Cari uang di internet

HUBUNGI, KAMI SIAP ANTAR!

Sehat-Sinergis secara herbal, membangun kesehatan dan kesejahteraan bersama secara sehat sinergis. Bekerjasama dengan Synergy WordWide (Independent Distributor from United State of America) untuk selengkapnya untuk pembelian atau pemesanan dengan perjanjian hubungi Ibu Liong di nomor: 021-33431704 Hubungi kami di email: sehat.sinergis@gmail.com. Ada uang baru barang diantar. Carilah lebih dulu kesehatan, baru yang lainnya.

Minggu, 07 Mei 2017

KESEHATAN: Operasi pada Penderita Hipertensi (DR SAMSURIDJAL DJAUZI)

Saya dijadwalkan untuk operasi prostat sebulan lagi. Menurut dokter, prostat saya membengkak, tetapi tak ada kanker. Saya memang sering harus mengejan untuk berkemih. Jika selesai berkemih, saya merasa tidak puas dan sering masih mau berkemih lagi. Dokter telah melakukan pemeriksaan colok dubur serta pemeriksaan ultrasonografi, juga pemeriksaan laboratorium lengkap. Usia saya sekarang 62 tahun dan saya penderita hipertensi sudah sepuluh tahun ini. Saya teratur minum obat penurun darah tinggi. Saya juga mengurangi konsumsi garam serta rutin berolahraga setiap pagi. Namun, berat badan saya masih berlebih, dan berat badan ini sukar diturunkan.

Dokter menjelaskan bahwa keadaan ginjal saya cukup baik meski fungsi ginjal saya sedikit menurun karena usia lanjut. Menurut dokter, jika pembengkakan prostat tak dioperasi, dikhawatirkan sering terjadi infeksi saluran kemih dan keadaan tersebut tidak baik untuk ginjal. Selama penatalaksanaan hipertensi, dokter yang mengobati saya juga menilai fungsi jantung, keadaan mata, serta keadaan lemak pada darah. Jantung kiri saya sedikit membesar karena hipertensi. Mata dan kolesterol saya baik. Saya juga tidak terkena diabetes melitus.

Saya agak khawatir, apakah operasi prostat saya berisiko terjadi komplikasi karena saya sudah berusia lanjut serta saya juga penderita hipertensi? Apa yang harus saya lakukan agar operasi prostat saya dapat berjalan dengan aman? Selama ini tekanan darah saya terkendali sekitar 135/85 dengan minum obat teratur dan mengamalkan gaya hidup sehat. Apakah tekanan darah saya tersebut sudah cukup aman untuk operasi? Terima kasih atas penjelasan dokter.

M di J

Operasi prostat yang Anda akan jalani termasuk operasi terencana. Dokter punya waktu cukup untuk mempersiapkan agar pada waktu operasi nanti keadaan kesehatan Anda dalam keadaan baik sehingga risiko operasi dapat ditekan. Untuk mempersiapkan operasi, dokter perlu melakukan penilaian kelayakan operasi. Biasanya dokter spesialis bedah akan mengirim pasien ke dokter spesialis penyakit dalam. Dokter spesialis penyakit dalam akan melakukan penilaian-penilaian menyeluruh melalui anamnesis (riwayat penyakit), pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang. Fungsi berbagai organ tubuh, seperti jantung, paru, dan ginjal, akan dinilai. Pemeriksaan laboratorium yang diperlukan meliputi pemeriksaan darah lengkap, urinalisis, pemeriksaan natrium, kalium, kreatinin, gula darah, dan kolesterol. Pemeriksaan penunjang lain yang diperlukan adalah foto rontgen dada serta pemeriksaan elektrokardiografi (EKG).

Begitu juga keadaan pembekuan darah perlu diperiksa secara khusus apakah normal atau tidak. Karena Anda sudah lama menderita hipertensi, sudah tentu dokter yang menilai kelayakan tersebut juga akan memeriksa apakah ada komplikasi akibat hipertensi Anda. Untunglah Anda cukup patuh minum obat penurun darah tinggi dan bersedia menjalani gaya hidup sehat sehingga hipertensi Anda terkendali. Tekanan darah 135/85 sudah dapat dianggap terkendali. Pembengkakan jantung memang mungkin akibat darah tinggi. Namun, pembengkakan tersebut jika disertai fungsi jantung yang baik tidak merupakan kontraindikasi untuk operasi.

Bagaimana jika seseorang harus menjalani operasi emergency? Operasi harus segera dilakukan misalnya pada operasi usus buntu. Jika keadaan tekanan darah terkendali, biasanya tak banyak masalah. Namun, jika tekanan darah terlalu tinggi karena tak minum obat atau belum terkendali, penurunan tekanan darah akan dilakukan dengan cepat, misalnya dengan obat penurun darah yang diberikan secara intravena, bukan tablet.

Pada waktu operasi dapat terjadi peningkatan tekanan darah 20-30 mmHg serta detak jantung juga dapat meningkat 15 sampai 20 detak per menit. Pada pasien hipertensi ringan-sedang (tekanan darah diastolik 90-110 mmHg) yang belum mendapat pengobatan, operasi dapat tetap dilakukan dan biasanya tidak terjadi peningkatan risiko operasi. Obat penurun tekanan darah harus segera diberikan setelah operasi. Sementara pada pasien yang sudah terkendali dengan obat hipertensi, obat dapat diteruskan hingga pagi menjelang operasi. Klasifikasi hipertensi menurut JNC (Joint National Committee) VII dapat dilihat pada tabel.

Pemantauan pascaoperasi

Pemantauan keadaan pasien dilakukan sebelum operasi, selama operasi, serta pascaoperasi. Pada rentang waktu 48 jam pascaoperasi ada kemungkinan tekanan darah meningkat akibat rasa tak nyaman, nyeri luka operasi, pemberian cairan berlebih, dan lainnya. Faktor pencetus ini perlu mendapat perhatian dan pengendalian. Pemantauan pascaoperasi pada pasien berusia lanjut perlu dilakukan lebih saksama. Perlu dilakukan pengamatan terhadap keadaan jantung, seperti iskemia miokard, kelainan irama jantung, dan lainnya. Kadar Hb dapat menurun terutama pada operasi besar. Jika Hb menurun sampai 7 g/dL, perlu dilakukan transfusi darah. Pasien usia lanjut yang menjalani operasi dapat mengalami penurunan fungsi kognitif yang dipengaruhi oleh usia, penggunaan anestesi, serta komplikasi infeksi.

