Cari uang di internet

HUBUNGI, KAMI SIAP ANTAR!

Sehat-Sinergis secara herbal, membangun kesehatan dan kesejahteraan bersama secara sehat sinergis. Bekerjasama dengan Synergy WordWide (Independent Distributor from United State of America) untuk selengkapnya untuk pembelian atau pemesanan dengan perjanjian hubungi Ibu Liong di nomor: 021-33431704 Hubungi kami di email: sehat.sinergis@gmail.com. Ada uang baru barang diantar. Carilah lebih dulu kesehatan, baru yang lainnya.

Senin, 24 Agustus 2015

5 Kebiasaan Sehari-hari yang Menurunkan IQ

Menurut para ahli, semua hal di dunia modern mulai dari teknologi hingga kebiasaan makan bisa mengikis kemampuan otak kita, menyerang pusat syaraf dan membuat kita lebih lambat dan kurang gagasan. Para peneliti mulai mengkhawatirkan fenomena ini, karena skor IQ manusia saat ini semakin menurun. Inilah 5 kebiasaan sehari-hari yang menurunkan IQ:


1. Mengonsumsi makanan tinggi lemak
Mengonsumsi lemak jenuh dalam porsi besar seperti bacon, roti panggang dan telur dadar menghambat fungsi dopamin otak, neurotransmitter penting yang bertanggung jawab untuk motivasi. Studi dari University of Montreal menemukan bahwa konsumsi lemak yang tinggi menyebabkan "gangguan fungsi sirkuit otak sehingga menyebabkan gangguan mood, kecanduan narkoba, dan makan berlebihan". 

Sama seperti narkotika, semakin banyak lemak jenuh yang kita konsumsi, maka semakin besar kita menginginkannya lagi supaya mendapatkan "perasaan senang".

2. Multitasking
Earl Miller, ahli syaraf di Massachusetts Institute of Technology, mengatakan: "Otak kita tidak terpasang untuk multitasking. Ketika orang-orang berpikir sedang multitasking, sebenarnya mereka hanya berpindah dari satu tugas ke tugas lainnya dengan cepat. Dan setiap kali mereka melakukan hal tersebut, ada 'biaya kognitif' yang dikeluarkan,". 

Saat multitasking, kita menggunakan glukosa yang merupakan 'bensin otak' lebih cepat, sehingga membuat pikiran kita bekerja dua kali lebih banyak dan kelelahan.

Mengecek e-mail di tengah-tengah pekerjaan bisa menurunkan IQ kita hingga 10 poin. Miller menambahkan, multitasking bisa membahayakan kita. Contohnya saat menyetir sambil menelepon. Kapasitas kognitif kita yang terbatas menandakan kita tidak bisa fokus pada tugas yang terlalu banyak.

3. Googling
Memiliki informasi tak terbatas setiap saat, merupakan keberuntungan sekaligus bencana bagi syaraf. Dengan mudah bisa mencari alamat, resep, nomor telepon, melalui Google berarti kita jadi tidak terlalu mengandalkan memori sendiri. Hipokampus otak berhubungan dengan ingatan yang paling baru. 

Googling mempengaruhi teknik penyimpanan memori tersebut. Sebagai contoh, penelitian yang dilakukan Columbia University menunjukkan saat ini kita lebih mungkin untuk mengingat di mana kita menyimpan informasi daripada isi informasi itu sendiri. Microsoft mengatakan, rentang ingatan otak kita telah menurun, dari rata-rata 12 detik 15 tahun yang lalu, menjadi 8 detik saat ini.

4. Terlalu banyak gula
Studi UCLA di tahun 2012 yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa terlalu banyak fruktosa – gula yang ditemukan pada buah-buahan, madu dan sayuran – efektif memperlambat otak dengan mempengaruhi kemampuan insulin untuk membantu sel-sel otak mengubah gula menjadi energi untuk berpikir. Namun, mengonsumsi omega 3 bisa melawan masalah tersebut.

5. Mengunyah permen karet
Belum lama ini, kita masih mengira bahwa mengunyah permen karet baik untuk kesehatan kita. Ahli syaraf, Earl Miller mengatakan: "Mengunyah permen karet merupakan latihan fisik yang memperlancar aliran darah ke otak, meningkatkan fungsi kognitif dengan memberikannya energi ekstra," katanya.

Namun, eksperimen terbaru justru menunjukkan hal berbeda. Mengunyah permen karet justru mengalihkan perhatian partisipan dari tugas mengingat jangka pendek seperti mempelajari urutan barang dari sebuah daftar.

Source: ‎http://m.kompas.com/health/read/2015/08/24/170000523/5.Kebiasaan.Sehari-hari.yang# 

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Minggu, 23 Agustus 2015

KESEHATAN: Operasi Tulang pada Usia Lanjut (DR SAMSURIDJAL DJAUZI)

Ayah saya yang berusia 76 tahun terkena penyakit diabetes melitus, penyakit jantung koroner, serta mengalami penurunan fungsi ginjal. Dokter mengatakan fungsi ginjalnya hanya sekitar 45 persen. Setiap pagi ayah berkeras jalan kaki mengitari taman dan biasanya ditemani oleh pengasuhnya. Namun, suatu pagi beliau keluar sendiri karena pengasuhnya masih berada di kamar mandi. Ketika berjalan sendiri, dia ditabrak motor yang cukup cepat jalannya. Ayah terjatuh dan kami segera membawanya ke rumah sakit terdekat. Setelah difoto, tulang pahanya patah dan kedudukannya kurang baik sehingga harus diperbaiki dengan cara operasi.

