Cari uang di internet

HUBUNGI, KAMI SIAP ANTAR!

Sehat-Sinergis secara herbal, membangun kesehatan dan kesejahteraan bersama secara sehat sinergis. Bekerjasama dengan Synergy WordWide (Independent Distributor from United State of America) untuk selengkapnya untuk pembelian atau pemesanan dengan perjanjian hubungi Ibu Liong di nomor: 021-33431704 Hubungi kami di email: sehat.sinergis@gmail.com. Ada uang baru barang diantar. Carilah lebih dulu kesehatan, baru yang lainnya.

Jumat, 29 April 2016

PSIKOLOGI Keberanian Masa Kini (AGUSTINE DWIPUTRI)

Pada zaman dulu, orang harus menghadapi bahaya bertemu binatang buas atau berperang satu lawan satu dengan senjatanya masing-masing. Untuk bisa tetap hidup dibutuhkan keberanian.

Pada masa kini, keberanian juga tetap diperlukan, hanya persoalannya berbeda. Masalah yang banyak ditemui dalam kehidupan modern di perkotaan lebih berkait dengan bagaimana hidup dengan gaji yang pas-pasan, bisnis lesu, mendapat diagnosis sakit berat, ibu tunggal yang menghidupi keluarganya, dan sebagainya. Dibutuhkan cara berbeda untuk membangun dan mengembangkan keberanian hidup di masa kini.

"Bravery" dan "courage"

Dalam bahasa Indonesia, arti kedua istilah ini sama, yaitu berani. Namun, jika melihat dari Kamus Merriam-Webster, kedua istilah tersebut bisa menjelaskan adanya perbedaan.

Bravery adalah kualitas diri yang memungkinkan seseorang untuk melakukan hal-hal yang berbahaya atau menakutkan.

Courage adalah kemampuan untuk melakukan sesuatu yang Anda tahu sulit atau berbahaya. Arti lain adalah kekuatan mental atau moral untuk berusaha, bertahan, dan menahan bahaya, ketakutan, atau kesulitan. Contoh, keberanian moral untuk berbicara menentang ketidakadilan ketika tidak ada orang lain yang melakukannya.

Dengan demikian, untuk masa kini, ketika ada kasus seorang ibu muda mendapat diagnosis kanker stadium tinggi tetapi dapat terus bertahan hidup demi menemani dan mengasuh anak-anaknya yang masih kecil, itu telah menunjukkan keberanian dalam arti courage.

Keberanian di masa kini

Menurut Nina Lesowitz dan Mary Beth Sammons (2013), hidup dengan berani di masa kini berkaitan dengan bagaimana mencapai daya yang tenang jauh ke dalam diri pribadi, yang memandu kita melampaui ketakutan dan kecemasan, dan menyiapkan serta mendukung kita melawan kekuatan luar yang mengancam akan mengguncang fondasi diri kita. Kita perlu belajar bagaimana beralih secara bertahap pada cara berpikir tentang keberanian yang baru ini.

Terutama saat ini, ketika jutaan orang hidup tanpa asuransi kesehatan, berjuang untuk melakukan pembayaran rumah dan membayar tagihan, atau takut bahwa kita akan sakit atau sesuatu yang mengerikan akan terjadi pada kita, kita perlu merangkul keberanian dan memanfaatkan kekuatan batin untuk hidup dengan berani. Kita perlu untuk mencapai lebih dalam ke diri kita sendiri untuk mengembangkan ketabahan, kekuatan, dan ketahanan serta terus maju dengan hati tetap terbuka.

Disebutkan bahwa orang yang berani tetap merasakan ketakutan mereka, tetapi juga mengambil suatu tindakan. Orang yang berani mengakui bahwa mereka takut, tetapi mereka mengatasi ketakutan itu dan bertahan menghadapinya.

Orang yang berani memperhatikan hal-hal kecil yang bisa menyuarakan batinnya, misalnya mengatakan, "Saya pikir saya bisa", bahkan ketika mereka gemetar ketakutan.

Jadi, tujuan kita adalah bukan menghilangkan rasa takut, melainkan dapat mengubahnya sehingga kita dapat hidup sepenuhnya terlepas dari rasa takut itu. Jika bisa belajar bagaimana bersantai dan mencapai jauh ke dalam diri, kita akan menemukan kreativitas, harapan, dan kesempatan dalam berbagai tantangan yang kita temui.

Tips keberanian

Berbagai tindakan membutuhkan keberanian. Namun, kenyataannya, bagi kebanyakan dari kita, ketika berpikir tentang keberanian, kita langsung berpikir tentang berbagai ketakutan kita-takut ketinggian, ruang sempit, berbicara, menghadapi risiko. Banyak dari kita juga berpikir bahwa atribut seperti keberanian adalah kualitas yang dimiliki orang lain, tetapi sulit dipahami oleh kita sendiri.

Jika Anda merasa keberanian sulit dipahami, tak perlu khawatir karena Anda tidak sendirian. Ada kabar baik, para ahli menemukan bahwa keberanian sesungguhnya adalah suatu pola pikir.

Menurut studi baru di West Point dengan peneliti utama Sean Hannah, kita benar-benar dapat mengurangi tingkat ketakutan kita ketika menghadapi risiko dan menciptakan suatu sikap berani, yang dapat mengarahkan tindakan keberanian ke masa depan. Studi mereka (2007) menemukan bahwa kita dapat menggunakan teknik afirmasi dan teknik emosional interpersonal untuk mengubah persepsi diri tentang keberanian dan bahwa melalui refleksi diri kita dapat membentuk dan memperkuat pola pikir keberanian kita sendiri.

Keberanian didorong oleh ciri-ciri kepribadian, seperti rasa mampu (self-efficacy), harapan, ketahanan (resilience), nilai-nilai dan keyakinan, serta kekuatan-kekuatan sosial. Berbagai emosi positif cenderung menyebabkan berkurangnya pengalaman rasa takut, yang juga mengarah ke perilaku yang lebih berani. Hannah dan kawan-kawan merekomendasikan beberapa pola pikir keberanian sebagai berikut.

. Rasa mampu (self-efficacy). Hal ini melibatkan afirmasi dan membangun kepercayaan dalam diri kita sendiri dengan menguasai suatu keterampilan, seperti kursus berbicara di depan umum dan melihat bahwa kita dapat membentuk rasa percaya diri kita atau berlatih berbicara pada atasan. Berlatih, berlatih, dan berlatih.