Jika tidak ada kontraindikasi, mobilisasi dilakukan sedini mungkin. Mobilisasi dini pasien pascaoperasi untuk mengurangi komplikasi terutama pada pasien berusia lanjut. Jika dalam proses pemulihan belum boleh melakukan mobilisasi penuh, dapat dilakukan latihan lingkup gerak sendi dan mempertahankan postur tegak. Penggunaan kateter urin dapat menjadi predisposisi infeksi saluran kemih. Karena itu, penggunaan kateter harus dijaga sedapat mungkin jangka pendek.

Komunikasi yang baik antara Anda dan dokter Anda akan meningkatkan keberhasilan operasi. Mudah-mudahan Anda dapat menjalani operasi dengan selamat dan hasilnya baik. Anda dapat berkumpul kembali dengan keluarga dan menjalani hidup yang produktif dan bahagia.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 6 Mei 2017, di halaman 25 dengan judul "Operasi pada Penderita Hipertensi".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

INVESTASI: Investasi untuk Dana Pendidikan Anak (PRITA HAPSARI GHOZIE)

Tanggal 2 Mei kerap diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional di Indonesia. Pendidikan yang seharusnya menjadi hak semua orang ternyata masih belum dapat dinikmati secara merata oleh anak-anak di negara ini. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah tingginya biaya pendidikan tinggi yang mungkin tidak dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Bahkan, berdasarkan riset tahun 2015, ketidakmampuan menyediakan dana pendidikan anak masih menempati urutan teratas kekhawatiran keuangan bagi setiap keluarga. Oleh sebab itu, berinvestasi untuk dana pendidikan anak menjadi hal bijak yang dilakukan dalam perencanaan keuangan keluarga.

Sebagai ibu dari dua anak, saya dan pasangan menempatkan dana pendidikan anak sebagai tujuan keuangan nomor 3 dalam rencana keuangan setelah tujuan membeli rumah tinggal dan dana pensiun. Mengapa demikian? Rumah tinggal adalah kebutuhan dasar manusia sehingga baiknya menempati urutan prioritas pertama. Sementara masa pensiun harus dipersiapkan dengan baik agar di masa tua hidup tetap sejahtera dan tidak menyusahkan anak keturunan. Karena itu, setelah rumah tinggal berhasil dimiliki 100 persen, prioritas dana pendidikan anak naik urutannya dalam rencana keuangan.

Rencana dana pendidikan anak memang sebaiknya dipersiapkan sejak anak sudah lahir. Pahami bahwa rencana bukan berupa produk keuangan, seperti tabungan dan asuransi. Rencana dana pendidikan anak berisi tujuan keuangan yang memuat berapa kebutuhan biaya pendidikan anak, kapan jatuh tempo dana, dan strategi investasi apa yang akan digunakan untuk mencapai target kebutuhan dana. Ada beberapa langkah untuk membuat rencana dana pendidikan anak, khususnya untuk pendidikan tinggi.

Pertama, menentukan kebutuhan biaya untuk perencanaan dana pendidikan. Orangtua sebaiknya berdiskusi untuk penentuan jenis pendidikan tinggi dan lokasinya. Sebagai contoh, pemilihan kuliah di Indonesia atau kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan meliputi uang pangkal, uang semester, uang buku dan kebutuhan kuliah, serta uang biaya hidup. Untuk persiapan dana pendidikan di luar domisili tempat tinggal, biaya pindah kota pun mungkin harus dipertimbangkan. Penambahan sumber pemasukan dari beasiswa dapat juga dipertimbangkan sebagai pengurang biaya. Untuk mengetahui berapa jumlah kebutuhan biaya, riset melalui jejaring maya ataupun datang ke pameran pendidikan adalah alternatif caranya.

Setelah biaya untuk dana pendidikan bisa diperkirakan, langkah berikutnya adalah menghitung berapa biaya di masa depan dengan mempertimbangkan kenaikan biaya alias tingkat inflasi. Saat ini, terdapat variasi atas kenaikan biaya pendidikan, antara 5 persen dan 15 persen per tahun, bergantung pada universitas yang dipilih. Sebagai contoh, apabila anak hendak berkuliah di sebuah universitas negeri di Jakarta dengan biaya keseluruhan Rp 150 juta nilai saat ini, 10 tahun dari sekarang biayanya melonjak menjadi Rp 390 juta dengan asumsi kenaikan biaya 10 persen per tahun.

Kedua, menentukan kapan kebutuhan biaya harus dipenuhi. Sisa jangka waktu yang dimiliki sejak sekarang hingga jatuh tempo kebutuhan dana menjadi durasi persiapan dana pendidikan. Pahami bahwa untuk kebutuhan dana pendidikan satu anak saja dapat terdiri dari kebutuhan sekolah dasar, sekolah menengah, dan universitas. Dengan demikian, orangtua sebaiknya memenuhi kebutuhan tujuan keuangan tersebut dengan bantuan beberapa aset investasi.

Ketiga, memilih strategi investasi yang sesuai dengan jangka waktu investasi dan profil risiko orangtua. Secara umum, untuk memenuhi kebutuhan biaya dalam jangka di bawah 2 tahun, investor dapat menggunakan bantuan aset, seperti reksa dana pasar uang atau tabungan berjangka. Adapun untuk kebutuhan biaya dalam jangka di atas 2 tahun, investor dapat memilih aset yang sedikit lebih agresif, seperti reksa dana campuran, obligasi, atau bahkan yang berbasis saham. Namun, aset investasi, seperti properti ataupun bisnis, kurang disarankan untuk digunakan karena ada faktor risiko likuiditas.

Profil risiko investor juga akan memengaruhi pemilihan aset investasi dalam hal untuk kebutuhan dana di atas 2 tahun. Misalnya, rencana dana pendidikan untuk 5 tahun lagi akan dilakukan dua tipe investor. Bagi investor yang konservatif, pemilihan aset investasi sebaiknya mengambil risiko yang sedang, seperti reksa dana campuran berimbang atau obligasi. Sementara bagi investor yang agresif, masih dapat menerima risiko lebih tinggi dengan mempertimbangkan jenis aset investasi berbasis saham, seperti reksa dana campuran agresif ataupun reksa dana saham.

Berdasarkan asumsi jangka waktu dan asumsi potensi imbal hasil aset investasi, dapat dihitung kebutuhan dana untuk investasi. Meneruskan contoh kebutuhan biaya pendidikan untuk universitas negeri di Jakarta sebelumnya, apabila orangtua berprofil moderat, maka asumsi imbal hasil 10 persen dapat digunakan. Dengan demikian, perhitungan menghasilkan angka Rp 1,8 juta per bulan yang harus disisihkan untuk investasi dana pendidikan anak.