Menurut dokter, tulang yang patah adalah tulang paha, bukan leher tulang paha sehingga operasinya lebih sederhana. Namun, mengingat umur dan penyakit ayah yang cukup banyak, maka harus dipersiapkan dengan baik agar operasi dapat berjalan dengan baik serta pasca operasi tidak terjadi komplikasi. Risiko yang dihadapi ayah saya adalah kencing manisnya yang belum terkendali, penyakit jantung koroner, serta penurunan fungsi ginjal. Meski secara keseluruhan operasi akan dapat dilakukan, diperlukan persiapan lebih lanjut.

Salah satu risiko operasi tulang adalah terjadinya emboli darah, bekuan darah dapat menyebar ke otak atau bagian tubuh lainnya sehingga menimbulkan gangguan organ pada organ yang terkena. Menurut dokter, jika emboli terjadi di otak, dapat timbul stroke. Kami menyerahkan persiapan operasi kepada tim dokter. Tampaknya, operasi pada usia lanjut cukup rumit. Apakah di negara yang telah maju persiapannya juga lama dan serumit di sini. Mungkinkah ayah saya segera dioperasi? Terima kasih atas penjelasan dokter.

M DI S

Orang usia lanjut mengalami penurunan kekebalan tubuh serta penurunan fungsi organ seperti pendengaran, penglihatan, jantung, paru, ginjal, dan juga koordinasi berbagai organ tubuh. Jika berjalan seorang diri, berisiko untuk tidak dapat mendengar adanya kendaraan di dekatnya atau tidak jelas melihat kendaraan yang menghampiri sehingga rawan terjadi kecelakaan.

Ayah Anda sudah dipersiapkan untuk menjalani operasi dan tampaknya komunikasi Anda sekeluarga dengan dokter cukup baik. Komunikasi yang baik ini penting untuk meningkatkan hasil terapi, termasuk operasi. Setelah mendapat penjelasan lengkap, Anda sekeluarga dapat memberikan persetujuan. Anda sekeluarga juga perlu memahami bahwa risiko tindakan medis, termasuk operasi, itu ada, tetapi dokter dapat menurunkan risiko tersebut dengan persiapan yang baik.

Kencing manis dan penyakit jantung koroner perlu dikendalikan sebelum operasi. Fungsi ginjal juga harus cukup baik untuk operasi. Dokter mempunyai cara untuk menilai beratnya gangguan fungsi ginjal dan pada keadaan mana operasi dapat dilakukan. Mereka yang telah menjalani operasi, apalagi operasi tulang, berisiko mengalami gangguan perdarahan, termasuk emboli. Karena itu, kontribusi konsultan hematologi diperlukan. Biasanya orang yang berusia lanjut sering mengalami depresi. Karena itulah perlu ditanyakan kepada dokter ayah Anda, apakah diperlukan dukungan psikiater atau konsultan psikosomatik. Jika depresi dapat diatasi, biasanya pasien lebih siap menghadapi operasi dan menerima risiko yang harus dihadapi.

Pasca operasi

Pemantauan pasca operasi juga penting. Dokter spesialis penyakit dalam dapat memantau agar operasi yang telah dilaksanakan tidak menimbulkan penyulit seperti emboli dan pneumonia. Sedapat mungkin pasien harus mulai dengan cepat bergerak dan tidak tidur pasif saja di atas tempat tidur. Mungkin teman-teman fisioterapis juga dapat membantu agar mobilisasi dapat dijalankan lebih dini tanpa mengganggu hasil operasi.

Mengingat banyaknya masalah kesehatan pada usia lanjut, kita harus mempersiapkan diri agar dapat mencapai taraf kesehatan yang baik di usia lanjut. Sudah tentu tingkat kesehatan orang usia lanjut sulit menyamai orang dewasa muda. Namun, kita dapat mempersiapkan diri agar risiko kegemukan, kencing manis, penyakit jantung koroner, serta penyakit kronik lainnya dapat dicegah atau ditunda.

Karena itu, sejak muda upayakan menjaga kesehatan dengan berolahraga teratur, makan yang sehat dan terkendali, serta hidup optimis. Secara teratur memeriksakan diri ke dokter untuk memeriksakan kondisi kesehatan secara berkala, terutama bagi mereka yang sudah berumur 40 tahun. Melalui pemeriksaan berkala, penyakit dapat dicegah dan jika ada, dapat ditemukan secara dini. Ukurlah berat badan, tekanan darah, gula darah, fungsi ginjal, prostat, dan lain-lain secara berkala. Jangan lupa juga untuk memeriksakan keadaan gigi secara teratur. Jika penyakit ditemukan secara dini dan belum ada komplikasinya, akan lebih mudah dikendalikan dan diobati.

Biaya untuk operasi tulang dan perawatan rumah sakit tentu cukup besar. Karena itu, saya berharap ayah Anda sudah diikutsertakan dalam program BPJS. Dengan demikian, beban perawatan operasi maupun pemantauan setelah operasi akan didukung oleh BPJS.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 23 Agustus 2015, di halaman 11 dengan judul "Operasi Tulang pada Usia Lanjut".


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Senin, 17 Agustus 2015

KESEHATAN: Pelayanan Kesehatan Primer (DR SAMSURIDJAL DJAUZI)

Sejak dilaksanakan BPJS Kesehatan, saya harus sering berkunjung ke puskesmas. Saya, laki-laki 62 tahun, penderita kencing manis yang harus mengonsumsi obat penurun gula darah secara teratur.

Untuk mendapatkan obat tersebut, saya harus berkunjung dulu ke puskesmas untuk mendapatkan surat rujukan. Dengan surat rujukan tersebut, saya dapat berobat ke rumah sakit dan berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam. Saya memperoleh obat penurun tekanan darah, obat pengatur kadar lemak, dan obat untuk menjaga penyakit jantung koroner saya.

