Cari uang di internet

HUBUNGI, KAMI SIAP ANTAR!

Sehat-Sinergis secara herbal, membangun kesehatan dan kesejahteraan bersama secara sehat sinergis. Bekerjasama dengan Synergy WordWide (Independent Distributor from United State of America) untuk selengkapnya untuk pembelian atau pemesanan dengan perjanjian hubungi Ibu Liong di nomor: 021-33431704 Hubungi kami di email: sehat.sinergis@gmail.com. Ada uang baru barang diantar. Carilah lebih dulu kesehatan, baru yang lainnya.

Senin, 16 November 2015

Terserang Diare Saat "Traveling"? Hindari 7 Makanan Ini

Diare sering dianggap sepele. Padahal, diare bisa berdampak fatal bila penderitanya mengalami dehidrasi akibat kehilangan banyak cairan tubuh.

Itu sebabnya, kita harus mengambil langkah cepat dalam mengobati diare. Minum oralit dan minum air putih lebih banyak sangat disarankan. Selain itu, perhatikan beberapa makanan yang harus dihindari saat diare.

1. Gorengan.

Makanan yang digoreng memiliki kandungan lemak tinggi. Makanan dengan kandungan lemak tinggi merupakan salah satu pemicu diare, termasuk makanan yang dikonsumsi bersama krim dan mentega.

Daging berlemak juga merupakan makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi saat diare. Lebih baik pilih makanan yang diolah dengan cara dipanggang atau dibakar saja selama sedang diare.

2. Jeruk.

Buah jeruk merupakan salah satu buah yang kaya serat, sehingga tidak cocok dikonsumsi penderita diare.

Selain itu, jeruk dan berbagai jenis buah sitrus lainnya juga bisa menimbulkan sakit perut atau mual pada sebagian orang yang terkena gangguan pencernaan.

3. Makanan berserat.

Saat kena diare dan gangguan pencernaan lainnya, biji-bijian, buah, dan sayur yang dikenal kaya serat harus dihindari karena menyebabkan kembung.

Jika kita tetap memakannya, maka kondisi sistem pencernaan akan semakin buruk. Setelah diare reda, baru tingkatkan kembali konsumsi makanan berserat secara bertahap.

4. Susu dan produk olahannya.

Susu dan produk olahannya juga sebaiknya tidak dikonsumsi selama terserang diare dan gangguan pencernaan lainnya, terutama penderita intoleransi laktosa.

Diare dapat semakin parah karena tubuh kehilangan enzim laktase yang seharusnya berfungsi mencerna laktosa. Untuk mengatasinya, kita bisa menggunakan suplemen untuk mengganti enzim laktase yang hilang.

5. Makanan pedas.

Ketika terserang diare, pastikan juga kita menghindari makanan pedas. Cabai mengandung capsaicin yang dapat memicu rasa panas dalam perut. Hal tersebut bisa menimbulkan rasa mulas pada orang yang tengah mengalami gangguan pencernaan.

6. Pemanis buatan.

Pada beberapa orang, pemanis buatan seperti sorbitol, manitol, dan xylitol dapat memiliki efek laksatif bagi pencernaannya, yaitu menyebabkan sensasi ingin buang air besar.

Makanya ketika kita sedang mengalami diare, sebaiknya menghindari makanan dan minuman yang mengandung pemanis buatan.

7. Peppermint.

Daun yang menimbulkan efek dingin ini memang sepertinya cocok untuk meredakan panas pada lambung.

Sayangnya, anggapan itu justru salah. Peppermint justru bisa menyebabkan refluks asam dan mulas.

Begitu juga halnya dengan cokelat dan kopi. Keduanya juga memiliki pengaruh seperti peppermint jika dikonsumsi pada saat diare, atau mengalami gangguan pencernaan.

Sumber: ‎http://travel.kompas.com/read/2015/11/16/160300927/terserang.diare.saat.traveling.hindari.7.makanan.ini?page=all 

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Minggu, 15 November 2015

KESEHATAN: Bolehkah Ibu Hamil Diimunisasi? (DR SAMSURIDAL DJAUZI)

Saya baru menikah dua bulan ini. Umur saya sekarang 31 tahun dan suami 35 tahun. Kami memang terlambat menikah, karena itu ingin segera punya anak. Kami merencanakan mempunyai dua anak. Selama ini kesehatan saya baik saja. Sewaktu kecil, saya penderita asma, tetapi sejak SMP tak pernah ada serangan lagi. Sewaktu mempersiapkan pernikahan, saya diminta vaksinasi tetanus dan itu sudah saya jalani. Saya juga telah mendapat vaksin hepatitis B dan MMR sewaktu kuliah. Ibu saya termasuk amat peduli pada kesehatan sehingga kami semua sewaktu bayi dan masa anak-anak sudah mendapat semua vaksin yang dianjurkan.

