Cari uang di internet

Mau beriklan?

Your Ad Here

HUBUNGI, KAMI SIAP ANTAR!

Sehat-Sinergis secara herbal, membangun kesehatan dan kesejahteraan bersama secara sehat sinergis. Bekerjasama dengan Synergy WordWide (Independent Distributor from United State of America) untuk selengkapnya untuk pembelian atau pemesanan dengan perjanjian hubungi Ibu Liong di nomor: 021-33431704 Hubungi kami di email: sehat.sinergis@gmail.com. Ada uang baru barang diantar. Carilah lebih dulu kesehatan, baru yang lainnya.

Selasa, 15 April 2014

Cegah Alergi Anak, Orangtua Hemat Biaya Pengobatan

Mencegah memang lebih baik daripada mengobati, terutama penyakit yang memerlukan biaya tinggi seperti alegi. Dengan mencegah anak-anak menderita alergi, orangtua bisa menghemat biaya pengobatan yang besar.
 
Peneliti Health Economics dari Unit Kesatuan Kerja Alergi-Imunologi Ikatan Dokter Anak Indonesia Zakiudin Munasir mengatakan, alergi mengonsumi biaya yang tinggi. Dengan mencegahnya, banyak yang dapat dihemat.
 
"Pencegahan alergi membuat pemanfaatan uang menjadi lebih efisien," ujar dokter anak spesialis alergi ini dalam acara peluncuran Allergy Risk Tracker di Jakarta, Selasa (15/4/2014).
 
Pencegahan alergi dibagi menjadi dua yaitu mencegah terjadinya alergi dan mencegah terjadinya komplikasi saat sudah mengalami alergi. Zakiudin menjelaskan, mencegah terjadinya alergi misalnya dengan menghindari paparan alergen, seperti asap rokok atau makanan tertentu.
 
"Biasanya, bayi belum bisa mencerna susu sapi, maka risiko alergi pada bayi yang beri susu sapi umumnya mengalami alergi. Karena itu, untuk mencegahnya tentu dengan memberikan bayi ASI," tuturnya.
 
Selain itu, untuk menghindari terjadinya komplikasi pada alergi perlu dilakukan penyelidikan apa yang jadi pemicu alergi, lalu menghindarinya. "Mengganti makanan tertentu yang memicu alergi perlu dilakukan untuk menghindari komplikasi," ujarnya.
 
Alergi pada anak memberikan dampak yang merugikan, seperti rasa tidak nyaman hingga permasalahan tumbuh kembang. Jika alergi dapat dihindari, anak tersebut, termasuk keluarganya, akan mendapat keuntungan.
 
Menurut Zakiudin, kerugian yang dirasakan saat alergi mungkin bukan dinilai dengan uang secara langsung. Namun sebenarnya, saat anak tidak merasa nyaman, ia akan sulit belajar, sulit tidur, dan beraktivitas sehingga dampaknya juga pada menurunkan produktivitas orangtua. Belum lagi, waktu yang harus dikorbankan orangtua untuk mengantar anaknya berobat. 

Sumber: http://m.kompas.com/health/read/2014/04/15/1736155/Cegah.Alergi.Anak.Orangtua.Hemat.Biaya.Pengobatan
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Senin, 14 April 2014

Cara Sederhana Hindari Nyeri Punggung

Nyeri punggung merupakan gangguan yang sering dialami kaum urban, khususnya bagi mereka yang banyak menghabiskan waktu duduk di depan meja. Kendati demikian, banyak cara yang dapat dilakukan untuk menghindari permasalahan tersebut. Bahkan cara-caranya tergolong sederhana dan mudah dilakukan.

Menurut Kathy Dieringer, dari National Athelic Trainers' Association, cara untuk menghindari nyeri punggung dimulai dari tidak merokok, serta menjaga berat badan ideal dengan nutrisi yang baik dan olahraga. Postur yang baik, keseimbangan, kekuatan, dan fleksibilitas membantu memperkuat tulang belakang untuk mendukung punggung.

"Elemen-elemen tersebut dapat menyokong punggung yang baik, menjaga kekuatan tulang dan tubuh, serta membantu penyembuhan setelah cedera," katanya.

Untuk menjaga postur tubuh yang baik, Dieringer menjelaskan, saat duduk bahu harus ditarik ke belakang, hindari membungkuk, dan tidak duduk selama lebih dari 30 menit tanpa diselingi berdiri dan berjalan-jalan.

