Cari uang di internet

HUBUNGI, KAMI SIAP ANTAR!

Sehat-Sinergis secara herbal, membangun kesehatan dan kesejahteraan bersama secara sehat sinergis. Bekerjasama dengan Synergy WordWide (Independent Distributor from United State of America) untuk selengkapnya untuk pembelian atau pemesanan dengan perjanjian hubungi Ibu Liong di nomor: 021-33431704 Hubungi kami di email: sehat.sinergis@gmail.com. Ada uang baru barang diantar. Carilah lebih dulu kesehatan, baru yang lainnya.

Jumat, 16 September 2016

PSIKOLOGI: Mendapatkan Makna Suara Saat Kita Ditolak (SAWITRI SUPARDI SADARJOEN)

Seseorang yang sangat berarti dalam kehidupan kita mungkin mendiamkan diri kita. Bisa saja ia menjaga jarak emosional dengan diri kita atau secara total mendiamkan kita. Padahal, sebenarnya kita membutuhkan komunikasi, sementara dia tidak mau membuka komunikasi sama sekali dengan diri kita. Semakin kita meningkatkan harapan kita untuk berbagi semakin menyakitkan perasaan kita oleh sikap "cueknya" tersebut.

Pada dasarnya kita meyakini bahwa setiap gangguan dalam interrelasi dapat diperbaiki, bila kita dapat menjelaskannya secara tepat. Kita pastikan bahwa setiap insan menginginkan hasil pembicaraan yang jelas dan bahkan memberikan kesempatan untuk membicarakan masalah yang menyebabkan gangguan relasi di antara kita bisa terjadi dengan orang tertentu tersebut.

Tantangan kejadian tersebut menjadi hal yang tersulit bagi diri kita, bila kita merasa dibiarkan ("dicuekin") sementara kita tidak tahu apa kesalahan kita, dan yang benar-benar akhirnya membuat kita depresi berlanjut, marah dan jengkel, karena permasalahan yang kita hadapi tersebut. Bila pada suatu saat kita akhirnya mendapatkan makna suara dari pasangan kita, maka makna suara tersebut akhirnya akan membuat diri kita mampu mempertimbangkan bagaimana seharusnya kita bicara dan bersikap (atau tidak berbicara atau tidak bersikap dengan cara tertentu demi perbaikan relasi yang dilandasi oleh nilai-nilai yang kita yakini- tidak sekadar bersikap "mendiamkan" atau membiarkan diri kita tanpa penjelasan sebuah kata pun.

Penolakan dengan cara mendiamkan seperti itu tentu saja sangat tidak menyenangkan. Tidak seorang pun bersedia diperlakukan seperti itu, sehingga sering muncul keinginan melarikan diri dari situasi tersebut. Kita sangat membutuhkan pasangan, teman dekat atau keluarga yang menyatakan dengan jelas dan tegas mengapa relasi kita dengannya harus berakhir, kalaupun dirinya tidak menginginkan diskusi berlanjut.

Sekarang marilah kita menyimak tiga situasi secara menyeluruh, yang dimulai dengan keintiman relasi yang telah kita bina sebelumnya dengan pacar kita sebagai berikut:

1. Dia tidak mau mendiskusikannya

K (perempuan, 28 tahun) telah berpacaran dengan L (lelaki, 32 tahun) selama hampir tiga tahun dan tanpa pertanda apa pun tiba-tiba L memutuskan hubungan itu, padahal mereka sudah sepakat untuk membeli dengan mencicil rumah yang akan ditempati bila mereka menikah kelak. Yang membuat K terkejut adalah cara L memutuskan hubungan pacarannya dengan K, yaitu hanya dengan menulis e-mail yang menyatakan dengan tegas bahwa L ingin menyudahi hubungan pacarannya dengan K tanpa menyatakan kesalahan yang telah K lakukan selama ini. Dalam e-mailnya L menyatakan bahwa "K adalah wanita yang sempurna dan K membutuhkan pasangan lain yang lebih sempurna dan lebih baik daripada L, sehingga tidak ada gunanya melanjutkan pacaran dengan K".

Begitu terkejutnya K akan keputusan L tersebut, seperti dirinya seolah tiba-tiba ditabrak mobil. K berupaya menghubungi L melalui telepon, e-mail, whatsapps, dan surat via pos, secara berlanjut, tetapi tidak satu pun dijawab oleh L. K mengalami depresi, menangis berlanjut bahkan mengundurkan diri dari pekerjaannya.

Dalam salah satu suratnya pun mengajak L untuk berkonsultasi dengan konsultan perkawinan. Tetap L bergeming. Satu-satunya respons L adalah setuju bertemu K di suatu kafe, pada suatu sore hari. Pada pertemuan tersebut K menangis tersedu dan sekali lagi menanyakan kesalahan apa yang sudah K perbuat sehingga L memutuskan hubungannya, tetapi L diam seribu basa dan bahkan menolak berkata apa pun kecuali tiba-tiba meninggalkan K sambil serta-merta meminta K untuk menghentikan komunikasinya melalui apa pun.

Keluhan apa pun yang disampaikan K sama sekali tidak dipedulikan, sampai akhirnya K menghubungi salah satu keluarga L dan meminta penjelasan tentang perilaku L. Jawaban yang K terima adalah sekadar, "Yah, L itu memang sulit menjalin hubungan yang menyertakan komitmen dengan perempuan, mungkin L takut atau mengalami kesulitan berelasi dengan perempuan".

2. Saya hanya ingin memahami

Pada suatu hari K menelepon saya dan mengatakan, "Ibu, saya hanya ingin mengerti dan memahami apa yang sebenarnya dirasakan L, sehingga L secara tiba-tiba memutuskan hubungan dengan saya, saya hanya ingin memahami penyebabnya. Bila saya sudah tahu penyebabnya mungkin saya akan dapat memaafkan kelakuannya tersebut".

Hampir selama satu tahun K menderita, depresi berlanjut dan depresi membuat dirinya tidak produktif, tidak mampu berpikir jernih dan murung berlanjut. K tidak mampu berhenti memikirkan L dan bertanya pada diri. "Mengapa L tega melakukan hal tersebut pada dirinya". Perpisahannya dengan L membuat K menderita, dan karena K terus mengeluh dan mengeluh akhirnya teman-teman K menasihati, "Sudahilah kesedihanmu. Lupakan dan maafkan L" Namun, K tetap menderita dan tidak mampu memaafkan kelakuan L.

