Cari uang di internet

HUBUNGI, KAMI SIAP ANTAR!

Sehat-Sinergis secara herbal, membangun kesehatan dan kesejahteraan bersama secara sehat sinergis. Bekerjasama dengan Synergy WordWide (Independent Distributor from United State of America) untuk selengkapnya untuk pembelian atau pemesanan dengan perjanjian hubungi Ibu Liong di nomor: 021-33431704 Hubungi kami di email: sehat.sinergis@gmail.com. Ada uang baru barang diantar. Carilah lebih dulu kesehatan, baru yang lainnya.

Selasa, 28 Juli 2015

PERUBAHAN IKLIM: Tangisan Bumi, Tangisan Kita (BRIGITTA ISWORO LAKSMI)

Juni 2015, Paus Fransiskus menjadi Paus kelima yang mengingatkan umat manusia agar merawat bumi. Dalam ensiklik Laudato Si (Terpujilah)- On Care for Our Common Home (Merawat Rumah Bersama), Paus menuliskan, "Iklim adalah barang publik, milik publik, dan amat berarti bagi publik."
Serangan cuaca panas  di India akhir Mei 2015. Para gadis menutup wajah, berlindung  dari sengatan matahari  di Kota Allahabad, 29 Mei 2015. Cuaca panas di India menewaskan sekurangnya 1.371 orang. Suhu lebih dari 47 derajat celsius. Menurut Badan Atmosfer dan Kelautan Nasional AS (NOAA), pertengahan tahun 2015 adalah tahun terpanas sejak 1880. Sejumlah pemimpin spiritual menyoroti pentingnya spiritualitas umat menjangkau pada  persoalan perubahan iklim.
REUTERS/JITENDRA PRAKASHSerangan cuaca panas di India akhir Mei 2015. Para gadis menutup wajah, berlindung dari sengatan matahari di Kota Allahabad, 29 Mei 2015. Cuaca panas di India menewaskan sekurangnya 1.371 orang. Suhu lebih dari 47 derajat celsius. Menurut Badan Atmosfer dan Kelautan Nasional AS (NOAA), pertengahan tahun 2015 adalah tahun terpanas sejak 1880. Sejumlah pemimpin spiritual menyoroti pentingnya spiritualitas umat menjangkau pada persoalan perubahan iklim.

Paus membuka bait-bait ensiklik (semacam surat edaran) dengan mengutip syair doa Santo Fransiskus dari Asisi, "Laudato Si' (Mi' Signore), Terpujilah Engkau ya Tuhan". Karya pada abad ke-13 itu mengingatkan kita, rumah bersama itu adalah bak saudara perempuan kita, kita berbagi kehidupan dengannya. Bak ibu yang jelita, yang membuka tangannya untuk merengkuh kita.

"Terpujilah Engkau Tuhan, melalui saudara perempuan kami, ibu Bumi, yang terus bertahan dan memimpin kami, yang menghasilkan beragam buah-buahan dengan bunga dan rempah beraneka warna."

Menyongsong Konferensi Perubahan Iklim PBB, Pertemuan Para Pihak (COP) Ke-21 di Paris, November-Desember 2015, ia menggarisbawahi keniscayaan saling ketergantungan antarnegara. Kondisi tersebut, tulisnya, harus menjadi landasan berpikir, "Satu dunia dengan rencana bersama".

Tak berhenti pada ensiklik, Paus menyelenggarakan konferensi para wali kota dan gubernur kota-kota besar dunia. Deklarasi dari konferensi itu menyerukan, "Para pemimpin harus mencapai kesepakatan yang kuat untuk membatasi pemanasan global sampai batas aman untuk kemanusiaan, sekaligus melindungi yang miskin dan mereka yang rentan."

Selain itu, negara kaya juga harus membantu pendanaan mitigasi perubahan iklim negara-negara berpenghasilan rendah. Untuk kelompok skeptis, deklarasi itu memuat "Perubahan iklim akibat ulah manusia adalah realitas ilmu pengetahuan, dan kendali yang efektif adalah kewajiban moral terhadap kemanusiaan".

Alam dan agama

Pandangan agama tentang alam mengerucut pada sikap serupa: manusia adalah bagian dari alam, alam adalah subyek, ada sinergitas antara Tuhan, alam, dan manusia, dan banyak lagi. Namun, fakta saat ini: manusia mengeksploitasi alam untuk memenuhi keserakahannya.

Pada saat perilaku manusia itu telah berdampak, antara lain berupa fenomena perubahan iklim, maka pendekatan politik, saintifik, dan ekonomi tak lagi memadai.

