Cari uang di internet

HUBUNGI, KAMI SIAP ANTAR!

Sehat-Sinergis secara herbal, membangun kesehatan dan kesejahteraan bersama secara sehat sinergis. Bekerjasama dengan Synergy WordWide (Independent Distributor from United State of America) untuk selengkapnya untuk pembelian atau pemesanan dengan perjanjian hubungi Ibu Liong di nomor: 021-33431704 Hubungi kami di email: sehat.sinergis@gmail.com. Ada uang baru barang diantar. Carilah lebih dulu kesehatan, baru yang lainnya.

Jumat, 03 Juni 2016

"Penghilangan Perempuan" dalam SDGS (MISIYAH)

Prinsip no one left behind dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) tampaknya akan diabaikan oleh Pemerintah RI.

Dua isu krusial di negeri ini, yakni sunat perempuan dan perkawinan anak, terancam dihilangkan. Data Unicef 2015 berdasarkan survei di 33 provinsi, 497 kota dan 300.000 rumah tangga pada 2013 menunjukkan gambaran menohok: lebih separuh jumlah anak gadis di Indonesia mengalami penyunatan pada usia di bawah 12 tahun, bahkan tiga dari empat gadis mengalami sunat dengan pemotongan klitoris atau sejenisnya pada usia di bawah enam bulan!

Fakta itu menempatkan Indonesia pada urutan ketiga praktik kekerasan terkait seksualitas dan organ reproduksi perempuan, setelah Mesir dan Etiopia. Secara lebih rinci, praktik itu juga menebas habis hak anak bersuara, hak mendapat informasi dan mengetahui apa yang terjadi pada tubuhnya. Laporan pada 2016 menyebut sedikitnya 200 juta anak perempuan dan perempuan di 30 negara mengalami praktik mutilasi kelamin.

Representasi Indonesia sebagai negara terkemuka dunia anggota G-20 luruh di hadapan fakta bahwa Indonesia menjadi salah satu dari 10 negara di dunia dengan praktik perkawinan anak tertinggi, atau pada posisi kedua di ASEAN setelah Kamboja.

Ironisnya, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan yang melegitimasi perkawinan anak umur 16 tahun dan memberlakukan fatwa Majelis Ulama Indonesia No 9A/ 2008 tentang Khitan Perempuan masih terus dipertahankan.

Belenggu berpikir

Peta jalan pembangunan global untuk mencapai seluruh sasaran SDGs 2030 mensyaratkan kesetaraan jender. Syarat ini dinilai penting karena tingginya angka kekerasan terhadap perempuan, bahkan data internasional menunjukkan hampir separuh anak di bawah 15 tahun mengalami kekerasan fisik dan seksual. Planet 50 : 50 : Langkah untuk Kesetaraan Jender yang diluncurkan PBB pada peringatan Hari Perempuan Internasional 2016 bukan sekadar tema. Kesetaraan dan keadilan dalam relasi kuasa antara yang kuat dan yang dilemahkan, antara laki-laki dan perempuan, adalah dasar membangun masa depan demokrasi substansial.

Lalu, masa depan Indonesia seperti apa yang bisa dibayangkan dari generasi yang dibelenggu mitos dan moral sempit, yang melihat tubuh perempuan hanya seonggok daging mati? Generasi macam apa yang bisa dibayangkan dari praktik diskriminasi dan pembodohan yang terus berlanjut terhadap anak perempuan?

Budaya sunat perempuan, khususnya kasus pemotongan klitoris, juga berarti pemotongan separuh hidup perempuan. Bahkan, sunat secara simbolik pun telah mengajari anak-anak perempuan sejak dini berada dalam posisi subordinasi sebagai pihak yang ditundukkan dengan menerima mitos tentang keliaran hasrat seksualnya. Budaya perkawinan anak di bawah umur terus menuai kontroversi karena bersinggungan dengan ranah agama dan mendapat pengesahan berdasarkan interpretasi teks. Dalam perspektif kultural, konsep kepemilikan membuat anak perempuan 'harus dilindungi' dari perbuatan zina dan tindakan 'amoral' lainnya, dengan cara mengawinkan mereka. Dasar yang penuh prasangka itu memenuhi pikiran orang dewasa terhadap anak-anak mereka.

Konsep kepemilikan menempatkan anak dalam posisi paling bawah dalam struktur penindasan memicu tindak kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan di dalam rumah oleh orang-orang terdekat dalam hubungan darah.

Di wilayah pedesaan, selain kental motif ekonomi, stigma 'perawan tua' terus dihidupkan, menyebabkan anak, secara sosial, dipandang rendah kalau belum dinikahkan. Dampak perkawinan di bawah umur telah banyak dibahas, termasuk kematian saat melahirkan dan lingkaran kemiskinan yang semakin sulit diputus.

Penyebab utama berlanjutnya praktik pelanggaran adalah budaya dominasi; yakni cara pandang yang memberikan otoritas pada para patriarkh untuk menentukan semua aspek dalam masyarakat. Otoritas itu telah merasuki pikiran laki-laki dan perempuan dan diwariskan dari generasi ke generasi sehingga menjadi kebenaran.

Situasi itu menimbulkan berbagai dampak serius, satu di antaranya adalah dilenyapkannya perempuan dan seluruh kelompok yang dipinggirkan dari seluruh proses pembangunan. Fenomenadisappearing women itu telah diantisipasi Program Pembangunan PBB (UNDP) dan Komisi Sosial Ekonomi PBB untuk Asia Pasifik (UNESCAP) dalam Laporan Pembangunan Manusia 2010.

Lonceng darurat

Lonceng darurat sudah harus dibunyikan. Mitos-mitos yang menghalangi kemajuan peradaban harus dipatahkan. Pemerintah Indonesia harus menempatkan pembangunan manusia setara atau bahkan lebih tinggi daripada pertumbuhan dalam pembangunan ekonomi. Penghapusan sunat perempuan dan perkawinan usia anak merupakan faktor penting dalam pemajuan peradaban, kemanusiaan, dan hak asasi manusia. Dengan mengakhiri segala bentuk diskriminasi dan kekerasan fisik, psikologis, dan seksual terhadap perempuan dan anak perempuan, Indonesia bisa menegakkan kepala dalam pergaulan masyarakat internasional.

