senior Vice President Emerging Growth Markets Novartis Oncology John Ketchum, Kamis (14/5) dalam seminar "Mapping the Path Forward" di Singapura, mengatakan, ketika kasus dan angka kematian akibat kanker di negara-negara Barat, Eropa dan Amerika, menurun, di Asia justru meningkat. Bahkan, pada 2030 angka kasus dan kematian diprediksi meningkat 30-40 persen.

"Meningkatnya angka kanker di Asia terutama disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, termasuk merokok, kurang aktivitas olahraga, dan asupan nutrisi yang buruk," kata Ketchum.

Medical Director Solid Tumors Novartis Oncology Hong Ling Xue menyebutkan, terjadi anomali di Asia untuk kasus kanker payudara. Di Amerika, semakin tua usia perempuan, seusai menopause, kemungkinan terjangkit kanker payudara semakin tinggi. Namun, di Asia terdapat kecenderungan kanker payudara banyak ditemukan di usia premenopause, bahkan di usia muda, sekitar 30-40 tahun.

Sementara itu, akses untuk melakukan pemeriksaan secara dini masih sangat terbatas. Akibatnya, kebanyakan pasien kanker payudara didiagnosis ketika sudah memasuki stadium lanjut.

Akses terbatas

Di Indonesia, misalnya, kata Ling Xue, permasalahan terbesar adalah kondisi geografis wilayah yang membuat pasien kesulitan pergi ke rumah sakit. Apalagi untuk mendapat diagnosis kanker, pasien harus pergi ke RS besar, yang di Indonesia jumlahnya masih sangat terbatas. Hal serupa terjadi di negara-negara lain dengan banyak wilayah terpencil yang sulit terjangkau pelayanan kesehatan.

Masalah itu ditambah lamanya waktu yang dibutuhkan agar obat bisa masuk ke negara di Asia. Kebanyakan obat kanker diproduksi perusahaan Eropa dan Amerika, dan perlu waktu 2-3 tahun setelah obat itu diizinkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk dapat digunakan di Asia.

Saat ini, pengobatan kanker semakin berkembang. Inovasi terbaru, yaitu terapi target, memungkinkan obat membunuh sel-sel kanker secara spesifik tanpa menyerang sel normal lain seperti yang terjadi pada kemoterapi. Ini akan membuat terapi menjadi lebih efektif dan efisien. Namun, terapi ini belum dapat diterapkan sepenuhnya karena berbagai kendala.

Director Department of Oncology National Taiwan University College Ann Lii Cheng mengatakan, obat untuk kasus kanker hati yang jumlahnya terus meningkat di Asia sangat sulit didapat. Namun, ia juga sepakat, perbedaan antara negara di Barat dan Timur harus diperhatikan dalam pengobatan kanker.

"Secara genetik, orang Asia berbeda dengan orang Amerika. Saat ini, kami percaya, perbedaan ini membutuhkan perbedaan strategi. Namun, perlu diteliti lebih lanjut apakah perbedaan ini berkontribusi pada perbedaan respons terhadap obat," ujarnya.

Oleh karena itu, Cheng mengatakan, penanganan kanker di Asia tak cukup dengan obat-obatan. Upaya penanganan dan pencegahan kanker harus lebih komprehensif karena permasalahan di Asia, terutama di negara-negara berkembang, juga lebih kompleks, termasuk akses terhadap fasilitas kesehatan.

Dalam presentasinya, Thomas Weigold, Regional Director Medical Affairs Novartis Oncology, menyebutkan, satu dari tiga pasien di 20 negara di Asia sulit mengakses obat penting. Selain fasilitas kesehatan yang masih minim, masih banyak warga miskin yang mengeluarkan dana pribadi untuk biaya kesehatan. Padahal, biaya yang dibutuhkan untuk terapi atau pengobatan penyakit kanker sangat besar.

Jaminan kesehatan

Iwan Dwiprahasto, Ketua Farmakoepidemologi dan Farmakoekonomi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, mengungkapkan, melalui program Jaminan Kesehatan Nasional, pemerintah RI menargetkan seluruh warga terlindungi dengan JKN pada 2019. Saat ini ada 121,6 juta orang (sekitar 50 persen penduduk) yang terlindungi JKN, dengan 84 juta orang di antaranya merupakan warga miskin yang preminya dibiayai pemerintah.