Dalam sebuah diskusi "Keberpihakan Agama dalam Isu Perubahan Iklim" awal bulan ini, Utusan Khusus Presiden untuk Pengendalian Perubahan Iklim Rachmat Witoelar, yang lama terlibat dalam meja negosiasi global, mengungkapkan, pendekatan politik hanya menghasilkan usulan cara-cara terbaik mengatasi perubahan iklim. Namun, hanya baik untuk negara masing-masing.

"Semoga petunjuk dari mereka yang berlandaskan agama bisa membantu hingga perundingan bisa berhasil dalam COP nanti. Kita saling mengilhami dan saling belajar," ujar Rachmat. Ia berharap para pemimpin agama mampu memengaruhi hati nurani umatnya agar ada hasil yang berbeda dalam perundingan di tingkat global.

Selain Rachmat, hadir untuk berbagi pandangan adalah Nadjamuddin Ramly, Koordinator Bidang Kebijakan Publik Lembaga Hukum dan Kebijakan Publik Pimpinan Pusat Muhammadiyah, PC Suswiantoko Pr dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Abdul Halim Sani Abdul Halim Sani Technical Advisor Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC), Victor Rembeth dari Thamrin School Reader on Environmental Ethics and Philosophy, dan Pendeta Gomar Gultom, Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI).

Gomar Gultom menyatakan, PGI telah menyatakan bahwa keserakahan manusia merupakan akar dari kerusakan lingkungan.

Dalam Islam, menurut Abdul Halim, menjaga kelestarian alam mengandung tiga unsur, yaitu Tuhan, manusia, dan alam. "Ketiganya harus sinergis. Namun, manusia sering kali melihat alam sebagai obyek, bukan subyek sehingga manusia mengeksploitasi (alam) karena obyek tidak berkesadaran. Kita tidak memahami bahasa alam," katanya.

Victor Rembeth mengatakan, "Seharusnya ada spiritualitas ekologi dan diupayakan ada kebersamaan, dan ada dokumen yang bisa berubah sebagai kesepakatan yang masuk dalam agama dan umat masing-masing, yang bisa masuk sebagai aksi bersama untuk perubahan iklim di Indonesia."

Ia menyoroti, masalah yang dihadapi di Indonesia adalah bagaimana semua pandangan tersebut bisa disampaikan kepada umat sehingga berujung perubahan perilaku. Semua mengakui, hal itu masih sulit karena di Indonesia agama masih berupa aktivitas ritual, belum sampai pada tahap spiritual.

Tangisan kita

Pandangan agama-agama tentang alam kini kian keras bergema. Bak ketukan pada pintu pembatas antara antroposentrisme dan diri manusia sendiri.

Antroposentrisme menyeret manusia pada situasi di mana martabat intrinsik dunia dikompromikan (Laudato Si, halaman 86). Manusia melupakan dirinya manusia lingkungan. "Bukan hanya Tuhan telah memberikan Bumi kepada manusia yang harus menggunakannya dengan rasa hormat pada tujuan awal pemberian. Namun, manusia adalah juga pemberian Tuhan bagi manusia lainnya. Oleh karena itu, dia harus menghormati alam dan aturan moral yang dikaruniakan."

Ensiklik Paus telah mengangkat perubahan iklim lebih dari persoalan politik, sains, dan ekonomi kepada persoalan moral, etika, dan spiritual. Kegagalan dalam mengatasinya hanya akan berakhir pada penderitaan bumi yang membawa derita pada umat manusia-tak hanya mereka yang miskin. Sebuah keniscayaan, tangisan Bumi (akan menjadi) tangisan kita....

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 29 Juli 2015, di halaman 14 dengan judul "Tangisan Bumi, Tangisan Kita".


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Senin, 27 Juli 2015

KESEHATAN: Tuberkulosis Kelenjar (DR SAMSURIDJAL DJAUZI)

Sejak dua bulan yang lalu saya merasakan bahwa leher saya yang sebelah kiri bengkak. Saya meraba-raba dan terasa terdapat benjolan pada daerah tersebut. Benjolannya ada yang berukuran besar dan ada juga yang berukuran kecil. Sebenarnya selama ini saya merasa baik-baik saja. Nafsu makan seperti biasa, tidur baik dan berat badan juga tidak turun. Memang saya merasa agak mudah lelah, terutama jika saya harus menjalani kerja lembur.

Rencana akan menikah enam bulan lagi. Saya telah berkonsultasi dengan dokter. Dokter mengatakan kelenjar getah bening saya membengkak. Penyebabnya oleh berbagai hal, seperti infeksi biasa, infeksi tuberkulosis (TBC), toksoplasma, dan bahkan juga terdapat kemungkinan karena kanker. Saya menjalani pemeriksaan radiologi foto paru, ultrasonografi daerah leher, dan pemeriksaan laboratorium darah, hasilnya cukup baik. Pemeriksaan laboratorium tidak menyokong kemungkinan terkena toksoplasma.