. Membuat harapan. Kita harus percaya bahwa ada sesuatu yang mungkin terjadi dan membayangkan suatu cara untuk mewujudkannya. Harapan dapat ditingkatkan melalui terapi kognitif, menciptakan afirmasi yang secara positif menunjukkan kita bisa melakukan sesuatu. Misalnya: "Saya mendapatkan obat yang tepat untuk menghilangkan rasa nyeri", "Saya kuat menyetir mobil untuk mengantar anak sekolah", "Saya berhasil mendapat pekerjaan yang saya inginkan".

. Membentuk resiliensi kita. Kita semua telah mengalami kemunduran, atau apa yang kita anggap sebagai kegagalan, tetapi kita harus mengembangkan keyakinan bahwa kita dapat mengatasinya. Kita harus melatih suatu "seni tertawa" menghilangkan berbagai ketakutan dan bergerak maju setelah terjadinya kemunduran.

Jadi, ada dua faktor terpenting yang dibutuhkan untuk keberanian, yaitu keyakinan batin kita dan kekuatan-kekuatan sosial yang mengelilingi kita. Jika jauh di dalam diri kita percaya pada kekuatan untuk tidak mementingkan diri, integritas, dan kehormatan, kepercayaan ini memiliki dampak penting pada kita dalam menghadapi rasa takut. Keberanian juga menular secara sosial. Jika mencari lebih banyak keberanian dalam diri kita sendiri, kita harus mencari model peran untuk keberanian dan meniru mereka.

Selamat melatih keberanian kita.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 30 April 2016, di halaman 25 dengan judul "Keberanian Masa Kini".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Jumat, 22 April 2016

KESEHATAN Kemajuan dalam Bidang Kedokteran (DR SAMSURIDJAL DJAUZI)

Saya berumur 32 tahun, ibu rumah tangga yang mempunyai dua anak berumur 4 dan 2 tahun. Saya rajin mengikuti berita mengenai terapi baru dalam bidang kedokteran. Namun, berita itu biasanya hanya sekitar berita yang belum menjadi kenyataan, belum dilaksanakan di Indonesia.

Masyarakat Indonesia tentu ingin mendapat manfaat dari berbagai temuan dari penelitian kedokteran di mana pun. Oleh karena itu, saya ingin menanyakan bilakah terapi-terapi dapat dilaksanakan di Indonesia?

Jika sekiranya saya ingin ikut dalam percobaan obat (uji klinik), apa manfaat dan risiko yang akan saya hadapi? Apakah orang yang bersedia mengikuti penelitian atau uji klinik tersebut dibebaskan dari biaya dan adakah jaminan jika terjadi risiko, misalnya efek samping, tim peneliti akan membantu agar efek samping tersebut dapat diatasi?

Bolehkah di tengah jalan peserta penelitian kedokteran berubah pikiran dan mengundurkan diri dari penelitian? Jika obat yang digunakan bermanfaat, apakah dia boleh meneruskan terapi tersebut meski penelitian sudah selesai? Apa yang dihadapi para peneliti kita jika berpartisipasi dalam penelitian internasional yang diadakan di banyak negara?

Saya merasa penelitian obat di Amerika dan Eropa tak dapat mewakili penduduk kita yang berat badan, tinggi, dan ciri fisiknya jauh berbeda dengan orang di Amerika dan Eropa. Saya tertarik untuk mengetahui seberapa jauh kemajuan vaksin HIV, pengobatan sel punca, serta cangkok hati di Indonesia. Mohon penjelasan dokter, kenapa terapi tersebut belum dijalankan secara luas di Indonesia? Terima kasih atas perhatian dokter.

M di S

Berita mengenai kemajuan terapi dalam bidang kedokteran memang menarik terutama bagi mereka yang mulai bosan dengan terapi yang ada. Beberapa penyakit kronik seperti diabetes melitus, hipertensi, dan infeksi HIV memerlukan terapi jangka panjang, bahkan seumur hidup, sehingga dapat dimengerti jika ada kemungkinan sembuh tanpa minum obat seumur hidup tentulah amat menyenangkan. Penelitian terus diadakan baik dalam bentuk mencari obat baru yang lebih efektif maupun dengan pendekatan terapi lain, seperti terapi sel punca.

Upaya menemukan vaksin HIV sudah lama sekali. Jika tak salah, sejak 1998 sudah banyak pusat penelitian di dunia yang berusaha menemukan vaksin untuk mencegah penularan HIV. Kita tahu bahwa HIV ditularkan melalui hubungan seksual, penggunaan jarum suntik bersama, dan dari ibu HIV positif ke bayinya.

Sebenarnya jika perilaku diubah, risiko penularan akan menurun. Ini terbukti pada penggunaan jarum bersama di kalangan pengguna narkotika suntikan. Jika pada 2000 sekitar 70 persen orang dengan HIV yang berobat di RS Cipto Mangunkusumo merupakan pengguna narkoba suntikan, kasus baru di kalangan pengguna narkoba suntikan saat ini turun tajam. Sebagian mereka berhenti menggunakan narkoba suntikan dan menggunakan obat substitusi metadon, sebagian lain masih menggunakan, tetapi sekarang pada umumnya tidak lagi menggunakan jarum suntik bersama.

Perubahan perilaku dalam bidang seksual amatlah sulit. Sekarang juga disadari obat infeksi HIV yang disebut Antiretroviral (ARV) selain bermanfaat untuk terapi ternyata bermanfaat untuk menurunkan risiko penularan. Oleh karena itu, salah satu strategi menurunkan penularan adalah menemukan mereka yang sudah terinfeksi HIV (HIV positif) lalu segera memberikan obat ARV. Dengan demikian, jumlah virus di tubuh orang dengan HIV/AIDS (ODHA) menjadi amat sedikit (bahkan tak terdeteksi) sehingga risiko penularan amat menurun.

Meski demikian, penelitian vaksin HIV baik vaksin pencegahan maupun vaksin terapi berjalan terus. Penelitian di Thailand menunjukkan vaksin HIV yang diteliti menurunkan risiko penularan sekitar 31 persen. Angka ini menurut WHO terlalu rendah sehingga masih dicari vaksin pencegahan HIV yang lebih ampuh. Sampai sekarang, calon vaksin tersebut masih diuji klinik di banyak negara. Apabila akan dapat digunakan masyarakat, biasanya para peneliti menjawab sekitar 5 sampai 10 tahun lagi.