Selain itu, penting juga untuk mendukung punggung ketika sedang duduk atau tidur. Duduklah dengan posisi lutut sedikit lebih tinggi daripada pinggul. Saat di tempat tidur, jaga posisi lengkungan tulang punggung dengan menggunakan bantal, bila perlu.

Otot tubuh bagian tengah, termasuk otot perut, otot punggung, dan otot pelvis, merupakan penyokong utama dari tubuh Anda. Untuk menguatkannya, latihan yang disarankan adalah dengan melakukan crunch. Latihan juga disarankan seimbang antara otot atas dan bawah punggung, guna menjaga fleksibilitas.

Dieringer menegaskan, jika terbiasa tidak aktif, maka inilah waktunya untuk bergerak. "Mulailah dengan berjalan karena aktivitas tersebut merupakan cara yang baik untuk menjaga kesehatan punggung."

Ia juga mengingatkan, saat mengangkat benda berat, patahkan dulu lutut dan jaga punggung tetap lurus. "Jangan membalikkan punggung saat mengangkat berang berat, pastikan pinggul dan bahu menghadap ke arah yang sama."

Sumber: http://m.kompas.com/health/read/2014/04/14/1355201/Cara.Sederhana.Hindari.Nyeri.Punggung
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Orangtua Wajib Penuhi 3 Kebutuhan Utama Anak

Anak tumbuh dan berkembang secara fisik dan mental. Agar masa tumbuh kembang ini optimal, orangtua perlu memastikan terpenuhinya kebutuhan utama anak.

Konsultan Tumbuh Kembang Anak, Soedjatmiko menyebutkan ada tiga kebutuhan utama anak pada masa tumbuh kembang, antara lain:

1. Fisik-biologis
Berupa kebutuhan akan nutrisi (ASI, Makanan Pengganti ASI/MP-ASI), imunisasi, serta kebersihan fisik dan lingkungan. Ketiga kebutuhan tersebut merupakan kebutuhan pokok yang saling terkait.

"Asupan gizi terutama dalam lima tahun pertama dalam kehidupannya balita adalah periode pertumbuhan yang penting yang akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Kunci asupan zat gizi yang baik adalah makanan yang sehat dan bervariasi," paparnya.

2. Emosi
Berupa kasih kasih sayang, rasa aman dan nyaman, dihargai, diperhatikan, serta didengar keinginan dan pendapatnya. Hal inilah yang diharapkan akan diperoleh anak ketika orangtua merayakan momen tumbuh kembang. Kebutuhan ini memiliki peran yang sangat besar pada kemandirian dan kecerdasan emosi anak.

3. Stimulasi
Stimulasi mencakup aktivitas bermain untuk merangsang semua indera, mengasah motorik halus dan kasar, melatih ketrampilan berkomunikasi, kemandirian, berpikir dan berkreasi. Stimulasi ini harus diberikan sejak dini karena memiliki pengaruh yang besar pada ragam kecerdasan atau multiple intelligences.

Sumber: http://m.kompas.com/female/read/2014/04/14/1354260/Orangtua.Wajib.Penuhi.3.Kebutuhan.Utama.Anak
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kelamaan Tidur Siang Bikin Pendek Umur?

Saat lelah, biasanya kita akan berusaha untuk mencari waktu tidur di sela aktivitas.  Ya, tidur siang memang dapat mengurangi stres dan menambah energi. Namun jika terlalu banyak bisa berbahaya.

Namun menurut para peneliti dari Cambridge University, tidur siang juga merupakan tanda dari permasalahan kesehatan. Peneliti menemukan, orang yang tidur siang dengan durasi terlalu lama lebih mungkin untuk meninggal di usia muda.

Menurut mereka, tidur siang hampir dapat dideskripsikan sebagai sains. Jika dilakukan dalam ukuran yang tepat maka akan dapat mengurangi rasa lelah, sehingga saat terbangun tubuh akan terasa lebih segar. Namun jika terlalu banyak tidur siang justru kontraproduktif.

Para peneliti menyarankan agar tidur siang dilakukan tidak lebih dari 30 menit. Tujuannya adalah untuk mencegah tubuh masuk ke fase tidur yang lebih dalam. Hasil studi menunjukkan, seseorang yang tidur siang lebih lama dari satu jam dalam sehari 32 persen lebih mungkin untuk meninggal di usia muda.