Cara pandang dalam relasi kuasa yang setara dan adil yang jelas tercantum pada Tujuan-5 SDGs merupakan kunci mencapai 169 target untuk menuju transformasi dunia pada 2030, terutama mengakhiri kemiskinan, kelaparan, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, serta keadilan dan keamanan dalam arti yang sangat luas. Dalam penyusunan rencana kebijakan yang melandasi pelaksanaan SDGs menuju Transformasi Indonesia 2030, sebaiknya juga dirancang peta jalan penghapusan sunat perempuan dan perkawinan anak serta seluruh upaya membangun masyarakat cerdas-bernalar.

MISIYAHDIREKTUR EKSEKUTIF INSTITUT KAPAL PEREMPUAN

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 4 Juni 2016, di halaman 6 dengan judul ""Penghilangan Perempuan" dalam SDGs".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

KESEHATAN: Ruang Kerja dan Asap Rokok (DR SAMSURIDJAL DJAUZI)

Saya baru saja pindah kerja. Di kantor yang baru suasana lebih santai dan jaminan lebih baik. Penghasilan bulanan saya tiga bulan terakhir meningkat. Tentu keadaan ini menyenangkan bagi saya. Bos saya juga ramah dan mau membimbing. Wajar jika saya merasa beruntung bekerja di kantor saya yang baru ini.

Satu hal yang kurang cocok bagi saya adalah kebiasaan merokok di kalangan teman sekerja. Saya satu ruangan dengan sepuluh karyawan. Hanya ada dua perempuan termasuk saya. Delapan teman kerja pria adalah perokok. Saya tak terlalu peduli dengan kebiasaan mereka. Mereka cukup terpelajar, seharusnya mereka sudah menyadari bahaya rokok untuk kesehatan. Kebiasaan merokok teman-teman tidak hanya dilakukan di luar ruangan, tetapi acap kali dengan sadar mereka merokok di dalam ruangan. Akibatnya, asap rokok beterbangan dan saya harus mengisap asap rokok tersebut.

Saya pernah menginformasikan bahwa saya menderita alergi saluran napas, alergi saya dapat kambuh jika dipicu asap rokok. Tampaknya mereka kurang peduli. Saya ingin membicarakan hal tersebut dengan atasan saya, tetapi beliau juga ternyata perokok. Di kantor ini tak ada larangan untuk merokok di tempat umum. Teman sekerja saya yang perempuan juga mengeluh, tetapi tak dapat berbuat apa-apa. Untuk pindah tempat kerja dalam situasi ekonomi seperti sekarang ini tidaklah mudah. Jadi, kami harus bertahan untuk bekerja di ruangan yang penuh asap rokok.

Saya pernah menempelkan artikel bahaya rokok bagi kesehatan, tetapi tampaknya teman-teman tak peduli. Saya juga pernah menulis surat kepada atasan, apakah saya dan teman saya dapat ditempatkan di ruang yang bebas asap rokok. Namun, sampai sekarang belum ada tanggapan dari bos saya. Apakah peraturan pemerintah mengenai larangan merokok di tempat umum dapat diberlakukan di perusahaan kami?

Saya tak ingin mengganggu hubungan baik antarkaryawan yang selama ini berjalan baik. Setiap bulan kami ada acara bersama membahas berbagai persoalan. Apakah masalah asap rokok ini dapat saya ajukan sebagai salah satu upaya memperbaiki lingkungan kerja? Kami menginginkan lingkungan kerja yang sehat dan aman. Apakah kami dapat mengundang pakar kesehatan untuk berdialog dengan karyawan mengenai dampak buruk kebiasaan merokok? Teman-teman saya masih menganut mitos bahwa merokok meningkatkan kreativitas kerja. Mereka merasa kurang produktif jika tak merokok.

S di J

Peraturan yang melarang merokok di tempat umum sudah lama berjalan. Memang pada kenyataannya kita masih mendapati orang merokok di terminal bus, bahkan di dalam bus. Meski sudah banyak informasi mengenai bahaya rokok, kita memang tak dapat memaksa seseorang untuk berhenti merokok. Jika dia tetap ingin merokok, itu pilihan hidup dia. Namun, hendaknya jangan sampai pilihan hidup tersebut juga mempunyai pengaruh buruk pada anak, istri, saudara, atau teman sekerja.

Kita mengenal istilah perokok aktif dan perokok pasif. Mereka yang terisap asap rokok orang lain yang sedang merokok merupakan perokok pasif. Penelitian menunjukkan, baik perokok aktif (orang yang merokok) maupun perokok pasif (mereka yang terpaksa menghirup asap rokok orang lain) mempunyai risiko untuk mengalami gangguan kesehatan.

Kita sudah sering membahas bahaya rokok bagi kesehatan di ruang ini. Secara singkat dapat diringkas, bahaya asap rokok dapat meningkatkan risiko bronkitis kronik, emfisema, pneumonia, dan penyakit jantung koroner. Dari segi risiko penyakit kanker, merokok meningkatkan risiko meninggal akibat kanker paru 14 kali lipat dibandingkan dengan bukan perokok. Adapun kanker esofagus meningkat 4 kali dan kanker kandung kemih 2 kali.

Merokok juga berbahaya untuk kehamilan. Merokok dapat meningkatkan risiko keguguran, berat badan bayi rendah, serta gangguan saluran napas pada bayi. Seorang suami yang merokok perlu memperhatikan baik-baik data ini. Seorang suami tentulah mencintai anak dan istrinya. Dia tentu tak ingin kebiasaan merokoknya juga menyebabkan gangguan kesehatan pada istri dan anaknya.

Saya sering mendengar sulitnya berhenti merokok. Memang benar, mereka yang telah lama merokok, apalagi dalam jumlah sigaret yang cukup banyak, dapat mengalami gejala putus rokok. Gejala ini seperti rasa lemah, sukar konsentrasi, mulut kering, dan gelisah yang dapat timbul akibat ketagihan rokok. Tembakau mengandung nikotin yang dapat menimbulkan ketagihan seperti halnya narkoba.

Perokok berat yang ingin berhenti merokok dapat meminta pertolongan pada klinik henti rokok. Layanan klinik henti rokok biasanya ada di rumah sakit paru, jantung, atau kanker. Klinik henti rokok dapat membantu mereka yang merokok untuk menghentikan kebiasaannya. Mereka yang sudah mengalami ketagihan berat dapat dibantu dengan obat.

Pengiklan rokok memang amat pandai. Mereka memasarkan rokok sebagai bagian hidup modern. Remaja yang tak merokok berarti ketinggalan zaman dan merupakan remaja kuno. Dukungan pemasaran rokok sekarang amat banyak ditujukan kepada kegiatan remaja seperti, misalnya, kegiatan olahraga dan musik. Padahal, olahraga dan rokok merupakan hal yang bertentangan. Olahraga bertujuan meningkatkan kesehatan dan kebugaran. Rokok berisiko menurunkan derajat kesehatan dan kebugaran.