Teknik terapi stem cell (sel punca) sudah dimiliki oleh para peneliti Indonesia. Kementerian Kesehatan telah menunjuk beberapa rumah sakit pendidikan untuk melakukan penelitian terapi sel punca ini. Indonesia juga berpartisipasi dalam penelitian terapi sel punca untuk penyakit jantung bersama Amerika Serikat, Hongkong, dan Australia. Penelitian masih berlangsung dan sampai saat ini terapi sel punca untuk penyakit jantung koroner ataupun penyakit jantung yang memerlukan cangkok jantung masih dalam status penelitian. Artinya, masih diperlukan lebih banyak jumlah peserta penelitian untuk menyimpulkan manfaat dan keamanan terapi sel punca pada penyakit jantung.

Terapi sel punca yang telah diakui manfaatnya adalah pada penyakit darah terutama kanker darah. Terapi ini sudah diakui manfaatnya, bahkan asal sel punca dapat berasal dari orang lain (heterolog). Pelaksanaan terapi ini juga dapat dilakukan di Indonesia, tetapi harganya masih akan amat mahal.

Cangkok hati telah dilaksanakan di rumah sakit di beberapa kota di Indonesia, misalnya di Jakarta dan Surabaya. Di Jakarta terapi cangkok hati dilakukan di rumah sakit pendidikan, bahkan juga rumah sakit swasta dengan bekerja sama dengan rumah sakit pendidikan. Mereka yang memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) di e-mailpphi_org@yahoo.com, website pphi-online.org.

Sepengetahuan saya, lebih dari 10 cangkok hati telah dilakukan di Jakarta. Jumlahnya belum sebanyak cangkok ginjal, kendalanya adalah biaya dan kesulitan mencari donor hati. Pada masa depan, jumlah cangkok hati di Indonesia akan bertambah karena mereka yang memerlukannya memang amat banyak.

Apa beda layanan yang masih dalam status penelitian dan layanan yang sudah diakui? Penelitian dilakukan untuk menjawab manfaat serta efek samping yang tak diinginkan. Penelitian dijalankan hanya pada jumlah peserta yang terbatas dan dengan pemantauan ketat serta lengkap.

Jika Anda ditawari untuk mengikuti suatu uji klinik, tanyakan penelitian itu tujuannya apa, apa manfaat dan risikonya bagi Anda. Jangan lupa juga tanyakan persetujuan dari komite etik. Anda akan mendapat penjelasan lengkap mengenai penelitian tersebut, termasuk hak dan kewajiban Anda sebagai peserta penelitian. Setelah membaca dan memahami persetujuan penelitian tersebut, Anda akan diminta menandatangani bukti persetujuan Anda. Pada umumnya setiap peserta dapat mengundurkan diri dari penelitian jika menginginkannya.

Sebenarnya mulai banyak peneliti kita yang ikut bersama dalam penelitian tingkat regional ataupun global. Beberapa kendala yang dihadapi peneliti Indonesia adalah peralatan laboratorium, kemudahan lalu lintas obat dan reagen yang diperlukan untuk penelitian, serta penerapan Mutual Transfer Agreement (MTA) yang masih amat kaku. Kita harus melindungi bahan-bahan darah dan spesimen lain peserta penelitian agar tak dimanfaatkan untuk penelitian lain, misalnya untuk menemukan vaksin baru. Untuk itulah diadakan peraturan MTA. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya, hendaknya MTA ini dapat memahami esensi penelitian sehingga tak menghambat keikutsertaan Indonesia dalam penelitian internasional.

Saya beberapa kali menolak diwawancarai mengenai obat atau pengobatan baru yang menurut saya masih sekitar 10 tahun lagi baru dilaksanakan di Indonesia. Sebagai pengetahuan tentu liputan itu baik saja, tetapi kita seharusnya lebih mengutamakan permasalahan kesehatan kita.

Acap kali pembaca yang membaca berita sudah menginginkan terapi itu, padahal pelaksanaannya di negara maju saja masih akan lama. Semoga minat Anda mengikuti kemajuan terapi juga dapat dilengkapi dengan pemahaman mengenai pencegahan penyakit yang tak kalah pentingnya.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 23 April 2016, di halaman 25 dengan judul "Kemajuan dalam Bidang Kedokteran".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

INVESTASI Apakah Kebijakan Moneter? (ADLER HAYMANS MANURUNG)

Baru-baru ini ada sebuah pertanyaan yang datang kepada penulis, apakah itu kebijakan moneter? Kenapa kebijakan moneter harus diambil? Apa saja instrumennya yang bisa dilihat? Bisakah kebijakan yang diambil langsung membuahkan hasil? Siapa yang membuat kebijakan tersebut di Indonesia?

Kebijakan moneter merupakan salah satu kebijakan dari dua kebijakan yang harus diambil sebuah negara. Adapun kebijakan lain tersebut ialah kebijakan fiskal dan biasanya dilakukan kepresidenan melalui kementerian.

Kebijakan moneter ini merupakan kebijakan menyangkut sektor keuangan atau lebih luasnya sektor moneter suatu negara. Kebijakan moneter ini umumnya yang menyangkut uang beredar, valuta asing dan tingkat bunga, juga termasuk segala indikator berhubungan dengan perbankan.

Kebijakan moneter, umumnya, dikendalikan oleh bank sentral sebuah negara dalam rangka stabilisasi perekonomian dan juga pertumbuhan ekonomi suatu negara. Sebelum krisis terjadi atau pada zaman Orde Baru, dibuat sebuah tim yang mengendalikan moneter Indonesia, yaitu Gubernur Bank Indonesia, Menteri Keuangan, dan Menteri Bappenas. Tetapi, belakangan ini penulis belum mendapat informasi mengenai tim ini dengan adanya berbagai undang-undang yang muncul.

Sekarang ini, sektor keuangan sudah dipecah menjadi dua kelompok besar, yaitu sektor mikro dan sektor makro, di mana mikronya dikendalikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan makronya dikendalikan Bank Indonesia (BI). Bahkan, BI sudah dikenal masyarakat berperan dalam pengendalian makro atau sering disebutmacro-prudential dan OJK menanganimicro-prudential.

Pembagian ini bagus sebenarnya jika ego dari masing-masing lembaga dikesampingkan, tetapi tujuan utama ialah tujuan negara yang melindungi penduduk sebesar 250 juta. Oleh karena itu, ambisi pribadi tidak bisa didahulukan oleh berbagai pihak ketimbang kepentingan publik karena tindakan diambil merupakan tindakan yang melindungi rakyat banyak.

Pengelolaan Bank Sentral tidak saja menggunakan pemahaman terhadap ilmu manajemen, tetapi sudah harus memahami ilmu makroekonomi dan kebijakan publik. Itu yang belum kita temui di negeri tercinta ini, sementara di negara lain, bahkan negara maju, kelihatan ketiga ilmu itu menonjol dalam mengelola bank sentral. Bahkan, bank sentral datang dari seseorang yang mumpuni dalam teori serta praktik untuk ilmu ekonomi dan kebijakan publik.

