Cari uang di internet

HUBUNGI, KAMI SIAP ANTAR!

Sehat-Sinergis secara herbal, membangun kesehatan dan kesejahteraan bersama secara sehat sinergis. Bekerjasama dengan Synergy WordWide (Independent Distributor from United State of America) untuk selengkapnya untuk pembelian atau pemesanan dengan perjanjian hubungi Ibu Liong di nomor: 021-33431704 Hubungi kami di email: sehat.sinergis@gmail.com. Ada uang baru barang diantar. Carilah lebih dulu kesehatan, baru yang lainnya.

Minggu, 05 Juli 2015

INVESTASI: Untuk Apa program Pensiun? (ELVYN G MASASSYA)


INVESTASI

Untuk Apa program Pensiun?

ELVYN G MASASSYA

Ikon konten premium Ikon jumlah hit 425 dibaca Ikon komentar 0 komentar

Jika tidak ada halangan, mulai 1 Juli 2015 pegawai swasta wajib mengikuti program pensiun yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Lembaga yang berperan sebagai penyelenggara jaminan sosial tersebut diharuskan mengimplementasikan program pensiun berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 dan UU No 24/2011.

Pertanyaannya, kenapa program pensiun bersifat wajib? Kenapa hanya untuk pekerja swasta? Apakah hanya pekerja kantoran atau semua pekerja, termasuk pekerja informal seperti pedagang kaki lima? Lebih jauh lagi, bagaimana dengan pekerja-pekerja yang sudah memiliki program pensiun sendiri?

Di dalam UUD 1945 disebutkan bahwa negara mesti menyelenggarakan jaminan sosial bagi rakyat. Artinya, keberadaan negara mesti terlihat dalam memberikan perlindungan jaminan sosial. Dengan kata lain, peran BPJS Ketenagakerjaan dalam menjalankan program pensiun merupakan representasi keberadaan negara. Itu sebabnya program tersebut menjadi bersifat wajib untuk diikuti.

Manfaat

Di Indonesia saat ini, masa bekerja resmi dibatasi hingga usia 55 tahun. Artinya, setelah mencapai usia tersebut, maka seseorang akan memasuki usia pensiun alias tidak bekerja lagi di tempat kerjanya semula. Tentu tidak ada larangan jika yang bersangkutan tetap ingin bekerja di tempat lain atau menjadi self employeeatau berwiraswasta dan lain sebagainya. Nah, ketika memasuki usia pensiun, tentu yang bersangkutan tidak lagi memiliki pendapatan tetap berupa gaji. Lantas bagaimana membiayai hidupnya?

Sebagian orang Indonesia, ketika memasuki usia pensiun, hidupnya akan bergantung pada anak dan sanak saudara. Makanya ada istilah "anak saya adalah pensiun saya". Namun, paradigma semacam ini menjadikan seseorang tidak mandiri. Ketika tidak bekerja lagi, disadari atau tidak, yang bersangkutan membebani pihak lain. Itulah sebabnya, untuk bisa menjadi mandiri, program pensiun dibutuhkan. Dengan kata lain, melalui program pensiun, yang bersangkutan akan mendapatkan sejumlah dana setiap bulan, hingga akhir hayat, agar bisa membiayai kebutuhan hidup. Jadi, program pensiun itu prinsipnya adalah agar di hari tua tidak terlunta-lunta, tidak membebani pihak lain dan sekaligus menjadi manusia mandiri sepanjang hayat dikandung badan.

Yang menjadi masalah, bagi sebagian orang untuk ikut program pensiun harus membayar iuran yang dipotong dari penghasilan bulanannya. Diperkirakan iuran pensiun yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan berada di kisaran 8 persen, di mana 5 persen merupakan tanggungan pemberi kerja dan 3 persen dibayarkan oleh peserta. Kita melihat di berbagai media, ketika persentase iuran itu dibahas, banyak pihak menyampaikan pendapat. Kalangan pemberi kerja mengatakan angka tersebut terlalu besar dan akan membebani biaya produksi mereka. Sementara sebagian kalangan pekerja malah beranggapan angka 8 persen itu terlalu kecil. Mereka menginginkan jumlah iuran yang lebih besar.

Anggapan bahwa iuran pensiun akan membebani biaya produksi tidak sepenuhnya benar. Kenapa? Karena dengan adanya program pensiun bagi pekerja, semestinya pekerja yang menjadi peserta bisa lebih produktif. Tidak lagi perlu memikirkan mencari tambahan penghasilan atau melamun memikirkan bagaimana nanti kalau tidak bekerja lagi. Jadi, jika produktivitas meningkat, tentu pemberi kerja atau pengusaha juga akan mendapatkan manfaat.

Sebenarnya iuran itu merupakan faktor yang menentukan jumlah manfaat yang akan diterima oleh peserta tatkala mereka memasuki usia pensiun. Kita tahu bahwa program pensiun wajib bersifat dasar yang akan diterapkan mulai 1 Juli nanti adalah program manfaat pasti. Artinya, manfaatnya sudah ditentukan sejak awal, yakni sekian persen dari rata-rata upah ketika peserta masih bekerja. Ini berbeda dengan program pensiun iuran pasti, di mana manfaat yang akan diterima semata-mata berdasarkan hasil pengembangan dana iuran. Indonesia menerapkan program pensiun manfaat pasti karena demikianlah bunyi undang-undangnya, meski sebagian besar negara di belahan dunia saat ini sudah menggunakan prinsip iuran pasti.