Namun, jika keadaan stabil, dokter spesialis menyuruh saya kontrol di puskesmas saja dan menganjurkan saya mengambil obat di puskesmas. Saya kurang memahami mengapa saya harus dipingpong ke puskesmas kemudian ke rumah sakit dan ke puskesmas lagi. Dulu sewaktu saya membayar sendiri, saya boleh berkonsultasi hanya dengan dokter spesialis.

Menurut perawat, saya harus ke puskesmas karena peraturan BPJS Kesehatan menghendaki saya menggunakan sistem rujukan. Mengapa sistem rujukan tidak cukup sekali saja sehingga saya harus bolak-balik ke puskesmas. Saya lebih yakin berobat di dokter spesialis daripada dokter umum di puskesmas. Apakah perbedaan kemampuan dokter umum dan dokter spesialis dalam mengobati kencing manis. Setahu saya pendidikan dokter spesialis lebih lama sehingga dokter spesialis lebih ahli dalam mengobati kencing manis. Mohon penjelasan dokter.

M DI S

Kencing manis (diabetes melitus) merupakan penyakit yang sering dijumpai di masyarakat kita. Kekerapan penyakit ini meningkat pada usia lanjut. Penyakit kencing manis memerlukan penatalaksanaan yang terpadu karena biasanya di samping kencing manis terdapat berbagai keadaan lain, seperti obesitas, peningkatan lemak darah, dan tekanan darah tinggi.

Jika kencing manis mengalami komplikasi, dapat terjadi komplikasi penyakit jantung, mata, ginjal, dan pembuluh darah. Jadi, untuk dapat mengendalikan kencing manis, adakalanya diperlukan kontribusi dokter spesialis penyakit dalam, mata, jantung, dan lain-lain. Peran puskesmas dalam pengendalian kencing manis di masyarakat amat penting karena puskesmas melaksanakan promosi kesehatan dan menjalankan pencegahan penyakit.

Puskesmas berperan penting dalam mewujudkan gaya hidup masyarakat yang sesuai dengan gaya hidup yang sehat. Puskesmas berupaya mengajak masyarakat mengendalikan pola makan sehingga masyarakat tidak menjadi gemuk/obesitas. Puskesmas juga mengajak masyarakat berolahraga, hidup bersih, serta memelihara lingkungan hidup yang sehat dan memberi informasi tentang bahaya rokok dan alkohol.

Layanan rujukan

BPJS Kesehatan menerapkan sistem rujukan untuk memudahkan layanan bagi masyarakat. Jika terserang influenza, diare, batuk pilek, atau luka ringan, kita cukup berobat ke puskesmas yang dekat dengan rumah kita. Jika sekiranya puskesmas beranggapan bahwa penyakit kita memerlukan layanan lebih lanjut, baik karena peralatan, obat, maupun dokter spesialis yang tidak ada di puskesmas, barulah kita dirujuk ke rumah sakit. Jadi, seharusnya yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan primer, termasuk puskesmas.

Pada umumnya dokter yang bertugas di puskesmas adalah dokter umum. Dokter umum mendapat pendidikan selama enam tahun, baik pendidikan teori maupun praktik dan konsil kedokteran yang menetapkan kemampuan dokter umum Indonesia. Artinya, dokter umum yang dinyatakan lulus telah mempunyai kemampuan yang disyaratkan tersebut. Dokter umum mempunyai pengetahuan yang luas tentang penyakit yang banyak terdapat di masyarakat, baik pada bayi, anak, orang dewasa, maupun orang usia lanjut. Dokter umum juga memahami cara melakukan pencegahan, mengenali faktor risiko penyakit, melakukan diagnosis, serta pengobatan dan rehabilitasi penyakit.

Namun, jika penyakit tersebut mempunyai komplikasi atau dalam stadium yang memerlukan pengobatan oleh dokter spesialis, dokter umum akan melakukan rujukan ke dokter spesialis terkait. Pada umumnya dokter spesialis bertugas di rumah sakit meski beberapa puskesmas sekarang juga sudah mempunyai dokter spesialis dan ruang perawatan sementara.

Semua itu diadakan untuk kemudahan dan kenyamanan masyarakat. Jadi, kemampuan dokter umum itu luas, tetapi tidak mendalam. Sementara dokter spesialis ruang lingkup layanannya sempit, tetapi mendalam. Dokter umum dan dokter spesialis saling melengkapi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kencing manis dapat didiagnosis di puskesmas. Jika keadaan penyakit kencing manis tidak terdapat komplikasi, mungkin diperlukan satu kali rujukan ke dokter spesialis penyakit dalam untuk melakukan konfirmasi diagnosis dan rencana terapi, selanjutnya pengobatan dapat dilanjutkan di puskesmas atau layanan kesehatan primer lainnya.

Contoh lainnya adalah pada pasien yang dirawat di rumah sakit dengan batu kandung empedu dan TBC paru, setelah batu kandung empedunya ditangani, pasien akan dirujuk ke puskesmas untuk pengobatan TBC parunya. Jadi, rujukan tersebut bukan hanya dari puskesmas ke rumah sakit, melainkan juga dari rumah sakit ke puskesmas.

Apa manfaat jika sistem rujukan ini berjalan dengan baik dan teratur? Seperti yang telah dikemukakan, masyarakat akan lebih mudah berobat. Penderita tidak perlu antre di rumah sakit karena mereka yang berobat di rumah sakit adalah yang penyakitnya tidak dapat ditangani di puskesmas.

Dari segi biaya juga menjadi lebih hemat. Di Thailand yang sistem asuransi kesehatannya telah berjalan sekitar 11 tahun sekitar 70 persen penderita diobati di pukesmas, 20 persen di rumah sakit rujukan pertama, dan hanya 10 persen di rumah sakit rujukan akhir (tersier). Dengan sebaran kunjungan seperti ini, layanan menjadi lebih nyaman dan biaya menjadi lebih efisien, baik untuk penyelenggara pelayanan kesehatan maupun untuk peserta.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 16 Agustus 2015, di halaman 11 dengan judul "Pelayanan Kesehatan Primer".


