Cari uang di internet

Mau beriklan?

Your Ad Here

HUBUNGI, KAMI SIAP ANTAR!

Sehat-Sinergis secara herbal, membangun kesehatan dan kesejahteraan bersama secara sehat sinergis. Bekerjasama dengan Synergy WordWide (Independent Distributor from United State of America) untuk selengkapnya untuk pembelian atau pemesanan dengan perjanjian hubungi Ibu Liong di nomor: 021-33431704 Hubungi kami di email: sehat.sinergis@gmail.com. Ada uang baru barang diantar. Carilah lebih dulu kesehatan, baru yang lainnya.

Kamis, 13 November 2014

Banyak Orang Tak Sadar Dirinya Menderita Diabetes

Diabetes atau penyakit yang ditandai oleh tingginya kadar gula dalam darah sebenarnya adalah penyakit yang cukup banyak diderita masyarakat. Namun, sebagian besar orang yang diabetes tidak menyadarinya karena tidak pernah melakukan pemeriksaan.

Data terbaru yang dikeluarkan Federasi Diabetes Internasional (IDF) tahun 2014 menunjukkan, 9,1 juta masyarakat Indonesia hidup dengan diabetes. Sekitar 70 persen dari total kasus diabetes tidak terdiagnosa dan biasanya baru diketahui setelah timbul komplikasi.

Menurut Prof.Achmad Rudijanto, Sp.PD-KEMD, ada beberapa faktor yang menyebabkan banyak kasus diabetes tak terdiagnosa. "Minimnya pengetahuan masyarakat dan juga salah informasi membuat banyak orang tak mengenali gejala diabetes. Misalnya, orang yang tadinya gemuk lalu menjadi kurus malah senang. Atau, dia sering pipis karena mengira itu akibat banyak minum. Padahal, bisa jadi itu gejala diabetes," katanya dalam acara Indonesia Diabetes Leadership Forum di Jakarta (13/11/14).

Selain itu, kata Achmad, akses masyarakat terhadap layanan kesehatan juga membuat banyak masyarakat tidak langsung memeriksakan dirinya saat ada gangguan kesehatan, terutama di daerah-daerah terpencil.

Padahal, dengan penatalaksanaan yang tepat, orang yang diabetes bisa hidup dengan sehat dan produktif sehingga komplikasi lanjutan dari penyakit ini bisa dicegah.

Tanggal 14 Oktober yang diperingati sebagai Hari Diabetes Internasional diharapkan bisa menjadi momentum bagi setiap orang untuk lebih sadar akan kesehatannya.

"Saat ini yang perlu diubah adalah pola pikir masyarakat. Begitu memiliki faktor risiko diabetes, seperti kegemukan, punya riwayat diabetes dalam keluarga, atau saat hamil gula darahnya tinggi, lakukan deteksi dini," kata Prof.Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, dalam acara yang sama.

Jika tidak ada perubahan dalam pencegahan dan penanganan diabetes, pandemik diabetes dikhawatirkan akan melanda Indonesia lebih cepat. Apabila terjadi bonus demografik Indonesia yang diperkirakan terjadai pada 2030 justru dapat berbalik menjadi beban masyarakat dan ekonomi karena diabetes adalah penyakit kronik yang membutuhkan biaya mahal.

Sumber: http://m.kompas.com/health/read/2014/11/14/102600323/Banyak.Orang.Tak.Sadar
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Senin, 10 November 2014

Empat manfaat berkeringat bagi kesehatan

Bekeringat, walaupun kadang membuat malu, memiliki manfaat bagi kesehatan.

Hampir 1 liter keringat yang dihasilkan tubuh  per hari dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dan memberimu kulit yang sehat.

"Berkeringat adalah cara tubuh dan kulit melindungi diri dari panas yang berlebihan, juga meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh," kata ahli dermatologi dari Radiant Skin Dermatology and Laser di New York, Dr. Adebola Dele-Michael, demikian seperti dilansir Medical Daily.

Ia mengatakan tetesan keringat terdiri dari air, konsentrasi natrium dan klorida serta kalium.