Dokter menganjurkan agar saya menjalani pemeriksaan biopsi dengan jarum halus. Menurut dokter, pemeriksaan ini sederhana, kelenjar getah bening saya disuntik dan diambil sedikit bahan dari kelenjar getah bening tersebut dengan jarum suntik untuk diperiksa di bawah mikroskop. Saya menuruti nasihat dokter, dan setelah tiga hari, hasil biopsi jarum halus sudah ada. Hasilnya mendukung kemungkinan infeksi tuberkulosis.

Bagaimanakah penularan tuberkulosis kelenjar sehingga saya terkena penyakit ini? Berapa lama pengobatannya? Apakah penyakit ini dapat mengurangi kesuburan saya? Adakah efek samping yang serius dalam pengobatan tuberkulosis kelenjar ini? Saya perlu mengetahui hal-hal tersebut dikarenakan saya berencana untuk menikah dalam waktu dekat. Terima kasih atas penjelasan dokter.

W DI B

Tuberkulosis kelenjar memang lebih jarang daripada tuberkulosis paru. Karena itu, penyakit ini kurang dikenal dibandingkan dengan tuberkulosis paru. Kuman tuberkulosis masuk ke dalam tubuh kita melalui hirupan/udara. Kuman tersebut akan masuk ke dalam saluran napas, dan tubuh kita akan membuat kekebalan terhadap kuman tuberkulosis tersebut. Mereka yang terinfeksi kuman tuberkulosis paru dapat menjadi sakit namun dapat juga tidak sakit. Jika menjadi sakit, biasanya ada dua kelompok gejala, yaitu gejala paru berupa batuk lama dapat juga disertai sesak napas. Kelompok gejala lain adalah adanya demam, rasa lemas, dan penurunan berat badan.

Selain menyerang paru, kuman tuberkulosis juga dapat menyerang organ di luar paru, seperti kelenjar getah bening, perut (abdomen), saluran kemih, kulit, tulang, dan selaput otak. Kuman tuberkulosis yang masuk melalui saluran napas dapat mencapai kelenjar getah bening melalui saluran limfa. Tuberkulosis kelenjar sering terjadi pada kisaran usia 10 sampai 30 tahun dan menurut statistik lebih banyak mengenai perempuan.

Untuk mendiagnosis tuberkulosis kelenjar selain melalui riwayat penyakit, perlu juga dilakukan pemeriksaan fisik, laboratorium, serta dilakukan aspirasi jarum halus dan jika perlu dilakukan biopsi. Gambaran sel pada aspirasi jarum halus atau gambaran histopatologi pada biopsi dapat mengarahkan pada diagnosis tuberkulosis kelenjar. Pada umumnya pengobatan tuberkulosis kelenjar hampir sama dengan tuberkulosis paru. Obat yang digunakan pada terapi tuberkulosis kelenjar sama dengan obat untuk pengobatan tuberkulosis paru. Biasanya terdapat empat macam obat yang perlu digunakan setiap hari (Rifampisin, INH, Etambutol, dan Pirazinamid).

Untuk meningkatkan kepatuhan minum obat, keempat obat ini sekarang dapat dijadikan satu obat saja. Dengan demikian, pemakaian lebih sederhana dan risiko lupa minum obat berkurang. Pada umumnya obat tuberkulosis dapat ditoleransi oleh pasien. Pasien tidak merasakan apa-apa dalam menggunakan obat tersebut. Namun, sebagian kecil pasien dapat mengalami efek samping, seperti alergi dan peningkatan fungsi hati. Begitu pula lama pengobatan juga hampir sama dengan tuberkulosis paru.

Faktor utama yang mendukung keberhasilan pengobatan adalah kepatuhan minum obat karena lama pengobatan untuk minum obat sedikitnya harus enam bulan. Cukup banyak pasien yang menghentikan terapi dikarenakan merasa kelenjar getah beningnya sudah tidak membesar lagi. Tuberkulosis kelenjar dapat disertai tuberkulosis paru atau tanpa tuberkulosis paru. Penularan kuman tuberkulosis terjadi karena penderita tuberkulosis paru menghasilkan kuman di udara serta udara tersebut terhirup oleh orang lain.

Jika mendapat terapi yang baik, tuberkulosis kelenjar akan dapat sembuh dan tidak menimbulkan pengaruh pada kesuburan. Jika Anda dapat menyelesaikan pengobatan tuberkulosis Anda sampai tuntas, Anda dapat menikah dan mempunyai anak. Negara kita masih merupakan negara yang jumlah penderita tuberkulosisnya banyak. Upaya pencegahan penularan dapat dilakukan dengan mengamalkan gaya hidup sehat. Makan yang baik dan sehat, tidur yang cukup, berolahraga secara rutin, serta mengonsumsi buah dan sayuran yang cukup akan meningkatkan kekebalan tubuh kita melawan penyakit.