Obat kanker termasuk ditanggung BPJS Kesehatan. Namun, harganya yang sangat mahal membuat pemerintah harus bersiasat. Biaya untuk salah satu obat kanker paru, misalnya, bisa mencapai 90.000 dollar AS atau sekitar Rp 1,1 miliar untuk kebutuhan pasien selama 1,5 bulan. Karena itu, pemerintah akan berunding dengan perusahaan obat sehingga biaya obat dapat ditekan dengan beberapa skema.

Prevalensi kanker di Indonesia adalah 1,4 per 1.000 penduduk. Pada 2013, kanker payudara merupakan kanker dengan angka paling tinggi di Indonesia, yaitu 819 kasus dengan angka kematian 217 jiwa, diikuti kanker serviks dan kanker paru. Kesulitan pasien di Indonesia adalah terbatasnya RS besar tipe A yang hanya 15 RS dari 2.230 RS di seluruh Indonesia. Obat-obat kanker dan diagnosis hanya bisa didapat di RS besar tersebut.

Terkait obat dari luar yang masuk ke Indonesia, ujar Iwan, pemerintah memang harus selektif. Sesuai dengan aturan, dibutuhkan 311-314 hari untuk jalur reguler dan 100 hari untuk obat-obatan tertentu.

"Waktu yang lama, hingga tiga tahun, biasanya disebabkan perusahaan obat menunggu penerimaan dari FDA AS sebelum mengajukan ke negara-negara yang dituju. Dulu kita merujuk ke FDA AS, tetapi sekarang kita memiliki cara sendiri," kata Iwan yang juga Ketua Komite Nasional Daftar Obat Esensial Nasional.

Iwan menjelaskan, saat ini Indonesia memang lebih ketat dalam menyeleksi obat-obatan yang masuk ke Indonesia. Meskipun sudah melalui uji klinik fase 2 di AS, ketika masuk ke Indonesia, obat tetap harus melalui uji klinik fase 3 untuk menjamin obat-obatan itu benar-benar aman dan memiliki khasiat.

Di Korea, Dong Churl-suh dari Chung Ang University mengatakan, National Health Insurance Service di Korea Selatan telah melindungi 96 persen penduduk. Pendanaan, selain dari premi yang dibayar warga, juga disubsidi pajak tembakau. Asuransi kesehatan ini menanggung biaya pengobatan berbagai penyakit, termasuk kanker. Pasien kanker diminta membayar 5,0 persen dari total biaya. (UTI)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 22 Mei 2015, di halaman 35 dengan judul "Tantangan Pengobatan Kanker di Asia".


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Kamis, 14 Mei 2015

Hipertensi Memicu Stroke (Pengobatan Tak Efektif Tanpa Pola Hidup Sehat)

Hipertensi kerap muncul tanpa gejala sehingga sulit dideteksi. Jika komplikasi penyakit tersebut tidak terkontrol, hal itu bisa meningkatkan risiko terkena stroke dan penyakit jantung koroner. Untuk itu, perlu deteksi dini penyakit itu disertai penerapan pola hidup sehat.

"Hipertensi kerap muncul tanpa gejala sehingga disebut silent killer. Tiap tahun, 7 juta orang di dunia meninggal akibat hipertensi. Masalah ini mencemaskan dan menghabiskan biaya pengobatan tinggi," kata Ketua Perhimpunan Hipertensi Indonesia (InaSH) Nani Hersurnati, pada seminar bertema "Know Your Number: Cegah Risiko Stroke, Serangan Jantung, dan Gagal Ginjal", Rabu (13/5), di Jakarta.

Menurut Riset Kesehatan Dasar 2013, prevalensi hipertensi di Indonesia 26,5 persen. Dari jumlah itu, 50 persen tak tahu dirinya hipertensi. Data lanjut Riskesdas 2007 menyebutkan, angka pasien yang minum obat hipertensi hanya 24,2 persen. Artinya, 75,8 persen pasien hipertensi belum mendapat layanan kesehatan.