Nah, kembali ke hubungan antara iuran dan benefit dalam jenis pensiun manfaat pasti, jelas ketika iurannya besar maka manfaatnya akan besar. Sebaliknya, jika iurannya rendah, sulit untuk bisa mendapatkan manfaat yang besar. Namun, situasi ini dipahami sebagai program pensiun manfaat dasar. Artinya, bagi sebagian kalangan yang menginginkan manfaat pensiunnya besar tidak bisa bertumpu hanya pada program pensiun BPJS Ketenagakerjaan. Ini juga untuk menjawab kerisauan penyelenggara pensiun swasta dalam format DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan). Penyelenggara lain di luar BPJS Ketenagakerjaan hakikatnya akan tetap survive sepanjang masuk ke segmen yang lebih tinggi. Jadi tidak menyisir kalangan yang hanya membutuhkan pensiun dasar.

Pekerja mandiri

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana dengan pekerja mandiri alias pekerja yang berada di sektor informal atau self employee? Apakah mereka juga mesti mengikuti program pensiun yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan? Jawabnya adalah "ya" sepanjang mereka tergolong segmen yang dianggap mampu berdasarkan definisi pengelompokan usaha. Dalam realitasnya, banyak pekerja mandiri yang penghasilannya di atas upah mininum regional, jadi dari sisi kemampuan tentu tidak jauh beda.

Sementara bagi pekerja mandiri yang penghasilannya terbatas diberi penahapan kepesertaan. Artinya, jika saat ini penyelenggara jaminan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan empat program, yakni program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, dan Jaminan Pensiun, maka pekerja mandiri yang belum mampu hanya wajib mengikuti dua program, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

Berdasarkan paparan di atas jelas, kendati program jaminan sosial diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar dan juga undang-undang lainnya, sejatinya program tersebut merupakan kebutuhan bagi para pekerja. Jadi tidak semata-mata dianggap sebagai kewajiban. Logikanya sangat sederhana. Program-program jaminan sosial merupakan alat untuk menghindari berbagai risiko dalam hidup, termasuk risiko tidak memiliki pendapatan ketika usia produktif berakhir. Nah, agar kalangan yang tidak bekerja ini tidak menjadi beban negara, tidak menjadi beban keluarga, sudah semestinya melindungi diri dengan mengikuti program jaminan pensiun.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 5 Juli 2015, di halaman 11 dengan judul "Untuk Apa program Pensiun?".


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Sabtu, 27 Juni 2015

Sering Sakit kepala, Awas Stroke!

Penyakit bawaan lahir aneurisma atau kelainan pembuluh darah pada otak, merupakan salah satu faktor risiko terjadinya stroke. Aneurisma sering kali baru diketahui setelah pasien sudah terserang stroke.


Padahal, jika terdeteksi sejak awal, risiko stroke tentunya bisa diminimalisir. Salah satu cara mendeteksi aneurisma yaitu dengan alatMagnetic Resonance Angiography (MRA).

"MRA dapat melihat pembuluh darah di otak. Kalau ternyata ada aneurisma, kita bisa melakukan penanganan sebelum terjadi stroke," ujar dokter Spesialis Saraf dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Rubiana Nurhayati di Jakarta, Rabu (24/6/2015).

Aneurisma sewaktu-waktu bisa pecah, sehingga terjadi pendarahan di otak dan terjadi stroke. Aneurisma biasanya ditandai dengan rasa sakit kepala di tempat yang sama. Namun, gejala sakit kepala sering kali diabaikan.

Rubiana mengatakan, pemeriksaan MRA pun dianjurkan bagi mereka yang kerap mengalami sakit kepala secara tiba-tiba. "Kalau sakit kepala berdenyut-denyut, terasa seperti migrain, timbul berulang kali di tempat yang sama, maka hati-hati. Harus lebih aware," kata Rubia. 

Dokter Spesialis Radiologi-Konsultan Radiologi Intervensi RSPI-Puri Indah Andi Darwis mengungkapkan, pemeriksaan MRA memberikan hasil yang lebih rinci. Aneurisma sekecil apapun yang memang sudah ada sejak lahir dapat terdeteksi dengan MRA. Untuk itu, pemeriksaan MRA bisa dilakukan pada anak-anak.

"Hasil MRA lebih rinci. Jika oleh tes diagnostik lain tidak terlihat, dengan MRA bisa terlihat," kata Darwis.

MRA menggunakan teknologi pencitraan resolusi tinggi MRI 3T Skyra sehingga dapat melihat gambaran struktur pembuluh darah arteri dan vena di otak.  MRA juga tidak menggunakan radiasi sinar-X sehingga lebih aman untuk semua pasien, termasuk ibu hamil.