Berikut terdapat empat manfaat berkeringat bagi kesehatan:

1. Meningkatkan endorfin

Keringat bisa saja muncul saat sedang berolahraga di pusat pelatihan kebugaran atau sekadar berjalan di bawah terik matahari. Berolahraga meningkatkan jumlah hormon endorfin yang secara alami dilepaskan tubuh. 

Sebuah studi 2009 yang diterbitkan dalam Jurnal Biology Letters menemukan, latihan fisik benar-benar meningkatkan endorfin dan menyebabkan sedikit rasa sakit bagi mereka yang melakukannya bersama-sama dibandingkan sendirian.

2. Mendetoksifikasi tubuh

Salah satu cara yang paling efisien untuk mendetoksifikasi tubuh adalah dengan berkeringat. Dengan berkeringat, tubuh menghalau zat alkohol, kolesterol, dan garam. Melalui saluran keringat juga, tubuh membuang racun.

"Keringat membersihkan tubuh dari racun yang dapat menyumbat pori-pori kulit dan menghambat kulit dari munculnya jerawat dan noda," kata Dele-Michael.

Sebuah studi 2011 yang diterbitkan dalam Jurnal Archives of Environmental and Contamination Toxicology, menemukan banyak unsur-unsur beracun tampaknya dibuang melalui keringat. Melalui temuan ini, berkeringat tampaknya menjadi metode yang potensial untuk menghilangkan banyak unsur beracun dari tubuh manusia.

Para peneliti percaya analisis keringat dapat dianggap sebagai metode tambahan untuk pemantauan unsur-unsur beracun pada manusia bukan hanya darah dan atau tes urine.

3. Menurunkan risiko batu ginjal

Berkeringat dapat menjadi cara yang efektif untuk mengeluarkan garam dalam tubuh, --yang merupakan asal muasal batu ginjal, dan mempertahankan kalsium dalam tulang.

Tak mengherankan jika seseorang yang berkeringat kemudian cenderung meminum banyak air, yang merupakan metode lain pencegahan batu ginjal.

Sebuah penelitian yang dipresentasikan pada konferensi American Urological Association 2013 di San Diego, California, menemukan, bahkan berjalan selama beberapa jam dalam seminggu bisa memotong risiko batu ginjal.

Di samping itu, melakukan aktivitas ringan sampai sedang mampu mengubah cara tubuh menangani nutrisi dan cairan yang mempengaruhi pembentukan batu ginjal.

4. Mencegah pilek dan penyakit lainnya

Berkeringat dapat membantu melawan kuman tuberkulosis dan patogen berbahaya lainnya. Dr. Diane De Fiori, ahli dermatologi di Australia, mengatakan, di dalam keringat terkandung peptida antimikroba yang efektif melawan virus, bakteri dan jamur.

"Keringat mengandung peptida antimikroba yang efektif melawan virus, bakteri, dan jamur. Peptida ini bermuatan positif dan menarik bakteri bermuatan negatif, memasuki membran bakteri, dan menghancurkan mereka," kata Dr. De Fiori.

Sebuah studi 2013 yang diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences membuktikan, dermcidin sangat efektif untuk memerangi tidak hanya kuman TBC tapi juga bakteri berbahaya lainnya.

Para peneliti percaya substansi natural ini lebih efektif dalam jangka panjang daripada antibiotik tradisional karena kuman tidak mampu dengan cepat mengembangkan resistensi terhadap substansi tersebut. Menurut mereka, antibiotik alami ini dihasilkan oleh keringat.

Dr. De Fori mengatakan, manfaat kesehatan ini hanya berlaku saat berkeringat dalam level ringan atau sedang. Berkeringat secara berlebihan, atau dikenal dengan hiperhidrosis, dapat menimbulkan infeksi kulit seperti kutil dan tinea.

"Eksim dan ruam lebih sering terjadi pada orang dengan hiperhidrosis," kata De Fiori.

Untuk menghindari berkeringat secara berlebihan, cobalah menghindari berbagai pemicunya seperti kafein.