Keempat, memilih strategi untuk penyisihan sumber dana. Bagi investor yang bekerja dengan penghasilan tetap, metode terbaik adalah melakukan proses menabung dan investasi secara berkala setiap bulan. Dana ini dapat dialokasikan dari gaji bulanan, dan idealnya hanya perlu alokasi sekitar 10 persen dari gaji. Untuk investor yang bekerja dengan penghasilan tidak tetap, seperti pekerja lepas, proses menyisihkan setiap bulan kurang disarankan. Sebaiknya, saat mendapatkan penghasilan, maka langsung dialokasikan semaksimal mungkin untuk investasi dana pendidikan.

Kelima, memiliki proteksi keuangan bagi orangtua. Sebagai pencari sumber dana untuk rencana dana pendidikan anak, orangtua yang masih bekerja secara aktif sebaiknya memiliki perlindungan asuransi jiwa. Asuransi jiwa berfungsi untuk melindungi keluarga jika dalam perjalanan melakukan proses investasi, tiba-tiba investor meninggal sehingga pemasukan yang biasa diberikan ke rumah tangga dapat digantikan oleh uang pertanggungan. Jadi, jelas bahwa sebuah produk asuransi bukan berfungsi sebagai alat investasi, melainkan alat proteksi keuangan.

Demikian lima langkah sederhana untuk memiliki rencana dana pendidikan anak. Evaluasi perkembangan hasil investasi tetap dilakukan setidaknya sekali dalam setahun. Pastikan perencanaan dana pendidikan anak yang dilakukan sudah benar agar tujuan keuangan dapat tercapai karena anak-anak berhak mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya. Live a Beautiful Life!

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 6 Mei 2017, di halaman 25 dengan judul "Investasi untuk Dana Pendidikan Anak".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

PSIKOLOGI: Titik Tengah (KRISTI POERWANDARI)

Dunia saat ini tampaknya sedang enggan mencari titik tengah. Yang keras suaranya dan lebih mendominasi adalah yang me-lain-kan dan meminggirkan yang berbeda. Melihat yang lain atau yang berbeda buruk, lebih rendah, perlu disingkirkan, bahkan dihukum. Di Amerika Serikat ada Donald Trump yang bahkan sebelum dilantik pun sudah menuai banyak protes untuk sejumlah pemikirannya yang kontroversial dan me-lain-kan yang berbeda. Di Perancis ada Marine Le Pen yang berjuang untuk dapat menjadi pemimpin puncak. Di negara-negara lain juga ada. Di Indonesia hadir politisasi identitas dan SARA dalam pilkada, bahkan wacana yang mulai mengaitkannya dengan Pemilu 2019.

Mayoritas-minoritas

Politisasi identitas dan SARA membuat hidup menjadi tidak nyaman untuk semua. Yang merasa mayoritas (dalam jumlah), "lebih asli" (entah dalam hal kemurnian agama, atau ke-pribumi-an), lebih berjasa, atau lebih benar (dalam pandangan agama dan moral) dipanas-panaskan hatinya. Diingat-ingatkan bahwa mereka mayoritas agar merasa terganggu oleh kehadiran kelompok yang dianggap minoritas atau tidak normatif. Yang "berbeda" atau diwacanakan "berbeda" dituntut menyesuaikan, tahu diri, dan menerima untuk ditempatkan dalam posisi inferior. Mereka dianggap sekadar numpang, lebih rendah posisinya dan harus dibatasi haknya.

Kelompok yang diposisikan minoritas, apa pun dasar penggolongan itu, merasa lebih tidak nyaman lagi. Ada perasaan kecil hati atau marah karena diperlakukan tidak adil. Juga rasa takut kalau-kalau jadi sasaran kebencian. Politik yang menekan-nekankan perbedaan membuat yang berbeda lebih rentan menjadi korban diskriminasi dan kekerasan. Sejarah sudah menunjukkan hal itu di berbagai belahan dunia.

Sekilas mungkin kita setuju bahwa yang mayoritas dalam hal jumlah, wajar atau harus diberi hak lebih besar. Dan yang minoritas perlu tahu diri dan menerima posisinya yang tidak seberuntung yang mayoritas. Benarkah demikian?

Kita membaca jajak pendapat yang belum lama dilakukan Reuters bahwa penduduk Amerika Serikat yang menyetujui kebijakan Trump menghalangi masuknya imigran berjumlah lebih besar daripada yang menentangnya. Dan imigran, bagaimanapun, adalah kelompok minoritas.

Tetap di batin kita ada perasaan bahwa hal tersebut bukan kebijakan baik, bukan kebijakan benar, bukan kebijakan adil. Bukan sekadar karena yang ditolak untuk masuk Amerika Serikat itu kebetulan memiliki kesamaan-kesamaan dengan kita (misal, dari sisi ras atau agama). Namun, karena prasangka sosial dan sikap diskriminatif akan memecah belah. Karena ada nilai-nilai universal yang harus dijunjung tinggi, yakni penghormatan akan hak-hak manusiawi setiap orang siapa pun ia.

Menjaga titik tengah

Menentang populisme di negara lain, tetapi membiarkannya atau bahkan mengadvokasikannya di negara sendiri, merefleksikan inkonsistensi berpikir dan kurangnya integritas. Menjadi praktik politik yang tidak bertanggung jawab dan berbahaya.

Politik yang mempertajam perbedaan menghadirkan penghayatan individu dan psikologi massa yang sangat berpotensi membawa banyak masalah. Segala sesuatu-termasuk yang sebelumnya tidak terlihat ada hubungannya-akhirnya dapat dan dicari-cari kaitannya. Makin kuatlah sikap memperlawankan "kita" (mayoritas, yang normatif, yang benar, yang harus dilindungi) versus "mereka" (minoritas, tidak asli, menentang norma, salah, harus disingkirkan).

Satu contoh saja, mengejutkan bahwa belum lama ini mendadak ada perguruan tinggi negeri, yang mengumumkan dalam lamannya, calon mahasiswa harus menandatangani surat pernyataan bahwa ia bukan LGBT dan bersedia dikeluarkan apabila pernyataannya tidak benar.

Para pemimpinnya lupa bahwa konstitusi negara menjamin hak yang sama bagi siapa pun juga untuk memperoleh pendidikan. Kaum terpelajar kehilangan kemampuan berpikir kritis, gagal bersikap jujur, dan tak mampu menetapkan prioritas yang lebih penting dalam menjalankan tugasnya membangun pengetahuan. Tidak ikut menyelesaikan malah menambah persoalan sosial.