Untunglah informasi mengenai bahaya rokok sekarang juga cukup gencar, termasuk di media sosial. Banyak relawan yang menyadari bahaya rokok menyampaikan pesan bahaya merokok serta mengecam iklan rokok yang memberikan informasi yang menyesatkan. Secara perlahan di kalangan mahasiswa dan kelompok terpelajar kebiasaan merokok mulai menurun, tetapi di kalangan remaja desa malahan semakin meningkat.

Upaya untuk mengurangi bahaya rokok dilakukan dengan informasi dan peraturan. Hampir semua daerah sudah mempunyai peraturan daerah mengenai larangan merokok di tempat umum. Pada kenyataannya, kita masih mendapatkan mereka yang tak patuh pada peraturan tersebut. Tidak hanya di kendaraan umum, di tempat perbelanjaan, termasuk mal yang mempunyai pendingin udara, penjual dagangan banyak yang merokok sambil melayani pembeli.

Sebagai masyarakat yang memimpikan lingkungan yang sehat dan bersih, kita berharap pengawasan terhadap kebiasaan merokok di tempat umum lebih ditingkatkan. Khusus untuk situasi di kantor memang agak unik meski mungkin juga masih ada kantor-kantor lain yang belum peduli pada peraturan larangan merokok di tempat umum. Anda dapat saja mengundang pakar kesehatan untuk berdialog mengenai memelihara kesehatan dan produktivitas. Pada saat tersebut dapat dibahas mengenai bahaya rokok. Saya rasa cukup banyak pakar kesehatan yang peduli pada masalah ini. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) setahu saya mempunyai Komisi Anti Rokok. Anda dapat berkonsultasi dengan komisi ini bagaimana agar lingkungan kantor Anda menjadi lebih sehat dan bersih.

Saya selalu menanyakan kepada pasien saya yang merokok, apakah mereka sudah berhenti merokok. Beberapa keluarga justru yang menjawab adalah anak mereka yang masih kecil. Anak kecil tersebut melaporkan bahwa ayahnya masih merokok. Rupanya sang anak sayang kepada ayahnya, ingin ayahnya sehat, serta ingin ayahnya berhenti merokok. Saya berharap pasien saya juga sayang kepada keluarganya dan lebih mencintai keluarga daripada rokok. Semoga perjuangan Anda untuk bebas dari asap rokok berhasil.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 4 Juni 2016, di halaman 25 dengan judul "Ruang Kerja dan Asap Rokok".


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

INVESTASI: Strategi Pendanaan Perusahaan (ADLER HAYMANS MANURUNG)

Dua minggu lalu telah diuraikan mengenai sumber pendanaan perusahaan yang dapat disebut melalui utang dan saham, yang keduanya bersumber dari eksternal. Sementara sumber dari internal perusahaan disebutkan, laba bersih yang ditahan perusahaan sering dikenal dengan laba yang sengaja ditahan perusahaan dan tidak dibagikan sebagai dividen (retained earnings).

Timbul pertanyaan, bagaimana perusahaan memilih pendanaan tersebut? Apakah bisa investasi jangka pendek dibiayai dengan pendanaan jangka panjang? Apa ukuran yang dipergunakan dalam pemilihan tersebut? Apakah strategi pendanaan tersebut berkaitan dengan nilai perusahaan?

Bila diperhatikan dalam bentuk sumber dana yang hanya bisa dilakukan dalam tiga sumber dana, yaitu laba ditahan, utang, dan saham, pertama-tama yang harus diperhatikan oleh perusahaan adalah biaya pendanaan itu.

Perusahaan tidak menginginkan pendanaan yang mahal karena hal itu membuat biaya modal perusahaan mengalami kenaikan sehingga tidak efisien. Artinya, biaya yang terkecil menjadi urutan pertama dalam menggunakan dana yang akan dipakai untuk investasi. Bila dana yang paling murah dipakai, investasi yang dilakukan perusahaan akan mengalami keuntungan.

Dalam kasus tiga sumber pendanaan, laba ditahan merupakan sumber pendanaan internal yang paling murah. Sumber dana ini merupakan keuntungan yang diperoleh perusahaan akibat usaha yang dilakukan. Jika perusahaan mendapatkan pendanaan yang biayanya lebih murah, biaya modal perusahaan akan menurun sehingga nilai perusahaan akan mengalami kenaikan. Bila biaya pendanaan lebih besar dari biaya modal saat ini, biaya modal meningkat sehingga harga perusahaan akan menurun.

Harus diingat, nilai perusahaan dalam bentuk perpetual (jangka panjang) merupakan nilai EBIT (Earnings Before Interest dan Taxes) dibagi dengan biaya modal (cost of capital) perusahaan. Bila diasumsikan nilai EBIT konstan, perubahan dari biaya modal menjadi perubahan dari nilai perusahaan. Jika biaya modal mengalami kenaikan, nilai perusahaan akan mengalami penurunan, dan nilai perusahaan mengalami kenaikan bila biaya modal mengalami penurunan.

Jika bicara dengan biaya yang paling murah, strategi pendanaan ini hampir sama dengan pemikiran Donaldson (1961), Myers (1984), serta Myers dan Majluf (1984), dikenal dengan Teori Urutan Pendanaan (Pecking Order Theory), yang menyatakan, perusahaan dalam mendanai investasi harus mengikuti urutan sebagai berikut: pertama, perusahaan dapat mendanai dari laba bersih yang ditahan perusahaan. Akumulasi laba bersih yang ditahan ini kemungkinan besar tidak semua dalam bentuk tunai, tetapi ada juga dalam bentuk surat berharga, seperti deposito, saham, dan investasi lain yang bisa cepat dibuat dalam bentuk tunai. Perusahaan harus mencairkan surat berharga tersebut, tetapi dengan syarat bila hasil investasi dari surat berharga tersebut lebih besar dari hasil investasi yang dilakukan, perusahaan tidak perlu mencairkan investasi tersebut, lebih baik melakukan pinjaman dengan bunga lebih kecil dari hasil investasi.

