Cari uang di internet

HUBUNGI, KAMI SIAP ANTAR!

Sehat-Sinergis secara herbal, membangun kesehatan dan kesejahteraan bersama secara sehat sinergis. Bekerjasama dengan Synergy WordWide (Independent Distributor from United State of America) untuk selengkapnya untuk pembelian atau pemesanan dengan perjanjian hubungi Ibu Liong di nomor: 021-33431704 Hubungi kami di email: sehat.sinergis@gmail.com. Ada uang baru barang diantar. Carilah lebih dulu kesehatan, baru yang lainnya.

Jumat, 20 Mei 2016

INVESTASI: Sumber Pendanaan Perusahaan (ADLER HAYMANS MANURUNG)

Perusahaan yang ingin bertumbuh ke masa depan harus melakukan ekspansi yang lebih dikenal dengan investasi. Investasi perusahaan membutuhkan dana. Pertanyaan yang datang ke penulis, dari mana saja pendanaan perusahaan? Bagaimana mendapatkan pendanaan tersebut? Apakah bisa investasi jangka pendek didanai dengan pembiayaan jangka panjang atau harus jangka pendek juga?

Apabila menganalisis sumber pendanaan perusahaan, yang pertama kali harus dipahami tentang neraca keuangan perusahaan. Sumber pendanaan perusahaan dapat diperhatikan pada sisi passiva atau sebelah kanan dari neraca. Pada sisi passiva, terlihat ada utang (liabilities) dan modal sendiri (equity).

Utang perusahaan dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar jika dilihat dari soal waktu, utang jangka pendek dan utang jangka panjang. Utang jangka pendek umumnya berumur kurang dari satu tahun sehingga pada utang ini disebutkan utang lancar. Sementara utang yang melebihi satu tahun periodenya dikenal dengan utang jangka panjang. Utang jangka panjang ini umumnya mempunyai bunga dan jika tidak punya bunga dilakukan kepada pemilik perusahaan terutama pada perusahaan yang masih kecil.

Utang jangka pendek dapat juga dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yaitu utang direncanakan dan utang yang tidak direncanakan atau utang spontan (spontaneous debts). Utang spontan adalah utang yang secara spontan diterima perusahaan dan tidak mempunyai kewajiban membayar bunga. Utang spontan ini seperti utang kepada penyedia bahan baku (pemasok) yang dikenal dengan utang dagang.

Para penyedia bahan baku memberikan bahan bakunya dan dibayar tidak secara tunai, bahkan perusahaan membuat aturan sendiri untuk pembayarannya. Bahkan, perusahaan membuat lebih lama agar dana diutilisasikan untuk mendapat bunga sebelum dibayar kepada penyedia bahan baku. Utang pajak juga merupakan utang spontan. Penerimaan atau pendapatan yang diterima di muka (barang belum diberikan) juga merupakan salah satu bentuk utang spontan. Perusahaan umumnya menyukai utang spontan ini lebih besar dan waktu pembayarannya lebih lama agar menguntungkan perusahaan sebab dananya bisa diinvestasikan untuk mendapatkan bunga.

Utang yang direncanakan pada umumnya dikenai bunga. Biasanya, perusahaan yang berencana mendapatkan dana pinjaman, perusahaan tersebut sudah punya keinginan untuk membayar bunganya. Bunga pinjaman yang diberikan juga merupakan bukti periode dari pinjaman yang dilakukan perusahaan. Apabila bunga pinjaman semakin tinggi, maka pinjaman tersebut biasanya memiliki periode panjang. Pinjaman jangka panjang dan umurnya menjadi kurang dari satu tahun dikelompokkan pada utang jangka pendek.

Utang yang direncanakan ini bisa dalam bentuk denominasi rupiah atau dalam valuta asing. Jika utang berdenominasi dalam valuta asing, perusahaan mempunyai risiko dalam valuta asing. Perusahaan harus pintar mengelola utang dalam valuta asing ini agar risiko valuta asing yang dihadapi perusahaan di masa mendatang bisa lebih kecil dan tidak memberatkan perusahaan.

Selanjutnya, utang yang direncanakan tersebut bisa juga dikelompokkan menjadi utang privat dan utang publik. Utang privat adalah utang yang dilakukan secara bilateral, seperti utang kepada bank, multifinance, dan utang kepada perorangan atau kepada perusahaan yang memberikan pinjaman. Utang publik adalah utang yang pemilik utangnya melebihi dari 49 pihak dan utang yang pemiliknya kurang dari 49 pihak disebutkan utang privat.