Saya mendengar bahwa jika perempuan hamil tak boleh minum obat sembarangan karena berpotensi mengganggu pertumbuhan janin. Bahkan, imunisasi juga harus ditunda selama hamil. Benarkah demikian? Adakah vaksin yang perlu diberikan sewaktu hamil? Sebenarnya sebelum menikah saya dianjurkan oleh dokter menjalani imunisasi Human Papilloma Virus (HPV) untuk mencegah kanker serviks. Namun, anjuran tersebut belum sempat saya jalankan. Apakah sekarang saya boleh menjalani imunisasi tersebut? Setahu saya, vaksin ini harus diberikan tiga kali dan pemberian ketiga 6 bulan setelah pemberian pertama. Bagaimana jika sebelum 6 bulan saya hamil, apakah vaksin HPV yang ketiga boleh diberikan sewaktu hamil?

Saya juga ingin memperoleh informasi jika saya hamil nanti di mana saya harus memeriksakan diri. Apakah saya harus ke dokter spesialis kebidanan atau boleh ke dokter umum atau bidan? Terima kasih atas penjelasan dokter.

N di P

Jawaban

Imunisasi tetanus memang dianjurkan untuk perempuan yang akan menikah untuk mencegah risiko terjadi penyakit tetanus yang berbahaya itu. Kita patut bersyukur penyakit tetanus telah menurun tajam di negeri kita berkat kebiasaan hidup bersih, penatalaksanaan luka yang baik, dan imunisasi tetanus yang sudah dimulai sejak bayi.

Selama kehamilan ada vaksin yang tak boleh diberikan (kontra indikasi). Ada juga vaksin yang boleh diberikan jika perlu dan vaksin yang dianjurkan untuk diberikan. Nah, pada prinsipnya vaksin yang tidak boleh diberikansemasa hamil adalah vaksin hidup. Pada kehamilan terjadi penurunan kekebalan secara umum sehingga pemberian vaksin hidup (mengandung virus atau bakteri hidup yang dilemahkan) dikhawatirkan dapat menimbulkan penyakit. Vaksin yang mengandung virus hidup adalah vaksin MMR (morbilli, measle, rubella), varisela, dan vaksin herpes zoster. Jika vaksin ini akan diberikan, hendaklah sedikitnya empat minggu sebelum kehamilan. Ini berarti setelah vaksin ini disuntikkan, perempuan tersebut dijaga agar selama empat minggu setelah penyuntikan tidak hamil. Jika sudah melewati empat minggu, sudah boleh hamil.

Sebaliknya imunisasi yang dianjurkan pada kehamilan adalah vaksin influenza. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan agar perempuan hamil mendapat imunisasiinfluenza. Vaksin yang digunakan adalah vaksin influenza virus yang telah dimatikan. Pemberian imunisasiinfluenza dapat dilaksanakan padasemester I, semester II atau III.Jadi dapat segera dimulai setelah diketahui ada kehamilan. Vaksin influenza ini dinyatakan aman untuk kehamilan dan manfaatnya adalah mencegah ibu terkena influenza. Jika ibu menderita influenza, pengaruhnya tidak hanya pada ibu, tetapi juga janin. Ibu hamil yang demam tinggi dapat menimbulkan masalah pada janin,misalnya dapat menimbulkan keguguran.

Selain itu, yang juga penting selama usia baru lahir sampai enam bulan, bayi masih mempunyai antibodi influenza yang diperoleh dari ibunya yang menjalani imunisasi influenza. Patut kita ketahui, imunisasi influenza pada bayi baru diberikan setelah umur bayi enam bulan.

Sementara vaksin yang bolehdiberikan jika ada indikasi selamakehamilan adalah hepatitis A, hepatitis B, meningokok, pneumokok, tetanus, difteri, dan pertusis. Indikasinyaadalah jika perempuan hamiltersebut berisiko tinggi untuk tertular. Bagaimana dengan HPV? Andadapat memulai imunisasi HPV sekarang semasa belum hamil. Katakanlah setelah pemberian vaksin kedua (biasanya satu atau dua bulan setelah pemberian pertama), ternyata Anda hamil, maka pemberian vaksin ketiga yang seharusnya enam bulan setelah pemberian vaksin pertama ditunda sampai Anda selesai melahirkan.