Studi yang dipublikasi dalam American Journal of Epidemiology ini melibatkan lebih dari 25.000 pria dan wanita di Inggris yang berusia 40-79 tahun. Dari peserta tersebut, 16.000 di antaranya menjawab pertanyaan soal kebiasaan dan durasi tidur mereka yang dikategorikan menjadi dua, kurang atau lebih dari satu jam. Mereka yang tidak tidur siang dikategorikan sebagai kelompok kontrol.

Setelah diikuti selama 13 tahun, peserta yang tidur siang lebih dari satu jam menghadapi risiko yang lebih tinggi untuk meninggal karena berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, kanker, dan penyakit pernapasan. Hubungan ini tetap ditemui setelah peneliti memasukan faktor lain, seperti usia, jenis kelamin, kelas sosial, tingkat pendidikan, pekerjaan, indeks massa tubuh, tingkat aktivitas fisik, merokok, konsumsi alkohol, depresi, penggunaan obat-obatan, tidur malam, dan tanda-tanda awal penyakit.

Meski begitu, peneliti mencatat tidak ada hubungan sebab-akibat antara keduanya. Namun mereka menegaskan hubungan antara keduanya mungkin sangat erat.

Mereka menulis, tidur siang yang dilakukan dalam waktu lama berhubungan dengan adanya permasalahan kesehatan yang belum terdiagnosis. Alasannya, orang yang mengalami permasalahan kesehatan umumnya cepat lelah dan mengantuk.

Sumber: http://m.kompas.com/health/read/2014/04/14/1518577/Kelamaan.Tidur.Siang.Bikin.Pendek.Umur
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Jumat, 11 April 2014

Cek Kondisi Kesehatan Melalui Penampakan Urine

Sebagai organ utama yang berfungsi untuk menyaring dan membuang kelebihan cairan dan produk sisa dari darah, cairan yang dikeluarkan lewat ginjal, yakni urine, bisa mengandung informasi berharga mengenai kesehatan kita.

Berikut adalah 5 jenis gangguan kesehatan yang bisa kita lihat melalui urine.

1. Berwarna jernih
Warna atau "konsentrasi" urine bisa menceritakan apakah Anda sudah cukup minum air atau tidak. Jika urine Anda berwarna kuning gelap, ini bisa mendandakan Anda dehidrasi. Ketika kita kekurangan cairan ginjal akan menyimpan cairan dalam tubuh sehingga kita memproduksi sedikit urine. Dehidrasi juga bisa memicu batu ginjal. Karena itu konsumsi cukup air setiap hari. Jika warna urine Anda kuning bening, berarti Anda sudah cukup minum air.

2. Warna dan aroma
Sederhananya, jika warna urine Anda tak lagi berwarna kekuningan, Anda perlu waspada. Memang perubahan warna itu bisa saja karena pengaruh makanan atau obat. Beberapa jenis makanan dan juga suplemen vitamin bisa menyebabkan warna urine berubah dan berbau menyengat. Tetapi jika pola makan Anda biasa saja tapi ada yang tak biasa pada warna urine, mungkin ini saatnya Anda perlu melakukan pemeriksaan dokter.

3. Kerusakan ginjal
Protein pada urine adalah pertanda awal gangguan ginjal, terutama pada orang yang menderita diabetes. Protein pada urine bisa menghasilkan buih berlebih pada urine yang tak mudah hilang. Jika Anda beresiko tinggi menderita kerusakan ginjal; yakni berusia di atas 60 tahun, menderita diabetes, hipertensi, atau punya riwayat keluarga sakit gagal ginjal, lakukan pemeriksaan kadar protein secara teratur.

4. Gejala diabetes
Kata "diabetes" sebenarnya berarti sering buang air kecil. Ketika kadar gula darah tinggi di peredaran darah dan tubuh tidak bisa memproses secara efektif, ginjal akan bekerja keras untuk menyingkirkan gula tersebut. Jika urine Anda berbau "manis", ini bisa menandakan ada gula dalam urine tersebut.

Adanya gula di urine bisa menunjukkan penyakit diabetes atau pradiabetes. Untuk memastikannya Anda perlu melakukan diagnosis lebih lanjut di laboratorium. Penyakit diabetes perlu diwaspadai karena ini penyebab utama gangguan ginjal.