Hipertensi dideteksi lewat pemeriksaan tekanan darah. Menurut Wakil Ketua I InaSH Yuda Turana, pengukuran tekanan darah di rumah penting, khususnya pada penderita hipertensi.

"Jika hipertensi tak diobati, tekanan darah yang meningkat mengganggu fungsi endotel atau sel pelapis dinding pembuluh darah. Itu awal pembentukan kerak yang mempersempit pembuluh koroner," kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dan salah satu pendiri InaSH, Arieska Ann Soenarta.

Pembuluh koroner adalah jalur nutrisi dan energi bagi jantung. Jika pembuluh tersebut menyempit, hal itu mengganggu suplai zat-zat esensial bagi jantung. Bahkan, peningkatan tekanan darah bisa meretakkan plak koroner sehingga aliran darah tersumbat dan mengakibatkan serangan jantung.

Risiko tinggi

"Pengidap hipertensi berisiko dua kali lipat terkena penyakit jantung koroner. Obat-obatan terkini hanya bisa mencegah penurunan fungsi jantung," kata dokter spesialis penyakit dalam Tunggul Diapari Situmorang. Karena itu, hipertensi biasanya disertai faktor risiko seperti kolesterol tinggi dan diabetes. Jika komplikasi hipertensi tak ditangani, itu bisa memicu stroke.

Panduan Komisi Nasional Bersama Pencegahan, Deteksi, Evaluasi, dan Penanganan Tekanan Darah Tinggi Ketujuh, yang diterbitkan InaSH, merekomendasikan penurunan tekanan darah di bawah 140/90 mmHg atau kurang dari 130/80 mmHg pada pasien diabetes.

Nani menjelaskan, pengobatan hipertensi tak efektif jika tidak diiringi pola hidup sehat antara lain rutin beraktivitas fisik, menjaga berat badan ideal, konsumsi makanan bergizi berimbang dengan mengurangi asupan garam, dan tak merokok. Pola hidup sehat juga jadi strategi pencegahan dan pengendalian hipertensi.

Penurunan berat badan dan mengurangi asupan garam bisa mencegah hipertensi. Konsumsi buah-buahan, sayuran, dan makanan rendah lemak efektif menurunkan tekanan darah. (B03)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 15 Mei 2015, di halaman 14 dengan judul "Hipertensi Memicu Stroke".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Selasa, 12 Mei 2015

DIET SEHAT: Bahan Pangan Utuh Bisa Mencegah Penyakit Kronis

Bahan pangan utuh atau hanya mendapat pemrosesan minimal bisa menurunkan risiko terkena aneka penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit jantung, hingga kanker. Itu lantaran kandungan zat gizi pangan utuh masih lengkap, tak seperti pangan hasil pemurnian yang jadi tinggi gula.

"Sejak 1997, WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) menyatakan, kanker bisa dicegah sehingga semua negara mesti mengingatkan rakyat agar berhati-hati," kata Guru Besar Ilmu Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor Fransiska Rungkat Zakaria, Senin (11/5), di Bogor, Jawa Barat. Salah satu cara pencegahan utama ialah diet sehat dan aktivitas fisik.

Jika masyarakat mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan rutin beraktivitas fisik, penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung bisa dicegah. Menurut WHO, diet sehat dan rutin berolahraga menurunkan risiko kanker 35 persen, penyakit jantung 80 persen, dan diabetes 90 persen. "Jadi, dari 100 penyandang diabetes, 90 orang tak kena penyakit itu jika diet sehat dan beraktivitas fisik," ujarnya.

Diet sehat tersebut terutama konsumsi pangan nabati, utuh, dan sealami mungkin. Pangan utuh ialah pangan yang tidak atau sedikit mengalami penghilangan bagian yang bisa dimakan, misalnya pemurnian, penyosohan, pengupasan kulit ari, ekstraksi, ataupun isolasi.

Untuk itu, masyarakat dianjurkan memilih pangan utuh dibandingkan pangan hasil pemrosesan. Contohnya, memilih beras coklat (diliputi bekatul) daripada beras putih, jagung daripada tepung maizena, dan ubi kayu dibandingkan tepung tapioka. Pangan hasil ekstraksi punya indeks glikemik lebih tinggi sehingga cepat dicerna dan diserap, tetapi kadar gula darah cepat naik.