Perempuan hamil perlu menjalani pemeriksaan kehamilan secara berkala untuk memantau kesehatan ibu dan janin serta mempersiapkan proses persalinan yang aman. Pemeriksaan kehamilan ini dapat dilaksanakan di layanan primer, baik oleh dokter maupun bidan. Mereka telah dilatih cara memantau kehamilan, termasuk kesehatan umum seperti berat badan, tekanan darah, pemeriksaan fisik ibu hamil, denyut jantung bayi. Mereka juga telah dilatih untuk memantau risiko penyakit menular. Pemeriksaan laboratorium untuk ibu hamil banyak, tetapi yang penting adalah hemoglobin, gula darah, hepatitis, HIV, dan penyakit menular seksual lainnya. Mereka juga sudah dibekali pedoman kapan harus merujuk pasien ke dokter spesialis yang diperlukan.

Kebiasaan memeriksakan diri secara teratur semasa hamil perlu dimasyarakatkan karena dapat mengurangi angka kesakitan dan kematian pada ibu ataupun bayi. Dengan demikian, tidak ada lagi ibu hamil yang datang ke layanan kesehatan hanya untuk melahirkan saja. Sudah tentu bayi yang lahir juga perlu diperhatikan kesehatannya. Pada hari pertama lahir, bayi diimunisasi hepatitis B dan selanjutnya berbagai imunisasi sesuai dengan anjuran pemerintah.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 15 November 2015, di halaman 11 dengan judul "Bolehkah Ibu Hamil Diimunisasi?".


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Minggu, 25 Oktober 2015

PSIKOLOGI Hidup Bahagia dalam Kesibukan (AGUSTINE DWIPUTRI)

Selama 10 tahun terakhir ini rasanya saya hanya hidup untuk kerja. Dari pagi sampai malam yang ada di kepala saya adalah bagaimana membuat perusahaan sepatu saya makin maju dan menjadikan karyawan saya lebih produktif. Saya memang ingin sukses secara materi maupun psikis. Saya pekerja keras, tapi akhir-akhir ini saya berubah, jadi seperti merasa hambar, sering kesal pada diri sendiri maupun pada karyawan, anak istri maupun teman-teman. Sepertinya semua serba salah, tak ada yang mau mengerti diri saya. Saya jadi suka merenung, untuk apa saya banting tulang bekerja keras, tapi kok tak bisa menikmati kebahagiaan. Apa yang salah pada diri saya?"

Dari pembicaraan lebih lanjut, terlihat bahwa Bapak B selama ini memang kurang menjalani kehidupan yang seimbang, mudah waswas, kurang melihat sisi positif dari orang lain di sekitarnya, bahkan karena terlalu berambisi kuat untuk mencapai sesuatu, jadi kurang beristirahat fisik maupun pikirannya. Kini ia merasa jenuh, lelah, semangatnya menurun sehingga perlu melakukan perubahan kebiasaan dalam hidupnya sehari-hari.

Dr Timothy J Sharp (2008) di dalam bukunya, 100 Ways toHappiness, a Guide for Busy People, menguraikan kebiasaan yang dapat dijalani bagi orang sibuk agar tetap bahagia. Untuk masalah yang Pak B alami mungkin beberapa kebiasaan yang disampaikannya dapat berguna untuk mencapai hidup yang lebih positif.

Prioritaskan istirahat

Dalam menjalani hidup seperti apa pun, adalah penting untuk secara teratur beristirahat untuk menyegarkan, merevitalisasi, dan memulihkan diri. Mengistirahatkan tubuh, pikiran, dan jiwa benar-benar dapat 'mengasah pisau' yang kita gunakan untuk berkegiatan. Analogi ini hanya relevan untuk kebahagiaan, jadi jika kita merasa 'pisau' kita menjadi tumpul, jika kita merasa terbakar habis, lelah, lesu, atau kurang motivasi, kemudian untuk sementara waktu mengasah pisau kita dengan beristirahat, hal ini pasti akan menambah energi fisik dan mental kita sehingga prestasi berikutnya akan lebih maksimal.

Tidur yang cukup dan berkualitas adalah salah satu kebiasaan terbaik yang dapat membentuk kebahagiaan. Kita menghabiskan sekitar sepertiga dari hidup kita dengan tidur, dan itu sangat penting untuk pemulihan energi kita. Banyak orang tidak tidur dengan baik karena mereka tidak menyadari hal-hal yang bisa mereka lakukan untuk membantu mereka tidur lebih baik. Bapak B selama ini menyadari apa yang harus dia lakukan, tapi tidak memprioritaskan tidur karena dia meyakini ada kegiatan lain yang lebih penting.

