Cari uang di internet

Mau beriklan?

Your Ad Here

HUBUNGI, KAMI SIAP ANTAR!

Sehat-Sinergis secara herbal, membangun kesehatan dan kesejahteraan bersama secara sehat sinergis. Bekerjasama dengan Synergy WordWide (Independent Distributor from United State of America) untuk selengkapnya untuk pembelian atau pemesanan dengan perjanjian hubungi Ibu Liong di nomor: 021-33431704 Hubungi kami di email: sehat.sinergis@gmail.com. Ada uang baru barang diantar. Carilah lebih dulu kesehatan, baru yang lainnya.

Rabu, 17 Desember 2014

Ini Masalah Sperma yang Sebabkan Wanita Sulit Hamil

Masalah pada sperma menjadi salah satu faktor ketidaksuburan yang paling banyak dialami pasangan suami istri (pasutri). Kualitas sperma yang buruk akan sulit membuahi sel telur. Hal ini bisa membuat pasutri sulit mendapat keturunan meski telah lebih dari satu tahun rutin berhubungan seksual.

"Sebagian besar pasangan  mengalami gangguan kesuburan karena sperma. Jadi pradigmanya harus diubah. Nomor satu  yang harus diperiksa adalah laki-laki dulu," ujar Konsultan Fertilitas dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia- Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Budi Wiweko dalam diskusi di Jakarta, Selasa (16/12/2014).

Budi menjelaskan, kualitas sperma yang buruk bisa disebabkan oleh faktor genetik dan gaya hidup tidak sehat seperti merokok. Kualitas sperma yang buruk misalnya, terlalu cair atau tidak kental dan kelainan bentuk. Kelainan bentuk misalnya tidak memiliki ekor sehingga membuat sel sperma sulit berenang menuju sel telur

Masalah lainnya adalah jumlah sperma yang sedikit, yaitu hanya di bawah 5 juta per cc. Bahkan ada pria yang tidak menghasilkan sel sperma. Normalnya, seorang pria memproduksi sperma lebih dari 15 juta per cc.

"Kalau sperma nol atau tidak ada sama sekali, bisa dioperasi. Sperma akan diambil dari buah zakar," ujar  dokter spesialis obstetri dan ginekologi ini.

Namun, jumlah sperma yang cukup banyak belum pasti terjadi pembuahan, jika tidak dibarengi kualitas sperma yang baik. Sperma pun dikatakan baik apabila memiliki gerakan yang normal, yaitu bergerak cepat dan maju lurus. Ada pula gerakan lambat dan sulit maju lurus, bergerak di tempat tanpa maju, atau tidak bergerak sama sekali.

Untuk menjaga kualitas sperma, pria juga sebaiknya menjauhkan organ vitalnya itu dari udara panas. "Hindari terlalu lama berendam di air hangat, memangku laptop, karena suhu testis harus lebih rendah dari suhu tubuh," terang Budi.

Selain gaya hidup, masalah pada sperma juga bisa berasal dari pabrik sperma atau testis. Misalnya, testis terkena penyakit seperti virus atau infeksi.

Sumber: http://m.kompas.com/health/read/2014/12/17/135914123/Ini.Masalah.Sperma.yang
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Rabu, 03 Desember 2014

Bayi Tak Perlu Tidur dengan Bantal dan Selimut

Sindrom kematian bayi mendadak (sudden infant death syndrome/SIDS) harus diwaspadai semua orangtua. Meski penyebab SIDS belum diketahui, para orangtua sebaiknya memperhatikan posisi tidur pada bayi, tetapi juga tempat tidurnya.

Berdasarkan hasil studi American Academy of Pediatri (APP), setengah dari bayi di Amerika Serikat masih tidur dengan tempat tidur yang berisiko SIDS. Para ahli dari National Infant Sleep Position Study meneliti sejumlah tempat tidur yang dipilih oleh orangtua sejak tahun1993-2010.

Banyak dari mereka yang menidurkan bayi di tempat tidur yang dipenuhi selimut dan bantal. Adanya selimut yang lebar dan juga bantal dikhawatirkan dapat menutup wajah bayi sehingga kesulitan bernapas. Hal ini sering terjadi ketika bayi menggerakkan kakinya yang menyebabkan selimut menutupi wajah dan dikhawatirkan menyebabkan bayi mati lemas.