5. Infeksi saluran kemih
Infeksi saluran kemih merupakan masalah umum pada wanita. Penyakit ini timbul ketika bakteri masuk ke saluran kemih melalui uretra dan berkembang biak. Kebiasaan menahan pipis, kehamilan, hubungan seksual, hingga virulensi bakteri tertentu bisa memicu terjadinya infeksi ini. Gejala penyakitnya antara lain rasa panas ketika berkemih, sering merasa ingin pipis, dan ada darah dalam urine. Biasanya dengan pengobatan antibiotik penyakit ini akan sembuh.

Sumber: http://m.kompas.com/health/read/2014/04/11/1450222/Cek.Kondisi.Kesehatan.Melalui.Penampakan.Urine
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kamis, 13 Maret 2014

Fungsi Ginjal Ancam Warga Indonesia (Cegah dengan Minum Air Putih dan Hindari Banyak Obat)

Berdasarkan data Perhimpunan Nefrologi Indonesia, 20 juta-30 juta orang Indonesia mengalami penurunan fungsi ginjal. Hal ini disebabkan oleh peningkatan usia, tekanan darah tinggi, dan diabetes melitus.
"Orang berusia 50 tahun ke atas pasti mengalami penurunan fungsi ginjal. Pada orang berusia muda dan produktif, hal ini terjadi karena dipicu hipertensi dan diabetes," kata Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri), yang juga dokter ahli ginjal hipertensi Dharmeizar, pada peringatan Hari Ginjal Sedunia di Jakarta, Kamis (13/3). Penyakit ginjal kronis (PGK) juga disebabkan oleh obesitas, kebiasaan merokok, kurang minum air.

Ginjal memiliki kemampuan menyaring urea dari darah dalam waktu 1 menit yang disebut Laju Filtrasi Glomerulus (LFG). LFG pria berusia 20-29 tahun adalah 117 mililiter, sedangkan perempuan 91 mililiter. Pada pria usia 50-59 tahun LFG turun menjadi 88 mililiter dan perempuan menjadi 74 mililiter.

Pertanda PGK adalah LFG hanya 60 mililiter selama tiga bulan berturut-turut. Selain itu, di dalam air seni juga terdapat protein.

PGK terdiri dari lima stadium yang tidak dapat disembuhkan, hanya bisa dirawat dan dicegah agar tidak meningkat ke stadium yang lebih parah. Penderita PGK stadium 5 harus menjalani terapi berupa hemodialisis (cuci darah menggunakan mesin di luar tubuh pasien), dialisis peritoneal (cuci darah menggunakan selaput perut pasien), bahkan cangkok ginjal. Di Indonesia, tiap satu juta penduduk ada 433 orang menjalani terapi ginjal. Hal ini tentu membebani ekonomi keluarga ataupun negara.

PGK bisa berakibat gagal jantung, kelainan tulang, kekurangan nutrisi, serta rentan terhadap penyakit infeksi. "Sering kali penderita PGK tak sampai ke stadium 5 karena meninggal akibat gagal jantung," kata Dharmeizar.

Penyebab utama PGK adalah tekanan darah tinggi, diabetes, dan obesitas. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, 19,7 persen pria Indonesia dan 32,9 persen perempuan Indonesia mengalami obesitas. Prevalensi diabetes meningkat menjadi 2,1 persen dari 1,1 persen. Prevalensi darah tinggi juga mengalami peningkatan, dari 7,6 persen menjadi 9,5 persen.

Pencegahan
Parlindungan Siregar, anggota staf Divisi Ginjal dan Hipertensi Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RS Cipto Mangunkusumo, mengatakan, PGK bisa dicegah. Caranya, memperhatikan asupan makanan, rajin berolahraga, tidak merokok, mengontrol tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula darah, serta minum 2-3 liter air per hari.

Air putih yang dikonsumsi sebaiknya jernih, tidak berbau, dan rendah kuman. Air yang disalinasi justru tidak baik karena mineralnya hilang. Air putih diminum secukupnya, yaitu ketika merasa haus. Minum air putih berlebihan menyebabkan tubuh tak mampu menyerap mineral sehingga dibuang lewat air seni.

Penyuka olahraga sebaiknya hanya minum air ketika merasa haus. "Ketika berkeringat, kandungan natrium dalam tubuh menjadi rendah. Jika dipaksa minum banyak, malah berbahaya bagi tubuh," ujar Siregar.

Air putih menjadi pilihan ideal untuk menghilangkan rasa haus. Minuman isotonik sebaiknya dihindari karena memiliki kandungan gula tinggi.

Siregar menambahkan, orang berusia 50 tahun ke atas dianjurkan lebih saksama menjaga kesehatan agar terhindar dari risiko PGK. Pemeriksaan air seni, darah, dan LFG idealnya dilakukan sekali dalam setahun.