Sumber: http://m.antaranews.com/berita/463474/empat-manfaat-berkeringat-bagi-kesehatan?utm_medium=facebook&utm_source=twitterfeed
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Rabu, 08 Oktober 2014

Cangkok Rahim, Terobosan Baru untuk Mendapatkan Keturunan

Cangkok rahim telah menjadi terobosan baru dalam membantu wanita yang tidak memiliki rahim untuk mengalami hamil dan melahirkan bayi dari darah dagingnya sendiri. Setelah bayi pertama lahir dari wanita yang mendapat cangkok rahim, kini segera menyusul bayi kedua.

Wanita kedua yang berhasil hamil setelah mendapat cangkok rahim tersebut diperkirakan akan melahirkan dalam waktu dekat ini. Tim dokter di Swedia yang menangani pencangkokan rahim ini mengatakan, keberhasilan ini adalah gelombang baru dalam dunia fertilitas.

"Ini sangat berarti, bahwa kita mampu membantu pasien yang telah mencoba begitu lama untuk memiliki keluarga. Ini adalah keping terakhir dari puzzle untuk menemukan cara bagi semua wanita yang bermasalah dengan kesuburannya," kata Dr.Mats Brannstrom, profesor obstetri dan ginekologi dari Universitas Gothenburg, Swedia.

Brannstrom memprediksi akan ada banyak lagi bayi yang lahir dari ibu yang telah menerima sumbangan rahim. Hal ini dikarenakan para dokter di seluruh dunia termasuk Australia, Inggris, Amerika Serikat, Jepang dan Tiongkok sedang mempelajari teknik ini.

Ia menambahkan saat ini telah mencoba menumbuhkan rahim di laboratorium. Prosedur ini dilakukan dengan  mengambil rahim dari donor yang telah meninggal, kemudian mengecilkan DNA-nya dan menggunakan sel penerima untuk garis struktur.

Pengujian awal sudah dilakukan pada hewan dan diperkirakan setidaknya butuh lima tahun lagi sebelum teknik ini bisa dicoba pada manusia.

Walau terdengar seperti fiksi ilmiah, tetapi teknik ini telah memicu keberhasilan kelahiran yang diumumkan minggu lalu.  

"Itu membuat apa yang sebelumnya tidak mungkin menjadi mungkin," kata Dr Nannete Santoro, Ketua Kebidanan dan Ginekologi di Universitas Colorado. Namun, ia tidak terlibat dalam penelitian Brannstrom ini.

Wanita pertama

Pasangan bahagia di Swedia yang minggu lalu menjadi bahan berita di seluruh dunia setelah melahirkan bayi, bersedia dikunjungi oleh wartawan Associated Press di rumahnya. Ayah dan ibu baru ini menamakan anak mereka 'Vincent', yang berarti 'untuk menaklukan'. Nama ini diberikan untuk merayakan kemenangan atas perjalanan sulit mereka menjadi orang tua. 

Sang ibu bersedia diwawancara dengan syarat alamat rumahnya tak diungkap karena tak ingin anaknya kelak menjadi sasaran publisitas. Ibu tersebut juga tak pernah berpikir bahwa ia menjadi wanita pertama yang melahirkan bayi dengan transplantasi rahim.

Ia mengatakan dirinya belum bisa percaya bisa menjadi seorang ibu, apalagi setelah di usia 15 tahun ia menemukan fakta tak punya rahim dan tak akan bisa mengandung anaknya sendiri. Siapa sangka,  di usia ke-36 dia terpilih menjadi salah satu dari sembilan perempuan yang menerima tranplantasi rahim tahun lalu dalam percobaan terobosan yang dipimpin oleh Brannstrom.

Sedangkan suaminya mengatakan bahwa mereka akan selamanya berterima kasih kepada wanita umur 61 tahun, yang telah menyumbangkan rahimnya dan merupakan salah satu teman baiknya. Wanita tersebut memberikan rahimnya setelah mendengar tentang kesulitan yang mereka hadapi.