AAP menyarankan orangtua menempatkan bayi mereka tidur di atas kasur tanpa selimut dan bantal, termasuk boneka dan mainan bayi lainnya. Ini bukan berarti membiarkan bayi tidur tanpa selimut dan kedinginan di malam hari tetapi mengenakan kantong tidur yang bisa menghangatkan tubuh bayi.

Kantong tidur bayi ini biasanya berupa pakaian panjang yang menutupi seluruh bagian tubuh, termasuk tangan dan kaki. Pakaian ini lebih aman karena tidak akan menutupi wajah ketika bayi bergerak-gerak.
 
Sebuah situs badan amal di Inggris, The Lullaby Trust, menuliskan bahwa bantal telah terbukti meningkatkan risiko SIDS hingga 2,5 kali lipat. Dalam situs itu juga disarankan keranjang bayi tanpa dilengkapi dengan bumper cot atau bantalan untuk melapisi dinding keranjang bayi.

Tempat tidur sederhana yang polos akan lebih aman untuk bayi. Adapun penggunaan tempat tidur yang berisiko SIDS umumnya dilakukan oleh orangtua yang masih remaja.

AAP mengatakan, para orangtua baru harus terus disosialisasikan mengenai risiko SIDS terkait tempat tidur bayi. SIDS umumnya terjadi pada bayi berusia di bawah satu tahun.

Letakkan bayi dalam posisi badan telentang dan awasi pergerakannnya. Jangan membawa bayi Anda tidur di sofa atau kursi. Hal ini bisa berbahaya jika Anda ikut tertidur. Sama halnya untuk tidak menyusui bayi saat Anda mengantuk.

 Selain itu, jauhkan bayi dari asap rokok dan polusi.  Jika Anda merokok, jangan tidur di kasur yang sama dengan bayi Anda. Pada enam bulan pertama, bayi memang sebaiknya  ditempatkan pada keranjang tidur terpisah yang letaknya masih dalam satu kamar dengan Anda.

 sumber: http://m.kompas.com/health/read/2014/12/03/153700323/Bayi.Tak.Perlu.Tidur
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kamis, 13 November 2014

Banyak Orang Tak Sadar Dirinya Menderita Diabetes

Diabetes atau penyakit yang ditandai oleh tingginya kadar gula dalam darah sebenarnya adalah penyakit yang cukup banyak diderita masyarakat. Namun, sebagian besar orang yang diabetes tidak menyadarinya karena tidak pernah melakukan pemeriksaan.

Data terbaru yang dikeluarkan Federasi Diabetes Internasional (IDF) tahun 2014 menunjukkan, 9,1 juta masyarakat Indonesia hidup dengan diabetes. Sekitar 70 persen dari total kasus diabetes tidak terdiagnosa dan biasanya baru diketahui setelah timbul komplikasi.

Menurut Prof.Achmad Rudijanto, Sp.PD-KEMD, ada beberapa faktor yang menyebabkan banyak kasus diabetes tak terdiagnosa. "Minimnya pengetahuan masyarakat dan juga salah informasi membuat banyak orang tak mengenali gejala diabetes. Misalnya, orang yang tadinya gemuk lalu menjadi kurus malah senang. Atau, dia sering pipis karena mengira itu akibat banyak minum. Padahal, bisa jadi itu gejala diabetes," katanya dalam acara Indonesia Diabetes Leadership Forum di Jakarta (13/11/14).

Selain itu, kata Achmad, akses masyarakat terhadap layanan kesehatan juga membuat banyak masyarakat tidak langsung memeriksakan dirinya saat ada gangguan kesehatan, terutama di daerah-daerah terpencil.

Padahal, dengan penatalaksanaan yang tepat, orang yang diabetes bisa hidup dengan sehat dan produktif sehingga komplikasi lanjutan dari penyakit ini bisa dicegah.

Tanggal 14 Oktober yang diperingati sebagai Hari Diabetes Internasional diharapkan bisa menjadi momentum bagi setiap orang untuk lebih sadar akan kesehatannya.