Urutan ketiga ialah melakukan pinjaman dari pihak luar dan pinjaman ini bisa dilakukan sebesar-besarnya dengan persyaratan hasil investasi minimum sama atau lebih besar dari biaya pinjaman tersebut. Selama hasil yang diperoleh (return on earnings asset) lebih besar daripada biaya modal perusahaan, perusahaan bisa melakukan pinjaman sebanyak-banyaknya. Kalimat ini menyatakan, perusahaan tidak mempunyai batasan pinjaman yang dilakukan asalkan hasil earnings assetlebih tinggi dari biaya modal. Kalimat ini juga mengkritik dari akademisi yang menyatakan adanya rasio utang dengan ekuitas yang normal untuk sebuah industri. Kalimat itu mendukung teori struktur modal yang dikemukakan oleh Miller dan Modligiani yang dikenal dengan teori MM, yang menyatakan tidak ada hubungan antara struktur kapital dan nilai perusahaan.

Pendanaan

Selanjutnya, pemilihan pendanaan perusahaan dipergunakan dengan melihat nilai perusahaan yang ditunjukkan oleh laba bersih per saham atas sumber dana yang dipergunakan. Biasanya laba bersih yang meningkat, harga atau nilai perusahaan juga mengalami peningkatan. Bila perusahaan menggunakan saham sebagai sumber pendanaan atas investasi, laba bersih per saham perusahaan akan lebih besar apabila dibandingkan dengan menggunakan utang, pilihannya jatuh pada saham.

Jika tindakan pendanaan tidak menaikkan laba bersih per saham perusahaan, tindakan tersebut merupakan strategi yang salah. Umumnya, metode ini akan memberikan pemikiran dan hasil empiris bahwa perusahaan sampai EBIT tertentu akan lebih baik menggunakan ekuitas dan setelah nilai tertentu perusahaan sebaiknya menggunakan utang. Pendekatan ini menyatakan, perusahaan akan lebih bagus menggunakan utang jika ingin meningkatkan EBIT perusahaan lebih besar karena EPS yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan menggunakan saham.

Pendekatan lain yang sering dipergunakan dengan menghitung nilai neto sekarang (NPV = net present value) dari penggunaan dana itu. Bila net present yang dihasilkan memberikan hasil yang positif, nilai neto sekarang yang lebih tinggi merupakan strategi yang tepat. Penggunaan ini jarang dipergunakan berbagai pihak karena banyak indikator yang harus diperhitungkan. Tetapi, pendekatan ini lebih tepat dibandingkan dengan metode laba bersih per saham yang diuraikan sebelumnya. Oleh karena itu, perusahaan yang ingin go public sebaiknya menghitung NPV atau laba bersih per saham terlebih dahulu untuk mendapatkan keputusan yang terbaik.

Pada saat perusahaan ingin memperpanjang siklus hidup produk (life-cycle product), perusahaan harus melakukan investasi yang meningkatkan skala ekonomis (economic scale) perusahaan. Pendanaan atas peningkatan skala ekonomis perusahaan tidak cocok menggunakan utang harus menggunakan saham. Tindakan ini harus diperhatikan pengambil keputusan karena kesalahan ini bisa membuat perusahaan akan mengalami persoalan mendasar di masa mendatang.

Utang perusahaan bisa dikelompokkan berdasarkan umur, yaitu jangka pendek dan jangka panjang. Utang jangka panjang yang berumur kurang dari satu tahun dimasukkan menjadi utang jangka pendek dan masuk dalam utang lancar dalam neraca perusahaan. Utang lancar tidak bisa dipergunakan untuk membiayai investasi jangka panjang dan utang jangka panjang tidak bisa dipergunakan untuk membiayai investasi jangka pendek. Ada risiko yang dihadapi apabila dilakukan oleh perusahaan.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 4 Juni 2016, di halaman 25 dengan judul "Strategi Pendanaan Perusahaan".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

PSIKOLOGI: Patutkah Berbagi tentang Kerentanan Mental Kita? (SAWITRI SUPARDI SADARJOEN)

Saya seorang pribadi yang terbuka, dan rasanya semakin tua saya merasa semakin menjadi pribadi yang lebih terbuka. Menjadi tua membuat diri kita mempertimbangkan bahwa semua hal yang mempermalukan diri kita dan aneh sebenarnya bersifat universal. 

Artinya, setiap orang ternyata memiliki keanehan yang juga membuat dirinya malu.

Ternyata perkembangan kemampuan menjadi realistis yang membuat diri kita merasa bukan sosok unik membuat kita menjadi lebih mudah untuk membuka diri, siapa diri kita dan bagaimana kita bisa menjadi seperti ini. Apakah memang seyogianya demikian?

Beberapa waktu yang lalu, saya menemukan catatan harian (diary) yang saya tulis sejak saya kelas dua SMP sekitar tahun 1959, dan saya bacakan kepada teman akrab yang saya percaya sambil minum kopi. Pada satu halaman dari diary saya, saya menemukan ungkapan "Saya mencintai R" yang dimulai bulan Juli-Agustus tahun yang sama, dan sejak bulan dan tahun itu saya menyebut namanya hampir 100 kali. Ada beberapa benda kecil yang menjadi pengingat saya dengannya, seperti prangko yang dia gunakan saat menulis surat kepada saya, ada sobekan kertas surat yang berisi tanda tangannya, dan berbagai benda kecil-kecil lainnya, yang terlampir dan direkat bersama catatan saya mengenai dirinya.

Masa usia tersebut, kesadaran diri saya sebagai perempuan membuat saya malu sendiri, saya tidak ingin orang lain tahu apa yang saya hayati saat itu dan apa yang saya rekat secara rahasia pada tulisan mengenai R serta gambar-gambar kenangan yang saya peroleh darinya. Banyak sekali ungkapan-ungkapan yang penuh romantisisme, lirik-lirik serta prosa khusus yang saya temukan pada buku harian itu, seolah saya adalah seorang penyair andal yang tentu saja sangat mempermalukan diri saya, andai ungkapan romantisisme tersebut dibaca atau terbaca oleh orang lain.

Ketika tiba giliran kawan dekat saya membacakan diary-nya, saya akhirnya mendapat kenyataan bahwa kawan itu pun memiliki kejadian-kejadian spesifik pada masa remajanya yang bisa juga mempermalukan dirinya bila saat kejadian tersebut terjadi, tulisannya dibaca orang lain.

Ternyata, saat tiba kita pada usia saya ini, kehidupan masa remaja kita itu tidak lagi begitu memalukan karena kita melihat kenyataan bahwa orang lain pun merasakan perasaan yang analog dengan diri kita pada usia remajanya. Ternyata pula ungkapan-ungkapan dalam diarykita pun bisa juga membuat diri kita bangga karena ungkapan-ungkapannya begitu romantis layaknya seorang penulis cerita roman. Mengapa? Karena ungkapan-ungkapan romantis tersebut disusun dengan penyertaan emosi yang didominasi oleh nuansa romantisisme seorang gadis yang sedang dilanda cinta.