Kebijakan moneter merupakan kebijakan berkaitan dengan valuta asing, inflasi, dan tingkat bunga. Bahkan, dalam Undang-Undang BI secara jelas disebutkan tugas utamanya ialah melakukan stabilisasi dalam valuta asing dan harga-harga barang sehingga inflasi tidak terjadi.

Inflasi dapat terjadi disebabkan faktor impor dan impor tersebut selalu berkenaan dengan valuta asing. Apabila valuta asing bergejolak, inflasi juga bergejolak dan membuat persoalan tersendiri. Saat ini, ada beberapa negara yang menggunakan kebijakan target inflasi dalam rangka mengatur bidang moneter dan kebijakan ini pernah dianut negara Republik Indonesia yang tercinta.

Stabilisasi

Kebijakan moneter diambil pemerintah dalam rangka melakukan stabilisasi perekonomian dan juga meningkatkan pertumbuhan perekonomian. Umumnya, kebijakan moneter ini dalam rangka stabilisasi perekonomian karena tugas bank sentral sangat jelas untuk melakukan stabilisasi. Kebijakan moneter ini banyak sekali dilakukan, tidak hanya sendirian, tetapi bisa juga dengan sendirian dan tidak perlu dengan kebijakan lainnya.

Kebijakan moneter sering kali dengan memperhatikan kebijakan di departemen lain yang merupakan kelompok pemerintahan. Bank Sentral di Indonesia sudah tidak tergabung dalam pemerintahan, tetapi sudah merupakan lembaga yang independen. Tetapi, OJK sebagai lembaga pengawasan micro-prudential sedikit berbeda dengan BI. OJK tidak mempunyai lembaga supervisi yang bisa memberikan saran kepada Dewan Komisioner OJK sehingga disebut kekuasaannya sangat tinggi.

Kebijakan moneter mempunyai alat instrumen dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan. Ada dua alat instrumen kebijakan moneter dalam rangka menstabilkan atau membuat pertumbuhan ekonomi, yaitu uang beredar dan tingkat bunga.

Amerika Serikat selalu menggunakan kedua instrumen untuk membuat perekonomian mengalami perubahan. Kedua instrumen itu dipergunakan oleh pemerintahan AS dalam rangka mengatasi perekonomian yang sedang berjalan, tetapi kedua instrumen ini harus disimak dengan baik untuk kebutuhan perekonomian. Salah satu bentuk kebijakan moneter yang membuat perekonomian dunia seakan-akan mandek ketika AS mengambil kebijakan, penggelontoran uang ke pasar melalui pembelian obligasi ingin disetop. Banyak juga para pihak ilmu ekonomi menyatakan bahwa pengereman dana masuk ke pasar tidak ditemukan dalam buku ajar, tetapi kelihatannya merupakan sebuah kebijakan moneter dalam kelompok memperbesar uang beredar di masyarakat.

Untuk kasus Indonesia, instrumen kebijakan moneter tidak hanya uang beredar dan tingkat bunga, tetapi bervariasi. Salah satu contoh instrumen yang dipergunakan baru-baru ini, yaitu memperkecil rasio GWM, juga merupakan instrumen dan BI telah mencoba berbagai instrumen untuk bisa memperbaiki perekonomian.

Jika diperhatikan, kebijakan moneter BI yang tidak menurunkan tingkat bunga dalam waktu lama, kelihatan bahwa BI selalu menginginkan stabilitas perekonomian. Baru-baru ini, BI melakukan pengurangan tingkat bunga guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

Kebijakan moneter yang diambil pemerintah bisa dilihat dengan kasatmata, mengingat semua kebijakan yang diambil selalu transparan. Tetapi, kebijakan yang diambil itu tidak langsung membuahkan hasil baik karena harus mengalami proses.

Budiono (1973) menyatakan bahwa sebuah kebijakan akan terlihat hasilnya paling cepat tiga bulan kemudian. Oleh karena itu, banyak pihak menginginkan kebijakan itu langsung memberikan hasilnya. Kebijakan yang diambil mempunyai dampak pada bidang lain, baik menghambat maupun mempercepat hasil dari kebijakan itu. Penulis sedang menunggu kebijakan moneter berikutnya yang bisa membuat pertumbuhan ekonomi semakin besar.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 23 April 2016, di halaman 25 dengan judul "Apakah Kebijakan Moneter?".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

PSIKOLOGI: Menentukan Batas Toleransi Terendah (SAWITRI SUPARDI SADARJOEN)

Menentukan batas toleransi terendah barangkali merupakan tantangan yang tersulit dalam menemukan ungkapan kata yang akan didengar oleh seseorang tertentu. Posisi batas toleransi terendah bukan merupakan ultimatum. Hal itu bukan ancaman atau reaksi posisi yang ditentukan dengan cara impulsif, melainkan pada waktu bersifat intensitas tinggi (seperti misalnya, "Hai kalau kamu melakukannya sekali lagi saya akan meninggalkan kamu"). Hal itu juga bukan merupakan ekspresi atau tindakan nekat atau upaya terakhir untuk mencoba pasangan kita mengubah sikapnya.

Kecuali itu, hal tersebut juga bukan pesan campuran, yang kita ungkap sebagai satu arti (seperti halnya, "Saya tidak dapat melanjutkan keadaan seperti ini" ) dan perilaku kita menyatakan hal yang sebaliknya, (ternyata kita melanjutkan perlakuan tertentu kita). Selain menentukan batas toleransi terendah terdiri dari focus dari self (diri kita) dari kesadaran kita yang terdalam-di mana seseorang tidak bisa berpura-pura lagi atau merupakan tindakan kita yang palsu atau kita pinjam pernyataan itu dari orang lain-yang membuat kita terpaksa menetapkan batas tingkat toleransi terbawah kita.

Dalam hal ini kita menentukan batas toleransi terendah tidak dengan mengutamakan perubahan atau mengupayakan kendali terhadap orang lain serta merupakan batas dari toleransi kita (walaupun harapan tentang perubahan perilaku orang tersebut memang terkandung di posisi itu), tetapi lebih melindungi kewibawaan, integritas, dan rasa nyaman diri kita sendiri.

Setiap orang berbeda, tetapi tidak ada aturan batas toleransi terendah bagi setiap orang. Namun, apabila sampai kita pada batas toleransi terendah untuk isu yang penting (kita mengeluh, tetapi tidak sedikit pun terjadi perubahan dan kita tidak menyertai melalui relasi yang kita jalin, rasa diri kita seolah bagai rangkaian spiral ke arah bawah).