Khusus untuk tuberkulosis keadaan lingkungan merupakan faktor penting. Rumah dan tempat kerja harus memiliki ventilasi yang baik. Penderita tuberkulosis harus diobati supaya bersih dari kuman dan tidak menularkan ke orang di sekitarnya. Kita diminta untuk menerapkan etika batuk yang baik. Ketika batuk, kita harus menutup mulut kita agar butiran liur kita yang mungkin mengandung kuman atau virus tidak mencemari orang di sekitar kita.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 26 Juli 2015, di halaman 11 dengan judul "Tuberkulosis Kelenjar".


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Jumat, 24 Juli 2015

Awas, Pola Tidur Tak Beraturan Rentan Kanker!

Para ahli kerap menyarankan untuk memiliki pola tidur yang teratur. Anjuran ini bukan tanpa alasan. Mengingat pola tidur teratur akan baik bagi kesehatan Anda. Sebaliknya, bila pola tidurnya berantakan, kesehatan bisa bermasalah. Salah satunya adalah risiko terserang kanker payudara.

Pola tidur yang tidak teratur ini terutama ditujukan bagi karyawan dengan sistem perubahan waktu kerja. Ritme tidur mereka yang berubah akibat sistem tersebut membuat rentan mengalami kanker. Hal ini ditunjukkan dari riset yang dilakukan terhadap tikus percobaan. 


Tikus yang rentan terhadap munculnya kanker payudara memiliki jam tubuh yang terlambat hingga 12 jam setiap minggunya, selama setahun. Secara normal, mereka memiliki tumor setelah 50 minggu. Namun dengan kekacauan terhadap pola tidurnya secara reguler, tumor muncul 8 minggu lebih cepat. Data juga mengindikasikan kalau hewan tersebut lebih berat 20 persen, meski mengonsumsi jumlah makanan yang sama. 

Laporan yang dipublikasikan dalam Current Biology menyebutkan, bahwa ini adalah studi pertama yang secara tegas menunjukkan hubungan antara pembalikkan kronis terang-gelap dengan perkembangan kanker payudara. 

Meski uji lebih lanjut terhadap manusia tetap dibutuhkan, para periset mengatakan bahwa perempuan dengan risiko keluarga atas kanker payudara, sebaiknya tidak pernah bekerja dengan sistem waktu kerja bergilir. Sebagai catatan, studi terhadap manusia kerap menunjukkan risiko lebih tinggi atas penyakit seperti kanker payudara pada pekerja dengan sistem waktu bergilir serta pramugari. 

Satu penjelasannya adalah adanya gangguan ritme internal tubuh atau jam tubuh, yang meningkatkan risiko atas penyakit tersebut. Walau demikian, hubungan ini samar karena jenis orang yang bekerja dengan sistem waktu bergilir juga bisa lebih cenderung mengalami kanker disebabkan oleh faktor seperti kelas sosial, tingkat aktivitas, maupun jumlah vitamin D yang diperoleh. 

Salah satu peneliti dari Erasmus University Medical Centre, Belanda, Gijsbetus van der Horst menegaskan, "Bila Anda mengalami situasi keluarga dengan risiko kanker payudara, saya akan menyarankan mereka untuk tidak bekerja sebagai pramugari atau melakukan kerja dengan sistem waktu bergilir."

Sementara itu, Dr. Michael hastings dari UK's Medical Research Council mengatakan, ia mempertimbangkan riset tersebut untuk memberikan bukti eksperimental definitif pada model tikus, bahwa gangguan sirkadian atau jam tubuh, dapat mempercepat perkembangan kanker payudara. 

Para ahli pun menegaskan, bahwa sistem kerja dengan waktu bergilir memiliki konsekuensi. Untuk itu, kiranya para pekerja memberi perhatian terhadap berat badan, kesehatan payudara, dan para atasan sebaiknya menawarkan lebih banyak tes kesehatan di tempat kerja

Sumber: ‎http://m.kompas.com/health/read/2015/07/24/173000723/Awas.Pola.Tidur.Tak# 


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Minggu, 12 Juli 2015

PSIKOLOGI: Memaafkan (KRISTI POERWANDARI)

Secara awam orang berpikir, bila ia dapat membalas tindakan buruk yang dilakukan oleh orang lain, ia akan merasa lebih baik. Penelitian psikologi ternyata menunjukkan, pikiran dan perilaku membalas dendam malahan dapat membuat kita merasa lebih buruk.

"..the weak can never forgive. Forgiveness is an attribute of the strong." (Mahatma Gandhi)

Carlsmith (2008) membuat eksperimen "permainan investasi". Eksperimenter berpura-pura menjadi salah satu partisipan, dan melakukan kecurangan dalam permainan itu, yang membuat partisipan lain sangat menurun perolehan keuntungannya. Sebagian partisipan kemudian diberi kesempatan melakukan langkah-langkah untuk menghukum orang yang bermain curang.