3. Melepas rasa sakit hati dan kemarahan berlanjut

Perasaan sakit hati memang sulit kita lepaskan begitu saja. Kita juga sulit melepaskan ide akan kemarahan yang kita rasakan dan tetap kesal tanpa berhenti. Orang yang menyebabkan kita merasa sakit hati tentu saja tidak mampu membayangkan sejauh mana penderitaan kita. Pada suatu saat K bertemu L yang sedang menggandeng perempuan lain di suatu mal. K terkesiap, tetapi kemudian menyadari bahwa justru hanya kita sendiri yang menderita berlanjut, sementara orang yang menyakiti hati kita bergembira ria, bahkan mungkin tetap bisa menikmati kehidupan barunya. Hal itu membuat K akhirnya mendapat insight.

"Ngapain kita susah sendiri sementara dia yang membuat kita susah tenang-tenang menikmati hidup barunya.."Insight yang kita peroleh merupakan makna suara yang berkembang dalam kesenyapan interrelasi antara K dengan L.

Walaupun untuk insight yang menyehatkan diri K itu muncul setelah sekitar dua tahun menderita, akhirnya K sadar dan mulai bangkit. Kemarahan yang bercampur dengan kesedihan berlanjut menyita energi psikis kita, bila katakanlah 75 persen energi psikis kita tersita oleh kemarahan dan kesedihan kronik tersebut, dengan sendirinya kita kehilangan begitu banyak energi untuk hal positif yang menggairahkan kehidupan lanjut kita. Kondisi yang sangat merugikan diri K sendiri.

K akhirnya mulai bangkit dan berupaya mendapatkan pekerjaan baru yang membuat K bangkit pula dari keterpurukan mental. K menyadari bahwa kita tidak dapat memaksa orang yang tidak mau bicara untuk bicara atau berdiskusi. L dirasakan K sebagai sosok yang tidak mampu menghargai K dan akhirnya K meyakini, hanya dirinyalah yang mampu menghargai dan menghormati dirinya sendiri. K akhirnya justru mampu hidup penuh keceriaan kembali dan penuh energi psikis yang secara positif K gunakan dalam menjalani kehidupan barunya. Kondisi itu diperoleh setelah K melepaskan diri dari keterikatannya dengan kesedihan dan kemarahan berlanjut terhadap perlakuan L di masa lalunya. Bravo!

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 17 September 2016, di halaman 25 dengan judul "Mendapatkan Makna Suara Saat Kita Ditolak".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

INVESTASI: Mengelola Kartu Keuangan Elektronik (PRITA HAPSARI GHOZIE)

Perencanaan keuangan sangat identik dengan pengaturan arus kas rumah tangga serta pemilihan strategi untuk mencapai tujuan keuangan yang diinginkan. Salah satu kunci sukses dalam perencanaan adalah disiplin dan komitmen. Salah satu cara untuk membantu Anda dalam disiplin pengaturan keuangan adalah membagi pos-pos pengeluaran ke dalam beberapa rekening. Lalu, pengeluaran arus kas dibantu dengan berbagai kartu keuangan.

Penggunaan kartu keuangan sebagai alat pembayaran di Indonesia semakin banyak peminatnya. Berdasarkan data Bank Indonesia, jumlah kartu anjungan tunai mandiri (ATM)+kartu debit dan kartu kredit di akhir tahun 2010 mencapai 65 juta kartu. Sampai dengan pertengahan tahun 2016, kartu yang terbit mencapai 136 juta. Dengan perkembangan yang sangat signifikan, mengevaluasi ulang jumlah dan jenis kartu yang layak dimiliki untuk perencanaan keuangan sebaiknya dilakukan.

Jenis pertama adalah kartu ATM. Kartu ATM termasuk yang paling umum dimiliki oleh setiap orang. Kartu ini hanya bisa diperoleh dengan cara membuka rekening tabungan di bank dan memiliki fungsi untuk mengambil uang tunai di mesin ATM. Umumnya, kartu ATM juga sekaligus berfungsi sebagai kartu debit untuk melakukan pembelanjaan nontunai. Kartu debit hanya dapat berfungsi apabila saldo dana di rekening tabungan Anda mencukupi.

Jenis kedua adalah kartu kredit. Dengan kemudahan yang dimiliki, selama limit kartu kredit masih mencukupi, Anda dapat melakukan berbagai transaksi pembelian. Bahaya muncul saat Anda memiliki limit kartu kredit melebihi penghasilan rutin yang diterima setiap bulan. Sehingga, banyak pengguna yang terjebak dalam utang kartu kredit karena menganggap kartu ini sebagai tambahan penghasilan.

Jenis ketiga adalah uang elektronik. Cara penggunaannya adalah pemilik harus mengisi saldo rupiah yang disimpan dalam nomor kartu kemudian menggunakannya sebagai alat pembayaran untuk bertransaksi. Kartu ini bukan pengganti kartu ATM ataupun kartu debit, karena bukan pemotong saldo rekening tabungan. Sehingga, Anda tidak akan mendapatkan bagi hasil tabungan atas saldo yang tersisa di uang elektronik. Uang elektronik memiliki jenis kartu terdaftar dan kartu tidak terdaftar. Perbedaannya adalah untuk jenis kartu tidak terdaftar maksimal pengisian saldo dibatasi hanya Rp 1 juta saja, sedangkan untuk jenis kartu terdaftar dapat diisi hingga Rp 5 juta. Saat ini, uang elektronik telah hadir dalam berbagai merek atau nama. Dengan hadirnya tiga jenis kartu keuangan, berikut ini beberapa tips untuk kegunaan masing-masing kartu.

Pertama, alat pembayaran pengganti tunai. Seperti yang berulang kali ditegaskan, setiap orang sebaiknya memiliki tiga jenis rekening, yaitu simpanan, tabungan, dan investasi. Simpanan adalah rekening yang dapat diambil setiap saat, jumlah mutasi uang keluar biasanya lebih banyak daripada uang masuk. Anda sebaiknya menggunakan kartu debit untuk keperluan pembelanjaan rutin dengan nominal di atas Rp 100.000 yang mencakup belanja bulanan rumah tangga, membeli keperluan pribadi, dan lain-lainnya. Untuk porsi tabungan, Anda harus menunggu hingga saldo cukup untuk memenuhi tujuan yang diinginkan. Pisahkan rekening ini dengan pengeluaran harian.

Kedua, pengganti uang receh. Setiap hari Anda mungkin menggunakan uang dalam satuan kecil umumnya pecahan dibawah Rp 100.000 untuk membayar parkir, membayar tol, membeli tiket bus atau kereta, dan membeli minuman kecil di minimarket. Problem dengan pengambilan uang tunai di ATM adalah satuannya yang minimal Rp 50.000 sehingga berpotensi boros dalam penggunaannya karena kurang disiplin dalam pengelolaan uang kembalian.