Kepala Subdirektorat Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Lily Banonah Rivai menyatakan, Indonesia memiliki Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2013. Aturan itu memuat pencantuman informasi kandungan gula, garam, dan lemak, serta pesan kesehatan pada pangan olahan dan siap saji. (JOG)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 13 Mei 2015, di halaman 14 dengan judul "Bahan Pangan Utuh Bisa Mencegah Penyakit Kronis".


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Minggu, 10 Mei 2015

PENYAKIT OTOIMUN: Kenali Seribu Wajah Lupus (ADHITYA RAMADHAN)

Tiada gejala spesifik yang muncul pada penderita lupus sehingga penyakit ini sulit dideteksi. Gejala yang muncul pada setiap orang berbeda tergantung dari bagian tubuh mana yang terserang. Karena itu, menegakkan diagnosis yang tepat menjadi awal yang penting bagi penanganan penyakit lupus selanjutnya.

"Diagnosis lupus sulit-sulit gampang," ujar Guru Besar Hematologi-Onkologi Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Zubairi Djoerban, Minggu (10/5), di Jakarta.

Apabila lupus menyerang ginjal hingga bocor, gejala yang muncul akan menyerupai sindrom nefrotik. Jika ada cairan di paru-paru, ia bisa menyerupai tuberkulosis. Sementara kalau otoimun menyebabkan menurunnya trombosit, lupus jadi menyerupai idiopathic thrombocytopenic purpura (ITP) atau bisa juga menyerupai demam berdarah dengue jika disertai demam. Jika keluhan yang dirasakan ialah nyeri sendi, lupus menyerupai reumatoid artritis atau osteoartritis.

Zubairi menceritakan, pada tahun 1970-an, ketika ia mengambil pendidikan kedokteran spesialis penyakit dalam, masih sangat sedikit dokter yang mampu mendiagnosis penyakit lupus. Orang dengan lupus sering kali tidak terdeteksi sejak dini sehingga ketika berobat, kondisinya sudah parah dan tak sanggup bertahan. Angka kematian orang dengan lupus (odapus) juga tinggi, 30-50 persen.

Saat ini sudah makin banyak dokter yang mampu mendeteksi penyakit lupus. Kriteria diagnosis juga sudah kian rinci sehingga memungkinkan akurasi yang lebih tinggi. Angka kematian mereka dengan lupus saat ini di bawah 5 persen.

Menurut Zubairi, dokter yang bisa mendiagnosis penyakit lupus umumnya dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi karena lupus terkait dengan darah. Selain itu, dokter ahli alergi imunologi juga terkait lupus sebab gejala lupus ada juga yang berhubungan dengan kulit. Kemudian, lupus bisa didiagnosis ahli reumatologi karena ada gejala lupus terkait sendi. "Dengan diagnosis tepat dan pengobatan cepat, lupus tak sulit diatasi," ucap Zubairi.

Odapus dari Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Widianingtyas (33), menuturkan, pada tahun 2012 ia harus bolak-balik lima kali ke Rumah Sakit Fatmawati selama dua bulan sebelum akhirnya terdiagnosis lupus. Karena kakinya bengkak, ia sempat dikira terkena penyakit kaki gajah, chikungunya, rematik, hingga asam urat. Namun, semuanya keliru.

Setelah hasil pemeriksaan otoimunnya mengarah pada lupus, akhirnya ia dirujuk ke RS Kramat, Jakarta Pusat. "Saat itu kulit kepala saya berketombe, tebal ketombenya. Di dalam telinga seperti berkerak. Jari tangan juga bengkok. Ketombenya sekarang masih, tetapi sudah baikan," ujarnya.

content

Menahun

Lupus atau nama lengkapnya systemic lupus erythematosus (SLE) adalah penyakit otoimun menahun. Tubuh membentuk antibodi untuk melindungi dari serangan virus, bakteri kuman penyebab penyakit. Pada orang dengan penyakit lupus, produksi antibodi yang berlebih tidak melindungi tubuh dari infeksi antibodi dalam tubuh, tetapi justru menyerang sel dan jaringan tubuh sendiri.