Memang, kita mungkin mengagumi kemampuan kita mengungkap rasa cinta tersebut pada masa remaja, tetapi pada saat yang sama kita pun bisa menertawakan diri kita. Situasi ini akan menambah keakraban pertemanan yang kita jalin dengan teman akrab tempat kita berbagi.

Timbul pertanyaan, apakah ada perbedaan antara mengungkap diarypada masa lalu dan membuka diri pada saat ini? Sejauh manakah kita seyogianya membuka diri secara tuntas segala sesuatu yang kita alami saat ini? Apakah menceritakan apa yang telah kita alami pada masa muda berpengaruh pada posisi kita di lingkungan di mana kita berada?

Serentak setelah saya merasa diri saya menjadi pribadi yang matang (mature), saya merasa semakin menjadi lebih bersikap mandiri dan sangat "pribadi" saat melalui tahapan perkembangan lingkaran kehidupan lanjut ini. Dalam kehidupan paruh baya, bahkan lansia ini, saya merasa semakin menjadi diri pribadi dan memilih apa yang akan saya bagikan kepada orang lain. Cara berkomunikasi saya pun menjadi semakin bijak.

Jawaban:

Memang di saat kita menginginkan relasi intim dengan lingkungan, ada baiknya menceritakan masa kanak-kanak kita. Namun, berbagi tanpa upaya diskriminasi dan kurang matang justru tidak akan membuat diri relasi kita semakin intim, melainkan justru sebaliknya. Karena, bila kita menemui seseorang dalam suatu pesta, yang dengan spontan menceritakan kesulitan-kesulitannya, maka kita pun akan justru mempertanyakan keputusannya dan tahap kematangan pribadinya daripada mengagumi kondisi mental dirinya.

Dalam situasi pesta kita hendaknya mampu menciptakan keintiman dan keterikatan emosional dengan lingkungan dengan cara mengendalikan pernyataan-pernyataan kita dan cerita-cerita kita serta hal-hal yang ingin kita bagi dalam lingkungan baru itu. Andai akhirnya kita sampai pada masalah kelemahan kita dan kerentanan kondisi kita, adalah sangat bijaksana bila kita mempertimbangkan terlebih dahulu apakah lingkungan baru tersebut memang tepat bagi kita untuk berbagi kerentanan dan kelemahan kita. Kecuali itu, kita pun hendaknya mempertimbangkan pula apakah tingkat keamanan dan kenyamanan yang kita peroleh di situ.

Kita harus yakin dan percaya bahwa orang-orang baru di sekeliling kita tidak akan melecehkan kita dan merendahkan diri kita saat mendengar kelemahan-kelemahan dan kerentanan mental yang kita hayati. Karena, tentu saja kita tidak menginginkan diri kita direndahkan atau dijadikan sumber gosip bagi mereka atau bahkan kita tidak menginginkan informasi tentang kekurangan kita digunakan justru untuk melawan diri kita di kemudian hari. Kalaupun pada saat itu kita sedang merasa "tidak nyaman" dengan perasaan kita, ambillah justru hal-hal yang menyenangkan kita dalam pertemuan tersebut dan buatlah diri kita sebahagia mungkin, dengan berusaha menikmati kebersamaan dalam pertemuan tersebut.

Jadi, bila kita sedang sangat sensitif dan menghadapi situasi sulit, hendaknya hal pertama yang harus menyibukkan diri kita adalah mencari seseorang yang benar-benar kita percaya untuk bisa bersikap empati dan memberikan atensi yang tulus bagi upaya meringankan penghayatan perasaan kita yang sedang sensitif tersebut.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 4 Juni 2016, di halaman 25 dengan judul "Patutkah Berbagi tentang Kerentanan Mental Kita?".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Jumat, 27 Mei 2016

INVESTASI: Berutang untuk Investasi (PRITA HAPSARI GHOZIE)

Mbak Prita, kalau mengandalkan gaji xisemata untuk berinvestasi, seperxitinya hasil akan segitu-gitu saja. Bagaimana jika kita berinvestasi tanpa harus keluar modal dari gaji bulanan?"

Pertanyaan yang terlontar dari seorang peserta seminar, beberapa waktu lalu, menggelitik hati saya untuk menggali lebih dalam. Investasi atau menabung pasti membutuhkan uang. Bila tidak bersumber dari gaji bulanan, maka sumber lain bisa datang dari penghasilan sewa, bonus, pembagian dividen usaha, ataupun dari berutang. Untuk sebagian orang, mengambil utang untuk berinvestasi ternyata sudah bukan cerita awam. Bagaimana dan apa untung ruginya mengambil utang untuk berinvestasi?

Berutang untuk investasi atau dalam bahasa keuangan sering disebut denganmargin lending atau investment leverage. Konsep ini pada dasarnya adalah menggunakan modal dari pihak lain untuk mengharapkan potensi keuntungan investasi yang lebih besar. Banyak masyarakat di Indonesia yang sebetulnya sudah melakukan praktikmargin lending ini, misalnya, menggunakan kredit perumahan atau kredit apartemen untuk membeli properti yang kemudian disewakan.

Seorang investor yang menggunakan konsep margin lending akan mengambil pinjaman dan menggunakannya sebagai tambahan modal untuk ditanamkan dalam suatu aset investasi. Selama periode berutang, investor akan mengambil porsi keuntungan atau pendapatan investasi untuk membayar cicilan pokok dan bunga pinjaman.

Pertanyaan berikutnya, bila seorang investor masih harus membayar bunga, di mana potensi keuntungannya? Anda tentu paham bahwa nilai investasi merupakan fungsi dari bunga majemuk. Semakin besar modal investasi yang ditanamkan, maka dengan tingkat imbal hasil yang sama, keuntungan yang diinvestasikan kembali pun semakin besar. Potensi keuntungan inilah yang menggiurkan bagi sebagian besar investor.

Jika seorang investor meminjam uang dengan harapan bisa "diputar" sejenak di suatu aset investasi untuk meraih keuntungan instan, hal ini sangat tidak disarankan. Praktik ini lebih bersifat spekulasi dibandingkan investasi. Dalam berspekulasi, seseorang dapat memperoleh keuntungan yang sangat tinggi, tetapi juga dapat menderita kerugian yang sangat besar. Risikonya dapat dijabarkan seperti berikut ini. Tingkat suku bunga pinjaman bersifat pasti, sedangkan hasil investasi masih berupa potensi. Maka, apabila tingkat suku bunga pinjaman melonjak atau lebih tinggi dibandingkan hasil investasi aktual, risiko kerugian pun menjadi berlipat ganda.