Posisi terendah dari batas toleransi menekankan kedalaman nilai dan respons yang baik tentang iklim relasi dengan orang lain dalam diri kita sendiri dan diri orang lain yang bermakna/berarti bagi kita. Jika kita menentukan batas terendah dari toleransi kita terhadap perilaku seseorang, terutama dalam relasi yang terjalin dengan orang tersebut, (misalnya, pada pasangan perkawinan kita sebagai berikut: "Papah kalau sekiranya aku melihat dengan kepalaku sendiri kamu masih minum alkohol, aku akan segera meninggalkan dirimu"). Dalam hal ini, kita ternyata mengungkap pernyataan tersebut bagi diri kita sendiri dan bukan ancaman bagi suami kita, (ungkapan tersebut sebenarnya mengandung arti sebagai berikut: "Papah, saya katakan ini karena pada dasarnya saya sayang kamu dan saya benar-benar ngeri melihat kamu minum alkohol, saya ngeri sekali, apalagi melihat saat kamu menenggak alkohol, pikiran saya berkata bahwa Papah tidak akan lama lagi hidup di sisi saya"). Langkah pertama untuk menetapkan batas toleransi terendah ialah pengetahuan sendiri dan melalui serta berdasar pengetahuan tersebut sebenarnya saya mengekspresikan perasaan diri sendiri.

Batas toleransi

Batas toleransi terendah bukanlah pernyataan yang kaku, tetapi dapat dievaluasi ulang dalam rangkaian atau cahaya pengalaman baru dan informasi. Contohnya, seorang klien perempuan bernama K (26) dengan lelaki S (30). Saat konsultasi pertama dengan penuh keyakinan K menyatakan bahwa prioritas utamanya adalah menikah walaupun untuk itu bisa saja ia kehilangan pacarnya. "S, saya mencintai dirimu dan saya ingin hidup bersamamu selamanya. Tetapi, pernikahan sangat penting bagiku karena saya membutuhkan komitmen. Saya tahu kamu perlu waktu untuk memikirkannya."

Sebenarnya, K tidak ingin mengancam pacarnya, tetapi ingin menyatakan bahwa itu adalah upaya klarifikasi yang menenangkan dirinya, yaitu tentang apa yang sebenarnya berada dalam batas toleransi yang dapat ia terima dengan baik. K merasa cukup jelas akan keberadaan rentang toleransinya yang hanya selama 6 bulan mendatang. Namun, jika S tidak juga memenuhi harapannya, K akan dengan sedih hati meninggalkan S.

Ternyata setelah 6 bulan S bergeming, ternyata K juga tidak meninggalkan S. Ia akhirnya mendapat pemikiran baru, yaitu bahwa ia tidak ingin S menikahi dirinya dalam kondisi tertekan. Daripada meninggalkan S, akhirnya K memutuskan tetap mengikatkan diri dengan S walaupun tanpa komitmen pernikahan.

K belajar untuk bersikap menurut dan lembut terhadap S dan menghindari reaksi berlebihan terhadap keraguan dan kelabilan S dalam mengambil keputusan untuk melaksanakan komitmen perkawinan. K merasa keputusan akhir untuk tetap melindungi dan mempertahankan hubungannya dengan S merupakan keputusan yang tidak pernah disesalinya.

Jadi, menentukan batas terendah toleransi ternyata bukanlah keputusan yang kaku, keras, dan tegas terkait dengan ungkapan yang seolah mengancam posisi seseorang yang berarti bagi diri kita, melainkan sebagai salah satu cara mengekspresikan kekhawatiran perasaan kita sendiri.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 23 April 2016, di halaman 25 dengan judul "Menentukan Batas Toleransi Terendah".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Jumat, 15 April 2016

KESEHATAN: Pemantauan Terapi Diabetes Melitus (DR SAMSURIDJAL DJAUZI)

Saya menderita diabetes melitus sejak lima tahun yang lalu. Pada tahun pertama saya mendapat kesulitan dalam mengamalkan hidup sehat untuk mengendalikan penyakit saya. Saya masih sering melanggar pengaturan makanan dan olahraga tak teratur. Gula darah saya tak terkendali sehingga saya pernah dirawat di rumah sakit karena gula darah amat tinggi. Sejak itu saya sadar akan pentingnya pengendalian diabetes melitus dengan pengaturan makanan dan olahraga.

Sekarang berat badan saya menetap, masih sedikit di atas berat badan ideal. Makanan sudah terbiasa banyak serat dan mengurangi lemak. Saya sudah tak pernah lagi makan atau minum yang manis. Gejala sering kencing malam hari mulai berkurang. Dokter mengatakan diabetes saya terkendali dan saya dianjurkan minum tablet penurun gula darah dengan dosis yang sudah menetap.

Pemeriksaan jantung, mata, dan ginjal baik. Tekanan darah saya baik, tetapi kadar kolesterol tinggi. Kemampuan seksual saya menurun meski saya baru berumur 45 tahun. Saya dianjurkan oleh dokter berkonsultasi dengan spesialis urologi untuk mencari penyebab lain penurunan kemampuan seksual tersebut.

Semula saya berkonsultasi dengan dokter setiap bulan, tetapi sekarang sudah dibolehkan dua bulan sekali. Di rumah saya mempunyai alat pengukur gula darah mandiri. Hasil gula darah yang saya periksa sendiri pada umumnya juga baik. Apakah mereka yang menderita diabetes melitus seperti saya memang lazim juga menderita peningkatan kadar kolesterol? Bagaimana mengendalikan kadar kolesterol saya yang masih sering tinggi? Sebenarnya apa yang dikhawatirkan jika penderita diabetes melitus juga menderita peningkatan lemak di darahnya? Terima kasih atas penjelasan dokter.

M di B

Jawaban:

Kita baru saja memperingati hari diabetes melitus. Diharapkan kepedulian masyarakat terhadap diabetes melitus meningkat dengan diadakannya peringatan hari diabetes.

Anda tentu mengikuti berita di media bahwa negara kita mempunyai jumlah orang dengan diabetes melitus yang amat banyak. Kekerapan diabetes di negeri kita semakin meningkat. Peningkatan kekerapan ini mungkin berkaitan dengan gaya hidup, makanan mengandung glukosa tinggi, serta olahraga yang kurang. Bersamaan dengan perubahan gaya hidup itu jumlah penduduk yang berat badannya berlebih juga meningkat.