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Minggu, 02 Agustus 2015

KESEHATAN: Risiko Operasi Prostat (DR SAMSURIDJAL DJAUZI)

Pada pemeriksaan kesehatan berkala tiga bulan yang lalu, dokter menemukan kelenjar prostat saya membengkak. Memang selama ini saya memiliki keluhan jika berkemih tidak tuntas. Sesudah berhenti berkemih, kemudian ingin berkemih kembali. Umur saya sekarang 56 tahun.

Dokter telah melakukan pemeriksaan cukup lengkap. Di samping dubur saya dicolok, saya juga melakukan pemeriksaan laboratorium dan ultrasonografi. Pada pemeriksaan colok dubur terdapat pembesaran prostat rata dan hasil pemeriksaan laboratorium PSA saya normal. Dokter menyimpulkan pembengkakan prostat saya bukan karena kanker. Dan karena pembengkakannya cukup besar dan mengganggu, dokter menganjurkan untuk dilakukan operasi.

Jantung saya dalam keadaan baik. Saya penderita asma yang dapat dikendalikan dengan obat asma hirupan. Namun, yang agak mengkhawatirkan adalah saya penderita hepatitis B kronis. Nilai SGOT dan SGPT saya sekitar dua kali lipat nilai normal. Dokter bedah juga telah menjelaskan mengenai operasi prostat dan risiko operasi yang mungkin terjadi.

Apakah operasi prostat cukup aman? Apakah dengan penyakit saya sekarang, yaitu asma dan hepatitis B kronis, saya boleh menjalani operasi? Terima kasih.

M di J

Sudah tentu setiap tindakan medis mempunyai risiko. Risiko tersebut perlu diketahui agar kita dapat mencegahnya (jika mungkin) atau siap mengatasinya jika terjadi. Dalam melaksanakan tindakan kedokteran, setiap dokter perlu menginformasikan berbagai risiko kepada pasien. Patut disadari risiko tersebut mungkin tidak akan terjadi atau kecil kemungkinan terjadi, tetapi tetap perlu diinformasikan kepada pasien agar pasien dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang lengkap dan benar.

Setelah mendapat informasi yang lengkap dan benar, pasien perlu membuat persetujuan tindakan. Untuk tindakan operasi, persetujuan tersebut harus dibuat secara tertulis. Semua ini dilakukan untuk keselamatan pasien dan untuk meningkatkan keberhasilan terapi.

Secara umum memang operasi prostat lebih berisiko daripada operasi usus buntu. Namun, tiga puluh tahun lalu situasinya berbeda, dokter tidak terlalu rinci menjelaskan risiko ini kepada pasien. Selain itu, operasi usus buntu akut bersifat mendadak sehingga waktu untuk mempersiapkan operasinya pendek dibandingkan dengan operasi yang direncanakan.

Keberhasilan tindakan operasi di negeri kita semakin menggembirakan. Bukan hanya operasi prostat, melainkan juga operasi jantung terbuka, dan operasi pada otak telah dapat dilaksanakan dengan hasil yang baik. Meski demikian, kehati-hatian harus terus dijaga. Sebelum melakukan tindakan operasi, pasien akan dinilai keadaannya apakah layak untuk dioperasi serta juga dinilai risiko. Anda mempunyai penyakit asma yang jika dilihat dari kekambuhan serangan asmanya tampaknya ringan. Risiko operasi pada penderita asma ringan kecil. Keadaan asma dapat diobati secara optimal sehingga fungsi paru dapat mencapai fungsi paru yang optimal sebelum operasi.

Begitu pula dengan hepatitis B kronis Anda. Dokter dapat menilai keadaan hati Anda untuk menilai risiko operasi. Sesuai dengan fungsi hati Anda, dokter juga biasanya akan menyesuaikan obat yang digunakan, sedapat mungkin tidak banyak mengganggu fungsi hati Anda. Dulu banyak pasien mengeluh untuk menjalani operasi terlalu banyak pemeriksaan dan konsultasi. Selain memakan waktu, biayanya juga cukup mahal. Dalam era asuransi kesehatan nasional, tindakan ini sudah distandarkan. Artinya telah disepakati pemeriksaan dan konsultasi apa yang perlu dilakukan sehingga informasi yang diperlukan dapat diperoleh, tetapi biaya yang dikeluarkan juga hemat sehingga tidak terjadi pemeriksaan yang berlebihan.

Dewasa ini banyak pasien yang mengeluh waktu tunggu untuk operasi yang direncanakan memakan waktu lama. Pasien yang akan dioperasi banyak, sedangkan jumlah kamar operasi, tempat tidur rumah sakit, dan jumlah dokter bedah yang ada terbatas. Sudah tentu akan terjadi waktu tunggu. Teman sejawat saya yang melakukan operasi di rumah sakit sering kali harus bekerja sampai malam hari untuk bisa mengurangi waktu tunggu ini. Namun, seperti disampaikan tadi, jumlah operasi tidak hanya bergantung pada dokter bedah, tetapi juga fasilitas kamar operasi, peralatan operasi, dan tempat tidur perawatan pasca operasi.

Menurut teman-teman yang bekerja di rumah sakit, jumlah pasien yang dirawat ataupun pasien yang menjalani operasi sejak adanya asuransi kesehatan nasional meningkat tajam. Sudah tentu kita merasa gembira jika banyak saudara kita yang selama ini kesulitan berobat karena faktor biaya di masa sekarang ini dapat dilakukan pengobatan dan pelayanan kesehatan. Namun, di sisi lain, kapasitas rumah sakit juga harus disesuaikan agar permintaan untuk perawatan ataupun operasi yang melonjak ini dapat dipenuhi dengan baik.