Ketiga, bijak dengan kartu kredit. Fungsi utama kartu kredit adalah penundaan pembayaran. Sehingga, setiap pengguna kartu kredit sebaiknya mampu melunasi tagihan kartu kredit saat tagihan jatuh tempo. Apabila Anda tertarik untuk memanfaatkan fungsi cicilan, maka pastikan mengambil yang 0 persen dan hanya untuk pembelian yang nilai manfaatnya di atas 24 bulan. Setiap orang sebaiknya hanya memiliki satu kartu kredit dengan jumlah limit maksimal 1 kali besaran gaji bulanannya.

Keempat, jaga PIN dan kode pengaman pada kartu ATM sekaligus kartu debit dan kartu kredit. Meskipun tidak berbentuk uang tunai, pemilik kartu dan uang elektronik sebaiknya tetap menerapkan prinsip kehati-hatian.

Kelima, urusan keamanan. Ketakutan terbesar masyarakat dalam penggunaan kartu elektronik adalah tidak yakin dengan keamanannya, takut dibobol maling, salah data, dan lainnya. Saat ini, tekonologi untuk kartu keuangan semakin baik, tetapi untuk keamanan Anda sebagai pemilik tetap harus berhati-hati dalam penggunaannya. Jika terjadi kehilangan atas kartu ATM sekaligus kartu debit dan kartu kartu kredit, segera blokir nomor kartu Anda ke bank penerbit. Namun, untuk uang elektronik, apabila kartu hilang, pemblokiran mungkin tidak bisa dilakukan terutama jika jenisnya bukan kartu tercatat. Sehingga, perlakuannya akan sama seperti uang tunai yang hilang.

Pengaturan keuangan rumah tangga yang baik adalah awal sukses Anda dalam menata keuangan. Gunakan berbagai fasilitas keuangan dengan bijak dan sesuaikan fungsinya dengan kebutuhan Anda. Live a beautiful life!

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 17 September 2016, di halaman 25 dengan judul "Mengelola Kartu Keuangan Elektronik".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

KESEHATAN: Tertular Demam Berdarah Dengue (DR SAMSURIDJAL DJAUZI)

Sebulan yang lalu tiba-tiba saya mengalami demam tinggi, sakit kepala, dan nyeri otot yang hebat. Saya menyangka saya terkena influenza karena teman di kantor banyak yang terserang influenza. Saya tak menderita batuk atau sakit tenggorokan. Meski saya minum obat penurunan demam, demam tak kunjung turun. Saya ukur suhu saya mencapai 40 derajat celsius.

Saya berkonsultasi kepada dokter langganan saya. Dia menanyakan apakah di rumah ada juga yang demam tinggi, anak atau keluarga lain. Saya serumah dengan istri dan dua orang anak yang berumur 8 tahun dan 5 tahun serta pembantu umur 32 tahun. Mereka sehat-sehat.

Dokter menganjurkan agar saya menjalani pemeriksaan laboratorium pada hari ketiga demam. Hasilnya sel trombosit saya turun menjadi 86.000 dan tes untuk demam berdarah dengue (DBD) positif. Saya dianjurkan masuk rumah sakit. Saya setuju karena khawatir keluarga tertular dan juga saya mendengar bahwa penyakit demam berdarah dapat mengalami komplikasi yang berbahaya.

Saya dirawat lima hari di rumah sakit. Selama di rumah sakit saya mendapat infus serta diperiksa laboratorium setiap hari. Hasilnya trombosit saya terus turun. Saya khawatir dan bertanya pada dokter kenapa setelah masuk rumah sakit trombosit tidak naik, tetapi turun. Dokter menjelaskan trombosit akan turun biasanya sampai hari kelima demam. Saya tak perlu khawatir trombosit turun asalkan cairan infus mencukupi.

Hari kelima memang panas saya turun, tetapi trombosit tinggal 14.000. Sudah tentu saya amat khawatir dan bertanya lagi pada dokter apakah saya tak perlu ditransfusi trombosit. Jawabannya tidak perlu, nanti trombositnya akan naik sendiri. Saya makan banyak buah jambu agar trombosit saya cepat meningkat. Untunglah trombosit saya cepat naik dan setelah mencapai 100.000 saya boleh pulang. Esoknya saya masuk kerja, tetapi badan saya masih lemas sehingga saya pulang lebih cepat dan beristirahat di rumah tiga hari. Barulah setelah itu badan saya terasa pulih seperti sedia kala.

Pertanyaan saya adalah apakah DBD pada orang dewasa juga bisa berbahaya? Apakah prinsip terapinya sama dengan anak? Sampai sejauh mana kemajuan penanggulangan demam berdarah di negeri kita? Kenapa petugas pencari jentik nyamuk sekarang tak pernah lagi berkeliling perumahan? Dulu setiap Jumat biasanya rumah kami dikunjungi dan diperiksa. Apakah benar sekarang sudah ada vaksin DBD? Apakah vaksin tersebut sudah tersedia di Indonesia? Apakah vaksin yang dipakai nanti sesuai dengan jenis virus yang ada di negeri kita? Berapa kali suntikan vaksin demam berdarah harus dilakukan? Atas penjelasan dokter saya mengucapkan terima kasih.

J di M

Demam berdarah dengue dapat mengenai anak-anak maupun orang dewasa. Secara klinis DBD yang berat lebih sering ditemukan pada anak. Di negeri kita DBD dahulu umumnya ditemukan di kota besar, tetapi sekarang juga banyak dilaporkan di daerah pedesaan. Dulu memang umumnya anak yang terkena DBD, tetapi sekarang orang dewasa juga banyak yang terkena. Penatalaksanaan DBD pada anak dan dewasa hampir serupa.

Penanggulangan DBD masih aktif dijalankan di negeri kita. Setiap Jumat diharapkan warga memeriksa rumah dan lingkungannya, mencari jentik nyamuk dan memusnahkannya. Tanggung jawab untuk memusnahkan jentik nyamuk merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat harus menjaga agar di rumah dan lingkungannya tak terdapat lagi jentik nyamuk. Memang pemerintah mempunyai juru pemantau jentik (jumantik) untuk membantu warga memusnahkan jentik nyamuk, tetapi tanggung jawab pemusnahan jentik nyamuk lebih menjadi tanggung jawab warga. Jadi, jangan mengandalkan jumantik untuk membersihkan jentik nyamuk di rumah dan lingkungan kita.

Dewasa ini di beberapa kota telah ada jumantik cilik, yaitu siswa sekolah yang dilatih. Keterlibatan siswa sebagai jumantik diperlukan, tidak hanya untuk memusnahkan jentik nyamuk di lingkungannya, tetapi juga untuk menanamkan kesadaran tentang pentingnya memusnahkan jentik nyamuk.