Apabila Bapak B mulai mengalami manfaat tidur, mudah-mudahan itu akan menjadi prioritas selamanya. Untuk saat ini, paling tidak mencoba membuat prioritas utama untuk minimal sebulan. Tentukan sendiri tujuan tidur sebanyak 7 atau 8 jam setiap malam. Ingatkan diri kita bahwa tidur adalah sesuatu yang tak dapat ditawar lagi!

Tetap fokus

Hidup dalam kesibukan sebenarnya adalah anugerah. Kita justru dapat menjadi sangat sehat lahir dan batin apabila berada dalam kesibukan. Kekeliruannya adalah jika kita menjadi terobsesi pada masa depan; dan ketika kita mengalami penyesalan, kita terpaku terlalu banyak pada masa lalu. Membiarkan pikiran mengembara ke dua arah, ke titik di mana kita merasa gagal, akan mencegah kita untuk mendapatkan hasil maksimal. Kita perlu berhenti sejenak menikmati masa kini dan mencari cara untuk memperdalam hubungan dengan orang-orang yang kita sayangi. Hal ini dapat membantu kita berfokus pada pemikiran tentang tujuan awal kita melakukan semua kesibukan ini.

Salah satu teknik yang cukup berguna, terutama jika Anda tipe orang yang visual, adalah mencari berbagai gambar yang inspiratif untuk diletakkan di atas meja, di samping tempat tidur atau lemari es. Pilihan gambar atau foto sepenuhnya terserah pada Anda. Biasakan memandang gambar tersebut setiap kali Anda mulai merasa bahwa tingkat stres meningkat karena kesibukan Anda. Bisa juga mencoba menyusun daftar tujuan jangka pendek yang akan mengingatkan Anda tentang tujuan yang lebih luas, atau mungkin surat atau e-mail tanda apresiasi dari seorang teman atau rekan kerja yang menyoroti hal-hal baik tentang Anda.

Catatan harian yang positif

Melakukan kegiatan ini merupakan latihan menghargai dan mensyukuri kehidupan, karena mencatat peristiwa hidup yang positif menekankan pentingnya mendaftar dan menghadirkan hal-hal baik yang telah terjadi dalam hidup kita setiap hari. Meskipun sibuk, usahakan secara rutin, dapat dilakukan pada sore atau menjelang malam hari, dan yang terbaik adalah dengan menuliskan hal-hal tersebut, bukan hanya memikirkan kembali. Tuliskan 3-5 hal atau peristiwa baik yang telah terjadi hari itu. Untuk beberapa hari kegiatan ini dapat berlangsung relatif mudah; tapi pada hari-hari lain, mungkin merupakan suatu perjuangan, tapi teruskan karena latihan ini sangat penting dan benar-benar akan mendukung kebahagiaan dan kesejahteraan batin kita.

Anda mungkin hanya ingin mendaftar nama orang-orang yang bertemu pada hari itu dengan siapa Anda memiliki interaksi positif. Anda juga dapat berfokus pada hal-hal produktif yang telah Anda lakukan, apakah sesuatu yang Anda pelajari atau peristiwa yang membuat Anda bahagia. Kuncinya adalah memperkuat hal-hal baik yang telah diperoleh setiap hari, untuk mengimbangi sesuatu yang negatif atau tak diinginkan. Bahkan, jika Anda hanya mengambil satu hal yang baik dari setiap hari untuk dicatat, Anda telah maju ke depan.

Sebagai penutup teruslah mengingat untuk menjadi bahagia dan tuliskan, seperti yang dikatakan oleh Lee Iacocca, seorang industrialis Amerika, "Disiplin menuliskan sesuatu adalah langkah pertama menuju tercapainya sesuatu agar hal tersebut benar-benar terjadi."