"Saat ini yang perlu diubah adalah pola pikir masyarakat. Begitu memiliki faktor risiko diabetes, seperti kegemukan, punya riwayat diabetes dalam keluarga, atau saat hamil gula darahnya tinggi, lakukan deteksi dini," kata Prof.Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, dalam acara yang sama.

Jika tidak ada perubahan dalam pencegahan dan penanganan diabetes, pandemik diabetes dikhawatirkan akan melanda Indonesia lebih cepat. Apabila terjadi bonus demografik Indonesia yang diperkirakan terjadai pada 2030 justru dapat berbalik menjadi beban masyarakat dan ekonomi karena diabetes adalah penyakit kronik yang membutuhkan biaya mahal.

Sumber: http://m.kompas.com/health/read/2014/11/14/102600323/Banyak.Orang.Tak.Sadar
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Senin, 10 November 2014

Empat manfaat berkeringat bagi kesehatan

Bekeringat, walaupun kadang membuat malu, memiliki manfaat bagi kesehatan.

Hampir 1 liter keringat yang dihasilkan tubuh  per hari dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dan memberimu kulit yang sehat.

"Berkeringat adalah cara tubuh dan kulit melindungi diri dari panas yang berlebihan, juga meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh," kata ahli dermatologi dari Radiant Skin Dermatology and Laser di New York, Dr. Adebola Dele-Michael, demikian seperti dilansir Medical Daily.

Ia mengatakan tetesan keringat terdiri dari air, konsentrasi natrium dan klorida serta kalium.

Berikut terdapat empat manfaat berkeringat bagi kesehatan:

1. Meningkatkan endorfin

Keringat bisa saja muncul saat sedang berolahraga di pusat pelatihan kebugaran atau sekadar berjalan di bawah terik matahari. Berolahraga meningkatkan jumlah hormon endorfin yang secara alami dilepaskan tubuh. 

Sebuah studi 2009 yang diterbitkan dalam Jurnal Biology Letters menemukan, latihan fisik benar-benar meningkatkan endorfin dan menyebabkan sedikit rasa sakit bagi mereka yang melakukannya bersama-sama dibandingkan sendirian.

2. Mendetoksifikasi tubuh

Salah satu cara yang paling efisien untuk mendetoksifikasi tubuh adalah dengan berkeringat. Dengan berkeringat, tubuh menghalau zat alkohol, kolesterol, dan garam. Melalui saluran keringat juga, tubuh membuang racun.

"Keringat membersihkan tubuh dari racun yang dapat menyumbat pori-pori kulit dan menghambat kulit dari munculnya jerawat dan noda," kata Dele-Michael.

Sebuah studi 2011 yang diterbitkan dalam Jurnal Archives of Environmental and Contamination Toxicology, menemukan banyak unsur-unsur beracun tampaknya dibuang melalui keringat. Melalui temuan ini, berkeringat tampaknya menjadi metode yang potensial untuk menghilangkan banyak unsur beracun dari tubuh manusia.

Para peneliti percaya analisis keringat dapat dianggap sebagai metode tambahan untuk pemantauan unsur-unsur beracun pada manusia bukan hanya darah dan atau tes urine.

3. Menurunkan risiko batu ginjal

Berkeringat dapat menjadi cara yang efektif untuk mengeluarkan garam dalam tubuh, --yang merupakan asal muasal batu ginjal, dan mempertahankan kalsium dalam tulang.

Tak mengherankan jika seseorang yang berkeringat kemudian cenderung meminum banyak air, yang merupakan metode lain pencegahan batu ginjal.

Sebuah penelitian yang dipresentasikan pada konferensi American Urological Association 2013 di San Diego, California, menemukan, bahkan berjalan selama beberapa jam dalam seminggu bisa memotong risiko batu ginjal.

Di samping itu, melakukan aktivitas ringan sampai sedang mampu mengubah cara tubuh menangani nutrisi dan cairan yang mempengaruhi pembentukan batu ginjal.

4. Mencegah pilek dan penyakit lainnya

Berkeringat dapat membantu melawan kuman tuberkulosis dan patogen berbahaya lainnya. Dr. Diane De Fiori, ahli dermatologi di Australia, mengatakan, di dalam keringat terkandung peptida antimikroba yang efektif melawan virus, bakteri dan jamur.