Di tingkat individu, orang makin merasa takut dan terancam sebagai kelompok minoritas. Atau sebaliknya, makin jemawa sebagai bagian dari kelompok mayoritas yang merasa "lebih bermoral". Di tingkat hubungan interpersonal dan sosial akan makin banyak gesekan yang susul-menyusul karena kemarahan, prasangka, dan perbedaan pendapat dari kelompok-kelompok berbeda.

Menarik membaca penelitian dari Lin, Lin, Huang, dan Chen (2016) dalamJournal of Happiness Studies. Mereka menemukan bahwa individu yang lebih mampu melihat diri dan orang lain sebagai sesama (menghayati "ke-kita-an" bersama orang- orang lainnya) akan lebih nyaman dan sehat mental hidup dalam berbagai perbedaan. Akan berkompromi mencari titik-titik tengah persamaan dalam pergaulan hidupnya.

Dalam hidup berbangsa, politisasi identitas dan SARA adalah persoalan sangat serius. Saya jadi teringat akan disertasi guru saya, Prof Fuad Hassan (alm), yang bicara mengenai perlunya kita memperkuat penghayatan ke-kita-an daripada ke-kami-an yang memisah-misahkan kelompok-kelompok berbeda. Politik "ke-kami-an" menghadirkan berbagai emosi dan tindak negatif, perpecahan, pembenaran kekerasan, legitimasi tindakan-tindakan intoleran, serta penghalalan cara demi tujuan.

Pancasila bukan sekadar kompromi, melainkan titik tengah yang sangat indah. Dalam berbagai perbedaan, kita mencari persamaan-persamaan dan menjunjung tinggi kemanusiaan. Barangkali saja ia pernah dimanfaatkan untuk kepentingan penguasa. Namun, dalam dirinya sendiri, Pancasila membawa nilai-nilai universal yang melindungi dan menumbuhkan semua. Bahkan, relevan untuk konteks di luar Indonesia.

Kita bersyukur dianugerahi titik tengah yang sangat indah. Mari mengingat kembali, mengucapkan kembali, mengajarkan maknanya kepada anak-anak kita. Bersama menjaga dan menghidupkannya dalam perasaan, pikiran, sikap hidup, dan perbuatan nyata.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 6 Mei 2017, di halaman 25 dengan judul "Titik Tengah".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

INVESTASI: Apakah Struktur Mikro Pasar? (ADLER HAYMANS MANURUNG)

Bagi mereka yang pernah belajar ilmu ekonomi mikro, konsep pasar pertama kali diajarkan. Pasar merupakan pertemuan antara pembeli dan penjual barang. Pasar bisa dikelompokkan ke dalam berbagai jenis, antara lain dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian besar, yaitu pasar keuangan dan pasar nonkeuangan.

Bursa saham merupakan pasar tempat pemilik dana bertemu dengan pemilik aset saham. Pemilik aset saham ingin menjual sahamnya dikarenakan berbagai faktor, yaitu membutuhkan dana, harga sudah terlalu tinggi ingin mendapatkan profit, dan faktor lain.

Pasar tidak menyatakan harus terjadinya transaksi antara penjual dan pembeli. Pada pasar saham, dikenal ada beberapa pasar dimulai dengan pasar perdana, yaitu pasar di mana pertama kali perusahaan menawarkan saham kepada publik yang dikenal perusahaan melakukan initial public offering (IPO). Pada pasar perdana ini, penjual hanya perusahaan yang menerbitkan saham dan dibantu perusahaan sekuritas (sebagai penjamin). Pasar kedua adalah pasar tempat bertransaksinya pemilik dana dan pemilik saham di bursa dengan bantuan perusahaan sekuritas. Pemilik dana tidak bisa bertransaksi di bursa tanpa bantuan perusahaan sekuritas. Perusahaan sekuritas yang terdaftar di bursa atau pemegang saham bursa yang bisa melakukan transaksi saham di bursa tersebut.

Pasar ketiga yang dikenal dengan over-the-counter adalah pasar di mana pemilik dana dan pemilik aset saham bertemu tidak melalui bursa. Transaksi dilakukan oleh antar-sekuritas (brokerage) hanya melalui telepon atau terjadi pertemuan. Kemudian sekuritas melaporkannya ke bursa agar terjadi perubahan kepemilikan pada aset saham tersebut. Pasar keempat adalah transaksi tunai, di mana pemilik dana dan pemilik aset saham bertemu langsung dan terjadi transaksi dan kemudian dilaporkan ke bursa untuk administrasi agar terjadi perubahan kepemilikan aset saham tersebut.

Pasar kelima merupakan pasar yang melakukan transaksi antar-pemilik dana dan pemilik aset yang sangat berjauhan dan saling tidak kenal dan diselesaikan pada satu tempat yang merupakan jangkauan bursa. Transaksi ini dikenal di Amerika Serikat, yaitu electronics communication network (ECN). ECN ini seperti transaksi di internet di mana penjual saham dari Alaska dan pembelinya dari Meksiko baru (negara bagian Amerika paling dekat Meksiko), di mana transaksi ini diselesaikan di San Francisco. Salah satu bentuk transaksi ini bisa disebutkan remote trading untuk kasus Indonesia.

Setelah memahami tentang pasar dan selanjutnya, bagaimana dengan struktur mikro pasar? Pertanyaan ini untuk menyatakan mengenai bagaimana harga yang terjadi bisa terbentuk. Tadi pembeli aset saham (pemilik dana) mendapatkan saham dengan harga Rp 500 atau harga lain dari penjual saham. Pertama-tama penjual saham harus menyampaikan ordernya (baik harga maupun volume) yang diinginkannya kepada sekuritas dan sekuritas menyampaikannya ke bursa dan di bursa terjadi order penjualan harga mulai terkecil sampai dengan terbesar. Order yang disampaikan ini dikenal ask-order (order jual). Order penjualan ini pasti berurutan, mulai siapa yang lebih dulu menyampaikan, yang dikenal dalam istilah first in first out(FIFO). Tidak pernah ada orang antre langsung paling depan dan harus berurutan sesuai masuknya order tersebut. Selanjutnya, pemilik dana menyampaikan order (baik harga maupun volume) tersebut kepada sekuritas dan sekuritas menyampaikannya ke bursa melalui teknologi dari sekuritas kepada bursa dan sebaliknya. Lalu, bursa membuat order pembelian tersebut dan di Amerika Serikat dikenal dengan bid order (order beli).