Jika utang publik yang dimiliki perusahaan, pemilik utang itu meminta informasi tentang perusahaan dalam rangka untuk memutuskan investasi pada perusahaan atau perlu dilanjutkan. Utang publik pada umumnya berbentuk paperyang bisa diperjualbelikan di pasar modal. Bunga yang harus dibayar pemilik atas utang tersebut sesuai dengan risiko yang dilihat investor atas perusahaan. Utang yang tertera pada sisi passiva neraca perusahaan dapat disebutkan pendanaan yang bersumber dari eksternal perusahaan, di mana utang tidak dipandang pada pendek atau jangka panjang.

Penerbitan saham

Sumber kedua untuk pendanaan perusahaan ialah perusahaan menerbitkan saham baik pertama kali berdiri perusahaan maupun perusahaan menawarkan kepada publik untuk meningkatkan skala ekonomi perusahaan. Saham sebagai sumber pendanaan dapat dikatakan merupakan sumber eksternal perusahaan karena entitas yang memiliki dana bukan perusahaan. Pemilik saham mempunyai hak untuk mendapatkan dividen atas kepemilikan perusahaan. Apabila perusahaan menawarkan kepada publik, saham tersebut harus diperdagangkan di bursa.

Sumber ketiga untuk pendanaan perusahaan ialah laba ditahan. Item laba ditahan ini merupakan bagian dari ekuitas. Biasanya, dalam perhitungan keuangan perusahaan, laba ditahan tidak mempunyai biaya sementara utang dan saham mempunyai biaya. Saham mempunyai biaya yang lebih besar dari utang.

Utang dan saham diperoleh perusahaan melalui tindakan privat dan publik di mana masing-masing mempunyai kerumitan tersendiri. Umumnya, perusahaan berutang sebanyak mungkin daripada menerbitkan saham yang dijelaskan oleh teori urutan pendanaan (Pecking Order Theory) yang diperkenalkan Donaldson (1961) dan Myers (1984) serta Myers dan Majluf (1984).

Sering kali kita melihat banyak perusahaan melakukan ketidakcocokan (mismatching) dalam investasi dan pendanaan. Secara teori, investasi jangka pendek harus didanai dengan pendanaan jangka pendek dan investasi jangka panjang didanai dengan jangka panjang pula. Tindakan pencocokan ini sangat penting agar tidak terjadi risiko yang dihadapi perusahaan.

Jika investasi jangka panjang didanai dengan dana jangka pendek, dana harus dibayar dalam waktu dekat, padahal investasi belum menghasilkan sesuai dengan rencana. Akibatnya, perusahaan kelimpungan mencari dana untuk pembayaran yang jatuh tempo. Bahkan, seharusnya dibuat pembayaran atas dana yang dipinjam untuk investasi lebih panjang sedikit dari investasi yang dilakukan. Apabila investasi jangka pendek didanai dari dana jangka panjang, akan timbul dana yang menganggur, terkecuali sudah dibuat investasi kelanjutannya.

Biasanya, pemilik dana tidak akan memberikan dananya jika dana yang diperuntukkan pada jangka panjang dipergunakan untuk jangka pendek. Persoalan yang timbul akibat kesalahan penggunaan tidak cocok waktu, yaitu biaya yang dibayarkan untuk pinjaman tidak sesuai dengan investasi yang dilakukan. Risiko reputasi akan muncul bagi perusahaan sehingga perusahaan kemungkinan tidak akan mendapatkan pinjaman di berikutnya.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 21 Mei 2016, di halaman 25 dengan judul "Sumber Pendanaan Perusahaan".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

KESEHATAN: Risiko Penularan Penyakit pada Perawat (DR SAMSURIDJAL DJAUZI)

Istri saya sudah lima tahun bertugas sebagai perawat di suatu rumah sakit. Dia pernah bekerja di ruang gawat darurat ataupun ruang biasa. Sebagai suami, saya bangga pada profesi istri saya dan tampaknya dia juga menikmati pekerjaannya. 

Meski pendapatannya belum sesuai dengan waktu yang dikorbankan, dia merasa puas dapat melayani pasien dengan baik.

Dewasa ini sebenarnya perhatian terhadap perawat menurut istri saya sudah lebih baik meski pendapatan perawat jauh tertinggal dibandingkan dokter. Kami mempunyai dua orang anak usia tiga tahun dan satu tahun.

Istri saya bertugas pagi, sore, atau malam sesuai dengan kebutuhan rumah sakit. Jika dia bertugas sore, saya terpaksa menjemputnya karena dia sering tak dapat lagi menggunakan kendaraan umum. Terutama di era BPJS, pasien meningkat tajam sehingga sering perawat harus pulang terlambat. Jika menggunakan taksi untuk pulang, gajinya akan terkuras karena rumah kami jauh dari rumah sakit tempat dia bekerja. Untunglah pekerjaan saya sebagai pendesain interior sebagian besar dapat saya kerjakan di rumah. Dengan demikian, saya dapat menjaga anak dan juga menjemput istri saya apabila diperlukan.