Penulis: Dian Maharani
Editor: Bestari Kumala Dewi

Source: ‎http://m.kompas.com/health/read/2015/06/26/134500823/Sering.Sakit.kepala.Awas# 

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Minggu, 21 Juni 2015

KESEHATAN: Rencana Menikah (DR SAMSURIDJAL DJAUZI)

Saya merencanakan untuk menikah enam bulan lagi. Saya pernah mengalami herpes di alat genital, tetapi sudah sembuh setelah diobati oleh dokter spesialis kulit. Ayah saya penderita diabetes melitus sejak umur 56 tahun. Ibu sehat, tetapi dokter mengatakan ibu termasuk anemia dan sampai sekarang penyebab anemianya belum jelas. Ada dokter yang menduga ibu terkena talasemia. Pada waktu check up karyawan setahun yang lalu kesehatan saya dinyatakan baik, kecuali gigi saya perlu ditambal dan saya perlu menjalani imunisasi hepatitis B. Kedua anjuran tersebut sudah saya jalani. Saya ingin membina keluarga yang sehat dan bahagia.

Pertanyaan saya, apa yang harus saya lakukan agar kesehatan saya sebagai calon suami terjamin. Saya tak ingin menularkan penyakit kepada istri saya. Apakah saya harus menjalani pemeriksaan khusus, seperti HIV, TBC, dan sebagainya. Di mana saya dapat melakukan pemeriksaan tersebut? Bagaimana pula dengan calon istri saya. Pemeriksaan apa saja yang harus dilakukan calon istri saya? Apakah pada pemeriksaan kesehatan dapat diketahui penyakit keturunan, seperti talasemia dan lain-lain.

W DI J

Kesehatan akan merupakan salah satu modal yang berharga dalam membina keluarga. Anda telah menjalani imunisasi hepatitis B, saya anjurkan Anda juga menjalani imunisasi human papilloma virus (HPV), meski vaksin ini populer untuk mencegah kanker serviks pada perempuan sebenarnya vaksin HPVquadrivalent (mengandung HPV 6,11,16,18) juga bermanfaat untuk mencegah kutil kelamin baik pada laki-laki maupun pada perempuan.

Sudah tentu calon istri Anda juga dianjurkan untuk menjalani imunisasi HPV guna mencegah kanker serviks. Sebelum menikah calon pengantin perempuan juga dianjurkan menjalani imunisasi tetanus agar terhindar dari penularan tetanus, terutama pada waktu melahirkan. Pemeriksaan yang penting untuk calon suami adalah pemeriksaan kesehatan pada umumnya, seperti tekanan darah, berat badan, tekanan bola mata, penglihatan, dan lain-lain. Pemeriksaan untuk mendeteksi penyakit menular seksual, seperti sifilis, gonore, herpes, HIV juga penting. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter keluarga Anda pemeriksaan laboratorium apa yang diperlukan untuk persiapan pernikahan Anda.

Anda baru saja menjalani pemeriksaan berkala di kantor biasanya pemeriksaan berkala tersebut sudah mencakup foto dada untuk mendeteksi TBC. Pemeriksaan untuk mendeteksi talasemia tidaklah sulit. Cukup dilakukan pemeriksaan darah yang meliputi elektroforesis hemoglobin. Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi risiko terjadinya talasemia pada anak-anak Anda nanti. Pemeriksaan pada calon istri Anda sebenarnya hampir sama. Pemeriksaan untuk mendeteksi penyakit menular, termasuk infeksi menular seksual. Begitu pula istri Anda perlu belajar memeriksa payudara sendiri agar dapat mendeteksi dini kanker payudara. Pemeriksaan talasemia harus dilakukan oleh calon suami ataupun calon istri.

Nah, kesehatan tidak hanya mencakup kesehatan jasmani, tetapi harus sehat baik jasmani, jiwa, maupun sosial. Salah satu unsur penting dalam kebahagiaan dan ketahanan rumah tangga adalah komunikasi suami istri. Anda dan calon istri sebaiknya mulai banyak membaca tentang komunikasi dalam rumah tangga serta bagaimana menjaga kesehatan mental agar dapat hidup tenang dan bahagia. Menjalankan perintah agama juga akan banyak membantu. Anda dan calon istri sudah punya penghasilan tetap mudah-mudahan mencukupi untuk menjalani kehidupan keluarga. Jangan lupa menabung untuk masa depan Anda dan anak Anda nantinya.

Dari aspek kesehatan, faktor yang banyak memengaruhi kesehatan adalah perilaku. Kebiasaan merokok, minum alkohol, konsumsi makanan yang tak sehat, kegemukan, dan kurang berolahraga sekarang merupakan faktor yang penting untuk timbulnya penyakit jantung koroner, diabetes melitus, kanker, dan penyakit degeneratif lainnya. Banyak orang yang beranggapan pada waktu muda boleh melakukan perilaku berisiko nanti jika menjelang tua baru mengamalkan hidup sehat. Padahal, sehat di usia lanjut harus dimulai sejak muda bahkan banyak pakar kesehatan yang menyatakan harus dimulai sejak masih dalam kandungan. Janin dalam kandungan harus terhindar dari paparan asap rokok. Makanan ibu hamil harus baik. Emosi ibu hamil juga harus terjaga baik. Ibu hamil yang sering mengalami kekerasan dalam rumah tangga berpengaruh terhadap pertumbuhan janin dalam kandungannya.