Kesadaran tersebut diharapkan akan terus diamalkan sampai mereka menjadi dewasa. Tidaklah mudah untuk melenyapkan jentik nyamuk. Semboyan yang kita kenal, yakni gerakan 3M (menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang bekas), harus diamalkan terus-menerus.

Hambatan yang dihadapi ialah banyaknya genangan air yang berpotensi menjadi tempat berbiak nyamuk Aedes aegypti di ruang terbuka, seperti lapangan, gedung yang sedang dibangun, dan lain-lain. Penularan DBD tidak hanya terjadi di permukiman, tetapi juga dapat terjadi di sekolah, kantor, ataupun pabrik yang terdapat nyamuk pembawa virus dengue.

Setiap tahun masih ribuan anak dan orang dewasa dirawat karena DBD. Meski tak banyak, ada yang meninggal karena komplikasi perdarah atau syok. Biaya yang dikeluarkan untuk DBD tidak sedikit, baik yang berupa biaya langsung untuk pengobatan dan perawatan maupun juga biaya tak langsung karena pasien tak dapat bekerja. Kita harus bekerja keras untuk menanggulangi DBD. Untuk itu, masyarakat perlu mempunyai sikap aktif, tidak hanya menunggu petugas kesehatan.

Keberhasilan penanggulangan DBD sekarang mendapat dukungan dengan tersedianya vaksin. Imunisasi DBD dapat mencegah seseorang tertular virus dengue. Penelitian yang dilakukan di negara-negara Asia maupun Amerika Latin menunjukkan bahwa vaksin ini bermanfaat untuk menurunkan risiko penularan DBD. Indonesia ikut aktif dalam penelitian ini dipimpin oleh Prof Dr dr Sri Rezeki S Hadinegoro SpA (K). Hasil penelitiannya telah dipublikasi di majalah kedokteran ternama. Kita tentu ikut bangga. Namun, yang juga penting, kita ingin agar vaksin ini juga dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia.

Vaksin ini telah digunakan di beberapa negara Amerika Latin dan Asia. Di Indonesia, vaksin ini sudah mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan. Mudah-mudahan tak lama lagi sudah dapat dinikmati masyarakat.

Imunisasi DBD sesuai hasil penelitian diperuntukkan bagi anak usia 9 tahun sampai 16 tahun. Di beberapa negara juga indikasinya untuk usia 9 tahun sampai 45 tahun. Diperlukan 3 kali suntikan untuk vaksin DBD ini. Indonesia ikut dalam penelitian manfaat dan efek samping vaksin DBD di Asia sehingga manfaat dan efek samping pada penelitian ini dapat dianggap juga berlaku untuk Indonesia. Efek samping imunisasi DBD yang timbul pada umumnya ringan dan bersifat lokal, seperti kemerahan dan nyeri di tempat suntikan. Efek samping sistemik jarang, dapat berupa sakit kepala.

Apakah dengan adanya vaksin ini DBD akan dapat dikendalikan? Kita masih menghadapi berbagai tantangan. Program imunisasi akan dapat mempunyai dampak kesehatan masyarakat jika cakupannya tinggi. Penduduk kita yang berumur 9 tahun sampai 16 tahun berjumlah puluhan juta orang. Jadi, agar bermanfaat, jumlah cakupan imunisasi harus tinggi. Vaksinasi saja tidak cukup. Upaya pemberantasan jentik nyamuk harus terus berjalan. Karena itu, imunisasi DBD dapat dianggap tambahan upaya kita untuk mengendalikan demam berdarah.

Saya gembira Anda sudah bekerja kembali seperti sedia kala. Upayakan agar rumah, lingkungan, dan kantor Anda bebas jentik nyamuk demam berdarah sehingga tidak terjadi penularan demam berdarah.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 17 September 2016, di halaman 25 dengan judul "Tertular Demam Berdarah Dengue".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Jumat, 02 September 2016

KESEHATAN: Memahami Layanan Rumah Sakit (DR SAMSURIDJAL DJAUZI)

Keluarga saya akan dioperasi batu empedu. Dia peserta jaminan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Dia dirujuk oleh dokter klinik yang ikut dalam layanan BPJS ke rumah sakit. Di rumah sakit, kembali dilakukan pemeriksaan dokter serta pemeriksaan fisik, juga pemeriksaan rontgen dan laboratorium.

Keluarga saya itu berumur 56 tahun dan menderita darah tinggi. Tekanan darahnya terkontrol baik dengan obat darah tinggi. Hanya jantungnya sedikit membengkak. Dia tak terkena diabetes maupun kolesterol tinggi.

Setelah sekitar satu minggu bolak-balik poliklinik dan laboratorium, akhirnya dia dinyatakan layak untuk operasi. Dia mendapat surat untuk dirawat. Untuk itu, dia harus mendatangi bagian pendaftaran rawat inap dan ternyata kamar kelas 3 penuh sehingga dia masuk dalam daftar tunggu. Sekarang dia sudah lebih dua minggu menunggu, tetapi belum juga dapat masuk rumah sakit. Untungnya sakit di daerah ulu hati sudah lama dapat diatasi.

Apakah benar kamar di rumah sakit selalu penuh? Jika saya besuk teman di rumah sakit tersebut, saya lihat masih banyak kamar tidur kosong. Kenapa kamar kosong tersebut tidak dimanfaatkan untuk merawat pasien yang membutuhkan? Benarkah jika pindah ke kelas yang lebih mewah, misalnya kelas 1 atau VIP, kita secara tak sadar memberi subsidi pada pasien yang dirawat di kelas 3? Kenapa perawatan di ruang perawatan intensif (ICU) amat mahal?

Kami masyarakat percaya pada manajemen rumah sakit, tetapi banyak hal dalam layanan rumah sakit yang kami kurang pahami. Saya mengerti bahwa layanan rumah sakit lebih rumit karena perbedaan penyakit serta layanan khusus yang diperlukan menyebabkan tidak semua tempat tidur rumah sakit dapat diisi. Apakah dokter dapat sedikit menjelaskan prinsip layanan rumah sakit terutama layanan rawat inap? Terima kasih atas penjelasan dokter.

M di J

Sejak dilaksanakan layanan asuransi nasional yang dikelola BPJS, jumlah pasien rawat jalan dan rawat inap rumah sakit meningkat tajam. Peningkatan ini terutama dialami oleh rumah sakit fasilitas layanan sekunder, yaitu rumah sakit tipe C. Peningkatan jumlah pasien rawat jalan, rawat inap, maupun operasi dapat dua sampai tiga kali lipat. Padahal, jumlah tenaga medis relatif sama. Saya sering mengambil contoh sebuah restoran dengan kapasitas 100 orang per hari didatangi 300 pengunjung. Dapat dibayangkan apa yang terjadi. Pelayanan restoran sibuk, pengunjung mungkin tak mendapat tempat duduk, menunggu makanan lebih lama, dan juga dapat terjadi makanan habis.