"Keringat mengandung peptida antimikroba yang efektif melawan virus, bakteri, dan jamur. Peptida ini bermuatan positif dan menarik bakteri bermuatan negatif, memasuki membran bakteri, dan menghancurkan mereka," kata Dr. De Fiori.

Sebuah studi 2013 yang diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences membuktikan, dermcidin sangat efektif untuk memerangi tidak hanya kuman TBC tapi juga bakteri berbahaya lainnya.

Para peneliti percaya substansi natural ini lebih efektif dalam jangka panjang daripada antibiotik tradisional karena kuman tidak mampu dengan cepat mengembangkan resistensi terhadap substansi tersebut. Menurut mereka, antibiotik alami ini dihasilkan oleh keringat.

Dr. De Fori mengatakan, manfaat kesehatan ini hanya berlaku saat berkeringat dalam level ringan atau sedang. Berkeringat secara berlebihan, atau dikenal dengan hiperhidrosis, dapat menimbulkan infeksi kulit seperti kutil dan tinea.

"Eksim dan ruam lebih sering terjadi pada orang dengan hiperhidrosis," kata De Fiori.

Untuk menghindari berkeringat secara berlebihan, cobalah menghindari berbagai pemicunya seperti kafein.

Sumber: http://m.antaranews.com/berita/463474/empat-manfaat-berkeringat-bagi-kesehatan?utm_medium=facebook&utm_source=twitterfeed
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Rabu, 08 Oktober 2014

Cangkok Rahim, Terobosan Baru untuk Mendapatkan Keturunan

Cangkok rahim telah menjadi terobosan baru dalam membantu wanita yang tidak memiliki rahim untuk mengalami hamil dan melahirkan bayi dari darah dagingnya sendiri. Setelah bayi pertama lahir dari wanita yang mendapat cangkok rahim, kini segera menyusul bayi kedua.

Wanita kedua yang berhasil hamil setelah mendapat cangkok rahim tersebut diperkirakan akan melahirkan dalam waktu dekat ini. Tim dokter di Swedia yang menangani pencangkokan rahim ini mengatakan, keberhasilan ini adalah gelombang baru dalam dunia fertilitas.

"Ini sangat berarti, bahwa kita mampu membantu pasien yang telah mencoba begitu lama untuk memiliki keluarga. Ini adalah keping terakhir dari puzzle untuk menemukan cara bagi semua wanita yang bermasalah dengan kesuburannya," kata Dr.Mats Brannstrom, profesor obstetri dan ginekologi dari Universitas Gothenburg, Swedia.

Brannstrom memprediksi akan ada banyak lagi bayi yang lahir dari ibu yang telah menerima sumbangan rahim. Hal ini dikarenakan para dokter di seluruh dunia termasuk Australia, Inggris, Amerika Serikat, Jepang dan Tiongkok sedang mempelajari teknik ini.

Ia menambahkan saat ini telah mencoba menumbuhkan rahim di laboratorium. Prosedur ini dilakukan dengan  mengambil rahim dari donor yang telah meninggal, kemudian mengecilkan DNA-nya dan menggunakan sel penerima untuk garis struktur.

Pengujian awal sudah dilakukan pada hewan dan diperkirakan setidaknya butuh lima tahun lagi sebelum teknik ini bisa dicoba pada manusia.

Walau terdengar seperti fiksi ilmiah, tetapi teknik ini telah memicu keberhasilan kelahiran yang diumumkan minggu lalu.  

"Itu membuat apa yang sebelumnya tidak mungkin menjadi mungkin," kata Dr Nannete Santoro, Ketua Kebidanan dan Ginekologi di Universitas Colorado. Namun, ia tidak terlibat dalam penelitian Brannstrom ini.

Wanita pertama

Pasangan bahagia di Swedia yang minggu lalu menjadi bahan berita di seluruh dunia setelah melahirkan bayi, bersedia dikunjungi oleh wartawan Associated Press di rumahnya. Ayah dan ibu baru ini menamakan anak mereka 'Vincent', yang berarti 'untuk menaklukan'. Nama ini diberikan untuk merayakan kemenangan atas perjalanan sulit mereka menjadi orang tua. 