Ibu yang berpenyakit menular, seperti HIV dan hepatitis, dapat menularkan ke janinnya. Jadi, semua komponen rumah tangga, ayah, ibu, dan anak-anak, harus dijaga kesehatannya. Pemeliharaan kesehatan sekarang didukung oleh pembiayaan asuransi, baik asuransi swasta maupun pemerintah. Sebaiknya Anda dan keluarga juga melindungi diri dengan menjadi anggota asuransi. Pembaca mungkin terkesan untuk memulai kehidupan keluarga ternyata banyak yang dipersiapkan.<

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 21 Juni 2015, di halaman 11 dengan judul "Rencana Menikah".


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

PSIKOLOGI: Andai Si Dia berbohong (SAWITRI SUPARDI SADARJOEN)

Ternyata, walaupun dua pasangan yang menjalin kasih masih dalam status bertunangan, perselingkuhan mungkin saja terjadi pada salah satu pasangan. Bagaimana dan di manakah peran intuisi?

Saat saya menjadi kolumnis salah satu majalah daerah, seorang eksekutif, perempuan berusia 30 tahun, sebut saja F, mengirim surat kepada saya yang menyatakan bahwa ia tidak dapat melupakan kecurigaannya bahwa tunangannya (sebut saja K, 32 tahun) memiliki affair dengan perempuan lain.

Untuk beberapa bulan terakhir ini, F merasa bahwa ia memiliki jarak dalam relasinya dengan K dan merasa bahwa tunangannya tidak ada di sisinya walaupun sebenarnya tunangannya berada dalam ruangan yang sama. F telah mencoba mengonfrontasi K berulang kali. Namun, jawaban K tidak membuat F mampu menghentikan kecurigaan dalam benaknya tersebut.

Dari teman-teman perempuan yang sudah menikah, F mendapat saran untuk menyewa seorang detektif pribadi (semacam agen rahasia swasta) untuk menguntit perilaku tunangannya agar F segera mendapatkan jawaban akurat tentang kegalauan dalam benaknya.

Sebagai jawabannya saya menyatakan bahwa "saya tidak akan melakukan hal tersebut karena bila saya menyewa detektif pribadi, saya akan merasa bahwa saya juga sedang melakukan suatuaffair". Saya pikir saya tidak akan mampu memperbaiki keintiman relasi saya dengan pasangan saya karena saya tidak akan mampu bersikap sebagai diri saya sendiri, saya pun akan menjadikan diri saya sendiri sebagai orang yang tidak terpercaya.

Kecuali itu, saya juga tidak akan dapat hidup bersama pasangan sambil menyertakan peran detektif pribadi tersebut di antara saya dengan pasangan saya. Saya pasti akan menyembunyikan HP saya, tidak terbuka tentang masalah yang saya temukan di kantor saya, dan lain-lain. Jadi, kalaupun saya memutuskan untuk menyewa detektif pribadi untuk masalah relasi dengan pasangan saya, itu berarti saya tidak akan melanjutkan pertunangan saya, bahkan saya akan membatalkan rencana perkawinan saya dengan dirinya.

Saya mendukung F untuk meyakini dan memercayai intuisinya yang menyatakan bahwa ada sesuatu yang salah terjadi dalam relasinya dengan K. Dan seyogianya F merealisasikan keyakinan intuitifnya dengan cara menyisihkan waktu khusus untuk mendalami pemahaman tentang K, tunangannya tersebut.

Harus nyaman

Pertama-tama F seyogianya memperbaiki tingkat kenyamanan dalam kebersamaan dengan tunangannya. Caranya antara lain dengan mempertanyakan hal-hal sebagai berikut dalam dirinya sendiri sebagai berikut: "Sejauh mana dia telah mengetahui kondisi keluarga dan teman-temannya? Pertanyaan pertama apa yang sudah F sampaikan tentang hubungan-hubungan K dengan mantan pacar-pacarnya pada masa lalunya? Bagaimanakah track record diri K tentang keterbukaan, kejujuran, dan kesetiaannya? Apakah K terbiasa terbuka atau justru tertutup tentang masalah-masalah emosional dalam kehidupannya?"

Kemudian pertanyakan rangkaian hal-hal tersebut pada diri sendiri, seperti: "Apakah F sendiri adalah orang yang sangat pencemburu? Apakah dirinya adalah pribadi yang sering memberikan reaksi emosional berlebihan atau terlampau banyak membaca tentang masalah-masalah perselingkuhan antar-pasangan?

Saya juga menyarankan agar F tetap memperhatikan tunangannya. Suatu saat F harus berkata, "Saya merasa bahwa ada sesuatu yang berubah dalam hubungan kita. Dan kau selalu mengatakan bahwa itu semua hanya ada dalam kepalaku. Tetapi sebenarnya saya selalu merasa bahwa ada sesuatu yang salah dalam hubungan kita."