Saya gembira Anda berhasil mencapai keadaan diabetes terkendali. Saya berharap keadaan tersebut dipertahankan. Berat badan Anda perlu juga pemantauan sehingga dapat menuju berat badan normal.

Kelainan kadar lemak (dislipidemia) memang sering dijumpai pada diabetes melitus. Gambaran dislipidemia pada diabetes melitus biasanya berupa peningkatan kadar trigliserida dan penurunan kadar kolesterol HDL. Perubahan perilaku untuk mengurangi asupan kolesterol dan lemak jenuh serta olahraga biasanya bermanfaat memperbaiki profil lemak dalam darah. Namun, jika dengan upaya tersebut belum berhasil, Anda dapat mendiskusikan dengan dokter keluarga apakah diperlukan obat untuk mengobati dislipidemia.

Pengobatan

Pemantauan hasil pengobatan diabetes melitus secara terencana melalui riwayat penyakit (anamnesis), pemeriksaan jasmani, dan pemeriksaan penunjang. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) telah menerbitkan konsensus pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 di Indonesia tahun 2015. Pedoman ini diharapkan akan menjadi rujukan bagi petugas kesehatan ataupun pasien untuk mencapai pengendalian diabetes melitus yang baik.

Pemeriksaan penunjang yang dilakukan adalah pemeriksaan kadar gula darah yang bertujuan menilai ketercapaian sasaran terapi. Pemeriksaan gula darah juga dapat digunakan untuk penyesuaian dosis obat. Waktu pelaksanaan pemeriksaan gula darah ialah pada waktu puasa, dua jam setelah makan atau sewaktu ada kebutuhan.

Selain pemeriksaan gula darah untuk menilai efek perubahan terapi 8 sampai 12 minggu, sebelumnya dilakukan pemeriksaan HBA1C. Di samping itu, seperti yang Anda telah lakukan, pemantauan juga dapat dilakukan dengan pemeriksaan gula darah mandiri. Pemeriksaan ini dengan darah kapiler sehingga memudahkan untuk dilakukan sendiri. Hasil pemeriksaan dengan alat yang sederhana ini dapat dipercaya, tetapi perlu dilakukan kalibrasi secara berkala.

Kapan diabetes melitus dapat dikatakan terkendali? Batasan diabetes terkendali dari segi pemeriksaan penunjang adalah jika kadar glukosa darah, kadar lipid, dan HBA1C mencapai kadar yang diharapkan, Sudah tentu status gizi juga sesuai sasaran pengobatan. Untuk memudahkan kriteria itu dapat dilihat pada tabel.

Jadi, sekarang melalui tabel ini Anda dapat membandingkan keadaan Anda dengan sasaran pengendalian di atas. Sudah tentu komunikasi dengan dokter keluarga Anda tetap penting karena mungkin ada hal-hal yang perlu mendapat perhatian khusus. Misalnya, dalam pengendalian dislipidemia diperlukan data mengenai umur, risiko penyakit kardiovaskular, dan lain-lain untuk menentukan apakah terapi dapat dimulai dengan pengaturan makanan dan olahraga saja atau sudah harus segera mulai dengan obat pengendali lemak (statin).

Saya berharap keberhasilan Anda mengendalikan diabetes serta kehidupan Anda sehari-hari yang tetap produktif dapat Anda bagi dengan teman-teman lain. Pemahaman mengenai penyakit diabetes melitus yang mencakup perjalanan penyakit, penyulit serta risiko, terapi non-farmakologis dan farmakologis, cara pemantauan serta mengenal komplikasi akut ataupun kronik merupakan faktor penting dalam pengendalian diabetes melitus.

Mengenai masalah seksual yang Anda hadapi saya setuju dengan dokter Anda. Salah satu penyebab adalah diabetes melitus. Namun, mengingat diabetes Anda terkendali baik, perlu dicari penyebab lain. Dokter spesialis urologi mungkin dapat membantu Anda.

Akhirnya, kita semua perlu memahami, penyakit diabetes melitus merupakan penyakit yang sering dijumpai di negeri kita. Setiap orang perlu peduli pada penyakit ini. Mereka yang mempunyai keluarga penderita diabetes melitus sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan apakah mereka juga sudah menderita penyakit ini. Jika didiagnosis secara dini, maka berbagai komplikasi yang mungkin timbul dapat dihindari.

Faktor penting dalam pengendalian diabetes melitus adalah pemahaman tentang penyakit dan perubahan gaya hidup. Obat-obat pengendali gula darah dapat membantu. Meski mengonsumsi obat penurun gula darah, pengaturan makanan dan olahraga masih tetap penting dan diamalkan. Semoga Anda sekeluarga dalam keadaan sehat selalu.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 16 April 2016, di halaman 25 dengan judul "Pemantauan Terapi Diabetes Melitus".


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Jumat, 01 April 2016

”Tour de Droits” dan Etape Demokrasi (LAMBANG TRIJONO)

Kritik Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY dibalas dengan kritik Hambalang, demikian publik menilai dua peristiwa terjadi hampir bersamaan itu.

SBY melontarkan kritik terhadap pemerintah sekarang jangan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperhatikan kemiskinan yang dialami warga masyarakat.

Sehari sesudah itu muncul berita Presiden Joko Widodo meninjau bekas proyek Hambalang yang terbengkalai itu. Sontak interpretasi kalayak pun muncul, hal itu dilakukan tidak lain merupakan kritik balasan Jokowi terhadap pemerintahan SBY sebelumnya. Tour de Java dibalas dengan Tour de Hambalang, demikian sindiran politik menggelitik dilontarkan publik.

Kontestasi kritik itu mendebarkan sekaligus menyehatkan kalau kita bisa memetik pelajaran politik darinya. Kedua pemimpin itu di belakangnya ada nama dua partai besar: Partai Demokrat dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Kalau boleh berharap sebaiknya kedua partai itu menjadi garda terdepan politik di Indonesia di masa datang.

Kelanjutan dari perjalanan politik itu bisa dimulai dari tanggapan SBY terhadap kritik simbolik yang dilakukan Jokowi. Dalam etape berikutnya SBY mengatakan, kritik yang disampaikan itu merupakan hak Partai Demokrat untuk menilai pemerintahan.Pandangan itu sepenuhnya bisa dibenarkan. Terlebih apabila lebih menukik lagi ke dalam, berkaitan dengan soal hak itu, lontaran disampaikan SBY terkait kemiskinan itu boleh dikata di dalamnya memuat persoalan hak warga negara dalam pembangunan.