Situasi di rumah sakit menjadi lebih rumit karena pelayanan rawat inap dipisah antara pasien laki-laki dan perempuan. Jadi, jika tempat tidur yang baru kosong merupakan tempat tidur laki-laki sedangkan pasien yang menunggu perempuan, tempat itu tak dapat diberikan kepada pasien perempuan. Tempat tidur harus diberikan pada pasien laki-laki dan pasien perempuan harus menungu sampai tempat tidur perempuan tersedia.

Untuk melayani pasien yang dirawat di rumah sakit, tempat tidur yang dioperasikan dianjurkan hanya sekitar 80 persen. Jika melampaui 80 persen, mutu layanan dapat berkurang karena jumlah tenaga medis dan peralatan kedokteran yang dibutuhkan tak dapat dipenuhi. Akibatnya, mutu pelayanan menurun.

Selain itu, kita harus mengenal beragam jenis layanan rawat inap. Ruang rawat intensif diperuntukkan bagi pasien yang dalam keadaan gawat dan diperkirakan memerlukan pemantauan ketat serta memerlukan alat bantu napas (respirator). Ruang perawatan intensif jumlahnya dibatasi karena ruang ini memerlukan peralatan yang lengkap, obat-obatan, serta sistem pemantauan baik secara klinis ataupun melalui alat.

Biaya perawatan di ruang perawatan intensif berkisar antara Rp 1 juta sampai Rp 5 juta. Biaya ini tergantung dari biaya obat, penggunaan alat kedokteran (misalnya, ventilator) ataupun banyaknya dokter yang terlibat dalam perawatan. Ruang rawat intensif biasanya dibatasi dengan tirai dan di ruang ini pasien perempuan dan laki-laki dicampur. Sekarang sudah banyak keluarga yang memahami tidak semua pasien yang keadaannya gawat harus dirawat di ruang perawatan intensif. Ruang perawatan intensif diperuntukkan bagi pasien gawat, tetapi yang diharapkan penyakit akan membaik.

Namun, ada juga keluarga yang ingin memberi yang terbaik bagi pasien meski pasien adalah penderita kanker lanjut yang sudah beranak sebar. Keluarga tetap ingin agar pasien di ruang rawat terbaik dan keluarga minta dirawat di ruang perawatan intensif. Selain itu, rumah sakit mempunyai ruang perawatan isolasi, misalnya untuk pasien gigitan anjing yang diduga menderita rabies. Jika tidak diisolasi, keadaan pasien akan mengganggu kenyamanan pasien lain, bahkan mungkin menjadikan pasien lain takut. Bagi ibu hamil tersedia ruang bersalin, sedangkan anak-anak juga punya bangsal tersendiri.

Keragaman ruangan ini dapat menyebabkan kelihatannya ruang masih ada yang kosong, tetapi pasien baru belum dapat dimasukkan. Anda benar, rumah sakit di Indonesia menyediakan layanan standar dan layanan dengan kenyamanan. Layanan standar di kelas 3 dan layanan yang nyaman di kelas 1 atau VIP. Jumlah tempat tidur di kamar kelas 2 atau kamar kelas 1 terbatas, sedangkan di kamar VIP satu kamar diisi seorang pasien. Keluarga pasien VIP diperbolehkan menunggu pasien di kamar VIP. Dokter melakukan pemeriksaan di kamar-kamar yang berbeda, tetapi layanannya harus sama baik di kelas 3 maupun kelas 1.

Memang ada perbedaan, misalnya, dalam tarif dokter yang berkunjung (visit) ke pasien. Honorarium visit dokter di kelas VIP jauh lebih tinggi daripada kelas 3. Kelebihan dana yang diperoleh rumah sakit dari kelas 1 dan VIP biasanya digunakan untuk subsidi pasien kelas 3. Pada kamar kelas 2 biasanya biaya yang diperlukan rumah sakit untuk melayani pasien lebih kurang sama dengan biaya yang dibayar oleh pasien. Jadi, di kelas 2, rumah sakit tak memperoleh keuntungan.

Di kelas 1 dan VIP ada keuntungan, sedangkan kelas 3 merugi sehingga perlu disubsidi. Jadi, perbedaan biaya di rumah sakit tak hanya berdasarkan kenyamanan kamar, tetapi menyangkut juga biaya visit, biaya operasi, dan lain-lain. Keluarga yang menjaga pasien gawat sering ditanya dokter apakah akan dilakukan tindakan maksimal atau secukupnya. Pada tingkat maksimal segala upaya dilakukan termasuk obat-obat menaikkan tekanan darah yang mahal meski sebenarnya menurut perkiraan medis pasien tidak akan tertolong lagi. Keluarga dapat memutuskan pilihan tindakan yang akan dilakukan setelah mendapat penjelasan yang lengkap dari petugas kesehatan.

Sekarang di setiap rumah sakit timbul kesadaran untuk mencegah penularan penyakit di rumah sakit. Penularan dapat terjadi dari pasien ke pasien lain atau pengunjung rumah sakit. Sebaliknya, pasien yang berkunjung juga dapat menularkan penyakit kepada pasien. Untuk itu, di rumah sakit terdapat berbagai petunjuk dan keharusan untuk mencegah penularan penyakit. Petugas kesehatan perlu menjalani imunisasi hepatitis B dan influenza. Pasien dianjurkan mencuci tangan jika berkunjung ke kamar pasien. Di setiap sudut terdapat fasilitas cuci tangan. Anak kecil yang mempunyai daya tahan kurang tidak boleh dibawa berkunjung ke kamar pasien kecuali mendapat izin petugas kesehatan.

Apakah di rumah sakit ada calo kamar? Dalam sistem sekarang ini rasanya sulit karena pasien secara terbuka dapat melihat daftar tunggunya. Kita berharap rumah sakit kita dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan nyaman.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 3 September 2016, di halaman 25 dengan judul "Memahami Layanan Rumah Sakit".


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

PSIKOLOGI: Pentingnya Ayah bagi Remaja Putri (AGUSTINE DWIPUTRI)

Sebagai ayah, saya mempunyai dua anak perempuan yang sudah beranjak remaja. Kami sebagai orangtua sangat menyayangi mereka. Sejak kecil sering saya uyel-uyel karena gemas. Semua lucu, manis, dan pintar. Yang saya ingin tanyakan adalah, apakah menjelang remaja ini sebaiknya saya mulai membatasi kedekatan fisik dengan anak dan membiarkan mereka membahas berbagai urusan dengan ibunya? 

Saya merasa agak rikuh, tapi sebenarnya ingin juga tetap akrab dengan buah hati kami itu. Mohon pandangan Ibu. Terima kasih.