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 25 Oktober 2015, di halaman 11 dengan judul "Hidup Bahagia dalam Kesibukan".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Jumat, 09 Oktober 2015

4 Alasan Kebahagiaan Bergantung pada Kesehatan

Menjaga tubuh selalu sehat merupakan salah satu kunci untuk memperoleh kebahagian dalam hidup seseorang. Dual hal tersebut sangat terkait, sehingga sulit untuk memilih mana yang harus terlebih dulu di prioritaskan. Tapi Anda harus mencoba untuk menjaga keseimbangan antara kebahagian dan kesehatan. Berikut ini adalah 4 alasan utama kebahagiaan seseorang tergantung pada kesehatan:


1. Sehat secara fisik dan mental

Ketika kita bicara soal kebahagiaan, ini berarti tentang seluruh aspek kehidupan. Kesehatan fisik dan mental sangat berpengaruh dengan kebahagiaan. Sebanyak apapun pencapaian dan materi yang sudah Anda peroleh, Anda tentu tak akan merasa bahagia jika setiap malam harus mengonsumsi obat tidur. Bahkan sakit kepala pun, akan membuat tubuh merasa tidak nyaman.

Untuk menjaga kesehatan mental Anda dapat melakukan meditasi, memiliki pandangan yang luas dan selalu berpikiran positif terhadap suatu hal. Jadi, hindari untuk mengabaikan setiap sinyal tubuh yang akan membuat Anda sakit. Jika Anda mulai merasakan ada sesuatu yang tidak beres dengan kesehatan tubuh Anda, segera periksakan agar tidak menganggu kebahagiaan Anda.


2. 
Sakit fisik akan mengganggu pikiran positif

Kebahagiaan dari dalam adalah ketika kita bisa mengubah cara kita dalam menghadapi sesuatu, mengelola apa yang kita rasakan, dan apa yang kita pikirkan. Hal ini akan memfokuskan untuk selalu berpikir positif dalam setiap situasi, yang selanjutnya dapat membawa perubahan positif dalam hidup kita. Namun, seseorang biasanya akan sulit berpikir positif, ketika kondisi fisik menurun. Jadi, usahakan untuk selalu menjaga kesehatan tubuh dengan berbagai cara agar bisa berpikir positif dan merasa bahagia.


3. 
Perasaan tak nyaman

Sakit adalah ketika kondisi tubuh Anda dalam keadaan tidak seimbang. Namun jika ditilik lagi,disease berasal dari kata "dis-ease" yang berarti tidak enak atau tidak nyaman. Jadi ketika Anda sedang tidak enak badan, Anda juga akan merasa tidak sehat secara mental. Karena itu, untuk mencegah ini terjadi, Anda harus menjaga kesehatan.


4. 
Badan tak sehat menimbulkan pikiran negatif

Ketika Anda sedang tidak sehat, kemungkinan untuk bersikap negatif akan meningkat. Ini karena Anda sedang merasa "tidak baik". Tubuh Anda terasa tidak nyaman dan semua terasa sakit, dan Anda harus menghadapinya, meski tak ingin. 

Saat sakit, Anda pun seakan memiliki lebih banyak alasan untuk mengeluh tentang hidup Anda. Selain itu, Anda juga cenderung lebih mudah terganggu, kesal dan bahkan tidak peduli pada sesuatu. Ini tentunya akan memperburuk kesehatan Anda dan tidak akan memberikan kebahagiaan apapun. (Muthia Zulfa)

Sumber: ‎http://m.kompas.com/health/read/2015/10/09/181050623/4.Alasan.Kebahagiaan.Bergantung 

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Minggu, 04 Oktober 2015

PSIKOLOGI: Mencegah Kepikunan (AGUSTINE DWIPUTRI)

Acapkali kita berpikir bahwa kita memiliki ingatan yang buruk. Misalnya, kita tidak dapat menemukan cincin yang kemarin baru dilepas, atau lupa meninggalkan uang belanja di rumah, bahkan mungkin lebih buruk lagi, lupa bahwa hari ini adalah ulang tahun perkawinan.

Gejala-gejala penurunan daya ingat atau pikun atau mulai demensia memang menimbulkan perasaan khawatir dan tidak tenang pada yang mengalaminya. Apalagi kita membaca di sejumlah media bahwa salah satu bentuk demensia, yaitu gangguan alzheimer, ternyata makin banyak jumlahnya beberapa tahun terakhir ini. Patut diapresiasi berbagai pihak yang melakukan sosialisasi dan kegiatan lainnya sebagai gerakan peduli pada penyandang gangguan ini.

Dalam kesempatan kali ini, penulis juga ingin sedikit berbagi pengetahuan mengenai cara mencegah penurunan fungsi memori sebagai salah satu gejala yang tampil pada penyandang alzheimer, selain penurunan cara berpikir, berkomunikasi, dan berhubungan sosial yang tentunya akan berdampak buruk pada cara penyandang dalam menjalani kehidupannya sehari-hari.