"Apa yang dia lakukan untuk kami begitu luar biasa dan tanpa pamrih. Tampaknya kata 'terima kasih' pun tak akan cukup," kata sang ayah.

Kini hari-hari mereka sedang diliputi kebahagiaan. Mereka mengaku setiap hari selalu memandangi wajah tenang sang bayi.  Dia dan suaminya mengatakan tidak tahu bagaimana mereka akan memberitahu anaknya bahwa ia sudah membuat sejarah medis setelah mereka tua nanti.

"Kami akan menunjukkan kepadanya semua artikel yang ditulis dan mengatakan padanya tentang segala sesuatu yang dilakukan untuk mendapatkan dia," katanya.

"Mungkin dia akan terinspirasi untuk menjadi seorang dokter," tambahnya. (Eva Erviana)

Sumber: http://m.kompas.com/health/read/2014/10/08/164000723/Cangkok.Rahim.Terobosan.Baru
Powered by Telkomsel BlackBerry®

"Angin Duduk", Serangan Jantung yang Tak Disadari

Bukan tanpa sebab jika penyakit jantung dijuluki the silent killer. Itu karena 30 persen serangan jantung tidak memiliki gejala dan berakhir dengan kematian. Banyak juga gangguan kesehatan ringan seperti "masuk angin" atau "angin duduk" yang sebenarnya merupakan serangan jantung.

Sebuah penelitian di Universitas Airlangga Surabaya pada tahun 1980-an menunjukkan, ketika orang-orang yang merasa masuk angin diperiksa, sesungguhnya 30 persen di antara mereka terkena serangan jantung koroner.

Ternyata orang Indonesia banyak mengalami penyumbatan pembuluh darah koroner arteri LAD (left anterior descending). Pembuluh darah itu menuju ke bagian depan dan bawah jantung, jadi rasanya seperti masuk angin.

"Angin duduk itu adalah bahasa awam, yang dirasakan seperti masuk angin berat. Biasanya dikerik atau dipijat gejalanya tidak hilang. Sebetulnya itu kena serangan jantung," kata dr.Jetty Sedyawan, Sp.JP (K), dari Yayasan Jantung Indonesia dalam acara peluncuran asuransi AXA Heart and Save di Jakarta (8/10/14).

Serangan jantung yang tidak disadari itu akan menimbulkan komplikasi pada 1-2 jam pertama berupa gangguan irama jantung. "Sudah ada penyempitan di pembuluh darahnya lalu gangguan listrik jantung, akibatnya jantung tidak berdenyut tapi hanya bergetar saja sehingga tidak ada pasokan ke otak. Terjadilah kematian mendadak," paparnya.

Jetty mengatakan, 90 persen kematian mendadak disebabkan karena jantung. "Gangguan irama jantung bisa disebabkan karena berbagai sebab, misalnya stres atau kurang elektrolit. Tapi sifatnya sementara. Nah, pada serangan jantung gangguan irama ini berbahaya," ujar dokter yang menjadi dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Gejala serangan jantung memang bervariasi, tetapi secara umum tanda utama yang perlu diwaspadai adalah rasa sakit pada bagian dada yang hebat dan bertahan lama, rasa nyeri yang menyebar melampaui dada ke bahu kiri dan lengan, ke punggung, bahkan ke gigi dan rahang. Napas pun terasa sesak.

Serangan jantung juga bisa didahulu sederet serangan angina (perasaan berat atau sesak), tapi bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa peringatan sebelumnya.

Serangan jantung menimbulkan kerusakan pada otot jantung karena kehilangan pasokan darah. Karena itulah waktu sangat berharga. "Time is muscle, makin lama dibawa ke rumah sakit makin berkurang pasokan darah yang dibutuhkan tubuh," katanya.

Sumber: http://m.kompas.com/health/read/2014/10/08/172256323/.Angin.Duduk.Serangan
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Jumat, 19 September 2014

Kaitan antara Perut Buncit dan Penyakit Jantung

Bila Anda ingin terhindar dari risiko penyakit jantung dan stroke, segeralah susun rencana untuk melakukan pengecilan lingkar perut. Berbagai penelitian telah menunjukkan kaitan antara perut buncit dengan penyakit kronis.