Order pembelian ini akan berurut, mulai dari harga tertinggi sampai terendah. Biasanya, order beli dan jual ini tersusun rapi sehingga kalau dibuat dalam kolom, maka kolom yang di tengah menyatakan harga dan kolom sebelah kiri menyatakan volume yang akan dibeli serta kolom sebelah kanan harga menyatakan volume yang akan dijual. Volume yang akan dibeli pasti pada harga yang lebih rendah dari harga volume yang dijual. Apabila seseorang pemilik aset saham ingin cepat menjual asetnya, maka harus menurunkan harganya dan demikian juga pemilik dana harus menaikkan harganya agar terjadi pembelian aset saham. Apabila tidak melakukan tindakan tersebut, tidak ada terjadi transaksi. Apabila seseorang pemilik dana tidak ingin antre, bisa langsung memasang order belinya pada harga yang belum terjual, demikian juga bagi mereka pemilik aset bisa langsung memasang order pada harga dan volume yang sedang menunggu terjadinya datang penjual.

Pembahasan terhadap Struktur Mikro Pasar ini dimulai oleh Demsetz (1968), di mana pembahasannya terfokus pada biaya transaksi, tetapi belum menyatakan secara gamblang tentang pembentukan harga. Namun, biaya yang dijelaskannya sudah mulai masuk kepada harga yang akan terjadi (merupakan bagian dari harga). Kemudian, Tinic dan West (1972) membahas kompetisi dan harga dari jasadealer pada pasar OTC. Pembahasan bid-ask spread dimulai Benston dan Hagerman (1974) pada pasar OTC. Kemudian Garman (1976) secara jelas menguraikan struktur mikro pasar yang dipublikasikan pada Journal of Financial Economics. Selanjutnya, Stoll (1978) membahas peranan pelayanan dealer pada pasar saham. Perkembangan pembahasan struktur mikro pasar kini berkembang terus sampai sekarang. Bahkan, ada diskusi yang sangat lucu, apabila ada mahasiswa doktor mengajukan proposal disertasi tidak membahas materi struktur mikro pasar bukan sebuah diserta di sekolah tersebut dan dianggap kecil atau doktor kelas dua atau kelas lainnya. Bagi mereka yang bekerja di sektor pasar saham, teori struktur pasar ini bukan baru hanya tidak mengenal teorinya. Aktivitas sehari-hari pasti melakukan tindakan untuk struktur mikro pasar ini. Bagaimana harga saham bisa terbentuk merupakan aktivitasnya sehari-hari.

Atas perkembangan struktur mikro pasar ini, penelitian dan diskusi para akademisi mengenai struktur mikro pasar ini dapat dikelompokkan ke dalam tiga kelompok besar. Adapun ketiga kelompok tersebut adalah pendekatan model persediaan (inventory model approach), pendekatan model berdasarkan informasi (informasibased model approach) dan model strategi pedagang (strategic trader model approach). Pembahasan pendekatan akan kita bahas pada tulisan berikutnya satu per satu. Artinya, harga bisa terjadi dengan tiga pendekatan tersebut dan akan dijelaskan kemudian.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 29 April 2017, di halaman 25 dengan judul "Apakah Struktur Mikro Pasar?".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

KESEHATAN: Mungkinkah Jakarta Bebas Demam Berdarah? (DR SAMSURIDJAL DJAUZI)

Anak saya umur 15 tahun, siswa SMP, baru saja dirawat di rumah sakit karena demam berdarah. Meski dia hanya dirawat selama lima hari, sebagai ibu saya amat khawatir. Mula-mula dia demam tinggi dan badannya pegal. Saya bawa ke dokter keluarga kami, dianjurkan periksa darah. Ternyata hasilnya masih bagus, trombositnya masih normal, tetapi dokter meminta agar esoknya diulang.

Barulah pada pemeriksaan kedua trombosit turun, hanya 90.000. Dokter menganjurkan agar anak saya dirawat saja untuk observasi. Sebenarnya keadaannya cukup baik kecuali demamnya masih tinggi dan tak ada nafsu makan. Perutnya sedikit sakit jika ditekan. Dalam perawatan di rumah sakit, anak saya mendapat infus dan mengalami pemeriksaan darah berkali-kali. Ini tentu tak menyenangkan bagi dia. Setiap ditusuk dia merasa kesakitan dan juga ketakutan. Saya sendiri juga merasa khawatir karena hasil trombositnya turun terus 70.000 dan paling rendah mencapai 30.000.

Saya berkonsultasi dengan dokter yang merawat dan dokter menjelaskan trombosit yang turun merupakan perjalanan penyakit. Demamnya menurun, tetapi trombosit masih akan turun, bahkan akan mencapai titik terendah. Dokter akan memperhatikan agar anak saya tidak sampai kekurangan cairan. Ramalan dokter terbukti setelah mencapai angka 30.000, trombosit mulai naik secara bertahap dan akhirnya ketika trombosit 100.000 anak saya diperkenankan pulang.

Saya merasa gembira, tetapi bertanya dalam hati. Apakah Jakarta masih akan mendapatkan serangan demam berdarah tiap tahun? Tahun ini anak saya yang kena, tahun lalu dua kemenakan saya juga dirawat karena demam berdarah. Mengingat demam berdarah masih terus menghantui orangtua, saya ingin mengetahui bagaimana upaya pemerintah memberantas demam berdarah. Saya mendengar upaya pengendalian HIV telah berhasil baik.

Menurut saya yang awam, mestinya memberantas demam berdarah lebih mudah daripada HIV. Kenapa demam berdarah masih terus ada di Jakarta? Kapan Jakarta bebas demam berdarah? Saya membaca sekarang sudah ada vaksin DBD. Kenapa pemerintah tidak memanfaatkan vaksin ini untuk mencegah penularan? Saya rasa pemerintah daerah DKI mampu melakukan imunisasi DBD ini. Mungkin mimpi kita Jakarta bebas DBD dapat dicapai. Apa yang dapat dilakukan warga untuk membantu pemerintah menjadikan Jakarta kota yang bebas demam berdarah? Terima kasih atas penjelasan dokter.

B di J

Anda benar, demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia masih merupakan masalah kesehatan. Hampir di semua provinsi penyakit ini ditemukan. Tahun lalu tercatat sekitar 200.000 kasus DBD di Indonesia, untunglah pada umumnya pasien dapat diselamatkan, hanya sebagian kecil yang meninggal. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menargetkan agar pada tahun 2019 angka kejadian DBD dapat ditekan 25 persen dibandingkan tahun 2010. Kita juga sedang bekerja keras untuk mencapai penurunan tersebut.

Untuk dapat mencegah penularan DBD, upaya yang paling penting adalah dengan melenyapkan genangan air tempat jentik nyamuk berkembang biak. Jika jentik nyamuk dapat kita cegah berkembang biak, nyamuk dewasa tidak akan terbentuk. Penularan DBD terjadi melalui gigitan nyamuk. Nyamuk yang menggigit pasien DBD yang dalam darahnya ada virus DBD jika mengisap orang lain, maka virus tersebut akan ditusukkan ke orang yang digigit sehingga orang tersebut tertular DBD.