Scott Hagwood (2006) menemukan bahwa memori seseorang sangat mirip dengan tubuhnya, makin dilatih akan menjadi makin kuat. Caranya terletak pada mengetahui bagaimana melakukan latihan untuk memorinya. Adanya daya ingat yang kuat membantu menjelaskan siapakah diri kita. Hanya pertanyaannya, berapa banyak waktu yang benar-benar kita gunakan untuk melatih memori kita? Kita tidak akan berpikir dua kali untuk pergi ke pusat kebugaran dan menghabiskan 30 menit berjalan di atastreadmill. Hal ini disebabkan karena kita yakin bahwa aktivitas tersebut memang benar bermanfaat untuk kebugaran fisik. Tetapi, untuk melatih ingatan kita, rasanya kita perlu berpikir beberapa kali, benarkah kegiatan ini akan efektif dan berhasil?

Apabila membicarakan kesehatan fisik, penting untuk mencamkan bahwa hal ini merupakan suatu perjalanan, bukan tujuan. Begitu pula halnya dengan kesehatan daya ingat, perlu ada latihan yang terus-menerus diulang. Di dalam bukunya yang berjudul Memory Power,Scott Hagwood (2006) menuliskan, berbagai penelitian telah membuktikan bahwa dengan melakukan beberapa kegiatan di bawah ini setidaknya empat kali seminggu, seseorang dapat mengurangi risiko mengalami kepikunan apabila dibandingkan dengan orang yang tidak melakukannya sama sekali.

1. Membaca secara kritis dan analitis

Berhentilah sesering mungkin setelah membaca beberapa kalimat dan coba ajukan pertanyaan. Apa yang dimaksud penulis mengatakan kalimat tersebut? Apa latar belakang dia mengatakannya? Bagaimana hubungan yang terjadi di antara mereka? Penelaahan secara berkala selama membaca akan memperkuat memori dengan menjaga agar berbagai fakta, peristiwa, dan detail karakter tetap segar dalam pikiran.

2. Gunakan tangan yang tidakdominan secara lebih sering

Ingatlah, otak sebelah kiri Anda mengontrol sisi kanan tubuh Anda, dan sebaliknya. Jika Anda dominan dengan anggota tubuh sebelah kanan, cobalah memutar atau menekan tombol nomor telepon atau menyikat gigi dengan tangan kiri Anda. Anda akan menemukan bahwa Anda pasti harus memikirkan kembali bagaimana melakukannya. Kegiatan-kegiatan semacam ini membantu untuk memperkuat berbagai koneksi kognitif.

3. Tulis dan simpanlah bukuharian

Setiap malam, tuliskanlah berbagai kegiatan, perasaan, ataupun penilaian Anda mengenai hal-hal yang telah terjadi pada hari tersebut. Hal ini akan membantu memperbaiki pemikiran, seperti mengatur pikiran kita dan meletakkannya dalam suatu pola logis yang masuk akal bagi kita, atau kepada seseorang dengan siapa kita peduli untuk berbagi mengenai isi buku harian itu.

4. Mengisi teka-teki silang

Aktivitas ini tidak harus melibatkan soal-soal yang sangat sulit. Yang Anda lakukan adalah menggunakan sisi kiri otak Anda untuk secara logis memproses suatu petunjuk, kemudian sisi kanan otak Anda menggabungkan berbagai petunjuk lain untuk menemukan apa yang oleh para ilmuwan disebut "aha! moment". Dalam gambaran resonansi magnetik, ada secercah pikiran yang muncul secara tiba-tiba di sisi kanan otak, yang terjadi ketika jawaban untuk teka-teki tertentu telah ditemukan.

5. Memperluas kosakata

Dimilikinya kosakata yang luas akan meningkatkan proses kreatif seseorang dan membantunya untuk memecahkan berbagai hambatan sosial dan bisnis, yang acapkali dibentuk dengan suatu leksikon (kamus) khusus. Lebih penting lagi, adanya kosakata yang luas membantu Anda menafsirkan dunia di sekitar Anda, membantu Anda menyaring berbagai pikiran dan ide-ide yang kompleks ke dalam kata-kata ataupun kalimat yang tunggal. Tujuan dari dimilikinya kosakata yang luas tidak untuk menimbulkan kesan hebat, tetapi untuk menafsirkan.

6. Lakukan permainan

Ambil kotak catur, papan main dam, atau permainan strategis lainnya. Permainan semacam ini meningkatkan kesadaran spasial, logika, imajinasi, dan kreativitas kita.