Membalas membuat lebih buruk?

Semua yang diberi kesempatan mengambil kesempatan itu untuk membalas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang melakukan pembalasan merasa lebih buruk daripada yang tidak melakukan pembalasan, tetapi mereka yakin bahwa mereka akan merasa jauh lebih buruk lagi bila tidak melakukan pembalasan. Sementara itu, partisipan yang tidak diberi kesempatan untuk membalas menyangka mereka akan merasa lebih baik bila memperoleh kesempatan itu meski jika dibandingkan dengan yang diberi kesempatan membalas, mereka sesungguhnya menunjukkan perasaan lebih positif.

Jadi, semua pihak menyangka, membalas akan membuat mereka merasa lebih baik meski dalam kenyataannya, membalas itu membuat perasaan menjadi lebih buruk.

Mengapa demikian? Dugaannya adalah tanpa disadari, ada peningkatan rasa marah. Yang diberi kesempatan untuk membalas akan mengembangkan ruminasi, yakni pikiran yang terus berulang, obsesi mengenai kejadian telah dicurangi, dan obsesi untuk membalas tindakan curang itu. Sementara itu, yang tidak melakukan pembalasan tidak terobsesi pada kejadian, tidak terlalu ambil pusing tentang kejadian, lebih mudah melupakannya, dan tidak dikuasai oleh kemarahan.

Penelitian dalam konteks perkawinan (Fincham dan Beach, 2005) menemukan adanya perbedaan psikis para pihak. Yang bersalah cenderung mencari detail ingatan untuk meyakinkannya bahwa perilakunya dapat dimaafkan. Sementara yang diperlakukan buruk akan terus teringat detail dari perilaku buruk tersebut sehingga mengalami kesulitan untuk memaafkan. Jadi, yang bersalah mungkin akan melihat pasangannya berlebih-lebihan dalam bereaksi ("Memang saya salah, tetapi cuma seperti itu kok reaksinya berlebihan banget?"). Sikap berlebih-lebihan itu sendiri dilihatnya sebagai tidak tepat (= merupakan kesalahan). Sementara itu, yang diperlakukan buruk merasa pasangannya menganggap sepele persoalan sehingga makin merasa marah. Dalam situasi demikian, kedua belah pihak melihat pihak lain sangat negatif dan interaksi yang destruktif dapat makin meningkat.

Fasilitasi memaafkan

Kita jadi mengerti bahwa kesediaan memaafkan memang memiliki banyak manfaat positif. Memaafkan dapat meningkatkan perasaan lebih sehat karena individu menghayati perubahan positif dalam emosi. Yang diperlakukan buruk dapat mengembalikan perasaan berdayanya, sekaligus mengembangkan harapan lebih positif mengenai hidup.

Enright dkk (1989) mengembangkan model empat fase untuk memfasilitasi proses memaafkan. Dalam fase "membuka", individu mengidentifikasi luka psikologis yang dialami serta perasaan dan pikiran yang terjadi dalam diri (rasa marah, malu, kemungkinan pengambilan penyimpulan secara salah). Dalam fase "mengambil keputusan", individu merenungkan pemahamannya mengenai "memaafkan" untuk kemudian membuat komitmen sadar untuk memaafkan. Dalam fase "bekerja", individu mencoba memahami perspektif dari pihak yang melakukan kesalahan untuk dapat mengembangkan rasa peduli dan empati.

Fase terakhir adalah fase "memperdalam", individu menyadari bahwa semua manusia itu rentan melakukan kesalahan, termasuk dirinya sendiri, yang juga pernah melakukan kesalahan. Ia kemudian dapat mengembangkan pemaknaan baru mengenai apa yang terjadi. Dengan menemukan makna positif dari peristiwa yang sebelumnya dimaknai sangat negatif, ia menemukan kedamaian. Ini membuka pemahaman bahwa diri bukan sepenuhnya korban, dan kemampuan mengelola emosi secara lebih sehat.

Konteks makro

Model ini dicobakan sebagai kurikulum di beberapa sekolah di Irlandia dan Amerika, di lingkungan yang banyak dilingkupi kemiskinan dan kekerasan, dan menunjukkan bahwa kadar kemarahan siswa yang menerimanya menurun.

Bagaimanapun, memaafkan tidak dapat dipaksakan. Cairns dkk (2005) menemukan bahwa memaksa orang atau kelompok memaafkan pihak lain yang berlaku buruk akan menjadi kontraproduktif, apalagi bila yang melakukan kesalahan merasa tidak bersalah, tidak meminta maaf, dan terus melakukan tindakan-tindakan buruk.