Lupus bukan penyakit yang disebabkan virus, bakteri, atau kuman. Sampai kini belum diketahui pasti penyebab lupus. Namun, ada kontribusi faktor lingkungan, hormon, dan genetika pada penyakit ini. Faktor lingkungan lebih dominan dibandingkan dengan genetika karena hanya 7 persen ibu dengan lupus yang anaknya juga terdiagnosis lupus. Perempuan muda berusia 15-40 tahun adalah kelompok paling banyak terkena lupus.

Penyakit lupus bisa menyerang bagian tubuh vital seperti ginjal, jantung, hati, paru, darah, saraf, mata, sendi, dan kulit.

Meski sudah banyak dokter yang mampu mendiagnosis penyakit lupus, masih banyak orang dengan lupus yang belum terdiagnosis. Penyakit lupus ibarat permukaan gunung es.

Gejala awal

Ketua Yayasan Lupus Indonesia Tiara Savitri menyampaikan, meski sudah banyak masyarakat yang tahu tentang lupus, sosialisasi mengenai penyakit itu harus terus dilakukan sebab di daerah masih banyak yang belum tahu. Selain itu, akses mereka terhadap pengobatan lupus terbatas.

Menurut Tiara, masyarakat perlu menyadari gejala awal penyakit lupus yang bisa berupa nyeri sendi, demam berkepanjangan bukan akibat infeksi, sering merasa cepat lelah, anemia, ruam kemerahan pada kulit, bercak merah pada wajah menyerupai kupu-kupu, dan sensitif terhadap sinar matahari.

Gejala lain adalah gangguan ginjal, rambut rontok, kejang, sariawan hilang timbul, keguguran berulang, sakit dada jika menghirup napas dalam, dan ujung jari kebiruan atau pucat.

Zubairi menjelaskan, berdasarkan kriteria lupus tahun 2012, gejala lupus bisa diidentifikasi secara klinis ataupun imunologis. Untuk bisa dikatakan lupus, setidaknya harus memenuhi empat kriteria yang memuat baik klinis maupun imunologis.

Kriteria klinis meliputi sel darah putih terlalu rendah (leukopenia), limfosit terlalu rendah (limfopenia), trombosit terlalu rendah (trombositopenia), anemia hemolitik, pemeriksaan ginjal, pemeriksaan saraf, rambut rontok, dan ulkus mulut atau sariawan.

Sementara kriteria imunologis antara lain dilakukan dengan melakukan tes anti double stranded DNA (anti dsDNA), tes kekentalan darah (anti cardiolipin antibody/ACA), dan tes darah untuk mengetahui adanya antibodi.

Widianingtyas menyampaikan, orang dengan lupus harus mengelola stresnya dan menjaga pola makan. Jika tidak mampu mengelola stres dan kelelahan, kondisi badan bisa turun dan lupus pun kambuh. Kondisi sebaliknya juga bisa berlaku. Karena lupusnya kambuh, kondisi badan menjadi lemah.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 11 Mei 2015, di halaman 14 dengan judul "Kenali Seribu Wajah Lupus".


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.
Related Posts with Thumbnails

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!
Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Skincare: The Revolution in Anti-Aging

Skincare: The Revolution in Anti-Aging
Dokumen Sehat Sinergis

Pilihan Investasi

Pilihan Investasi
Ada dua pilihan: jika Ikut Menjadi Member Bisnis Synergy

Produk Synergy WorldWide

Loading...
Word of the Day

Article of the Day

This Day in History

Today's Birthday

In the News

Quote of the Day

Spelling Bee
difficulty level:
score: -
please wait...
 
spell the word:

Match Up
Match each word in the left column with its synonym on the right. When finished, click Answer to see the results. Good luck!

 

Hangman

Hubungi, kami siap melayani anda:

Untuk info lanjut
hubungi:

Ibu Liong (021-33431704)


Sertifikasi Produk Synergy WorldWide

Produk -produk Synergy / NSP di Indonesia telah terdaftar pada Departemen Kesehatan RI dan memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), serta memperoleh sertifikat Halal dari IFANCA (The Islamic Food and Nutrition Council of America) yang disahkan oleh LP POM MUI.