Gangguan prostat sering dijumpai pada laki-laki di atas usia 50 tahun. Karena itu, pada pemeriksaan berkala untuk laki-laki, pemeriksaan prostat sebaiknya dilakukan. Menurut data National Institute of Health di Amerika Serikat, pada laki-laki yang berusia 50 sampai 60 tahun, sekitar 80 persen laki-laki tersebut mengalami pembengkakan prostat (hipertrofi prostat jinak) meski hanya sekitar 10 persen yang memerlukan operasi karena terjadinya penyumbatan saluran kemih.

Mengenai hepatitis B kronis Anda, tolong dikonsultasikan dengan dokter, kapan saat yang baik untuk mulai terapi antiviral untuk hepatitis B. Memang jumlah virus hepatitis B (HBV DNA) merupakan salah satu bahan pertimbangan untuk memulai terapi. Sekarang obat antiviral hepatitis B sudah tersedia di Indonesia dan harganya relatif murah.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 2 Agustus 2015, di halaman 11 dengan judul "Risiko Operasi Prostat".


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

PSIKOLOGI: Uang dan Kebahagiaan (AGUSTINE DWIPUTRI)

Bagaimana hubungan antara uang dan kebahagiaan merupakan pertanyaan menarik, rumit, dan sensitif untuk dibicarakan. Banyak orang tampak sangat membingungkan hal ini. Meski demikian, rasanya perlu sesekali kita merenungkan kedua hal ini agar membuat hidup kita ke depan menjadi lebih baik.

Menurut Gretchen Rubin dalam buku The Happiness Project (2009), uang itu memenuhi kebutuhan dasar manusia. Uang merupakan suatu sarana dan akhir dari sesuatu. Ini adalah cara untuk menjaga nilai, memenangkan rasa aman, melatih kemurahan hati, dan memperoleh pengakuan. Uang dapat mendorong pada keinginan untuk menguasai atau menggemari. Uang melambangkan status dan keberhasilan. Uang dapat menciptakan kekuatan dalam suatu relasi dan di dunia. Uang sering mempertahankan berbagai hal di mana kita merasa kekurangan: kalau saja kita punya uang, kita akan menjadi petualang atau dihormati atau menjadi seorang yang dermawan. Jadi uang memang diperlukan untuk keberlangsungan hidup.

Ragam pandangan

Rubin meyakini bahwa "uang tidak bisa membeli kebahagiaan", tetapi cukup jelas bahwa banyak orang yakin tentang pentingnya uang untuk kebahagiaan mereka. Uang bukan tanpa manfaat. Pada kenyataannya, penelitian menunjukkan bahwa orang-orang di negara-negara kaya melaporkan lebih bahagia daripada orang di negara-negara miskin, dan di suatu negara tertentu, orang-orang dengan lebih banyak uang cenderung lebih bahagia daripada mereka yang kurang. Juga, begitu negara menjadi lebih kaya, warga negaranya menjadi kurang terfokus pada keamanan fisik dan ekonomi serta lebih peduli pada tujuan seperti kebahagiaan dan realisasi diri.

Kemakmuran memungkinkan kita untuk mengalihkan perhatian pada hal-hal yang lebih transenden, merindukan kehidupan bukan hanya kenyamanan material, melainkan juga pada makna, keseimbangan, dan kegembiraan.

Salah satu cara penting seseorang mengevaluasi keadaan mereka adalah dengan membandingkan dirinya dengan orang-orang di sekitar mereka dan dengan pengalaman mereka sendiri sebelumnya. Misalnya, orang mengukur diri sendiri terhadap rekan-rekan sebayanya, dan menghasilkan lebih banyak uang daripada yang lain dalam kelompok usia mereka cenderung membuat orang lebih bahagia. Sejalan dengan hal ini, penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang tinggal di lingkungan bersama dengan orang-orang yang lebih kaya cenderung kurang bahagia dibandingkan dengan mereka yang berada di lingkungan di mana tetangga mereka punya penghasilan yang relatif sama dengan yang mereka peroleh.

Para pendukung pandangan bahwa "uang tidak bisa membeli kebahagiaan" bertolak pada hasil suatu penelitian yang menunjukkan bahwa orang-orang di Amerika tidak menilai kualitas hidup mereka jauh lebih tinggi daripada orang yang hidup dalam kemiskinan di Kalkutta—walaupun, tentu saja, mereka tinggal dalam keadaan yang jauh lebih nyaman. Kebanyakan orang, di seluruh dunia, menilai diri mereka sebagai "sedikit bahagia".

Sangat mengagumkan bahwa orang dapat menemukan kebahagiaan, baik dalam situasi kemiskinan maupun dalam keadaan berkecukupan. Itulah ketangguhan dari mental manusia.

Uang bisa beli kebahagiaan?

Jelas tidak, uang saja tidak bisa membeli kebahagiaan. Dapatkah uang membantu membeli kebahagiaan? Ya, bisa jika digunakan secara bijak. Kaya atau miskin, orang membuat pilihan tentang bagaimana mereka menghabiskan uang, dan pilihan-pilihan itu dapat meningkatkan kebahagiaan atau menguranginya. Adalah suatu kesalahan apabila mengasumsikan bahwa uang akan memengaruhi setiap orang dengan cara yang sama. Tidak ada rata-rata statistik yang dapat menunjukkan bagaimana individu tertentu akan terpengaruh oleh uang, hal ini bergantung pada keadaan lingkungan dan temperamen individual.

Rubin mengidentifikasi tiga faktor yang membentuk pentingnya uang bagi seseorang:

1. Bergantung pada orang seperti apa Anda.

Uang memiliki nilai yang berbeda untuk setiap orang. Anda mungkin suka mengumpulkan barang seni yang modern, atau lebih suka menyewa film-film lama. Anda mungkin memiliki enam anak dan orangtua yang sakit dan bergantung pada Anda, atau Anda mungkin tidak memiliki anak dengan orangtua yang mandiri. Anda mungkin suka bepergian, atau lebih memilih banyak berada di rumah.