Bapak Z di B.

Secara umum, orangtua tampaknya merasa mudah untuk memeluk, mencium untuk menunjukkan kasih sayang kepada anak-anak mereka tanpa memandang mereka laki-laki atau perempuan ketika mereka kecil, tapi menjadi tidak begitu mudah ketika mereka semakin besar. Sentuhan fisik memang perlu dibatasi, meski sama-sama lelaki, karena bila anak sudah remaja biasanya mereka enggan untuk diperlakukan seperti ketika masih balita.

Meskipun demikian, baik anak-anak maupun remaja harus tetap "terhubung" dengan orang-orang yang peduli tentang mereka. Mereka harus merasa bahwa mereka memiliki koneksi interpersonal dengan seseorang, bisa itu dengan pelatih, guru, dan akan sangat baik jika terus dengan orangtuanya.

Psikolog Robin Goodman (2005) mengemukakan suatu hasil penelitian di Kanada mengenai hubungan orangtua dan anak yang menunjukkan bahwa pihak anak tidak melihat orangtua sebagai satu unit kesatuan, tapi memisahkan ayah dari ibu. Kita yang hidup dengan budaya Timur tampaknya dapat belajar juga dari hasil penelitian ini.

Para peneliti meminta 359.000 remaja untuk mengevaluasi kualitas hubungan mereka dengan ibu dan ayah mereka saat mereka berusia 14 dan 15 tahun dan kemudian dua tahun berikutnya ketika remaja yang sama sudah berusia 16 dan 17 tahun.

Ibu konsisten, ayah lebih bernilai

Studi tersebut pada dasarnya menunjukkan bahwa baik ibu maupun ayah keduanya sama penting untuk anak-anak, tapi satu hal yang menarik adalah bahwa anak-anak atau remaja menganggap hubungan mereka dengan ibu ternyata cukup konsisten dalam hal perasaan kedekatan, kasih sayang, dan pengertian.

Menariknya, studi ini juga menemukan bahwa anak laki-laki menilai ayah mereka lebih tinggi dalam berbagai hal dibandingkan penilaian anak perempuan. Artinya, ayah dipandang menyediakan berbagai jenis hubungan dengan anak-anaknya. Remaja putra dan remaja putri masing-masing menginginkan hubungan yang berbeda dengan ayah mereka.

Meskipun ditemukan bahwa pertemanan dengan sebaya dan persahabatan penting bagi para remaja, tetapi orangtua tetap masih penting, dan kenyataannya jika hubungan dengan ayah menjadi lebih baik, hal tersebut akan sangat membantu. Para remaja yang melaporkan adanya kedekatan, kasih sayang, dan pengertian yang lebih tinggi dari ibu dan ayah mereka memiliki skor gejala depresi yang lebih rendah dalam hidup mereka.

Anak laki-laki dilaporkan memiliki hubungan lebih dekat dengan ayah mereka dibandingkan anak perempuan selama masa remaja. Studi juga menemukan anak perempuan lebih rentan terhadap depresi dibandingkan anak laki-laki. Jadi, menjadi sangat penting bagi ayah untuk terlibat dengan anak gadis mereka. Jika para ayah mengatakan bahwa mereka tidak dapat memahami anak perempuan dan berhenti di situ, menurut Goodman, itu merupakan langkah yang tidak adil, berarti ayah sudah menyerah di tengah jalan dan minta agar ayah mencoba lebih keras.

Goodman menjelaskan bahwa meskipun remaja mungkin berani menanggapi orangtuanya, mendebat atau tidak setuju dengan mereka dan menilai orangtua terlalu ketat mengatur, remaja perlu tahu batas-batas dalam respons mereka dan orangtua tetap membuka kesempatan berdiskusi dengan mereka. Remaja juga ingin mendengar tentang nilai-nilai yang dimiliki orangtua dan mengetahui apa yang dipikirkan orangtua mereka mengenai berbagai hal. Ini adalah salah satu cara anak-anak nantinya membentuk pendapat mereka sendiri.

Tips buat ayah

Goodman memberikan beberapa saran agar para ayah dapat lebih meningkatkan kualitas hubungan dengan anak gadis (maupun remaja pria), sebagai berikut:

. Berminat terhadap dunia mereka. Ayah harus mendengarkan semua informasi dan harus bertanya tentang hal itu. Ikutlah dalam aktivitas bersama atas izin mereka sehingga ayah juga mengenal teman-temannya, tahu kesukaan jenis musik, dan aktivitas lain yang mereka lakukan.

. Tampilkan dan sampaikan perasaan Anda. Anak laki maupun perempuan perlu melihat dan mendengar perasaan-perasaan orangtua mereka. Para ayah merupakan model atau contoh bagaimana remaja laki-laki seharusnya ketika mereka tumbuh dewasa, dan anak laki-laki melihat bahwa adalah baik-baik saja menjadi tipe pria yang berpikir dan berperasaan.

. Jangan menyerah (pada uang misalnya), tetapkan batasan. Jika ayah tidak mau menjadi mesin ATM mereka atau tidak bisa menolak permintaan anak, cobalah pergi berbelanja bersama anak gadis maupun remaja laki-lakinya. Anak-anak perlu tahu batas karena itu perlu dibahas bagaimana anak mengukur dan mengembangkan ide-ide serta pendapat mereka sendiri tentang berbagai hal. Penting bagi ayah untuk bernegosiasi dan melakukan percakapan sebagai sesama orang dewasa, tetapi dengan menambahkan bahwa ayah (atau ibu) masih menjadi orangtua mereka.

. Terus berusaha. Saat ayah benar-benar meningkatkan hubungan, akan bermanfaat besar baik untuk remaja laki maupun perempuan. Tidak pernah ada kata terlalu terlambat. Teman-teman mereka dapat datang dan pergi, tapi Anda adalah orangtua untuk seumur hidup. Bekerjalah dalam hubungan orangtua-anak ini.

Selamat melanjutkan tugas mulia.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 3 September 2016, di halaman 25 dengan judul "Pentingnya Ayah bagi Remaja Putri".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

INVESTASI: Enam Tanda Keuangan Sehat (PRITA HAPSARI GHOZIE)

Investasi adalah strategi penting dalam perencanaan keuangan rumah tangga untuk mencapai berbagai tujuan keuangan. Namun, tanpa adanya kapasitas berinvestasi atau investment capability, maka seseorang umumnya tidak punya dana lebih untuk diinvestasikan. Sebelum masuk ke tahap menjadi investor, seseorang memang sebaiknya memiliki keuangan yang sehat. Berikut ini adalah enam tanda-tanda keuangan yang sehat.