Namun, jangan lupa, kritik simbolik dilakukan Jokowi sesungguhnya juga ada kaitannya dengan soal hak. Tinjauan Jokowi ke proyek Hambalang itu mengingatkan kita adanya hak warga negara, terutama kalangan muda, pencinta olahraga dan mereka yang ingin hidup sehat, yang suara dan kepentingannya selama ini terabaikan.

Karena itulah, kita katakan perjalanan politik itu menyehatkan. Bermula dari situ, kita bisa mengisi perjalanan politik kita ke depan dengan lebih menyuarakan hak-hak warga negara dalam pembangunan. Meminjam bahasa Perancis yang menyebut hak dengandroit, Tour de Java SBY dan Tour de Hambalang Jokowi itu sebaiknya kita lanjutkan dengan Tour de droits di etape berikutnya.

Demokrasi selanjutnya

Kita mulai Tour dedroits itu dengan becermin pada apa yang terjadi di Eropa yang membawa Eropa kini dalam kemajuan. Sejarah politik Eropa menunjukkan pergerakan politik menuntut hak di kalangan warga mendorong negara berubah menjadi lebih memperhatikan kesejahteraan warganya, atau memunculkan negara kesejahteraan dalam berbagai bentuk.

Pertanyaan muncul: mengapa hal itu tidak atau belum terjadi di kita? Mengapa demokratisasi ini tidak kunjung membawa penguatan hak warga negara dan, dengan itu, menjadikan negara suatu negara kesejahteraan?

Persoalan ini membutuhkan interogasi pemikiran tersendiri terhadap pandangan politik yang umum berlaku sekarang. Kecurigaan tertuju pada tensi yang belum terpecahkan antara apakah kita sebaiknya menempatkan droits itu tetap pada subyek l'homme, atau hak asasi manusia apa adanya, ataukah lebih menempatkannya pada subyek politikcitoyen, atau menjadikannya sebagai hak-hak warga negara.

Pergerakan politik berbasis hak-hak asasi manusia selama ini memang telah mengubah negara menjadi lebih demokratis. Namun, hasilnya tidak seperti yang terjadi di Eropa di masa lalu. Sejalan dengan nilai universal yang dianut, ia cenderung mengandalkan pada asumsi netralitas hukum, mengodifikasi hak menjadi ketentuan hukum, dan menjadikan hukum internasional sebagai motor penggerak mendemokratisasi negara.

Hasilnya, seperti kita rasakan sekarang, negara demokrasi baru terbentuk sarat kodifikasi hukum dan cenderung legalistik dalam menjalankan praktik kekuasaan. Kecenderungan ini bisa berbalik arah menimbulkan paradoks politik-hukum yang justru membatasi hak dan kebebasan warga negara.

Pada level warga negara, kecenderungan kodifikasi hak pada hukum dan depolitisasi menyertainya itu menjadikan warga negara semakin pasif sebagai penerima hak dari negara. Karena negara sendiri cenderung legalistik, akibatnya warganya kemudian menjadi sekadar penonton pasif dalam praktik kebijakan atau menjadi peminta dan penuntut hak yang tak kunjung datang dari negara.

Lain dengan pergerakan politik berbasis hak-hak asasi manusia yang tak terlalu terikat pada satuan kepentingan bangsa dan negara, pergerakan demokrasi berbasis hak-hak warga negara memberi prospek tersendiri bagi terbentuknya subyek politik warga negara yang demokratis.

Bisakah kita dalam etape demokrasi berikutnya lebih mengedepankan penggunaan hak-hak warga negara yang akan membuat negara lebih memperhatikan kesejahteraan warganya?

LAMBANG TRIJONO, DOSEN FISIPOL UNIVERSITAS GADJAH MADA, YOGYAKARTA

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 2 April 2016, di halaman 6 dengan judul ""Tour de Droits" dan Etape Demokrasi".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

KESEHATAN: Apakah Penyakit Campak Berbahaya? (DR SAMSURIDJAL DJAUZI)

Anak pertama saya laki-laki berumur lima tahun. Dia mengalami demam, tidak nafsu makan, dan tampak lemas. Dia tak mau bermain. Saya perhatikan kulitnya kemerahan mulai dari muka sampai seluruh badan.

Semula saya mengira dia mengalami alergi karena dia memang alergi terhadap udang. Namun, kelainan kulitnya jauh berbeda dengan kelainan akibat alergi yang sering dialaminya. Dia juga mengalami batuk-batuk dan matanya kemerahan. Ibu saya menduga anak saya terkena campak dan saya segera membawanya berkonsultasi dengan dokter keluarga kami. Ternyata dokter juga mendiagnosis anak saya terkena campak dan menganjurkan anak saya istirahat dan cukup minum.

Dokter tak memberikan antibiotika, tetapi menasihati, jika batuk bertambah atau sesak napas agar segera ke dokter kembali. Untunglah keadaannya membaik, secara perlahan nafsu makan bertambah. Kemerahan mulai berkurang dan beberapa hari kemudian dia sudah aktif lagi. Namun, saya belum mengizinkan dia untuk sekolah. Apalagi dia masih taman kanak-kanak, jadi saya tidak khawatir dia tertinggal pelajaran di sekolah. Justru saya khawatir jika bersekolah dia akan menulari kawan-kawannya di sekolah.

Di rumah, dia saya pisahkan tidurnya dari adiknya yang berumur tiga tahun. Dia juga memakai masker selama batuk-batuk. Apakah penyakit campak masih sering didapati di Indonesia? Apakah penyakit ini berbahaya? Bagaimana cara penularannya serta bagaimana pula cara mencegah penularan penyakit ini? Benarkah di negeri kita imunisasi campak sudah dimasukkan dalam program pemerintah? Di mana kami dapat memperoleh imunisasi campak? Terima kasih atas penjelasan dokter.

M di P

Penyakit campak (measles) merupakan penyakit yang masih sering dijumpai. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang amat mudah menular melalui udara. Penyakit ini sering dijumpai pada anak. Data dari WHO menunjukkan setiap tahun sekitar 454.000 anak meninggal karena campak dan sebagian besar kematian terjadi di negara yang sedang berkembang. Di Indonesia campak juga sering dijumpai di masyarakat. Ibu-ibu Indonesia sudah akrab dengan penyakit ini sehingga ibu Anda yang berpengalaman mampu menduga penyakit campak dari penampakan klinis yang dialami anak Anda.