2. Bergantung pada bagaimana Anda membelanjakan uang.

Anda mungkin cenderung membeli tas bermerek, atau membeli tanaman bunga. Anda mungkin berbelanja secara royal untuk gawai, atau mungkin lebih royal untuk sepeda baru.

3. Bergantung pada berapa banyak uang yang Anda miliki relatif terhadap orang di sekitar Anda dan relatif terhadap pengalaman Anda sendiri.

Kaitan dengan kesehatan

Ketika uang atau kesehatan merupakan masalah, maka Anda akan berpikir lain; ketika kedua hal tersebut tidak merupakan masalah, Anda tidak berpikir banyak tentang hal itu. Uang dan kesehatan berkontribusi pada kebahagiaan terutama secara negatif; kekurangan atau kehilangan dari kedua hal tersebut memberikan lebih banyak ketidakbahagiaan ketimbang memiliki uang dan kesehatan akan membawa pada kebahagiaan.

Menjadi sehat tidak menjamin kebahagiaan. Banyak orang yang sehat merasa sangat tidak bahagia. Banyak dari mereka menyia-nyiakan kesehatan mereka atau mengandalkannya begitu saja. Faktanya, beberapa orang bahkan mungkin lebih baik dengan beberapa keterbatasan fisiknya karena akan mencegah mereka dari membuat pilihan yang merusak. Namun, fakta bahwa kesehatan yang baik tidak menjamin kebahagiaan tidak berarti bahwa kesehatan yang baik tidak menjadi soal bagi kebahagiaan. Demikian pula halnya dengan uang. Apabila digunakan secara bijak, uang ataupun kesehatan dapat berkontribusi besar terhadap kebahagiaan.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 2 Agustus 2015, di halaman 11 dengan judul "Uang dan Kebahagiaan".


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Selasa, 28 Juli 2015

PERUBAHAN IKLIM: Tangisan Bumi, Tangisan Kita (BRIGITTA ISWORO LAKSMI)

Juni 2015, Paus Fransiskus menjadi Paus kelima yang mengingatkan umat manusia agar merawat bumi. Dalam ensiklik Laudato Si (Terpujilah)- On Care for Our Common Home (Merawat Rumah Bersama), Paus menuliskan, "Iklim adalah barang publik, milik publik, dan amat berarti bagi publik."
Serangan cuaca panas  di India akhir Mei 2015. Para gadis menutup wajah, berlindung  dari sengatan matahari  di Kota Allahabad, 29 Mei 2015. Cuaca panas di India menewaskan sekurangnya 1.371 orang. Suhu lebih dari 47 derajat celsius. Menurut Badan Atmosfer dan Kelautan Nasional AS (NOAA), pertengahan tahun 2015 adalah tahun terpanas sejak 1880. Sejumlah pemimpin spiritual menyoroti pentingnya spiritualitas umat menjangkau pada  persoalan perubahan iklim.
REUTERS/JITENDRA PRAKASHSerangan cuaca panas di India akhir Mei 2015. Para gadis menutup wajah, berlindung dari sengatan matahari di Kota Allahabad, 29 Mei 2015. Cuaca panas di India menewaskan sekurangnya 1.371 orang. Suhu lebih dari 47 derajat celsius. Menurut Badan Atmosfer dan Kelautan Nasional AS (NOAA), pertengahan tahun 2015 adalah tahun terpanas sejak 1880. Sejumlah pemimpin spiritual menyoroti pentingnya spiritualitas umat menjangkau pada persoalan perubahan iklim.

Paus membuka bait-bait ensiklik (semacam surat edaran) dengan mengutip syair doa Santo Fransiskus dari Asisi, "Laudato Si' (Mi' Signore), Terpujilah Engkau ya Tuhan". Karya pada abad ke-13 itu mengingatkan kita, rumah bersama itu adalah bak saudara perempuan kita, kita berbagi kehidupan dengannya. Bak ibu yang jelita, yang membuka tangannya untuk merengkuh kita.

"Terpujilah Engkau Tuhan, melalui saudara perempuan kami, ibu Bumi, yang terus bertahan dan memimpin kami, yang menghasilkan beragam buah-buahan dengan bunga dan rempah beraneka warna."

Menyongsong Konferensi Perubahan Iklim PBB, Pertemuan Para Pihak (COP) Ke-21 di Paris, November-Desember 2015, ia menggarisbawahi keniscayaan saling ketergantungan antarnegara. Kondisi tersebut, tulisnya, harus menjadi landasan berpikir, "Satu dunia dengan rencana bersama".

Tak berhenti pada ensiklik, Paus menyelenggarakan konferensi para wali kota dan gubernur kota-kota besar dunia. Deklarasi dari konferensi itu menyerukan, "Para pemimpin harus mencapai kesepakatan yang kuat untuk membatasi pemanasan global sampai batas aman untuk kemanusiaan, sekaligus melindungi yang miskin dan mereka yang rentan."

Selain itu, negara kaya juga harus membantu pendanaan mitigasi perubahan iklim negara-negara berpenghasilan rendah. Untuk kelompok skeptis, deklarasi itu memuat "Perubahan iklim akibat ulah manusia adalah realitas ilmu pengetahuan, dan kendali yang efektif adalah kewajiban moral terhadap kemanusiaan".

Alam dan agama

Pandangan agama tentang alam mengerucut pada sikap serupa: manusia adalah bagian dari alam, alam adalah subyek, ada sinergitas antara Tuhan, alam, dan manusia, dan banyak lagi. Namun, fakta saat ini: manusia mengeksploitasi alam untuk memenuhi keserakahannya.