Salah satu yang menjadi kekhawatiran saya adalah penularan penyakit terhadap istri saya. Dia bekerja dengan pasien-pasien termasuk yang penyakitnya menular. Bagaimana caranya agar dia tak tertular? Saya amat khawatir jika dia tertular penyakit, saya dan anak-anak juga akan dapat tertular. Adakah program rumah sakit yang memperhatikan keselamatan perawat ini? Apa saja program tersebut? Apakah program tersebut telah berjalan baik di rumah sakit pemerintah ataupun rumah sakit swasta?

Aspek lain yang saya pikirkan adalah pengembangan karier istri saya. Apakah dia akan menjadi perawat yang melayani pasien secara langsung sampai tua atau adakah pengembangan karier yang memungkinkan dia bekerja hanya pagi hari dan pekerjaan yang aspeknya manajerial? Saya juga ingin mendapatkan informasi dari Dokter apakah di luar negeri pendapatan dokter dan perawat juga berbeda jauh seperti di negeri kita? Terima kasih atas informasi Dokter.

M di J

Negeri kita memang memerlukan banyak perawat. Kita bersyukur masih banyak orang yang bersedia menjalani pekerjaan yang memerlukan dedikasi tinggi ini. Pengembangan karier perawat sebenarnya amat terbuka. Jika seorang perawat lulusan diploma tiga ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang sarjana ataupun pascasarjana sekarang amat dimungkinkan.

Saya mengenal teman perawat yang telah menjalani pendidikan master bahkan doktor. Sekarang di negeri kita juga sudah mulai banyak perawat yang menjadi profesor. Jika perawat tak ingin menjalani pendidikan akademis, dia dapat meningkatkan kemampuannya melalui pendidikan profesi menjadi perawat ahli misalnya, perawat hemodialisis, perawat jantung, perawat onkologi, atau perawat anak. Dengan demikian, dia menjadi lebih ahli melakukan asuhan keperawatan di bidang tertentu. Jika dia mempunyai kepakaran tertentu, biasanya pendapatannya juga meningkat.

Mengenai pendapatan dokter dan perawat sebagai pegawai negeri, sebenarnya gajinya tak berbeda jauh. Namun, dokter diizinkan membuka praktik pribadi di luar jam dinas. Nah, biasanya yang merupakan pendapatan utama dokter adalah penghasilan praktik, bukan gaji. Memang perawat hanya diperbolehkan praktik pribadi di daerah yang tak ada tenaga dokter.

Belakangan ini, kita mendengar perjuangan para perawat untuk mendapatkan penghasilan yang lebih layak. Jika dibandingkan dengan jabatan lain yang pendidikannya setara, perawat kita masih mendapatkan penghasilan yang kurang memadai.

Risiko penularan penyakit pada petugas kesehatan termasuk perawat telah lama disadari. Di setiap rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta, selalu ada upaya pencegahan penularan penyakit. Biasanya dibentuk komisi khusus untuk mencegah kejadian penularan penyakit di rumah sakit.

Di rumah sakit, perawat bisa tertular penyakit dari pasien dan tenaga kesehatan lain. Sebaliknya, jika perawat sakit, dia juga dapat menularkan kepada pasien dan teman sejawatnya, baik perawat maupun tenaga kesehatan lain. Penularan penyakit di rumah sakit dapat terjadi melalui udara (influenza, pneumonia, campak) atau melalui cairan tubuh, seperti hepatitis B dan HIV.

Untuk menghindari penularan penyakit, rumah sakit telah mempunyai aturan mengenai kewajiban mencuci tangan, memakai masker, atau aliran udara ruangan yang menurunkan risiko penularan. Kejadian yang cukup sering dialami perawat adalah kecelakaan tertusuk jarum suntik serta benda tajam lainnya sewaktu menolong pasien. Kecelakaan seperti ini juga sudah ada panduan pertolongannya.

Tenaga kesehatan, termasuk perawat, dianjurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menjalani imunisasi influenza, hepatitis B, dan cacar air. Di beberapa rumah sakit kewajiban ini sudah dijalankan dengan baik, tetapi masih ada rumah sakit yang belum menjalankan imunisasi untuk tenaga kesehatan dengan cakupan yang tinggi. Cakupan imunisasi influenza pada tenaga kesehatan di Thailand sudah mencapai 93 persen. Vaksin disediakan oleh kementerian kesehatan dan imunisasi dikerjakan di unit kerja masing-masing.

Anda benar, perawat atau tenaga kesehatan lain dapat membawa penyakit ke rumah dan berpotensi menularkan ke keluarganya. Hal ini disadari oleh perawat sehingga sebelum pulang ke rumah, perawat akan berusaha agar tak membawa kuman penyakit pulang dengan mencuci tangan, mengganti pakaian, dan lain-lain.