Masyarakat sering menginginkan pengasapan (fogging) untuk membunuh nyamuk dewasa. Sebenarnya pengasapan bukanlah cara efektif mencegah penularan karena jika jentik nyamuk dibiarkan berkembang biak dan tumbuh, jentik tersebut akan menjadi nyamuk dewasa. Selain itu, pelaksanaan pengasapan yang terlalu sering dapat menimbulkan kekebalan sehingga nyamuk dewasa tak dapat dibunuh lagi dengan pengasapan.

Pemerintah sekarang mengampanyekan satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik). Anda tentu masih ingat, dulu setiap Jumat, jumantik akan mendatangi rumah warga untuk memantau apakah di rumah warga terdapat air tergenang yang menjadi tempat berkembangnya jentik nyamuk Aedes aegypti. Jika ada, penghuni rumah akan diberi penjelasan tentang bahaya jentik nyamuk dan bagaimana mencegah agar di rumah dan lingkungan tidak ada jentik nyamuk Aedes ini. Upaya ini memberikan hasil, tetapi tidak maksimal.

Penghuni rumah mengandalkan jumantik untuk memberantas jentik nyamuk di rumahnya. Jika jumantik tidak datang, tidak ada yang memedulikan keberadaan jentik nyamuk ini. Karena itulah, sekarang tanggung jawab untuk memberantas jentik nyamuk justru pada penghuni rumah. Kepala keluarga harus menunjuk salah seorang anggota keluarganya memantau jentik nyamuk di rumah dan sekitar rumah.

Setiap rumah dibekali dengan kartu jentik. Keberadaan jentik harus dicatat pada kartu jentik. Diharapkan, dengan pendekatan satu rumah satu jumantik ini, pemantauan dan pemberantasan jentik nyamuk akan lebih efisien. Jika berjalan baik, pemerintah mengharapkan paling sedikit 95 persen permukiman bebas jentik nyamuk. Dengan cara ini, target WHO akan dapat dilaksanakan di Indonesia. Bahkan, Wali Kota Jakarta Selatan berani menargetkan tahun 2020 Jakarta Selatan akan bebas DBD.

Tantangan pemusnah jentik memang banyak. Kebiasaan penduduk yang membiarkan air tergenang, membuang kaleng atau wadah lain yang menjadi tempat genangan air. Bak mandi harus dikuras sedikitnya seminggu sekali. Vas kembang yang berisi air juga dapat menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk DBD. Selain permukiman, sekolah, kantor, asrama, dan sejumlah bangunan harus bebas jentik nyamuk.

Di Jakarta, kita sering menyaksikan banyak pembangunan gedung, sebagian pembangunan gedung terbengkalai. Gedung yang tebengkalai ini dapat menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk. Karena itulah, perlu upaya terpadu melenyapkan jentik nyamuk ini. Meski banyak tantangan, kita harus optimistis. Beberapa negara berhasil memberantas nyamuk DBD di antaranya tetangga kita Singapura. Melalui kesadaran warga dan peraturan beserta sanksinya, Singapura dapat dikatakan bebas DBD.

Mengenai vaksin DBD memang sejak tahun lalu sudah tersedia di Indonesia. Vaksin ini digunakan untuk anak umur 9 tahun sampai 16 tahun. Vaksin ini bermanfaat untuk mengurangi risiko penularan, mencegah bentuk demam berdarah yang berat, serta mengurangi risiko masuk rumah sakit. Namun, penggunaan vaksin ini baru bermanfaat bagi masyarakat jika penggunaan vaksin ini dilaksanakan secara luas. Jika setiap tahun sekitar 200.000 warga Indonesia, terutama anak-anak, mengalami DBD, dapat dihitung berapa kerugian uang dan waktu akibat penyakit ini.

Kita memang harus punya mimpi agar Indonesia bebas DBD dan Jakarta sebagai ibu kota negara mungkin dapat memeloporinya. Meski sudah ada vaksin, pemberantasan jentik nyamuk masih merupakan upaya yang utama. Pemerintah sekarang mencanangkan strategi satu rumah satu jumantik. Bukan hanya keberadaan jumantik yang perlu, melainkan jumantik tersebut benar-benar memantau keberadaan jentik nyamuk.

Pemerintah juga perlu melakukan pembinaan dan pengawasan agar strategi satu rumah satu jumantik ini dapat berjalan dengan baik. Pemberantasan DBD tidak terlalu mengandalkan pengadaan alat kedokteran dan obat yang canggih, tetapi yang paling penting adalah bagaimana pemerintah bersama masyarakat dapat memberantas jentik nyamuk DBD. Semoga dengan pendekatan satu rumah satu jumantik ini, DBD di Indonesia dapat dikendalikan.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 29 April 2017, di halaman 25 dengan judul "Mungkinkah Jakarta Bebas Demam Berdarah?".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

PSIKOLOGI: Mengembangkan Pikiran Cemerlang kepada Anak (AGUSTINE DWIPUTRI)

Saya ayah dari dua anak, keduanya laki-laki, usia 8 tahun dan 5 tahun. Ada perbedaan perilaku pada mereka. Si sulung lebih penurut dan mudah diatur, sementara si bungsu sangat pelawan, selalu mendebat, misalnya apabila disuruh minum susu atau membereskan mainan. Si bungsu sulit makan sayur, maunya jajanan yang banyak MSG-nya. Saya mendengar kata orang kalau anak yang suka mendebat itu, biasanya lebih cemerlang pikirannya dan sukses nantinya. Apakah saya perlu membiarkan saja si bungsu demikian dan justru melatih agar si sulung lebih argumentatif? Namun, saya juga khawatir apabila si bungsu hanya mengonsumsi makanan tak sehat, bukankah bisa merusak otaknya? Kami ingin anak-anak sama-sama berkembang secara cemerlang. Mohon pencerahan Ibu. Terima kasih.

(Bapak M di Jakarta)

Pertama-tama, saya sangat menghargai kepedulian dan partisipasi mendalam Bapak M dalam mengasuh putra-putranya, tentunya bekerja sama dengan Ibu.