Masa inkubasi campak sekitar 14 hari. Berarti, sejak terpajan virus sampai timbul kelainan pada kulit, lamanya sekitar dua minggu. Gejala permulaan campak dapat berupa demam, rasa lemah, dan tak nafsu makan yang berlangsung sekitar 2 sampai 4 hari. Anak biasanya tampak sakit, juga biasanya ada batuk, dan mata kemerahan (konjungtivitis). Ruam kulit biasanya dimulai di belakang telinga kemudian menyebar ke wajah, dada, tubuh, lengan, dan kaki. Kelenjar limfa leher dapat membengkak. Ruam akan menghilang setelah 3 sampai 4 hari dan warna kulit berubah menjadi kecoklatan.

Pada campak yang tak mengalami komplikasi gejala akan membaik setelah timbulnya ruam. Namun, campak dapat menimbulkan komplikasi, dapat terjadi radang telinga (otitis media), infeksi saluran napas (bronkopnemonia) gangguan saluran cerna berupa diare, bahkan juga dapat terjadi komplikasi neurologi dan juga mata. Komplikasi inilah yang menyebabkan penyakit campak menjadi berat bahkan dapat menimbulkan kematian. Pengobatan campak dilakukan dengan memperbaiki keadaan umum serta pengobatan untuk gejala. Antibiotika diberikan apabila terjadi infeksi sekunder seperti misalnya bronkopnemonia. Anak yang mengalami campak tanpa komplikasi biasanya dapat berobat jalan, tetapi anak yang mengalami komplikasi mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit.

Pencegahan penularan campak dilakukan dengan mengurangi risiko penularan di udara dari butiran ludah penderita yang beterbangan. Anda benar, sebaiknya anak yang sedang menderita campak diistirahatkan agar tak menjadi sumber penularan bagi orang di sekitarnya. Namun, kita perlu mengetahui pasien campak sudah bisa menularkan penyakit kepada orang lain dalam masa 4 hari sebelum atau 4 hari sesudah timbulnya ruam. Di samping mengurangi risiko penularan melalui udara, pencegahan penularan yang spesifik dapat dilakukan dengan imunisasi.

Imunisasi campak sudah masuk dalam program nasional, artinya setiap anak Indonesia berhak untuk mendapat imunisasi campak di samping imunisasi yang lainnya. Imunisasi campak dapat dilaksanakan di layanan kesehatan primer seperti puskesmas, praktik dokter umum, dan dokter spesialis anak. Anda dapat menghubungi petugas kesehatan yang berwenang untuk memperoleh jadwal imunisasi campak.

Berkat imunisasi, kejadian penyakit campak di dunia sudah menurun tajam. WHO merencanakan akan dapat mengeliminasi campak pada 2020 serta mengendalikan rubella (campak jerman) pada 2020 juga. Sebagai negara yang menjadi anggota WHO, kita akan mengikuti program tersebut. Pemerintah sedang menyiapkan imunisasi MR (Measles Rubella) yang akan diberikan kepada anak dan remaja yang jumlahnya di Indonesia akan mencapai sekitar 70 juta orang.

Biofarma sedang menyiapkan produksi vaksin MR ini untuk kebutuhan imunisasi massal. Namun, jangan lupa imunisasi campak termasuk lima imunisasi lengkap yang selama ini sudah berjalan. Adapun vaksin rubella juga sudah ada di Indonesia meski belum masuk program imunisasi nasional. Artinya, keluarga di Indonesia dapat menjalani imunisasi rubella meski sementara harus membayar sendiri. Jika program WHO tercapai, yaitu pada 2020 campak sudah dapat dieliminasi, berarti sejak tahun tersebut tak ada lagi kasus baru campak. Ini berarti anak-anak terhindar dari penularan campak, bahkan sekitar 450.000 kematian akibat campak akan dapat dicegah. Di sinilah manfaat imunisasi sehingga program imunisasi nasional kita harus kita jaga.

Cakupan imunisasi harus dijaga agar tetap tinggi. Jika terjadi penurunan cakupan, maka dapat terjadi peningkatan kasus seperti yang kita alami dengan kejadian luar biasa difteri di banyak daerah di Indonesia. Biaya untuk mengatasi kejadian luar biasa tersebut amat mahal karena jutaan orang perlu diimunisasi ulang. Kita juga ikut bersedih dengan meninggalnya anak-anak akibat kejadian luar biasa difteri tersebut. Karena itulah, sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit yang diakui efektif di seluruh dunia, kita semua perlu meningkatkan keberhasilan program imunisasi di negeri kita.

Tokoh masyarakat termasuk alim ulama telah memberikan bimbingan dan fatwa yang mendukung pelaksanaan program imunisasi untuk melindungi anak Indonesia dari penularan penyakit. Kita berharap masyarakat sekarang tidak ragu lagi. Masyarakat sudah mendapat informasi yang benar dan jelas sehingga kita semua dapat bersama-sama meningkatkan keberhasilan program imunisasi nasional kita. Dengan semakin meningkatnya kemampuan dana pemerintah, diharapkan akan lebih banyak lagi vaksin yang akan dimasukkan dalam program imunisasi nasional kita.

Masyarakat membutuhkan imunisasi pnemokok untuk mencegah pneumonia, imunisasi rotavirus untuk mencegah diare pada anak, imunisasi HPV untuk mencegah kanker serviks, imunisasi demam berdarah untuk mencegah demam berdarah, serta masih ada beberapa vaksin lain yang secara bertahap akan dimasukkan ke dalam program imunisasi nasional kita.

Semoga anak Anda akan dapat sekolah lagi, bermain bersama kawan-kawannya. Mudah-mudahan Anda sekeluarga tetap sehat dan bahagia selalu.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 2 April 2016, di halaman 25 dengan judul "Apakah Penyakit Campak Berbahaya?".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.
Related Posts with Thumbnails

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!
Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Skincare: The Revolution in Anti-Aging

Skincare: The Revolution in Anti-Aging
Dokumen Sehat Sinergis

Pilihan Investasi

Pilihan Investasi
Ada dua pilihan: jika Ikut Menjadi Member Bisnis Synergy

Produk Synergy WorldWide

Loading...
Word of the Day

Article of the Day

This Day in History

Today's Birthday

In the News

Quote of the Day

Spelling Bee
difficulty level:
score: -
please wait...
 
spell the word:

Match Up
Match each word in the left column with its synonym on the right. When finished, click Answer to see the results. Good luck!

 

Hangman

Hubungi, kami siap melayani anda:

Untuk info lanjut
hubungi:

Ibu Liong (021-33431704)


Sertifikasi Produk Synergy WorldWide

Produk -produk Synergy / NSP di Indonesia telah terdaftar pada Departemen Kesehatan RI dan memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), serta memperoleh sertifikat Halal dari IFANCA (The Islamic Food and Nutrition Council of America) yang disahkan oleh LP POM MUI.