Risiko

Walaupun margin lending dapat berpotensi menguntungkan, perlu saya ingatkan bahwa berutang untuk investasi bukan milik semua orang. Ada beberapa risiko dan kondisi yang sebaiknya dicermati sebelum memutuskan untuk menggunakan skema berutang untuk berinvestasi.

Pertama, risiko keuntungan investasi di bawah suku bunga pinjaman. Apabila kinerja investasi ternyata lebih buruk daripada tingkat suku bunga utang, Anda akan rugi karena keuntungan semuanya digunakan untuk bayar bunga ditambah masih harus subsidi dari dana sendiri. Apalagi kalau kinerja negatif, maka kerugian Anda dapat berlipat ganda karena masih harus bayar pokok utang. Risiko ini yang beberapa tahun lalu sempat menimpa pelaku-pelaku konsep gadai emas untuk investasi saat harga emas mengalami penurunan dibandingkan saat dibeli.

Kedua, kemampuan membayar cicilan bulanan. Idealnya, pendapatan investasi bulanan dapat menutup jumlah cicilan wajib setiap bulan. Jika tidak mengandalkan dari pendapatan investasi bulanan, investor harus menutup cicilan dengan bantuan penghasilan gaji. Dengan demikian, jika investor akan mengambil pinjaman untuk investasi, investor sebaiknya tidak boleh punya utang lain yang telah mengikat 30 persen dari penghasilan rutin bulanan.

Ketiga, hitung dengan cermat potensi untung-rugi. Sebelum berutang, pastikan investor paham berapa break-even return yang dibutuhkan. Artinya, berapa sebetulnya nilai imbal hasil yang diperlukan agar margin lending dapat menguntungkan untuk investor. Setiap individu akan mengharapkan nilai break-even return yang berbeda. Seorang penasihat investasi berpengalaman dan bersertifikat dapat membantu Anda untuk menghitungnya.

Keempat, paham profil risiko pribadi. Jangan sekali-kali Anda mencoba margin lending jika Anda seorang investor pemula. Perhatikan profil risiko sebagai investor dan tetap berinvestasi sesuai tujuan investasi.

Saya pribadi bukan pendukung konsep berutang untuk berinvestasi karena memiliki profil risiko yang konservatif-moderat. Saya lebih memilih untuk ada uang, baru berinvestasi di aset-aset nonproperti. Skema ini hanya saya pergunakan untuk jenis investasi properti yang sekiranya dapat memberikan imbal hasil terprediksi, seperti rumah kos, apartemen, condotel, dan ruko. Namun, saya akan tetap menganalisis potensibreak-even, dan hanya akan mengambil keputusan berutang untuk berinvestasi jika bisa balik modal dalam waktu di bawah lima tahun.

Berinvestasi adalah sebuah proses yang harus dinikmati oleh kita semua. Apabila skema berutang untuk berinvestasi memang sesuai dengan kondisi keuangan dan tujuan keuangan Anda, tidak ada salahnya untuk dijalankan. Yang penting, pahami siapa diri kita sebagai investor, dan tidak sekadar ikut-ikutan. Bisa jadi bukan untung yang Anda peroleh hanya karena terbawa mimpi oleh kisah sukses investor kawakan. Live a Beautiful Life!

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 28 Mei 2016, di halaman 25 dengan judul "Berutang untuk Investasi".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

KESEHATAN: Mungkinkah Hepatitis C Disembuhkan? (DR SAMSURIDJAL DJAUZI)

Adik saya, mahasiswa berumur 21 tahun, menderita hepatitis C kronik. Menurut dokter, jumlah virus hepatitis C di darahnya cukup banyak dan pemeriksaan menunjukkan hatinya mulai padat. Dia memang pernah menggunakan narkoba suntikan sewaktu SMP, tetapi hanya sebentar karena bapak segera memasukkannya ke pusat rehabilitasi.

Syukurlah, dia dapat terbebas dari kebiasaan menggunakan narkoba suntikan dan melanjutkan sekolah. Dua tahun lalu, dokter menganjurkan agar adik saya menjalani terapi hepatitis C dengan suntikan interferon. Suntikan itu terbilang mahal, sekali suntik sekitar Rp 3 juta dan harus digunakan seminggu sekali selama sekitar setahun.

Selain suntikan, dia juga harus minum obat virus setiap hari. Hasilnya mula-mula menggembirakan. Namun, setelah enam bulan pengobatan, dinyatakan tidak berhasil dan tak perlu dilanjutkan. Dokter sebelumnya telah menginformasikan keberhasilan obat ini hanya sekitar 50 persen. Kami dapat menerima keadaan ini, tetapi tampaknya adik saya tak berputus asa. Dia selalu mengikuti terapi terbaru untuk hepatitis C. Meski keadaan kesehatannya sekarang baik, dia khawatir akan menderita sirosis hati.

Belakangan ini, dia dan teman-teman mengikuti perkembangan terbaru obat hepatitis C dan mereka mendapat informasi bahwa hepatitis C dapat disembuhkan dengan obat berbentuk tablet dengan keberhasilan terapi sekitar 90 persen. Berita ini memberi harapan baik dan ayah juga mendukung adik saya untuk menjalani terapi baru itu.

Obat paten hepatitis C yang baru ini harganya amat mahal, hampir mencapai Rp 800 juta untuk tiga bulan. Namun, beberapa orang teman adik saya berhasil memperolehnya dari India berupa obat generik dengan harga sekitar Rp 25 juta. Adik saya amat ingin menjalani terapi itu, apalagi sudah ada temannya yang berhasil. Setelah mendapat terapi dengan obat baru tersebut, virus hepatitis C-nya sudah tak terdeteksi.

Pertanyaan saya, kapankah obat tersebut akan tersedia di Indonesia? Apa yang harus dilakukan agar adik saya dapat memperoleh obat itu? Apakah hepatitis C dapat menular dan bagaimana cara menghindarkan diri dari penularan hepatitis C? Terima kasih atas penjelasan dokter.

M di J

Jumlah orang yang terinfeksi hepatitis C di Indonesia cukup banyak. Menurut survei terakhir, terdapat sekitar 4 juta orang. Sebagian besar orang yang terinfeksi hepatitis C dapat menjadi kronik dan mungkin akan berkembang menjadi sirosis hati atau kanker hati dalam waktu cukup lama.