Otak seimbang sebagai dasar

Menurut dokter Daniel G Amen (2008) dalam bukunya Magnificent Mind at Any Age, otak yang seimbang adalah landasan untuk menjalani hidup yang lebih bahagia, lebih sehat, dan lebih bijaksana. Pikiran memang berbeda dari otak, tetapi keduanya sepenuhnya bergantung satu sama lain, pikiran tidak terpisahkan dari otak. Otak yang seimbang atau sehat merupakan dasar untuk pikiran yang cemerlang. Otak yang tidak seimbang membuat pemiliknya menunjukkan beragam masalah, termasuk kesulitan belajar, menjadi terganggu dan impulsif, serta terus mengulang kesalahan yang sama.

Lebih lanjut dikatakan dr Amen bahwa ciri-ciri pikiran yang cemerlang mencakup adanya tanggung jawab pribadi, sasaran yang jelas, perhatian yang baik, upaya yang konsisten, keterampilan sosial yang efektif, kontrol dari dorongan, motivasi, integritas, dan kreativitas. Namun, hanya sedikit orang yang menyadari bahwa semua ini merupakan fungsi dari otak kita. Otak yang sehat membuat berbagai karakteristik tersebut lebih mudah digabungkan dalam kehidupan kita, sementara otak yang "rusak atau tengah berjuang" membuat hal ini menjadi lebih sulit. Karena itu, penting memberikan perhatian yang besar pada otak kita untuk memperoleh pikiran cemerlang.

Kebiasaan otak yang buruk kepada anak

Kebiasaan dan rutinitas sehari-hari dapat merusak atau membantu otak kita. Secara keseluruhan terdapat 14 kebiasaan otak yang buruk yang mungkin memengaruhi semua kelompok usia, yaitu diet/pola makan yang buruk; kurangnya olahraga; trauma otak yang berisiko; stres kronis; berpikir negatif, terus merasa khawatir atau marah; kurang tidur; asap rokok; kelebihan kafein; aspartam dan MSG; terpapar polusi lingkungan; kelebihan video gim; komputer; menggunakan ponsel; serta kelebihan alkohol (Amen, 2008).

Sejumlah kebiasaan otak yang buruk pada anak juga mencakup semua yang disebutkan itu. Apabila orangtua menyerah untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan anak pada makanan yang tidak sehat, sesungguhnya Anda telah mengabadikan terjadinya bencana. Buruknya asupan makanan bagi otak akan mendorong perilaku sulit. Dr JJ Virgin, ahli gizi, mengatakan bahwa: "Keterpaparan adalah sama dengan pilihan. Makanan yang Anda sajikan kepada anak-anak adalah apa yang akan mereka makan sepanjang hidup mereka."

Secara umum, dr Amen telah menemukan kecenderungan lain yang mengganggu selama tiga puluh tahun terakhir ini. Orangtua makin terus mengalah pada perilaku yang sulit. Jika seorang anak memiliki kebiasaan merengek atau menangis untuk mendapatkan keinginannya dan orangtua menyerah pada perilaku seperti itu, mereka telah mengajarkan otak sang anak untuk merengek dan menangis, membuat anak lebih rentan terhadap masalah perasaan dan emosional di kemudian hari. Dua kata yang paling dr Amen sukai mengenai mengasuh anak secara efektif adalah "tegas" dan "sayang". Anak membutuhkan cinta, perhatian, dan kasih sayang, tetapi mereka juga membutuhkan peraturan dan disiplin agar otak mereka berkembang secara baik.

Cara lain untuk mengembangkan kebiasaan otak yang buruk kepada anak adalah dengan membiarkan mereka berdebat tanpa henti terhadap orangtua. Apabila Anda membiarkan anak-anak secara kronis menentang atau berdebat dengan Anda, Anda sebenarnya mendorong otak mereka menjadi kurang fleksibel. Ketika area otak yang disebutgirus cingulate anterior bekerja terlalu keras, membuat defisit pada neurotransmiter serotonin, anak akan terjebak pada pikiran dan perilaku negatif atau oposisional.

Terapi perilaku telah terbukti membantu menenangkan bagian dari otak ini. Menghentikan perilaku argumentatif justru membantu otak bekerja lebih baik. Salah satu cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan langsung menangani perilaku tersebut. Misalnya, orangtua dapat menuliskan di sebuah tempat seperangkat peraturan keluarga. Salah satu aturannya adalah "tidak berdebat dengan orangtua. Sebagai orangtua, kami tetap ingin mendengar pendapat anak. Pendapat yang diajukan lebih dari dua kali merupakan perdebatan". Melalui cara semacam ini, diharapkan tidak ada argumentasi, tetapi yang dianjurkan adalah kerja sama. Jika anak mendebat atau melawan, ada konsekuensinya. Saat anak bekerja sama, ada senyuman dan penghargaan.

Hal lain yang perlu diperhatikan bagi anak-anak adalah menonton film yang sama berulang-ulang. Pertama kali seorang anak melihat sebuah film, masih ada sedikit ketegangan atau pemikiran tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun, menonton film yang diulang-ulang lagi ternyata menjadikan suatu aktivitas tanpa otak baginya.

Tidak pernah membaca pada anak adalah kebiasaan otak yang buruk. Anak-anak membutuhkan pembelajaran baru untuk mengembangkan otak mereka dan belajar yang paling baik adalah pada lingkungan yang memperkaya mereka. Makin aktif orangtua dan pengasuh mendorong anak pada bacaan dan pendidikan, anak semakin melihat pembelajaran sebagai suatu nilai sepanjang kehidupan. Pembelajaran baru sepanjang hidup dianggap sebagai faktor utama untuk mencegah kepikunan.

Anak-anak sering dipenuhi dengan pikiran-pikiran negatif atau menakutkan sehingga mereka tidak pernah belajar bagaimana mengatasinya. Anak-anak membutuhkan pendidikan dalam memperbaiki berbagai pikiran buruk yang ada dalam kepala mereka. Pada anak usia delapan tahun, mereka akan mampu memahami dan memperbaiki berbagai pola pikir negatif. Pemikiran negatif bisa menjadi suatu kebiasaan otak yang sangat buruk dan perlu dikoreksi sedini mungkin. Jadi, orangtua tetap perlu menjaga agar tidak menakut-nakuti anak dalam menerapkan berbagai peraturan dan disiplin.

Semoga dengan menghindari berbagai kebiasaan buruk bagi otak anak, pikiran cemerlang dapat diperoleh.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 29 April 2017, di halaman 25 dengan judul "Mengembangkan Pikiran Cemerlang kepada Anak".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

PSIKOLOGI: Tidak Mengancam "Cerai", tetapi "Bicarakan" (SAWITRI SUPARDI SADARJOEN)

Kebanyakan orang mengatakan, "Kalau tidak ada yang berubah di antara kita, saya rasa saya tidak akan dapat bertahan dengan relasi kita." Ungkapan tersebut merupakan ungkapan penting yang keluar dari hati paling dalam.