Sang ibu bersedia diwawancara dengan syarat alamat rumahnya tak diungkap karena tak ingin anaknya kelak menjadi sasaran publisitas. Ibu tersebut juga tak pernah berpikir bahwa ia menjadi wanita pertama yang melahirkan bayi dengan transplantasi rahim.

Ia mengatakan dirinya belum bisa percaya bisa menjadi seorang ibu, apalagi setelah di usia 15 tahun ia menemukan fakta tak punya rahim dan tak akan bisa mengandung anaknya sendiri. Siapa sangka,  di usia ke-36 dia terpilih menjadi salah satu dari sembilan perempuan yang menerima tranplantasi rahim tahun lalu dalam percobaan terobosan yang dipimpin oleh Brannstrom.

Sedangkan suaminya mengatakan bahwa mereka akan selamanya berterima kasih kepada wanita umur 61 tahun, yang telah menyumbangkan rahimnya dan merupakan salah satu teman baiknya. Wanita tersebut memberikan rahimnya setelah mendengar tentang kesulitan yang mereka hadapi.

"Apa yang dia lakukan untuk kami begitu luar biasa dan tanpa pamrih. Tampaknya kata 'terima kasih' pun tak akan cukup," kata sang ayah.

Kini hari-hari mereka sedang diliputi kebahagiaan. Mereka mengaku setiap hari selalu memandangi wajah tenang sang bayi.  Dia dan suaminya mengatakan tidak tahu bagaimana mereka akan memberitahu anaknya bahwa ia sudah membuat sejarah medis setelah mereka tua nanti.

"Kami akan menunjukkan kepadanya semua artikel yang ditulis dan mengatakan padanya tentang segala sesuatu yang dilakukan untuk mendapatkan dia," katanya.

"Mungkin dia akan terinspirasi untuk menjadi seorang dokter," tambahnya. (Eva Erviana)

Sumber: http://m.kompas.com/health/read/2014/10/08/164000723/Cangkok.Rahim.Terobosan.Baru
Powered by Telkomsel BlackBerry®

"Angin Duduk", Serangan Jantung yang Tak Disadari

Bukan tanpa sebab jika penyakit jantung dijuluki the silent killer. Itu karena 30 persen serangan jantung tidak memiliki gejala dan berakhir dengan kematian. Banyak juga gangguan kesehatan ringan seperti "masuk angin" atau "angin duduk" yang sebenarnya merupakan serangan jantung.

Sebuah penelitian di Universitas Airlangga Surabaya pada tahun 1980-an menunjukkan, ketika orang-orang yang merasa masuk angin diperiksa, sesungguhnya 30 persen di antara mereka terkena serangan jantung koroner.

Ternyata orang Indonesia banyak mengalami penyumbatan pembuluh darah koroner arteri LAD (left anterior descending). Pembuluh darah itu menuju ke bagian depan dan bawah jantung, jadi rasanya seperti masuk angin.

"Angin duduk itu adalah bahasa awam, yang dirasakan seperti masuk angin berat. Biasanya dikerik atau dipijat gejalanya tidak hilang. Sebetulnya itu kena serangan jantung," kata dr.Jetty Sedyawan, Sp.JP (K), dari Yayasan Jantung Indonesia dalam acara peluncuran asuransi AXA Heart and Save di Jakarta (8/10/14).

Serangan jantung yang tidak disadari itu akan menimbulkan komplikasi pada 1-2 jam pertama berupa gangguan irama jantung. "Sudah ada penyempitan di pembuluh darahnya lalu gangguan listrik jantung, akibatnya jantung tidak berdenyut tapi hanya bergetar saja sehingga tidak ada pasokan ke otak. Terjadilah kematian mendadak," paparnya.