Menurut riset yang dilakukan tim dari Universitas Texas, orang dengan perut buncit punya risiko lebih besar terkena hipertensi dibanding dengan orang yang indeks massa tubuhnya sama, tapi lokasi penumpukan lemaknya berbeda.

Tekanan darah yang tinggi bukanlah kondisi yang bisa diabaikan karena bisa menyebabkan organ tubuh memompa darah lebih banyak. Akibatnya, tekanan di pembuluh darah pun menjadi lebih besar dan berisiko menyebabkan penyakit jantung atau stroke.

Mengapa lokasi penumpukan lemak lebih berpengaruh dari jumlah lemaknya? Peneliti pun masih mencoba memahami hal ini.

Lemak yang menyelimuti organ-organ tubuh dalam dapat menyebabkan hipertensi, jaringan lemak ini juga menghambat kerja ginjal atau kelenjar adrenal dalam memproduksi hormon-hormon penting.

Studi sebelumnya mendapati bahwa perut buncit terkait erat dengan diabetes, penyakit jantung, stroke, bahkan disfungsi ereksi (ED). Sehingga, solusi terbaik untuk menghindari sejumlah penyakit ini adalah mengecilkan perut.

"Sedikit saja penurunan berat badan dapat berpengaruh pada metabolisme, terutama yang menderita diabetes dan hipertensi," kata Dr. Aslan Turer, peneliti.

Lemak visceral, lemak yang ada pada organ lama, sebenarnya lebih mudah dibakar daripada lemak subkutan, seperti lemak yang ada di pinggul. Sehingga olahraga rutin dan pola makan sehat dapat membantu mengurangi lemak jahat dan menyehatkan jantung.

Sumber: http://m.kompas.com/health/read/2014/09/20/093534423/Kaitan.antara.Perut.Buncit
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kamis, 19 Juni 2014

Sembelit Bukan Cuma karena Kurang Serat

Banyak orang menyangka kurang makan serat sebagai penyebab sembelit. Padahal, ada banyak pemicu sembelit, misalnya saja gaya hidup kurang bergerak, obat-obatan, stres, hingga hormonal.

Sembelit merupakan kondisi yang ditandai dengan kesulitan BAB, frekuensi BAB kurang dari 3 kali seminggu, feses keras, keluarnya tinja berbentuk bulat-bulat kecil, atau perasaan tidak tuntas saat BAB.

"Proses terjadinya buang air besar terjadi karena tiga faktor, ada feses yang bergerak menuju bagian kolon karena ada air. Ada serat yang membentuk feses, dan juga pergerakan usus," kata dr.Ari Fahrial Syam, Sp.PD (K), dalam acara peluncuran situs bebassembelit.com di Jakarta (18/6/14).

Karena itu, agar BAB lancar kita bukan cuma perlu rajin mengonsumsi makanan mengandung serat, tapi juga perlu cukup air dan aktif bergerak.

Selain itu, ada faktor lain yang bisa menyebabkan sembelit. Antara lain faktor hormonal pada wanita, kehamilan, terlalu banyak daging dan kurang serat.

"Obat-obatan tertentu juga bisa menyebabkan efek samping sembelit, misalnya obat hipertensi, antidepresi, suplemen kalsium, atau suplemen zat besi," papar Ari.

Penyakit kronik seperti diabetes melitus, stroke, parkinson, tumor pada saluran cerna, dan riwayat pelecehan seksual juga bisa membuat proses buang air besar terhambat.

"Tak sedikit pasien yang datang karena keluhan sembelit meski sudah banyak makan serat dan minum air. Setelah diteropong pun ususnya normal. Ternyata pemicunya karena stres. Jadi semua faktor harus diperiksa," katanya.