Pengobatan hepatitis C yang sudah lama tersedia di Indonesia ialah gabungan suntikan interferon dan tablet ribavirin. Obat interferon yang digunakan sekarang ialah interferon jenis baru yang disebut peginterferon yang cukup disuntikkan seminggu sekali. Obat interferon bentuk lama perlu disuntikkan seminggu tiga kali. Hasil pengobatan dengan obat interferon baru jauh lebih baik, tetapi belum seperti yang diharapkan. Keberhasilan masih berkisar 40 persen sampai 50 persen.

Pemberian obat interferon dan ribavirin itu sering kali dikeluhkan pasien karena efek sampingnya kadang agak berat. Setelah penyuntikan, adakalanya pasien tak dapat melakukan aktivitas. Ada juga pasien yang mengalami depresi. Obat ribavirin yang digunakan bersamaan juga mempunyai efek samping menekan sel darah sehingga adakalanya pasien mengalami gangguan sel darah. Meski demikian, cukup banyak pasien yang mengalami keberhasilan terapi. Sekarang terapi hepatitis C dengan interferon dan ribavirin ini dalam jumlah terbatas disediakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Obat baru untuk hepatitis C memang sudah ada. Adik Anda benar, obat tersebut yang tergolong dalam DAA (direct acting antiviral) berbentuk tablet sehingga lebih nyaman digunakan. Meski berbentuk tablet, keberhasilan terapi kombinasi obat DAA mencapai 90 persen. Harga obat paten ini mahal. Namun, Indonesia bersama dengan beberapa negara lain yang belum merupakan negara kaya dapat menggunakan obat ini dengan harga relatif murah. Untuk terapi hepatitis C, kombinasi obat yang digunakan tergantung pada jenis (subtipe hepatitis C).

Di negeri kita, genotipe yang sering ditemukan adalah hepatitis C genotipe 1. Untuk itu, terbuka kemungkinan kombinasi obat sofosbuvir dengan interferon dan ribavirin. Jadi, masih ada obat interferon yang harus disuntikkan, tetapi lama pengobatan biasanya cukup tiga bulan dan keberhasilannya mencapai 90 persen. Terapi ini jauh lebih murah daripada suntikan interferon selama 48 minggu. Jika menggunakan cara ini, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 48 juta.

Obat kombinasi DAA yang tak menggunakan lagi interferon sedang diregistrasikan di Indonesia. Obat ini merupakan kombinasi sofosbuvir, bukan dengan interferon, tetapi dengan obat DAA bentuk lain. Gabungan ini dalam bentuk satu tablet, cukup digunakan sekali sehari. Obat ini tentu lebih nyaman daripada interferon suntikan dan hasilnya juga lebih baik, keberhasilan sekitar 90 persen. Harganya kemungkinan akan lebih murah.

Untuk memperoleh terapi hepatitis C, saya anjurkan adik Anda menghubungi dokter spesialis penyakit dalam. Terapi hepatitis C memerlukan persiapan baik tes hepatitis C, jumlah virusnya beserta genotipe virus, serta keadaan hati. Berdasarkan data tersebut, akan dipilih obat yang paling efektif dan aman.

Terapi harus dipantau untuk menilai keberhasilan terapi. Biasanya setelah selesai terapi, jumlah virus hepatitis C di darah yang biasanya jumlahnya jutaan kopi akan menjadi tak terdeteksi. Terapi baru dikatakan berhasil jika keadaan tidak terdeteksi ini menetap. Jadi, jika diulang pemeriksaan jumlah virus hepatitis C, misalnya, enam bulan kemudian, akan tetap tak terdeteksi.

Hepatitis C ditularkan melalui cairan tubuh. Penularan yang paling sering terjadi adalah pada penggunaan jarum suntik bersama, biasanya pada penggunaan narkoba suntikan. Selain itu, hepatitis C menular melalui transfusi darah, hubungan seksual, dan dari ibu ke anak, meski kejadiannya tergolong jarang. Mesir merupakan negara yang kekerapan hepatitis C-nya tinggi.

Pemerintah Mesir mencanangkan pengendalian hepatitis C dengan cara hidup bersih dan sehat, tes hepatitis C massal, serta mereka yang ditemukan hepatitis C diberi obat baru hepatitis C. Melalui cara ini, Pemerintah Mesir berharap pada tahun 2030 hepatitis C di Mesir sudah terkendali.

Sesuai dengan anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pemerintah kita juga sudah membuat program pencegahan penularan hepatitis C dan juga rencana terapi. Masih banyak yang harus kita kerjakan, mulai dari mengamalkan hidup bersih dan sehat, penyuluhan tentang penyakit hepatitis C, hingga dukungan terapi hepatitis C.

Sampai sekarang, vaksin hepatitis C masih dalam penelitian sehingga belum ada pencegahan dengan imunisasi hepatitis C. Tampaknya, terapi hepatitis C akan dapat mencapai penyembuhan dengan obat baru ini. Namun, kita perlu mengingat, meski sudah sembuh dari hepatitis C, infeksi hepatitis C baru dapat terjadi lagi jika gaya hidup tak berubah. Di beberapa negara Eropa, infeksi baru ini dapat mencapai 25 persen dalam tiga tahun.

Jadi, bagi pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari hepatitis C oleh dokter, jangan sampai mengalami infeksi baru. Jagalah kebersihan dan lakukan gaya hidup sehat sehingga tidak tertular kembali. Semoga Anda sekeluarga sehat selalu.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 28 Mei 2016, di halaman 25 dengan judul "Mungkinkah Hepatitis C Disembuhkan?".


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

PSIKOLOGI: Mengajarkan Nilai-nilai Baik pada Anak (KRISTI POERWANDARI)

Kita sangat prihatin membaca berbagai berita mengenai anak melakukan pelanggaran hukum, menganiaya, memerkosa, dan membunuh teman sebayanya sendiri. Itu sangat jauh dari bayangan kita mengenai kehidupan anak yang idealnya diisi dengan kebahagiaan, antusiasme belajar, dan keceriaan bermain.

Banyak sekali pertanyaan muncul, salah satunya adalah apakah sisi afeksi dari hidup anak sungguh diisi? Helping Your Child Become a Responsible Citizen(Delattre dkk, 2013) menguraikan hal-hal amat sederhana, yang saking sederhananya, mungkin kita lupakan atau tidak kita anggap penting.

Kepedulian

Seperti juga anak harus diajar untuk dapat mengenakan baju sendiri, menulis, membaca, dan berhitung, anak perlu dituntun untuk mengembangkan tanggung jawab dan kepedulian. Delattre dan kawan-kawan memberikan contoh-contoh sederhana mengenai bagaimana orangtua mengajari anak tentang kasih sayang, kejujuran dan sikap adil, hingga kemampuan membuat penilaian dan bersikap bertanggung jawab.