Pada saat perilaku manusia itu telah berdampak, antara lain berupa fenomena perubahan iklim, maka pendekatan politik, saintifik, dan ekonomi tak lagi memadai.

Dalam sebuah diskusi "Keberpihakan Agama dalam Isu Perubahan Iklim" awal bulan ini, Utusan Khusus Presiden untuk Pengendalian Perubahan Iklim Rachmat Witoelar, yang lama terlibat dalam meja negosiasi global, mengungkapkan, pendekatan politik hanya menghasilkan usulan cara-cara terbaik mengatasi perubahan iklim. Namun, hanya baik untuk negara masing-masing.

"Semoga petunjuk dari mereka yang berlandaskan agama bisa membantu hingga perundingan bisa berhasil dalam COP nanti. Kita saling mengilhami dan saling belajar," ujar Rachmat. Ia berharap para pemimpin agama mampu memengaruhi hati nurani umatnya agar ada hasil yang berbeda dalam perundingan di tingkat global.

Selain Rachmat, hadir untuk berbagi pandangan adalah Nadjamuddin Ramly, Koordinator Bidang Kebijakan Publik Lembaga Hukum dan Kebijakan Publik Pimpinan Pusat Muhammadiyah, PC Suswiantoko Pr dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Abdul Halim Sani Abdul Halim Sani Technical Advisor Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC), Victor Rembeth dari Thamrin School Reader on Environmental Ethics and Philosophy, dan Pendeta Gomar Gultom, Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI).

Gomar Gultom menyatakan, PGI telah menyatakan bahwa keserakahan manusia merupakan akar dari kerusakan lingkungan.

Dalam Islam, menurut Abdul Halim, menjaga kelestarian alam mengandung tiga unsur, yaitu Tuhan, manusia, dan alam. "Ketiganya harus sinergis. Namun, manusia sering kali melihat alam sebagai obyek, bukan subyek sehingga manusia mengeksploitasi (alam) karena obyek tidak berkesadaran. Kita tidak memahami bahasa alam," katanya.

Victor Rembeth mengatakan, "Seharusnya ada spiritualitas ekologi dan diupayakan ada kebersamaan, dan ada dokumen yang bisa berubah sebagai kesepakatan yang masuk dalam agama dan umat masing-masing, yang bisa masuk sebagai aksi bersama untuk perubahan iklim di Indonesia."

Ia menyoroti, masalah yang dihadapi di Indonesia adalah bagaimana semua pandangan tersebut bisa disampaikan kepada umat sehingga berujung perubahan perilaku. Semua mengakui, hal itu masih sulit karena di Indonesia agama masih berupa aktivitas ritual, belum sampai pada tahap spiritual.

Tangisan kita

Pandangan agama-agama tentang alam kini kian keras bergema. Bak ketukan pada pintu pembatas antara antroposentrisme dan diri manusia sendiri.

Antroposentrisme menyeret manusia pada situasi di mana martabat intrinsik dunia dikompromikan (Laudato Si, halaman 86). Manusia melupakan dirinya manusia lingkungan. "Bukan hanya Tuhan telah memberikan Bumi kepada manusia yang harus menggunakannya dengan rasa hormat pada tujuan awal pemberian. Namun, manusia adalah juga pemberian Tuhan bagi manusia lainnya. Oleh karena itu, dia harus menghormati alam dan aturan moral yang dikaruniakan."

Ensiklik Paus telah mengangkat perubahan iklim lebih dari persoalan politik, sains, dan ekonomi kepada persoalan moral, etika, dan spiritual. Kegagalan dalam mengatasinya hanya akan berakhir pada penderitaan bumi yang membawa derita pada umat manusia-tak hanya mereka yang miskin. Sebuah keniscayaan, tangisan Bumi (akan menjadi) tangisan kita....

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 29 Juli 2015, di halaman 14 dengan judul "Tangisan Bumi, Tangisan Kita".


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Senin, 27 Juli 2015

KESEHATAN: Tuberkulosis Kelenjar (DR SAMSURIDJAL DJAUZI)

Sejak dua bulan yang lalu saya merasakan bahwa leher saya yang sebelah kiri bengkak. Saya meraba-raba dan terasa terdapat benjolan pada daerah tersebut. Benjolannya ada yang berukuran besar dan ada juga yang berukuran kecil. Sebenarnya selama ini saya merasa baik-baik saja. Nafsu makan seperti biasa, tidur baik dan berat badan juga tidak turun. Memang saya merasa agak mudah lelah, terutama jika saya harus menjalani kerja lembur.

Rencana akan menikah enam bulan lagi. Saya telah berkonsultasi dengan dokter. Dokter mengatakan kelenjar getah bening saya membengkak. Penyebabnya oleh berbagai hal, seperti infeksi biasa, infeksi tuberkulosis (TBC), toksoplasma, dan bahkan juga terdapat kemungkinan karena kanker. Saya menjalani pemeriksaan radiologi foto paru, ultrasonografi daerah leher, dan pemeriksaan laboratorium darah, hasilnya cukup baik. Pemeriksaan laboratorium tidak menyokong kemungkinan terkena toksoplasma.

Dokter menganjurkan agar saya menjalani pemeriksaan biopsi dengan jarum halus. Menurut dokter, pemeriksaan ini sederhana, kelenjar getah bening saya disuntik dan diambil sedikit bahan dari kelenjar getah bening tersebut dengan jarum suntik untuk diperiksa di bawah mikroskop. Saya menuruti nasihat dokter, dan setelah tiga hari, hasil biopsi jarum halus sudah ada. Hasilnya mendukung kemungkinan infeksi tuberkulosis.