Konsumsi obat-obatan harus diperhatikan, terutama obat antiinflamasi nonsteroid (antiradang). "Selain itu hindari obat-obatan penahan rasa sakit karena berdampak buruk pada ginjal," ujar Siregar. (A15)

Sumber: http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000005436999
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Sabtu, 08 Maret 2014

Hipertensi Sembuh Hanya dengan Ubah Gaya Hidup

Hipertensi merupakan faktor risiko dari banyak penyakit mematikan antara lain stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, dan penyakit-penyakit lainnya. Karena itu pengobatan hipertensi merupakan hal yang penting untuk dilakukan, selain perubahan gaya hidup. Namun, mungkinkah hipertensi sembuh hanya dengan mengubah gaya hidup?
 
"Perubahan gaya hidup seperti mengurangi berat badan, mengatur pola makan, olahraga teratur, menghentikan kebiasaan merokok atau minum alkohol memang mampu mengurangi tekanan darah," ujar dokter spesialis ilmu penyakit dalam Suhardjono dalam konferensi pers "The 8th Annual Meeting of Indonesian Society of Hypertension", di Jakarta, Jumat (7/3/2014).
 
Suhardjono menjelaskan, diet dan pengontrolan berat badan menurunkan sistol dan diastol 6/4,8 mmHg, pengurangan konsumsi garam 5,4/2,8 mmHg, pengurangan konsumsi alkohol bagi peminum berat 3,4/3,4 mmHg.
 
Selain itu, diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) atau pola makan guna memperbaiki hipertensi dapat menurunkan tekanan darah sebanyak 11,4/5,5 mmHg, aktivitas fisik 3,1/1,8 mmHg, terapi rileksasi 3,7/3,5 mmHg, intervensi multipel 5,5/4,5 mmHg.
 
"Mengubah gaya hidup saja sebenarnya hasilnya cukup baik untuk mengurangi tekanan darah. Misalnya dengan mengurangi berat badan jika tekanan darah yang tadinya 160/90 mmHg bisa berkurang menjadi 154/85,5 mmHg," tutur dokter subspesialis ginjal hipertensi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit dr Cipto Mangunkusumo (FKUI/RSCM) ini.
 
Kendati demikian, lanjut dia, jika tekanan darah terlalu tinggi akibat hipertensi yang dialami sudah mengalami komplikasi, maka  obat-obatan menjadi solusinya.

"Untuk hasil optimal pengobatan hipertensi membutuhkan obat-obatan serta perubahan gaya hidup sekaligus," ujarnya.
 
Hipertensi merupakan kondisi yang membutuhkan penanganan yang serius. Prevalensi hipertensi di Indonesia cukup tinggi. Menurut National Basic Health Survey 2013, prevalensi hipertensi di kelompok usia 15-24 tahun adalah 8,7 persen; pada kelompok usia 25-34 tahun adalah 14,7 persen; 35-44 tahun 24,8 persen; 45-54 tahun 35,6 persen; 55-64 tahun 45,9 persen; 65-74 tahun 57,6 persen, dan lebih dari 75 tahun adalah 63,8 persen.

Sumber: http://m.kompas.com/health/read/2014/03/09/1118383/Hipertensi.Sembuh.Hanya.dengan.Ubah.Gaya.Hidup
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Related Posts with Thumbnails

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!
Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Skincare: The Revolution in Anti-Aging

Skincare: The Revolution in Anti-Aging
Dokumen Sehat Sinergis

Pilihan Investasi

Pilihan Investasi
Ada dua pilihan: jika Ikut Menjadi Member Bisnis Synergy

Produk Synergy WorldWide

Loading...
Word of the Day

Article of the Day

This Day in History

Today's Birthday

In the News

Quote of the Day

Spelling Bee
difficulty level:
score: -
please wait...
 
spell the word:

Match Up
Match each word in the left column with its synonym on the right. When finished, click Answer to see the results. Good luck!

 

Hangman

Hubungi, kami siap melayani anda:

Untuk info lanjut
hubungi:

Ibu Liong (021-33431704)


Sertifikasi Produk Synergy WorldWide

Produk -produk Synergy / NSP di Indonesia telah terdaftar pada Departemen Kesehatan RI dan memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), serta memperoleh sertifikat Halal dari IFANCA (The Islamic Food and Nutrition Council of America) yang disahkan oleh LP POM MUI.