7. Berolahraga

Latihan fisik jelas membantu proses mental kita (menurut penulis termasuk di sini melakukan yoga, menari poco- poco dan olah tubuh lainnya). Orang-orang yang terlibat dalam latihan aerobik secara teratur melaporkan bahwa daya perencanaan mereka menjadi lebih lancar, perhatian mereka lebih terfokus, dan kurang mengalami stres.

8. Mainkan sebuah alat musik

Anda tidak harus berharap dapat terlibat dalam kegiatan manggung bersama suatu grup band, cukup hanya menghadapi adanya tantangan dengan belajar memainkan suatu alat musik. Studi mengenai sel-sel otak yang dimiliki para musikus menunjukkan bahwa mereka memiliki hingga sepuluh ribu dendrit pada setiap sel otaknya, suatu penghargaan untuk kompleksitas yang diperoleh dari belajar membaca, menafsirkan, dan bermain musik selama ini.

9. Belajarlah sebuah bahasa lain

Sekali lagi, Anda tidak perlu bercita- cita untuk menjadi lancar. Belajar bahasa lain melibatkan penggunaan berbagai area otak dan keterampilan sekaligus, termasuk kosakata, keterampilan mendengar, berimajinasi, membaca, dan banyak hal lainnya.

Mari terus melatih memori kita.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 4 Oktober 2015, di halaman 11 dengan judul "Mencegah Kepikunan".


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Selasa, 15 September 2015

Jangan Terlambat, Cek Gangguan Penglihatan pada Anak


shutterstock
Ada banyak kondisi mata, yang meski sangat jarang, bisa menyebabkan kebutaan pada anak bila gangguannya tak segera diketahui. Salah satu kondisi tersebut adalah glaukoma pediatrik. 


Glaukoma pediatrik terjadi ketika tekanan pada mata semakin besar sehingga menyebabkan kerusakan pada saraf optik. 

Kondisi lain yang bisa mencuri penglihatan anak adalah strabismus (mata juling) dan amblyopia atau mata malas pada satu atau kedua mata. Bila tak segera ditangani, gangguan mata ini bisa menyebabkan kerusakan penglihatan, mengambat perkembangan mata dan memicu masalah belajar serta sosialisasi.

Menurut dokter mata Shreya Prabnu, ada dua jenis glaukoma anak, yakni yang terjadi pada usia anak-anak dan glaukoma saat remaja. 

"Glaukoma infantile atau anak, terjadi beberapa bulan setelah lahir. Gejalanya lebih mudah dikenali orangtua karena anak tak mau membuka matanya pada cahaya, permukaan mata tampak berkabut dan matanya berair," kata Prabhu.

Anak balita yang menderita glaukoma juga memiliki kornea yang melebar. Orangtua memang agak sulit membedakan kornea yang ukurannya normal dan yang lebar, tapi dokter anak bisa melakukannya.

Sementara itu glaukoma yang terjadi saat remaja biasanya tidak menimbulkan gejala. "Gangguan ini baru diketahui saat anak menjalani tes mata dan terdeteksi gangguan penglihatan atau ada sesuatu dalam matanya," katanya.

Jika anak mulai mengeluhkan ada gangguan pada penglihatannya, misalnya penglihatannya seperti lorong, segera periksakan anak ke dokter mata. Gangguan itu biasanya merupakan tanda penyakitnya semakin memburuk.

Gangguan mata strabismus (mata juling) lebih mudah dikenali karena salah satu mata melihat lurus dan yang lain melihat ke arah luar, arah dalam, atau arah atas.

Pemeriksaan mata pada umumnya dilakukan dokter saat bayi baru lahir. Setelah anak memasuki usia sekolah sebaiknya periksakan kembali mata anak meski tidak ada keluhan. 

Source: http://m.kompas.com/health/read/2015/09/15/170000223/Jangan.Terlambat.Cek.Gangguan

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Senin, 24 Agustus 2015

5 Kebiasaan Sehari-hari yang Menurunkan IQ

Menurut para ahli, semua hal di dunia modern mulai dari teknologi hingga kebiasaan makan bisa mengikis kemampuan otak kita, menyerang pusat syaraf dan membuat kita lebih lambat dan kurang gagasan. Para peneliti mulai mengkhawatirkan fenomena ini, karena skor IQ manusia saat ini semakin menurun. Inilah 5 kebiasaan sehari-hari yang menurunkan IQ:


1. Mengonsumsi makanan tinggi lemak
Mengonsumsi lemak jenuh dalam porsi besar seperti bacon, roti panggang dan telur dadar menghambat fungsi dopamin otak, neurotransmitter penting yang bertanggung jawab untuk motivasi. Studi dari University of Montreal menemukan bahwa konsumsi lemak yang tinggi menyebabkan "gangguan fungsi sirkuit otak sehingga menyebabkan gangguan mood, kecanduan narkoba, dan makan berlebihan". 