Kebanyakan orang mengancam cerai atau memutuskan hubungan saat berada dalam situasi emosi memanas, padahal ancaman tersebut tidak akan membantu kedua pasangan untuk bersatu kembali dan benar-benar menjadi ungkapan yang tidak adil (fair). Pada dasarnya kita tidak seharusnya mengangkat masalah perceraian untuk menghukum pasangan kita, menakut-nakuti pasangan, atau mengguncang perasaan dan mengubah perilaku pasangan.

Kita juga seyogianya tidak memaksakan diri mengatakan kata cerai dengan cara otomatis dan sederhana karena kata itu keluar secara otomatis meluncur melalui kepala kita. Jadi, sekali kita dengan mudah mengungkap kata cerai, dengan mudah pula kita mengulang kata itu selanjutnya dan selama-lamanya. Kebanyakan pasangan perkawinan memanfaatkan fantasi perceraian dan membayangkan kehidupan mandiri yang menjanjikan kehidupan lebih nyaman walaupun pada kenyataannya tidak mudah menjalani kehidupan tanpa perencanaan matang akan kemungkinan terjadinya perceraian.

Kondisi itu membawa kita pada pemahaman bahwa perceraian adalah masalah penting walaupun terkadang sering terkesan ambivalen. Pada saat kita bersikap maju mundur dalam memikirkan kemungkinan perceraian, kita sebenarnya membutuhkan pertimbangan untuk berbagi pemikiran tersebut dengan pasangan kita. Untuk itu, perlu didiskusikan dengan kepala dingin bersama pasangan kita. Apabila akhirnya dengan tenang kita memutuskan bercerai, seyogianya pasangan kita pun sudah mengantisipasi dan mempersiapkan betul-betul serta merencanakan kehidupan baru sebagai individu singel yang siap kembali hidup sendiri.

Mengapa? Karena setiap orang sebagai individu memiliki hak untuk memahami seberapa besar pertaruhan hidup yang mengikutinya, apabila mereka memutuskan menyudahi perkawinan mereka setelah dengan serius mendiskusikannya dengan pasangan perkawinan mereka. Pada galibnya, sebagai individu kita berutang masalah kejujuran tentang permasalahan keluarga yang memicu peluang perceraian. Artinya, bahwa kita akan dihantui kecemasan oleh kemungkinan perpisahan dengan pasangan yang sebelumnya kita pernah saling mencintai satu sama lain.

Dari pengalaman sebagai praktisi masalah perkawinan, saya menyimak bahwa banyak suami yang menceritakan istri mereka meninggalkan dirinya tanpa sebab jelas. Sementara itu, istri mereka mengungkap bahwa mereka sudah lama merasa tersiksa oleh kemarahan dan kejengkelan yang tertahan atas ulah suaminya. Pada dasarnya, kedua belah pihak pasangan tersebut tidak ada yang dapat disalahkan karena sang suami tidak pernah berusaha mendengarkan keluhan istrinya dengan baik, sementara istri mereka pun tidak berbagi dengan jelas tentang isu serius tentang peluang perceraian sampai pada akhirnya mereka memutuskan secara tiba-tiba meninggalkan suaminya.

Usul perubahan perilaku suami untuk hal tertentu pun tidak pernah dilakukan, kalaupun ada perubahan, hanya sedikit dan dilakukan beberapa kali saja sehingga ketidakserasiaan relasi antarpasangan tersebut menjadi terasa sangat terlambat untuk diperbaiki. Akhirnya istri meninggalkan suami karena merasa tidak memiliki kesempatan berharap potensi perkawinannya bisa membaik di kemudian hari, pihak istri putus asa dan akhirnya meninggalkan pasangan perkawinannya.

Ambang "tak mendengar" pasangan

Perceraian merupakan salah satu isu mendalam yang berpengaruh pada pengambilan keputusan pasangan akan rencana masa depan perkawinannya. Untuk itu kita perlu membuat diri kita lebih didengar daripada menyimpulkan pasangan kita tidak mau mendengar.

Terkadang kata cerai sudah mengalir deras dan sering kita dengar yang justru membuat pasangan kita tetap yakin bahwa kita tidak akan ditinggalkan. Apabila hal ini terjadi, kita harus mendorong pasangan kita untuk melakukan percakapan yang serius sehingga pasangan kita benar-benar meningkatkan daya dengarnya. Apabila percakapan serius pun ternyata tidak membantu membuat pasangan kita bersikap serius terhadap masalah perceraian, lakukanlah diskusi melalui tulisan, seperti contoh di bawah ini:

"Saya merasa selama ini kamu tidak pernah bersedia mendengarkan tentang masalah perceraian sehingga untuk itu saya harus memberitahumu bahwa apabila kita berangkat dari rentang 1-10, maka kadar ketidaknyamanan saya untuk tetap hidup bersamamu itu adalah 9, jadi tidak mungkin diperbaiki lagi, bahkan apabila kita tunda perceraian ini hingga satu tahun mendatang, tarafnya menjadi 10."

Mudah-mudahan tulisan tersebut menjadikan masalah perceraian yang coba kita sampaikan tidak saja dapat didengar dan diterima dengan serius oleh pasangan kita, tetapi disikapi secara serius pula untuk akhirnya dapat mengambil keputusan yang jelas apakah cerai atau melanjutkan perkawinan tersebut dengan perubahan perilaku yang dengan serius pula dilakukan secara berlanjut.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 22 April 2017, di halaman 25 dengan judul "Tidak Mengancam "Cerai", tetapi "Bicarakan"".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.
Related Posts with Thumbnails

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!
Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Skincare: The Revolution in Anti-Aging

Skincare: The Revolution in Anti-Aging
Dokumen Sehat Sinergis

Pilihan Investasi

Pilihan Investasi
Ada dua pilihan: jika Ikut Menjadi Member Bisnis Synergy
Word of the Day

Article of the Day

This Day in History

Today's Birthday

In the News

Quote of the Day

Spelling Bee
difficulty level:
score: -
please wait...
 
spell the word:

Match Up
Match each word in the left column with its synonym on the right. When finished, click Answer to see the results. Good luck!

 

Hangman

Hubungi, kami siap melayani anda:

Untuk info lanjut
hubungi:

Ibu Liong (021-33431704)


Sertifikasi Produk Synergy WorldWide

Produk -produk Synergy / NSP di Indonesia telah terdaftar pada Departemen Kesehatan RI dan memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), serta memperoleh sertifikat Halal dari IFANCA (The Islamic Food and Nutrition Council of America) yang disahkan oleh LP POM MUI.