Bagaimanakah penularan tuberkulosis kelenjar sehingga saya terkena penyakit ini? Berapa lama pengobatannya? Apakah penyakit ini dapat mengurangi kesuburan saya? Adakah efek samping yang serius dalam pengobatan tuberkulosis kelenjar ini? Saya perlu mengetahui hal-hal tersebut dikarenakan saya berencana untuk menikah dalam waktu dekat. Terima kasih atas penjelasan dokter.

W DI B

Tuberkulosis kelenjar memang lebih jarang daripada tuberkulosis paru. Karena itu, penyakit ini kurang dikenal dibandingkan dengan tuberkulosis paru. Kuman tuberkulosis masuk ke dalam tubuh kita melalui hirupan/udara. Kuman tersebut akan masuk ke dalam saluran napas, dan tubuh kita akan membuat kekebalan terhadap kuman tuberkulosis tersebut. Mereka yang terinfeksi kuman tuberkulosis paru dapat menjadi sakit namun dapat juga tidak sakit. Jika menjadi sakit, biasanya ada dua kelompok gejala, yaitu gejala paru berupa batuk lama dapat juga disertai sesak napas. Kelompok gejala lain adalah adanya demam, rasa lemas, dan penurunan berat badan.

Selain menyerang paru, kuman tuberkulosis juga dapat menyerang organ di luar paru, seperti kelenjar getah bening, perut (abdomen), saluran kemih, kulit, tulang, dan selaput otak. Kuman tuberkulosis yang masuk melalui saluran napas dapat mencapai kelenjar getah bening melalui saluran limfa. Tuberkulosis kelenjar sering terjadi pada kisaran usia 10 sampai 30 tahun dan menurut statistik lebih banyak mengenai perempuan.

Untuk mendiagnosis tuberkulosis kelenjar selain melalui riwayat penyakit, perlu juga dilakukan pemeriksaan fisik, laboratorium, serta dilakukan aspirasi jarum halus dan jika perlu dilakukan biopsi. Gambaran sel pada aspirasi jarum halus atau gambaran histopatologi pada biopsi dapat mengarahkan pada diagnosis tuberkulosis kelenjar. Pada umumnya pengobatan tuberkulosis kelenjar hampir sama dengan tuberkulosis paru. Obat yang digunakan pada terapi tuberkulosis kelenjar sama dengan obat untuk pengobatan tuberkulosis paru. Biasanya terdapat empat macam obat yang perlu digunakan setiap hari (Rifampisin, INH, Etambutol, dan Pirazinamid).

Untuk meningkatkan kepatuhan minum obat, keempat obat ini sekarang dapat dijadikan satu obat saja. Dengan demikian, pemakaian lebih sederhana dan risiko lupa minum obat berkurang. Pada umumnya obat tuberkulosis dapat ditoleransi oleh pasien. Pasien tidak merasakan apa-apa dalam menggunakan obat tersebut. Namun, sebagian kecil pasien dapat mengalami efek samping, seperti alergi dan peningkatan fungsi hati. Begitu pula lama pengobatan juga hampir sama dengan tuberkulosis paru.

Faktor utama yang mendukung keberhasilan pengobatan adalah kepatuhan minum obat karena lama pengobatan untuk minum obat sedikitnya harus enam bulan. Cukup banyak pasien yang menghentikan terapi dikarenakan merasa kelenjar getah beningnya sudah tidak membesar lagi. Tuberkulosis kelenjar dapat disertai tuberkulosis paru atau tanpa tuberkulosis paru. Penularan kuman tuberkulosis terjadi karena penderita tuberkulosis paru menghasilkan kuman di udara serta udara tersebut terhirup oleh orang lain.

Jika mendapat terapi yang baik, tuberkulosis kelenjar akan dapat sembuh dan tidak menimbulkan pengaruh pada kesuburan. Jika Anda dapat menyelesaikan pengobatan tuberkulosis Anda sampai tuntas, Anda dapat menikah dan mempunyai anak. Negara kita masih merupakan negara yang jumlah penderita tuberkulosisnya banyak. Upaya pencegahan penularan dapat dilakukan dengan mengamalkan gaya hidup sehat. Makan yang baik dan sehat, tidur yang cukup, berolahraga secara rutin, serta mengonsumsi buah dan sayuran yang cukup akan meningkatkan kekebalan tubuh kita melawan penyakit.

Khusus untuk tuberkulosis keadaan lingkungan merupakan faktor penting. Rumah dan tempat kerja harus memiliki ventilasi yang baik. Penderita tuberkulosis harus diobati supaya bersih dari kuman dan tidak menularkan ke orang di sekitarnya. Kita diminta untuk menerapkan etika batuk yang baik. Ketika batuk, kita harus menutup mulut kita agar butiran liur kita yang mungkin mengandung kuman atau virus tidak mencemari orang di sekitar kita.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 26 Juli 2015, di halaman 11 dengan judul "Tuberkulosis Kelenjar".


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.
Related Posts with Thumbnails

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!
Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Skincare: The Revolution in Anti-Aging

Skincare: The Revolution in Anti-Aging
Dokumen Sehat Sinergis

Pilihan Investasi

Pilihan Investasi
Ada dua pilihan: jika Ikut Menjadi Member Bisnis Synergy

Produk Synergy WorldWide

Loading...
Word of the Day

Article of the Day

This Day in History

Today's Birthday

In the News

Quote of the Day

Spelling Bee
difficulty level:
score: -
please wait...
 
spell the word:

Match Up
Match each word in the left column with its synonym on the right. When finished, click Answer to see the results. Good luck!

 

Hangman

Hubungi, kami siap melayani anda:

Untuk info lanjut
hubungi:

Ibu Liong (021-33431704)


Sertifikasi Produk Synergy WorldWide

Produk -produk Synergy / NSP di Indonesia telah terdaftar pada Departemen Kesehatan RI dan memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), serta memperoleh sertifikat Halal dari IFANCA (The Islamic Food and Nutrition Council of America) yang disahkan oleh LP POM MUI.