Pertama, jumlah cicilan kredit perumahan atau apartemen. Secara umum, batasan maksimal yang masih ideal untuk membayar cicilan pinjaman perumahan adalah 25 persen dari penghasilan yang diterima. Alokasi ini dihitung terhadap seluruh saldo pinjaman perumahan yang dimiliki. Cara menghitungnya adalah cicilan KPR atau KPA bulanan yang dibayarkan harus dijumlahkan, lalu dibagi dengan jumlah penghasilan sebulan. Sebagai contoh, apabila penghasilan seseorang Rp 30 juta per bulan, maka kemampuan ideal untuk membayar cicilan pinjaman menjadi maksimal Rp 7,5 juta per bulan. Waspada terhadap kondisi keuangan apabila jumlah cicilan pinjaman perumahan yang dibayarkan di atas 25 persen dari penghasilan.

Kedua, saldo utang lain, seperti utang kartu kredit. Saran terbaik tentu saja tidak punya utang kartu kredit setiap bulannya dengan cara membayar lunas tagihan saat jatuh tempo. Namun, bila masih ada cicilan untuk membayar kartu kredit, jumlah ideal sebaiknya tidak melebihi 10 persen dari penghasilan bulanan.

Ketiga, dana darurat di rekening yang terpisah dengan rekening penerima gaji. Meski kondisi maupun status rumah tangga bisa berbeda-beda, dana darurat tetap harus dimiliki. Secara umum, jumlahnya minimal dana darurat yang sebaiknya dimiliki oleh setiap rumah tangga sebesar tiga kali dari pengeluaran rutin bulanan. Misalnya, pengeluaran rutin sebuah rumah tangga di luar komitmen menabung adalah Rp 20 juta, maka saldo dana darurat yang wajib ada adalah Rp 60 juta. Namun, kondisi rumah tangga juga ikut menentukan besaran dana darurat yang sebaiknya disiapkan. Faktor lain yang memengaruhi adalah jumlah tanggungan, banyaknya aset yang digunakan, seperti rumah dan kendaraan, serta kondisi kesehatan anggota keluarga.

Keempat, memiliki proteksi atas jiwa, kesehatan, dan aset pribadi. Asuransi adalah produk keuangan yang bisa memberikan fungsi proteksi terhadap kondisi keuangan rumah tangga. Seluruh anggota keluarga sebaiknya memiliki asuransi kesehatan, karena risiko sakit dapat menimpa setiap orang yang akan berdampak pada kondisi keuangan rumah tangga. Jika seseorang punya tanggungan, seperti pasangan ataupun anak, asuransi jiwa murni wajib dimiliki oleh yang memiliki tanggungan saja. Apabila ada aset lain, seperti rumah atau mobil, maka aset juga sebaiknya dilindungi dengan produk proteksi.

Kelima, memiliki saldo dana pensiun yang memadai. Mempersiapkan dana hari tua adalah tanggung jawab setiap orang. Investasi untuk mempersiapkan dana pensiun, bukan sekadar menabung saja, sebaiknya dilakukan. Seseorang yang saat ini berusia 30 tahun dan berencana untuk pensiun di usia 55 tahun, artinya masih punya waktu sekitar 25 tahun untuk mengumpulkan dana pensiun. Apabila dia menabung di tabungan dengan suku bunga 3 persen per tahun, maka saldo dana pensiun yang akan terbentuk secara matematis adalah Rp 223 juta. Sedangkan, jika dia berinvestasi di reksa dana saham dengan potensi imbal hasil rata-rata 15 persen per tahun, maka saldo dana pensiun yang akan terbentuk secara matematis adalah Rp 1,6 miliar. Selisih yang berbeda sekali, bukan?

Keenam, aset investasi yang terdiversifikasi. Berapa banyak aset investasi yang dimiliki rumah tangga? Keuangan yang sehat sebaiknya memiliki aset yang tersebar ke dalam beberapa jenis kelas aset investasi. Misalnya, jika seseorang yang berprofil moderat memiliki aset investasi sejumlah Rp 100 juta, maka setidaknya dana sebanyak Rp 25 juta ditempatkan di deposito dan Rp 25 juta ditempatkan di reksa dana campuran.

Keenam ciri di atas secara bersamaan akan mengindikasikan sebuah kondisi keuangan yang sehat. Artinya, punya dana darurat tanpa punya dana pensiun menunjukkan keuangan belum 100 persen sehat, meskipun sakitnya juga tidak parah. Seseorang dapat menemukan keenam ciri tersebut apabila rajin melakukan evaluasi kesehatan keuangan atau yang dikenal dengan istilah financial check up.

Jika seseorang masih enggan juga untuk melakukan evaluasi yang menyeluruh, coba tanyakan hal ini pada diri sendiri. Sudah berapa lama bekerja dan mendapatkan penghasilan? Berapa jumlah penghasilan yang telah diterima sejak pertama kali bekerja? Maka, kalikan angka tersebut dengan 10 persen, untuk mendapatkan angka jumlah aset minimum yang seharusnya sudah dimiliki. Misalnya, seseorang telah bekerja selama 10 tahun dengan jumlah total penghasilan sebesar Rp 5 miliar. Maka, seharusnya saat ini telah memiliki aset investasi sebesar Rp 500 juta. Jika saldo aktual lebih kecil dari Rp 500 juta atau bahkan tidak ada, keuangannya terancam tidak sehat.

Rencana untuk hidup sejahtera

Untuk mencapai tujuan yang diinginkan, maka Anda sebaiknya punya rencana keuangan. Untuk memulai sebuah rencana keuangan, selalu lakukan evaluasi atau check up terlebih dahulu. Punya rencana keuangan tidak menjamin Anda 100 persen akan kaya raya. Namun, Anda akan lebih tenang karena tahu apakah dana investasi sudah cukup untuk pendidikan, atau mengetahui bila saat ini baru bisa mendanai pensiun hingga usia 60 tahun.

Saya percaya bahwa Anda tidak perlu menjadi seorang ahli keuangan, tetapi Anda harus paham bagaimana mengelola keuangan keluarga sendiri. Live a Beautiful Life!

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 3 September 2016, di halaman 25 dengan judul "Enam Tanda Keuangan Sehat".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Jumat, 19 Agustus 2016

INVESTASI: Meraih Kemerdekaan Finansial (PRITA HAPSARI GHOZIE)

Pekan ini, Indonesia merayakan kemerdekaan yang ke-71. Sebagai negara merdeka, banyak hal yang telah dapat kita nikmati sebagai warga negara. Bagaimana dengan keuangan Anda? Setelah bekerja selama belasan atau bahkan puluhan tahun, apakah kondisi keuangan Anda dan keluarga sudah merdeka?