Apabila F tidak puas dengan jawaban tunangannya, dia membutuhkan satu kesempatan lagi untuk memulai percakapan yang lebih mendalam dan serius dengan cara sebagai berikut:

"Hei, saya tetap merasa bahwa ada jarak yang tidak jelas dalam relasi saya dengan kamu, dan saya merasa tidak nyaman. Saya merasa ada perempuan lain di antara kita, tapi mungkin kegamangan saya tidak terkait dengan wanita lain, atau barangkali kamu sedang sangat sibuk dengan pekerjaanmu, atau kamu mengalami masalah kesehatan, atau kamu masih mempertanyakan tentang apakah pertunangan kita itu tepat untuk dirimu. Apa pun kondisinya, saya bisa kok diajak mendiskusikan masalah yang saya hadapi ini."

F seyogianya dapat menyampaikan segala hal yang terkait dengan perasaan yang tidak nyaman tersebut tanpa terkesan menuduh K. Ketahuilah bahwa kemampuan bertanya tanpa terkesan menuduh adalah sangat penting dalam usaha mempertahankan keintiman relasi dengan pasangan.

Ternyata jawaban tertulis terhadap masalah F melalui rubrik konsultasi dari majalah yang saya asuh menyulut respons dari beberapa pembaca. Mereka menyatakan bahwa jawaban saya tersebut adalah jawaban yang bisa berakibat pada kesalahan yang tragis. Saya dinilai sebagai konsultan yang naif. Saya memahami keberagaman pendapat dari anggota masyarakat pembaca rubrik yang saya asuh sehingga untuk itu saya menyampaikan kepada para pembaca sekalian bahwa hendaknya para pembaca lebih percaya pada keahlian, bahkan intuisinya dalam memilih pertimbangan yang paling tepat bagi pemecahan masalah yang ia hadapi. Sebab, tidak satu pun dari kita tahu dengan penuh keyakinan apakah yang akan disampaikan oleh pasangan kita itu jujur atau tidak jujur.

Sikap yang paling tepat yang seyogianya kita terapkan adalah tetap waspada, hiduplah dengan cara yang terhormat, dan jujurlah dalam berkata. Sebab, sekali lagi saya utarakan bahwa dalam pemikiran saya, menyewa detektif pribadi adalah langkah menuju ke arah masa depan yang salah.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 21 Juni 2015, di halaman 11 dengan judul "Andai Si Dia berbohong".


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Rabu, 17 Juni 2015

Kenali Gejala Anemia

Banyak studi mengungkapkan tidak sedikit perempuan yang rentan terkena anemia. Anemia merupakan gejala minimnya jumlah hemoglobin dalam darah. Padahal, hemoglobin berperan penting mengangkut oksigen dalam darah. Bila dibiarkan, organ-organ vital dalam tubuh akan kekurangan oksigen. Untuk itu, gejala anemia perlu diketahui sejak awal.

Pemicunya beragam. Namun, kebanyakan anemia dipicu oleh kekurangan gizi serius, terutama zat besi. Hal ini bisa terjadi ketika seseorang melakukan diet terlalu ketat. Sebagai gambaran, 30-70 persen penduduk negara miskin mengalami kekurangan zat besi yang menyebabkan anemia. Zat besi ini banyak terkandung dalam daging dan sayuran. Selain zat besi, anemia bisa dipicu oleh kekurangan vitamin B12 dan asam folat.

Alasan anemia banyak diderita perempuan mulai terjawab. Perempuan yang kerap melakukan diet terlalu ketat dan membatasi asupan makan bisa terancam anemia. Meskipun demikian, prevalensi anemia antara perempuan dan laki-laki tidak jauh berbeda.

Di luar faktor gizi, anemia bisa terjadi akibat perdarahan dan trauma. Kelainan darah seperti talasemia ataupun penyakit kanker, keracunan makanan, atau infeksi tertentu juga bisa memicu terjadinya anemia. Gangguan ginjal akibat komplikasi diabetes juga bisa memicu terjadinya anemia.

Jadi, jika seseorang mengalami perdarahan, pengecekan kadar hemoglobin diperlukan. Demikian pula jika seseorang mengalami kanker darah atau talasemia, kontrol terhadap kadar hemoglobin darah juga perlu rutin dilakukan.

Sering kali anemia terjadi tanpa gejala. Jika muncul gejala, gejalanya terbilang ringan. Beberapa gejala anemia akibat kekurangan zat besi antara lain tubuh lemas, pusing-pusing, mudah lelah, napas pendek-pendek, detak jantung meningkat, rambut rontok, kulit kering dan gatal, sukar menelan makanan, dan kehilangan selera makan.

Sementara itu, anemia yang dipicu kekurangan vitamin B12 atau asam folat mempunyai ciri gejala yang berbeda. Di antaranya kulit berwarna kekuning-kuningan, depresi, gangguan penglihatan, tidak fokus, kepikunan, tubuh melemah, dan respons terhadap rasa sakit berkurang.

Gejala anemia memang terlihat sederhana. Bahkan, gejala ini terkesan wajar jika seseorang mengalami kelelahan akibat terlalu banyak beraktivitas. Namun, apabila mencermati asupan makan tidak optimal dan muncul gejala-gejala seperti di atas, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri.