Sama seperti narkotika, semakin banyak lemak jenuh yang kita konsumsi, maka semakin besar kita menginginkannya lagi supaya mendapatkan "perasaan senang".

2. Multitasking
Earl Miller, ahli syaraf di Massachusetts Institute of Technology, mengatakan: "Otak kita tidak terpasang untuk multitasking. Ketika orang-orang berpikir sedang multitasking, sebenarnya mereka hanya berpindah dari satu tugas ke tugas lainnya dengan cepat. Dan setiap kali mereka melakukan hal tersebut, ada 'biaya kognitif' yang dikeluarkan,". 

Saat multitasking, kita menggunakan glukosa yang merupakan 'bensin otak' lebih cepat, sehingga membuat pikiran kita bekerja dua kali lebih banyak dan kelelahan.

Mengecek e-mail di tengah-tengah pekerjaan bisa menurunkan IQ kita hingga 10 poin. Miller menambahkan, multitasking bisa membahayakan kita. Contohnya saat menyetir sambil menelepon. Kapasitas kognitif kita yang terbatas menandakan kita tidak bisa fokus pada tugas yang terlalu banyak.

3. Googling
Memiliki informasi tak terbatas setiap saat, merupakan keberuntungan sekaligus bencana bagi syaraf. Dengan mudah bisa mencari alamat, resep, nomor telepon, melalui Google berarti kita jadi tidak terlalu mengandalkan memori sendiri. Hipokampus otak berhubungan dengan ingatan yang paling baru. 

Googling mempengaruhi teknik penyimpanan memori tersebut. Sebagai contoh, penelitian yang dilakukan Columbia University menunjukkan saat ini kita lebih mungkin untuk mengingat di mana kita menyimpan informasi daripada isi informasi itu sendiri. Microsoft mengatakan, rentang ingatan otak kita telah menurun, dari rata-rata 12 detik 15 tahun yang lalu, menjadi 8 detik saat ini.

4. Terlalu banyak gula
Studi UCLA di tahun 2012 yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa terlalu banyak fruktosa – gula yang ditemukan pada buah-buahan, madu dan sayuran – efektif memperlambat otak dengan mempengaruhi kemampuan insulin untuk membantu sel-sel otak mengubah gula menjadi energi untuk berpikir. Namun, mengonsumsi omega 3 bisa melawan masalah tersebut.

5. Mengunyah permen karet
Belum lama ini, kita masih mengira bahwa mengunyah permen karet baik untuk kesehatan kita. Ahli syaraf, Earl Miller mengatakan: "Mengunyah permen karet merupakan latihan fisik yang memperlancar aliran darah ke otak, meningkatkan fungsi kognitif dengan memberikannya energi ekstra," katanya.

Namun, eksperimen terbaru justru menunjukkan hal berbeda. Mengunyah permen karet justru mengalihkan perhatian partisipan dari tugas mengingat jangka pendek seperti mempelajari urutan barang dari sebuah daftar.

Source: ‎http://m.kompas.com/health/read/2015/08/24/170000523/5.Kebiasaan.Sehari-hari.yang# 

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.
Related Posts with Thumbnails

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!
Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Skincare: The Revolution in Anti-Aging

Skincare: The Revolution in Anti-Aging
Dokumen Sehat Sinergis

Pilihan Investasi

Pilihan Investasi
Ada dua pilihan: jika Ikut Menjadi Member Bisnis Synergy

Produk Synergy WorldWide

Loading...
Word of the Day

Article of the Day

This Day in History

Today's Birthday

In the News

Quote of the Day

Spelling Bee
difficulty level:
score: -
please wait...
 
spell the word:

Match Up
Match each word in the left column with its synonym on the right. When finished, click Answer to see the results. Good luck!

 

Hangman

Hubungi, kami siap melayani anda:

Untuk info lanjut
hubungi:

Ibu Liong (021-33431704)


Sertifikasi Produk Synergy WorldWide

Produk -produk Synergy / NSP di Indonesia telah terdaftar pada Departemen Kesehatan RI dan memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), serta memperoleh sertifikat Halal dari IFANCA (The Islamic Food and Nutrition Council of America) yang disahkan oleh LP POM MUI.