Kemerdekaan finansial adalah sebuah kondisi kehidupan dimana untuk memenuhi kebutuhan hidup, seseorang mampu membiayai tanpa harus bekerja secara aktif. Penghasilan diperoleh dari aset yang dikelola secara aktif. Selain itu, seseorang yang merdeka secara finansial umumnya tahu kondisi aset dan utangnya, mampu untuk selalu membayar cicilan utang tepat waktu, dan tahu bagaimana cara menggunakan aset dan sisa arus kas untuk mencapai berbagai keinginan dalam hidup.

Setiap orang memiliki potensi untuk dapat meraih kemerdekaan finansial. Berapa pun jumlah penghasilan seseorang, bukan menjadi hambatan untuk meraih kemerdekaan finansial. Hambatan umumnya datang dari pola pengeluaran atau gaya hidup yang diadopsi oleh seseorang beserta keluarganya. Untuk dapat meraih kemerdekaan finansial, berikut langkah-langkah yang ditempuh.

Pertama, memiliki rencana keuangan. Tanpa rencana keuangan, penempatan dana di tabungan, pembelian aset investasi, serta pembelian barang bisa jadi tidak sesuai dengan kebutuhan dan keinginan optimal dari seseorang. Pembelian bisa saja didasarkan kepada dorongan impulsif semata, atau karena tren bahkan gengsi. Tatalah keuangan sedari sekarang, dimulai dengan menentukan tujuan-tujuan keuangan yang ingin dicapai, kapan, serta strategi untuk meraihnya.

Kedua, menghapus utang konsumtif. Jumlahkan semua pembayaran minimum tagihan utang konsumtif Anda. Komponennya termasuk kartu kredit, pinjaman koperasi, dan kredit dana tunai. Selama kehidupan harian Anda masih disokong oleh bantuan utang, maka sulit sekali untuk mencapai kemerdekaan finansial. Cobalah untuk hidup sesuai dengan kemampuan alias penghasilan yang diterima.

Ketiga, menghimpun dana darurat. Setiap orang wajib punya dana darurat setidaknya 3 kali pengeluaran rutin bulanan. Jadi, bilamana Anda perlu Rp 5 juta per bulan untuk hidup, maka jumlah dana darurat minimal menjadi Rp 15 juta. Meski demikian, saya sangat sarankan Anda untuk menargetkan jumlah dana darurat hingga 12 kali pengeluaran rutin bulanan, mengingat kondisi ekonomi global yang masih kurang menentu. Dana darurat ini sebaiknya berbentuk aset likuid dan nilainya tidak turun, seperti tabungan, deposito, dan reksa dana pasar uang. Jika saat ini tidak punya dana darurat, mulailah menyisihkan 10 persen dari penghasilan, sedikit demi sedikit hingga hasil ideal tercapai.

Keempat, berinvestasi untuk tujuan keuangan yang pasti. Ada dua pos investasi yang umumnya perlu dipersiapkan oleh setiap keluarga. Pundi-pundi pensiun dan pundi-pundi dana pendidikan. Siapkan masa depan Anda dengan mulai berinvestasi untuk dana pensiun.

Percaya atau tidak, Anda pasti akan mengalami masa penurunan produktivitas. Untuk Anda yangg karyawan, pasti akan pensiun. Untuk Anda yang punya bisnis, ada masanya meneruskan bisnis ke anak atau bahkan dijual. Merencanakan dana pensiun sangat vital untuk Anda yang tidak rela punya gaya hidup yang menurun di masa depan. Coba periksa berapa banyak dari penghasilan sekarang yang disisihkan untuk investasi pensiun. Anda yang karyawan, umumnya telah menyisihkan 8 persen dari gaji dalam bentuk jaminan hari tua BPJS Ketenagakerjaan dan produk dana pensiun lembaga keuangan. Namun, jumlah ini tidak cukup! Usahakan untuk menyisihkan 10 persen dari penghasilan ke produk investasi yang sesuai untuk dana pensiun. Jika ada bonus atau tunjangan hari raya, Anda bisa gunakan momen ini untuk menambal kekurangan investasi di bulan-bulan sebelumnya.

Akan halnya pundi-pundi pendidikan, orangtua sebaiknya mempersiapkan sejak anak masih kecil. Bagaimana tidak, dengan kenaikan biaya pendidikan yang rata-rata bisa melebihi 10 persen per tahun, jangan pertaruhkan masa depan anak dengan gagal mempersiapkan. Kebutuhan dana pendidikan anak sebaiknya dihitung dengan benar kemudian kebutuhan dana dipenuhi dengan berinvestasi. Ingat, saya minta Anda berinvestasi, bukan berasuransi untuk menambah saldo dana pendidikan.

Kelima, diversifikasi aset menjadi aktif. Pada tahapan tertentu memiliki aset investasi aktif sangat penting untuk meraih kemerdekaan finansial. Aset aktif akan memberikan penghasilan secara berkala untuk keuangan rumah tangga. Sebagai contoh, suku bunga deposito setiap bulan, kupon obligasi, hasil sewa properti, keuntungan usaha, dan lainnya, merupakan penghasilan-penghasilan yang dapat diperoleh tanpa harus bekerja secara aktif. Asetlah yang bekerja untuk Anda. Saat aset dapat memberikan penghasilan sebagai sandaran biaya hidup, maka Anda sudah meraih kondisi kemerdekaan finansial.

Memiliki kemerdekaan finansial adalah hak setiap orang. Namun, jika tidak diperjuangkan, jangan harap kemenangan di masa depan dapat tergenggam. Aturlah gaya hidup dan gengsimu, untuk meraih kemerdekaan finansialmu. Live a beautiful life!

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 20 Agustus 2016, di halaman 25 dengan judul "Meraih Kemerdekaan Finansial".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.
Related Posts with Thumbnails

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!
Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Skincare: The Revolution in Anti-Aging

Skincare: The Revolution in Anti-Aging
Dokumen Sehat Sinergis

Pilihan Investasi

Pilihan Investasi
Ada dua pilihan: jika Ikut Menjadi Member Bisnis Synergy

Produk Synergy WorldWide

Loading...
Word of the Day

Article of the Day

This Day in History

Today's Birthday

In the News

Quote of the Day

Spelling Bee
difficulty level:
score: -
please wait...
 
spell the word:

Match Up
Match each word in the left column with its synonym on the right. When finished, click Answer to see the results. Good luck!

 

Hangman

Hubungi, kami siap melayani anda:

Untuk info lanjut
hubungi:

Ibu Liong (021-33431704)


Sertifikasi Produk Synergy WorldWide

Produk -produk Synergy / NSP di Indonesia telah terdaftar pada Departemen Kesehatan RI dan memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), serta memperoleh sertifikat Halal dari IFANCA (The Islamic Food and Nutrition Council of America) yang disahkan oleh LP POM MUI.