Anemia yang terjadi pada masa kanak-kanak bisa memengaruhi perkembangan kecerdasan dan perilaku. Tumbuh-kembang anak pun bisa terganggu. Ibu hamil yang mengalami anemia juga perlu waspada karena efek negatif susulan (komplikasi) bisa terjadi sebelum dan sesudah melahirkan. Karena alasan-alasan ini, kondisi fisik dan pola makan perlu dijaga untuk menghindarkan risiko anemia. [*/MIL]

Sumber: ‎http://infoklasika.print.kompas.com/kenali-gejala-anemia/

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Minggu, 07 Juni 2015

INVESTASI‎: Risiko Reputasi (ADLER HAYMANS MANURUNG)

Risiko reputasi menjadi pembahasan dalam tulisan kali ini di mana kedua kata dapat dinyatakan merupakan perpaduan dua kata, yaitu reputasi dan risiko. Arti risiko sudah banyak dikemukakan para ahli, yaitu kerugian yang diperoleh atas hasil yang tercapai. Secara matematis disebutkan bahwa risiko merupakan selisih antara hasil yang dicapai dan ekspektasi yang diharapkan.

Kata kedua yang dibahas dalam judul tulisan ini ialah reputasi. Membahas mengenai reputasi merupakan pembahasan yang abstrak karena reputasi berkaitan dengan persepsi dari pihak lain di luar diri kita. Jika membahas reputasi seseorang, reputasi seseorang itu merupakan persepsi dari orang di luar yang bersangkutan diberikan persepsi kepadanya.

Artinya, reputasi ini sangat tergantung persepsi dari pihak lain kepada kita. Persepsi itu bisa obyektif dan bisa juga tidak obyektif tergantung tindakan kita. Reputasi itu tidak bisa dibangun dalam sekejap atau jangka pendek. Umumnya, reputasi dibangun dengan tindakan yang sangat lama atau disebut dengan jangka panjang dan umumnya sesuatu yang positif. Salah satu contoh, baru-baru ini kita mendengar di radio dan berita di media massa adanya sopir taksi mengembalikan tas berisi uang Rp 100 juta yang tertinggal oleh penumpang. Sopir taksi membangun reputasinya, bahkan membangun reputasi dari para sopir dan perusahaan tempat sopir tersebut menggunakan atau bekerja sebagai sopir taksi. Reputasi yang dibangun dengan jangka panjang itu bisa rusak secepatnya dengan sebuah tindakan yang tidak terpuji dari orang atau pihak yang memiliki reputasi tersebut.

Keuntungan

Seseorang atau pihak yang memiliki reputasi yang baik akan mendapatkan keuntungan atau kemudahan dengan reputasi yang dimilikinya. Pihak lain tanpa disadari akan membantu pihak yang mempunyai reputasi baik itu agar aktivitas yang sedang dilakukan oleh pihak yang memiliki reputasi baik bisa berjalan dengan lancar dan bagus sekali. Bantuan yang diberikan bukan karena adanya kekurangan, melainkan proses aktivitas yang dilakukan akan dibantu agar selesai dengan baik.

Bibi (2011) dari Bibi Consulting Inc menyatakan, jika dikaitkan dengan bisnis, reputasi merupakan jiwa dari bisnis tersebut. Artinya, bisnis itu tidak akan berjalan jika tak mempunyai reputasi. Kita bisa melihat perusahaan-perusahaan besar yang saat ini sudah beroperasi dengan baik dan sudah dianggap mempunyai reputasi yang baik. Bisa diperhatikan BCA yang dianggap sebagai bank sistem pembayar di Indonesia dibangun bukan dengan sekejap, tetapi dibangun sejak beberapa puluh tahun lalu. Sama halnya harian ini yang cukup dikenal sebagai media yang tidak memihak serta data yang up to datemenjadi pandangan berbagai pihak tentang Kompas.

Seperti diuraikan sebelumnya, reputasi tidak bisa dibangun dalam sekejap, tapi dengan periode yang cukup panjang. Namun, reputasi itu bisa dihilangkan dalam sekejap dengan tindakan yang tak sesuai dengan persepsi pasar atau umum. Misalnya, Kompas yang memberitakan sebuah berita tanpa mengecek kebenaran berita bisa membuat reputasinya menurun. Penurunan reputasi itu akan dibangun lagi dengan berbagai tindakan agar bisa kembali pada reputasi semula dan membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Jika dikaitkan dengan risiko, risiko reputasi adalah risiko yang dihadapi seseorang atau pihak akibat penurunan reputasi yang dimilikinya. Harus juga diingat, reputasi yang dibangun merupakan informasi publik. Penurunan reputasi sangat sulit dihitung secara matematis sehingga sangat sulit sekali menghitung besaran risiko reputasi yang dihadapi seseorang atau salah satu pihak atau juga kerugian yang dihadapi.

Jika dilihat dari aktivitas sehari-hari, penurunan dari pendapatan (penjualan) perusahaan akibat terjadinya penurunan risiko. Misalnya, ada aktivitas yang membuat reputasi mengalami penurunan. Maka, perusahaan bisa melihat penjualan dalam seminggu setelah kejadian yang membuat reputasi menurun.

Penurunan penjualan merupakan salah satu ukuran untuk melihat kerugian yang dialami. Namun harus disadari, persepsi yang membuat reputasi menurun dan menimbulkan risiko dapat juga dirasakan para pihak tersebut. Jika ada tindakan yang tidak sesuai dan dinyatakan akan memengaruhi reputasi, diskusi bersama (rapat) untuk membahas aktivitas tersebut yang membuat persepsi menurun juga bisa digunakan.