Lesson-learned kita adalah memaafkan tidak dapat dipaksakan, tetapi dapat difasilitasi untuk terjadi dan akan membantu diri merasa lebih damai. Di tingkat makro-kebijakan, tetap sangat perlu dipastikan berlakunya berbagai konsep dan mekanisme untuk menjamin keadilan sosial dan hukum, selain langkah pemaafan dan rekonsiliasi antarkelompok. Selamat melanjutkan ibadah puasa, mohon maaf lahir dan batin.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 12 Juli 2015, di halaman 11 dengan judul "PSIKOLOGI: Memaafkan".


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Kamis, 09 Juli 2015

Penyakit Jantung Perpendek Umur Laki-laki//Kecemasan dan Depresi Diwariskan (Kompas)

Penyakit Jantung Perpendek Umur Laki-laki

Umur harapan hidup manusia terus bertambah. Keberhasilan mencegah penyakit menular, perubahan pola makan, dan gaya hidup sehat yang mulai diterapkan sejak tahun 1800-an dan awal 1900-an memicu bertambahnya umur manusia. Namun, di seluruh dunia, selama abad ke-20, umur harapan hidup perempuan selalu lebih tinggi daripada laki-laki. Penelitian sejumlah ahli gerontologi di Sekolah Gerontologi Leonard Davis di Universitas California Selatan (USC), Amerika Serikat, menunjukkan, kondisi itu baru terjadi pada pergantian abad ke-20. Perempuan menuai manfaat dari perubahan pola hidup sehat yang jauh lebih cepat ketimbang laki-laki. Umur laki-laki yang lebih pendek dari perempuan itu disebabkan serangan penyakit jantung yang memang lebih rentan terjadi pada laki-laki. "Data sejak tahun 1870 menunjukkan perbedaan tingkat kematian laki-laki dan perempuan secara tajam setelah mereka berusia 80 tahun," kata Guru Besar Gerontologi Eileen Crimmins kepada Sciencedaily, Senin (6/7). (SCIENCEDAILY/MZW)

Kecemasan dan Depresi Diwariskan

Kecemasan dan depresi orangtua diturunkan ke anak. Pemeriksaan menggunakan tomografi emisi positron (PET) pada otak monyet rhesus yang mirip manusia menunjukkan, saat cemas dan depresi, tiga bagian otak menjadi lebih aktif. Ketiga bagian otak itu batang otak pada bagian otak tengah yang merupakan bagian primitif otak, amigdala sebagai pengelola rasa takut pada sistem limbik, dan korteks prefrontal di otak bagian depan yang bertanggung jawab pada pemikiran rasional yang berkembang pada manusia dan primata tertentu. "Perubahan otak akibat aktivitas berlebih di ketiga bagian otak itu diwariskan," kata Ned Kalin, Ketua Psikiatri di Sekolah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Universitas Wisconsin, Madison, AS, kepada Sciencedaily, Senin (6/7). Penelitian menunjukkan, peningkatan aktivitas pada ketiga bagian otak yang mendasari pengembangan kecemasan ekstrem dan kecemasan temperamental itu terdeteksi sejak anak-anak. Itu membuat anak-anak berpotensi lebih besar mengalami cemas dan depresi saat dewasa.(SCIENCEDAILY/MZW)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 10 Juli 2015, di halaman 14 dengan judul "Kilas Iptek".


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Minggu, 05 Juli 2015

INVESTASI: Untuk Apa program Pensiun? (ELVYN G MASASSYA)


INVESTASI

Untuk Apa program Pensiun?

ELVYN G MASASSYA

Ikon konten premium Ikon jumlah hit 425 dibaca Ikon komentar 0 komentar

Jika tidak ada halangan, mulai 1 Juli 2015 pegawai swasta wajib mengikuti program pensiun yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Lembaga yang berperan sebagai penyelenggara jaminan sosial tersebut diharuskan mengimplementasikan program pensiun berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 dan UU No 24/2011.

Pertanyaannya, kenapa program pensiun bersifat wajib? Kenapa hanya untuk pekerja swasta? Apakah hanya pekerja kantoran atau semua pekerja, termasuk pekerja informal seperti pedagang kaki lima? Lebih jauh lagi, bagaimana dengan pekerja-pekerja yang sudah memiliki program pensiun sendiri?

Di dalam UUD 1945 disebutkan bahwa negara mesti menyelenggarakan jaminan sosial bagi rakyat. Artinya, keberadaan negara mesti terlihat dalam memberikan perlindungan jaminan sosial. Dengan kata lain, peran BPJS Ketenagakerjaan dalam menjalankan program pensiun merupakan representasi keberadaan negara. Itu sebabnya program tersebut menjadi bersifat wajib untuk diikuti.