- Ibu, mengapa nenek menangis?

- Oh, teman nenek baru meninggal. Coba ingat, waktu adik kehilangan kucing kita, perasaanmu bagaimana?

- Adik merasa sedih dan kesepian.

- Nah, coba kamu bayangkan bagaimana perasaan nenek, mestinya lebih sedih lagi, ya, dibanding saat adik kehilangan si belang? Mungkin adik ada cara membantu nenek?

- Oh, aku mau menemani dan mengajak nenek jalan-jalan.

- Wah, itu ide yang bagus sekali dik..

Bila anak mempertanyakan orang yang berlaku buruk, kita mengajaknya untuk memikirkan berbagai kemungkinan penyebab agar anak tidak segera mengambil kesimpulan tunggal yang bersifat menghakimi. Misal, kalau temannya mendorongnya sampai hampir jatuh, apakah temannya itu sengaja? Atau ia sedang tergesa-gesa atau banyak pikiran sehingga tidak melihat ada anak lain?

Orangtua perlu menjadi contoh figur yang jujur di depan anak.

- Ayah, mengapa ayah mengembalikan uangnya? Kan bukan kesalahan kita bahwa uang kembaliannya terlalu banyak?

- Karena, uang kembalian yang kelebihan ini bukan milik ayah, jadi tidak benar bila ayah diam-diam saja pura-pura tidak tahu. Lagi pula, nanti kasirnya rugi. Sebelum tutup toko, kasirnya akan mencocokkan jumlah uangnya. Nanti kalau ia sadar uangnya kurang, ia harus mengganti uang itu dong kalau ayah tidak mengembalikan uang yang memang bukan hak ayah?

Orangtua sekaligus mengajarkan bahwa menjadi jujur itu tidak berarti berbicara seenaknya yang berdampak menyakitkan ("kamu tuh jelek ya", "kamu orang miskin"). Orangtua memberi contoh kepada anak untuk menggabungkan kejujuran dengan kesantunan atau sikap yang menghargai orang lain.

Penghormatan pada orang lain

Anak sejak sedini mungkin perlu menghormati orang lain. Menghormati orang lain sesungguhnya merupakan bentuk penghormatan pada diri sendiri. Penghormatan tidak hanya ditunjukkan pada yang di atas kita, tetapi juga pada yang kurang beruntung, atau secara sosial dianggap di bawah kita. Kita mengajar anak meminta tolong, mengucapkan terima kasih, dan menyampaikan permintaan maaf bila telah merepotkan atau menyakiti orang lain.

- Kak, kok kakak memakai baju mama?

- Iya ma, emangnya kenapa? Tidak bagus ya kupakai?

- Bukan masalah itu. Kalau kakak mau pakai baju orang lain, bukannya kakak harus tanya dan minta izin dulu?

- Ok, kakak pikir mama tidak keberatan?

- Mama keberatannya karena kakak tidak minta izin dulu. Kakak harus tanya dan minta izin dulu ya kalau mau pakai barang orang lain, entah itu barang mama, papa, teman, atau yang lainnya.

Bila anak diajar menghormati orang lain dari hal-hal yang kecil, ia akan lebih peka mengenai perlunya menghormati orang lain untuk urusan-urusan yang lebih besar. Jangankan memerkosa, mengambil barang orang atau berlaku curang pun, anak mungkin tidak terpikir untuk melakukannya.

Kompleksitas situasi

Memang menjadi masalah bahwa banyak sekali hal di luar kekuasaan kita yang di masa kini memengaruhi hidup kita. Orangtua harus meninggalkan rumah dalam waktu lama karena jam kerja yang panjang dan rumah yang sangat jauh dari tempat kerja. Teknologi merambah ke semua sisi hidup kita, menghadirkan informasi dan cerita yang tidak dapat disaring lagi, termasuk pornografi. Narkoba sudah demikian biasa hadir di kalangan semua usia.

Bagaimanapun, kita perlu bertanya: apakah pendidikan di rumah dan di sekolah telah memberikan yang terbaik bagi anak? Apakah orang dewasa konsisten mengajarkan anak untuk menghormati orang lain, atau sebenarnya memberikan contoh perilaku curang, munafik, tidak jujur, membeda-bedakan, manipulatif, jorok, hingga mengobyekkan perempuan dan malah menyalahkan korban?

Orang dewasa perlu menjadi teladan yang nyata, dan dilihat anak menjadi figur yang nyaman dan dapat dipercaya untuk membicarakan persoalan mereka. Bila demikian halnya, pembelajaran buruk yang telanjur diperoleh anak dari sumber lain dapat diminimalkan dampak negatifnya. Misalnya, anak yang batinnya kacau karena terpapar pada seks terlalu dini dengan cara yang salah (karena pornografi atau eksploitasi seksual dari orang dewasa misalnya) dapat bercerita karena orangtua tidak cepat menghakimi atau menghukum.

Anak dapat dibantu untuk memahami apa yang terjadi, mengurai kebingungan dan kekacauan batinnya, serta mengendalikan diri. Anak diajak untuk menghormati diri sendiri dan menghormati orang lain serta menginternalisasi nilai-nilai baik yang universal, yang menjadi prasyarat hidup yang lebih beradab dan bermartabat.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 28 Mei 2016, di halaman 25 dengan judul "Mengajarkan Nilai-nilai Baik pada Anak".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.
Related Posts with Thumbnails

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!
Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Skincare: The Revolution in Anti-Aging

Skincare: The Revolution in Anti-Aging
Dokumen Sehat Sinergis

Pilihan Investasi

Pilihan Investasi
Ada dua pilihan: jika Ikut Menjadi Member Bisnis Synergy

Produk Synergy WorldWide

Loading...
Word of the Day

Article of the Day

This Day in History

Today's Birthday

In the News

Quote of the Day

Spelling Bee
difficulty level:
score: -
please wait...
 
spell the word:

Match Up
Match each word in the left column with its synonym on the right. When finished, click Answer to see the results. Good luck!

 

Hangman

Hubungi, kami siap melayani anda:

Untuk info lanjut
hubungi:

Ibu Liong (021-33431704)


Sertifikasi Produk Synergy WorldWide

Produk -produk Synergy / NSP di Indonesia telah terdaftar pada Departemen Kesehatan RI dan memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), serta memperoleh sertifikat Halal dari IFANCA (The Islamic Food and Nutrition Council of America) yang disahkan oleh LP POM MUI.