Penanganan atau identifikasi reputasi risiko dengan melakukan diskusi merupakan sebuah alat yang paling sederhana agar reputasi bisa diatasi secepatnya. Tindakan melakukan diskusi dan melihat persepsi pihak lain tentang reputasi sangat penting bagi perusahaan yang ingin memahami risiko reputasi yang sedang dihadapi perusahaan.

Penanganan lain yang bisa dilakukan mengatasi risiko reputasi ialah dengan menganalisis sumber persoalan dari penurunan reputasi tersebut. Jika sumber reputasi risiko tersebut bisa diselesaikan dengan secepatnya, reputasi risiko bisa diatasi. Salah satu faktor penting lain dalam memperbaiki reputasi risiko dengan membuat iklan atau transparansi persoalan yang sedang dihadapi.

Jika aktivitas diketahui dan menjadi informasi publik, reputasi akan berbalik ke semula dan tidak bisa diharapkan balik 100 persen. Perusahaan harus membangun lagi semua aktivitas yang membuat reputasi mengalami peningkatan dan meningkatkan penjualan perusahaan.

Melakukan diskusi dengan pihak lain setelah ada diskusi dengan pihak internal juga sangat diperlukan dalam memperbaiki reputasi. Sering kali banyak pihak tidak menggunakan pihak lain untuk memperbaiki reputasi yang sedang menurun. Tidak salah jika melakukan diskusi dengan transparan untuk mendapatkan kebaikan.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 7 Juni 2015, di halaman 11 dengan judul "Risiko Reputasi".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

KESEHATAN: Tertular Virus Human Papilloma (SAMSURIDJAL DJAUZI)

Saya ibu rumah tangga berumur 28 tahun. Saya menikah pada umur 25 tahun dan telah dikaruniai seorang anak perempuan berumur 1 tahun. Tiga bulan yang lalu saya perhatikan ada benjolan di daerah kemaluan saya. Saya perhatikan benjolan tersebut membesar tetapi tak sakit. Saya berobat ke dokter kebidanan, dikatakan saya terkena kutil kelamin.

Menurut dia, kutil kelamin disebabkan oleh virus. Nama virus tersebut adalah virus human papilloma. Saya dianjurkan menjalani pemeriksaan pap smear dan untunglah hasilnya baik. Untuk pengobatan kutil kelamin, saya dirujuk ke dokter spesialis kulit. Saya mendapat obat dan salep. Kemudian saya dianjurkan untuk menjalani imunisasi human papilloma virus (HPV). Adik perempuan saya yang belum menikah dan masih berumur 23 tahun juga dianjurkan untuk menjalani imunisasi HPV. Suami saya juga dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan. Saat ini, suami saya dalam kondisi baik-baik saja, tetapi dianjurkan oleh dokter untuk imunisasi HPV.

Menurut dokter kebidanan saya, infeksi HPV sering terjadi pada perempuan. Terdapat beberapa jenis HPV. Ada yang menyebabkan kanker serviks, tetapi ada juga yang menimbulkan kutil kelamin. Kedua keadaan ini dapat dicegah dengan imunisasi HPV. Namun, imunisasi HPV di Indonesia belum begitu dikenal. Belum banyak orang yang menjalani imunisasi ini.

Saya juga sebenarnya belum mengerti mengenai imunisasi HPV. Sebenarnya siapa yang dianjurkan untuk menjalani imunisasi? Anak teman saya yang baru berumur 13 tahun sudah diimunisasi HPV. Jadi apakah vaksin ini untuk mereka yang sudah menikah atau belum menikah? Apakah vaksin ini dapat mencegah penularan kutil kelamin saja atau kanker serviks saja atau kedua penyakit tersebut atau ada manfaat lain?

Apakah mereka yang sudah terkena kutil kelamin seperti saya ini masih perlu divaksin? Apakah vaksin ini hanya untuk perempuan dan apakah hanya laki-laki yang mempunyai pasangan seksual yang terinfeksi HPV yang perlu divaksin? Jika vaksin ini dapat mencegah kanker serviks, kenapa pemerintah belum memasukkan dalam program imunisasi nasional sehingga kanker serviks di negara kita dapat dihilangkan? Bagaimana pengobatan bagi yang sudah terinfeksi HPV? Saya masih ingin memiliki anak seorang lagi. Apakah penyakit kutil kelamin ini akan menyulitkan saya sewaktu hamil dan melahirkan nanti? Terima kasih atas penjelasan dokter.

N di B

HPV banyak jenisnya, tetapi dapat dibagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok yang dapat menimbulkan penyakit kanker (onkogenik) dan kelompok yang tak menimbulkan kanker (non-onkogenik). Tipe yang non-onkogenik misalnya tipe 6 dan 11 dapat menyebabkan kutil kelamin (kondiloma akuminata). Sementara jenis yang paling sering menimbulkan kanker adalah tipe 16 dan 18 serta beberapa tipe lain. Keempat jenis HPV ini disediakan dalam bentuk vaksin untuk mencegah penularan. Di negeri kita terdapat dua jenis vaksin, yaitu vaksin bivalen yang mengandung HPV 16 dan 18, dan HPV quadrivalen yang mengandung empat jenis HPV, yaitu HPV 6, 11, 16, dan 18. Melalui komposisinya dapat dimengerti vaksin bivalen terutama untuk mencegah kanker serviks, sementara vaksin quadrivalen untuk mencegah kanker serviks dan kutil kelamin.