Manfaat

Di Indonesia saat ini, masa bekerja resmi dibatasi hingga usia 55 tahun. Artinya, setelah mencapai usia tersebut, maka seseorang akan memasuki usia pensiun alias tidak bekerja lagi di tempat kerjanya semula. Tentu tidak ada larangan jika yang bersangkutan tetap ingin bekerja di tempat lain atau menjadi self employeeatau berwiraswasta dan lain sebagainya. Nah, ketika memasuki usia pensiun, tentu yang bersangkutan tidak lagi memiliki pendapatan tetap berupa gaji. Lantas bagaimana membiayai hidupnya?

Sebagian orang Indonesia, ketika memasuki usia pensiun, hidupnya akan bergantung pada anak dan sanak saudara. Makanya ada istilah "anak saya adalah pensiun saya". Namun, paradigma semacam ini menjadikan seseorang tidak mandiri. Ketika tidak bekerja lagi, disadari atau tidak, yang bersangkutan membebani pihak lain. Itulah sebabnya, untuk bisa menjadi mandiri, program pensiun dibutuhkan. Dengan kata lain, melalui program pensiun, yang bersangkutan akan mendapatkan sejumlah dana setiap bulan, hingga akhir hayat, agar bisa membiayai kebutuhan hidup. Jadi, program pensiun itu prinsipnya adalah agar di hari tua tidak terlunta-lunta, tidak membebani pihak lain dan sekaligus menjadi manusia mandiri sepanjang hayat dikandung badan.

Yang menjadi masalah, bagi sebagian orang untuk ikut program pensiun harus membayar iuran yang dipotong dari penghasilan bulanannya. Diperkirakan iuran pensiun yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan berada di kisaran 8 persen, di mana 5 persen merupakan tanggungan pemberi kerja dan 3 persen dibayarkan oleh peserta. Kita melihat di berbagai media, ketika persentase iuran itu dibahas, banyak pihak menyampaikan pendapat. Kalangan pemberi kerja mengatakan angka tersebut terlalu besar dan akan membebani biaya produksi mereka. Sementara sebagian kalangan pekerja malah beranggapan angka 8 persen itu terlalu kecil. Mereka menginginkan jumlah iuran yang lebih besar.

Anggapan bahwa iuran pensiun akan membebani biaya produksi tidak sepenuhnya benar. Kenapa? Karena dengan adanya program pensiun bagi pekerja, semestinya pekerja yang menjadi peserta bisa lebih produktif. Tidak lagi perlu memikirkan mencari tambahan penghasilan atau melamun memikirkan bagaimana nanti kalau tidak bekerja lagi. Jadi, jika produktivitas meningkat, tentu pemberi kerja atau pengusaha juga akan mendapatkan manfaat.

Sebenarnya iuran itu merupakan faktor yang menentukan jumlah manfaat yang akan diterima oleh peserta tatkala mereka memasuki usia pensiun. Kita tahu bahwa program pensiun wajib bersifat dasar yang akan diterapkan mulai 1 Juli nanti adalah program manfaat pasti. Artinya, manfaatnya sudah ditentukan sejak awal, yakni sekian persen dari rata-rata upah ketika peserta masih bekerja. Ini berbeda dengan program pensiun iuran pasti, di mana manfaat yang akan diterima semata-mata berdasarkan hasil pengembangan dana iuran. Indonesia menerapkan program pensiun manfaat pasti karena demikianlah bunyi undang-undangnya, meski sebagian besar negara di belahan dunia saat ini sudah menggunakan prinsip iuran pasti.

Nah, kembali ke hubungan antara iuran dan benefit dalam jenis pensiun manfaat pasti, jelas ketika iurannya besar maka manfaatnya akan besar. Sebaliknya, jika iurannya rendah, sulit untuk bisa mendapatkan manfaat yang besar. Namun, situasi ini dipahami sebagai program pensiun manfaat dasar. Artinya, bagi sebagian kalangan yang menginginkan manfaat pensiunnya besar tidak bisa bertumpu hanya pada program pensiun BPJS Ketenagakerjaan. Ini juga untuk menjawab kerisauan penyelenggara pensiun swasta dalam format DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan). Penyelenggara lain di luar BPJS Ketenagakerjaan hakikatnya akan tetap survive sepanjang masuk ke segmen yang lebih tinggi. Jadi tidak menyisir kalangan yang hanya membutuhkan pensiun dasar.

Pekerja mandiri

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana dengan pekerja mandiri alias pekerja yang berada di sektor informal atau self employee? Apakah mereka juga mesti mengikuti program pensiun yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan? Jawabnya adalah "ya" sepanjang mereka tergolong segmen yang dianggap mampu berdasarkan definisi pengelompokan usaha. Dalam realitasnya, banyak pekerja mandiri yang penghasilannya di atas upah mininum regional, jadi dari sisi kemampuan tentu tidak jauh beda.