Jetty mengatakan, 90 persen kematian mendadak disebabkan karena jantung. "Gangguan irama jantung bisa disebabkan karena berbagai sebab, misalnya stres atau kurang elektrolit. Tapi sifatnya sementara. Nah, pada serangan jantung gangguan irama ini berbahaya," ujar dokter yang menjadi dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Gejala serangan jantung memang bervariasi, tetapi secara umum tanda utama yang perlu diwaspadai adalah rasa sakit pada bagian dada yang hebat dan bertahan lama, rasa nyeri yang menyebar melampaui dada ke bahu kiri dan lengan, ke punggung, bahkan ke gigi dan rahang. Napas pun terasa sesak.

Serangan jantung juga bisa didahulu sederet serangan angina (perasaan berat atau sesak), tapi bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa peringatan sebelumnya.

Serangan jantung menimbulkan kerusakan pada otot jantung karena kehilangan pasokan darah. Karena itulah waktu sangat berharga. "Time is muscle, makin lama dibawa ke rumah sakit makin berkurang pasokan darah yang dibutuhkan tubuh," katanya.

Sumber: http://m.kompas.com/health/read/2014/10/08/172256323/.Angin.Duduk.Serangan
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Jumat, 19 September 2014

Kaitan antara Perut Buncit dan Penyakit Jantung

Bila Anda ingin terhindar dari risiko penyakit jantung dan stroke, segeralah susun rencana untuk melakukan pengecilan lingkar perut. Berbagai penelitian telah menunjukkan kaitan antara perut buncit dengan penyakit kronis.

Menurut riset yang dilakukan tim dari Universitas Texas, orang dengan perut buncit punya risiko lebih besar terkena hipertensi dibanding dengan orang yang indeks massa tubuhnya sama, tapi lokasi penumpukan lemaknya berbeda.

Tekanan darah yang tinggi bukanlah kondisi yang bisa diabaikan karena bisa menyebabkan organ tubuh memompa darah lebih banyak. Akibatnya, tekanan di pembuluh darah pun menjadi lebih besar dan berisiko menyebabkan penyakit jantung atau stroke.

Mengapa lokasi penumpukan lemak lebih berpengaruh dari jumlah lemaknya? Peneliti pun masih mencoba memahami hal ini.

Lemak yang menyelimuti organ-organ tubuh dalam dapat menyebabkan hipertensi, jaringan lemak ini juga menghambat kerja ginjal atau kelenjar adrenal dalam memproduksi hormon-hormon penting.

Studi sebelumnya mendapati bahwa perut buncit terkait erat dengan diabetes, penyakit jantung, stroke, bahkan disfungsi ereksi (ED). Sehingga, solusi terbaik untuk menghindari sejumlah penyakit ini adalah mengecilkan perut.

"Sedikit saja penurunan berat badan dapat berpengaruh pada metabolisme, terutama yang menderita diabetes dan hipertensi," kata Dr. Aslan Turer, peneliti.

Lemak visceral, lemak yang ada pada organ lama, sebenarnya lebih mudah dibakar daripada lemak subkutan, seperti lemak yang ada di pinggul. Sehingga olahraga rutin dan pola makan sehat dapat membantu mengurangi lemak jahat dan menyehatkan jantung.

Sumber: http://m.kompas.com/health/read/2014/09/20/093534423/Kaitan.antara.Perut.Buncit
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Related Posts with Thumbnails

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!
Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Skincare: The Revolution in Anti-Aging

Skincare: The Revolution in Anti-Aging
Dokumen Sehat Sinergis

Pilihan Investasi

Pilihan Investasi
Ada dua pilihan: jika Ikut Menjadi Member Bisnis Synergy

Produk Synergy WorldWide

Loading...
Word of the Day

Article of the Day

This Day in History

Today's Birthday

In the News

Quote of the Day

Spelling Bee
difficulty level:
score: -
please wait...
 
spell the word:

Match Up
Match each word in the left column with its synonym on the right. When finished, click Answer to see the results. Good luck!

 

Hangman

Hubungi, kami siap melayani anda:

Untuk info lanjut
hubungi:

Ibu Liong (021-33431704)


Sertifikasi Produk Synergy WorldWide

Produk -produk Synergy / NSP di Indonesia telah terdaftar pada Departemen Kesehatan RI dan memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), serta memperoleh sertifikat Halal dari IFANCA (The Islamic Food and Nutrition Council of America) yang disahkan oleh LP POM MUI.