Sementara itu, meski kita perlu mengasup serat 25 gram setiap harinya, namun sebaiknya kita memenuhinya dari sumber alami seperti sayur, buah, atau sumber serelia utuh. "Idealnya serat berasal dari sayur dan buah, minum suplemen serat sebaiknya hanya jika diperlukan saja, bukan untuk setiap hari. Selain itu jika minum suplemen serat harus diimbangi dengan banyak minum air," tandasnya.


Sumber: http://m.kompas.com/health/read/2014/06/19/1648518/Sembelit.Bukan.Cuma.karena
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Selasa, 17 Juni 2014

7 Manfaat Menguasai Bahasa Asing bagi Otak

Menguasai bahasa asing kini sudah menjadi keharusan jika kita ingin bersaing di dunia kerja dan pendidikan. Mahir berbahasa asing juga sangat membantu hobi berwisata ke mancanegara.

Namun selain alasan-alasan tersebut, beberapa penelitian menunjukkan bahwa berbicara lebih dari satu bahasa sebenarnya menyehatkan, terutama untuk bagian otak. Ketahui apa saja manfaatnya.

1. Kelenturan kognitif
Orang dewasa yang bisa berbicara dua bahasa sejak masih anak-anak diketahui memiliki fleksibilitas kognitif yang lebih baik. Ini berarti, mereka lebih mampu beradaptasi di lingkungan baru atau yang tak terduga.

2. Otak lebih tajam
Manfaat ini juga dirasakan oleh mereka yang belajar bahasa asing pada usia dewasa. Mereka yang menguasai dua atau lebih bahasa asing memiliki kemampuan yang lebih baik dalam membaca dan juga kecerdasan.

3. Melihat kata secara berbeda
Orang yang menguasai dua bahasa akan memproses beberapa kata dengan lebih cepat, terutama dua kata yang punya arti sama dalam dua bahasa itu.

4. Menunda penyakit Alzheimer
Walau tidak membuat kita imun terhadap penyakit Alzheimer, tetapi orang yang bilingual ternyata penyakitnya lebih lama muncul dibanding orang yang bicara satu bahasa.

5. Kemampuan memecahkan masalah
Anak-anak yang menguasai dua bahasa juga memiliki hasil tes memecahkan masalah yang lebih baik. Dalam studi yang melibatkan 121 anak ini, mereka diminta mengerjakan pengulangan angka, soal matematika, serta membuat pola balok berwarna.

6. Otak lebih cepat saat berpindah
Anak-anak yang mempelajari lebih dari satu bahasa ternyata lebih cepat mengganti atau beralih perhatiannya saat tugas-tugas diberikan.

7. Pengambil keputusan yang baik
Orang yang berpikir dalam bahasa lain ternyata cenderung membuat keputusan yang rasional. Orang yang melakukan proses berpikir dalam bahasa lain juga tidak terlalu menggunakan emosi saat membuat keputusan.

Sumber: http://m.kompas.com/health/read/2014/06/17/1535246/7.Manfaat.Menguasai.Bahasa
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Related Posts with Thumbnails

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!
Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Skincare: The Revolution in Anti-Aging

Skincare: The Revolution in Anti-Aging
Dokumen Sehat Sinergis

Pilihan Investasi

Pilihan Investasi
Ada dua pilihan: jika Ikut Menjadi Member Bisnis Synergy

Produk Synergy WorldWide

Loading...
Word of the Day

Article of the Day

This Day in History

Today's Birthday

In the News

Quote of the Day

Spelling Bee
difficulty level:
score: -
please wait...
 
spell the word:

Match Up
Match each word in the left column with its synonym on the right. When finished, click Answer to see the results. Good luck!

 

Hangman

Hubungi, kami siap melayani anda:

Untuk info lanjut
hubungi:

Ibu Liong (021-33431704)


Sertifikasi Produk Synergy WorldWide

Produk -produk Synergy / NSP di Indonesia telah terdaftar pada Departemen Kesehatan RI dan memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), serta memperoleh sertifikat Halal dari IFANCA (The Islamic Food and Nutrition Council of America) yang disahkan oleh LP POM MUI.