Sementara bagi pekerja mandiri yang penghasilannya terbatas diberi penahapan kepesertaan. Artinya, jika saat ini penyelenggara jaminan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan empat program, yakni program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, dan Jaminan Pensiun, maka pekerja mandiri yang belum mampu hanya wajib mengikuti dua program, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

Berdasarkan paparan di atas jelas, kendati program jaminan sosial diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar dan juga undang-undang lainnya, sejatinya program tersebut merupakan kebutuhan bagi para pekerja. Jadi tidak semata-mata dianggap sebagai kewajiban. Logikanya sangat sederhana. Program-program jaminan sosial merupakan alat untuk menghindari berbagai risiko dalam hidup, termasuk risiko tidak memiliki pendapatan ketika usia produktif berakhir. Nah, agar kalangan yang tidak bekerja ini tidak menjadi beban negara, tidak menjadi beban keluarga, sudah semestinya melindungi diri dengan mengikuti program jaminan pensiun.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 5 Juli 2015, di halaman 11 dengan judul "Untuk Apa program Pensiun?".


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Sabtu, 27 Juni 2015

Sering Sakit kepala, Awas Stroke!

Penyakit bawaan lahir aneurisma atau kelainan pembuluh darah pada otak, merupakan salah satu faktor risiko terjadinya stroke. Aneurisma sering kali baru diketahui setelah pasien sudah terserang stroke.


Padahal, jika terdeteksi sejak awal, risiko stroke tentunya bisa diminimalisir. Salah satu cara mendeteksi aneurisma yaitu dengan alatMagnetic Resonance Angiography (MRA).

"MRA dapat melihat pembuluh darah di otak. Kalau ternyata ada aneurisma, kita bisa melakukan penanganan sebelum terjadi stroke," ujar dokter Spesialis Saraf dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Rubiana Nurhayati di Jakarta, Rabu (24/6/2015).

Aneurisma sewaktu-waktu bisa pecah, sehingga terjadi pendarahan di otak dan terjadi stroke. Aneurisma biasanya ditandai dengan rasa sakit kepala di tempat yang sama. Namun, gejala sakit kepala sering kali diabaikan.

Rubiana mengatakan, pemeriksaan MRA pun dianjurkan bagi mereka yang kerap mengalami sakit kepala secara tiba-tiba. "Kalau sakit kepala berdenyut-denyut, terasa seperti migrain, timbul berulang kali di tempat yang sama, maka hati-hati. Harus lebih aware," kata Rubia. 

Dokter Spesialis Radiologi-Konsultan Radiologi Intervensi RSPI-Puri Indah Andi Darwis mengungkapkan, pemeriksaan MRA memberikan hasil yang lebih rinci. Aneurisma sekecil apapun yang memang sudah ada sejak lahir dapat terdeteksi dengan MRA. Untuk itu, pemeriksaan MRA bisa dilakukan pada anak-anak.

"Hasil MRA lebih rinci. Jika oleh tes diagnostik lain tidak terlihat, dengan MRA bisa terlihat," kata Darwis.

MRA menggunakan teknologi pencitraan resolusi tinggi MRI 3T Skyra sehingga dapat melihat gambaran struktur pembuluh darah arteri dan vena di otak.  MRA juga tidak menggunakan radiasi sinar-X sehingga lebih aman untuk semua pasien, termasuk ibu hamil.

Penulis: Dian Maharani
Editor: Bestari Kumala Dewi

Source: ‎http://m.kompas.com/health/read/2015/06/26/134500823/Sering.Sakit.kepala.Awas# 

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.
Related Posts with Thumbnails

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!
Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Skincare: The Revolution in Anti-Aging

Skincare: The Revolution in Anti-Aging
Dokumen Sehat Sinergis

Pilihan Investasi

Pilihan Investasi
Ada dua pilihan: jika Ikut Menjadi Member Bisnis Synergy

Produk Synergy WorldWide

Loading...
Word of the Day

Article of the Day

This Day in History

Today's Birthday

In the News

Quote of the Day

Spelling Bee
difficulty level:
score: -
please wait...
 
spell the word:

Match Up
Match each word in the left column with its synonym on the right. When finished, click Answer to see the results. Good luck!

 

Hangman

Hubungi, kami siap melayani anda:

Untuk info lanjut
hubungi:

Ibu Liong (021-33431704)


Sertifikasi Produk Synergy WorldWide

Produk -produk Synergy / NSP di Indonesia telah terdaftar pada Departemen Kesehatan RI dan memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), serta memperoleh sertifikat Halal dari IFANCA (The Islamic Food and Nutrition Council of America) yang disahkan oleh LP POM MUI.