Penularan HPV pada umumnya terjadi melalui hubungan seksual meski dapat juga terjadi tidak melalui hubungan seksual, misalnya melalui alat kedokteran yang kontak dengan cairan tubuh. Namun, risikonya rendah untuk penularan yang tidak melalui hubungan seksual dibandingkan dengan yang melalui hubungan seksual. Vaksin HPV diindikasikan terutama untuk perempuan muda yang belum melakukan hubungan seksual. Untuk program nasional, suatu negara dapat memberikan vaksin HPV untuk anak sekolah yang berumur sekitar 9 sampai 11 tahun.

Pada usia ini, respons kekebalan tubuh sedang dalam keadaan amat baik sehingga setelah penyuntikan terbentuk antibodi yang kadarnya tinggi. Setelah menjalani rangkaian penyuntikan (biasanya tiga kali penyuntikan), mereka yang telah divaksin kemungkinan akan mempunyai kekebalan tubuh yang dapat menetralkan infeksi HPV. Antibodi HPV pada pengamatan sampai sepuluh tahun kadarnya masih tetap tinggi dan diperkirakan akan bertahan seumur hidup sehingga tak diperlukan suntikan ulangan HPV.

Meski perlindungan amat baik pada perempuan muda yang belum menikah, mereka yang sudah menikah tetap dapat menggunakan vaksin ini, tetapi efektivitasnya lebih rendah daripada perempuan muda yang belum menikah. Bahkan, menurut para pakar kanker kandungan vaksin ini masih bermanfaat jika digunakan oleh perempuan sampai umur 55 tahun. Laki-laki dapat menggunakan vaksin quadrivalen untuk memetik manfaat pencegahan penularan kutil kelamin. Kutil kelamin sering terjadi, baik pada perempuan maupun laki-laki.

Apakah mereka yang sudah divaksin HPV masih perlu menjalani pap smear atau IVA? Ya, mereka tetap harus menjalanipap smear atau pemeriksaan IVA untuk deteksi dini kanker serviks. Waktu antara infeksi HPV dan terjadinya kanker serviks sebenarnya amat panjang, yaitu sekitar 20 tahun. Jadi, sebenarnya terbuka kesempatan luas untuk melakukan pencegahan primer dengan perilaku sehat dan imunisasi HPV ataupun pencegahan sekunder dengan pap smearatau IVA. Namun, amat disayangkan waktu yang panjang tersebut sering tidak digunakan untuk pemeriksaan pap smeardan IVA secara berkala. Kanker serviks dapat terjadi karena kita kurang peduli pada pencegahan kanker serviks. Akibatnya, cukup banyak penderita yang terdiagnosis kanker serviks ketika memasuki stadium lanjut.

Cukup banyak negara yang sudah memasukkan vaksin HPV dalam program imunisasi nasionalnya. Negara-negara di Eropa, Amerika utara, dan Australia sudah melakukan imunisasi nasional untuk HPV. Di Asia, Malaysia juga sudah melaksanakan imunisasi nasional HPV pada murid sekolah dasar berumur 12 tahun. Kita berharap pemerintah kita juga dalam waktu tak lama lagi akan mempunyai kemampuan untuk melakukan imunisasi nasional HPV.

Jika Anda telah menyelesaikan pengobatan kutil kelamin Anda, sudah tentu Anda dapat merencanakan untuk mempunyai anak lagi. Ajaklah anak perempuan, anak laki-laki, dan mereka yang belum menjalani vaksinasi HPV berkonsultasi dengan dokter untuk mempertimbangkan penggunaan vaksin ini. Nah, semoga Anda sekeluarga dalam keadaan sehat dan bahagia selalu.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 7 Juni 2015, di halaman 11 dengan judul "Tertular Virus Human Papilloma".


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.
Related Posts with Thumbnails

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!
Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Skincare: The Revolution in Anti-Aging

Skincare: The Revolution in Anti-Aging
Dokumen Sehat Sinergis

Pilihan Investasi

Pilihan Investasi
Ada dua pilihan: jika Ikut Menjadi Member Bisnis Synergy

Produk Synergy WorldWide

Loading...
Word of the Day

Article of the Day

This Day in History

Today's Birthday

In the News

Quote of the Day

Spelling Bee
difficulty level:
score: -
please wait...
 
spell the word:

Match Up
Match each word in the left column with its synonym on the right. When finished, click Answer to see the results. Good luck!

 

Hangman

Hubungi, kami siap melayani anda:

Untuk info lanjut
hubungi:

Ibu Liong (021-33431704)


Sertifikasi Produk Synergy WorldWide

Produk -produk Synergy / NSP di Indonesia telah terdaftar pada Departemen Kesehatan RI dan memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), serta memperoleh sertifikat Halal dari IFANCA (The Islamic Food and Nutrition Council of America) yang disahkan oleh LP POM MUI.