Sebaliknya, perawat yang sedang sakit atau berpotensi menularkan penyakit, misalnya menderita influenza, harus diistirahatkan agar tak menularkan penyakit influenzanya kepada orang lain. Jika perawat itu menularkan influenza kepada anak atau orang usia lanjut yang kekebalan tubuhnya rendah, anak atau orang usia lanjut tersebut dapat menderita influenza berat, bahkan mungkin influenzanya disertai komplikasi.

Selain itu, jangan lupa melindungi keluarga Anda dengan imunisasi. Anak-anak perlu mendapatkan imunisasi yang dianjurkan. Imunisasi dapat dijalankan di pelayanan kesehatan primer seperti posyandu, puskesmas, atau praktik dokter. Sekarang cukup banyak rumah sakit yang juga menyediakan layanan imunisasi, baik bagi anak, orang dewasa, maupun orang berusia lanjut.

Pengembangan profesi keperawatan di luar negeri telah berjalan baik. Pendidikan keperawatan sejajar dengan pendidikan kedokteran. Berlainan dengan anggapan sebagian masyarakat Indonesia bahwa perawat ialah pembantu dokter, maka profesi keperawatan di luar negeri telah berkembang sebagaimana juga pendidikan profesi dokter. Jadi, dapat dikatakan kedua profesi ini sejajar dan saling mendukung.

Penghasilan perawat juga tak banyak berbeda dengan dokter. Mudah-mudahan keadaan ini juga akan dapat diwujudkan di negeri kita. Jika penghargaan terhadap perawat telah sesuai dengan kewajibannya, akan banyak remaja yang ingin menjadi perawat.

Menjadi perawat adalah salah satu pilihan karier mulia. Semoga pilihan mulia itu akan disertai dengan kehidupan yang cukup serta kebanggaan diri karena telah dapat membantu orang yang memerlukan pertolongan kita. Jadi, istri Anda dapat mulai memikirkan, apakah dia akan mengembangkan diri dalam bidang profesi menjadi perawat ahli, perawat yang mendalami manajemen, atau mengembangkan diri dalam bidang pendidikan dan penelitian seperti sejawatnya para dokter. Semoga istri Anda tetap bangga dengan profesinya dan Anda sekeluarga sehat dan bahagia selalu.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 21 Mei 2016, di halaman 25 dengan judul "Risiko Penularan Penyakit pada Perawat".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

PSIKOLOGI: Stres Traumatis Sekunder (AGUSTINE DWIPUTRI)

Saya, 28 tahun, bekerja sebagai konselor di sebuah organisasi nirlaba yang menangani korban kekerasan pada perempuan dan anak. Setelah bertugas selama lebih dari dua tahun, saya merasa seperti sia-sia saja semua yang saya lakukan.

Saya juga jadi mudah marah, sering malas berangkat ke lokasi kerja. Padahal, saya tahu bahwa klien-klien saya memerlukan kehadiran saya. Saya sedang berpikir, kok, saya jadi mengalami hal-hal yang juga dirasakan oleh para korban, seperti mimpi buruk dan tidak bisa tidur. Apakah saya juga telah mengalami stres? Apakah ini yang disebut stres sekunder? Mohon penjelasan Ibu. Terima kasih.

W di M

Benar Saudari W, dari surat yang saya ringkas di atas, tampaknya Anda memang terpapar apa yang disebut sebagai stres traumatis sekunder. Mari kita simak bersama uraian mengenai hal itu.

Saakvitne dan Pearlman (1996) mengatakan bahwa stres traumatis sekunder atau vicarious traumatizationadalah transformasi pengalaman batin konselor/terapis sebagai hasil dari keterlibatan empatik dengan klien/korban trauma dan materi traumanya. Stres traumatis sekunder sulit dihindari karena merupakan hasil dari bekerja dengan korban trauma dengan cara peduli dan empati. Ini adalah konsekuensi alami dalam merawat dan membantu orang yang mengalami trauma, karena itu penting untuk tidak melihatnya sebagai tanda kelemahan.

Jika stres traumatis sekunder tidak dapat dihindari, tenaga profesional dan konselor yang membantu mereka yang mengalami peristiwa traumatis perlu belajar untuk menerima dan mengakui hal ini sebagai bagian tak terpisahkan dari pekerjaan mereka, kemudian mulai menyusun berbagai strategi serta sumber daya untuk bertahan dalam jangka panjang agar dapat bekerja secara sehat di bidang ini.

Pengaruh stres traumatis sekunder cenderung berkembang secara bertahap dari waktu ke waktu dan sering tidak mudah melihat bahwa konselor tengah dipengaruhi oleh hal tersebut sampai terjadi sesuatu yang menyoroti perubahan kepribadian dan gaya hidupnya. Stres traumatis sekunder dapat berdampak terhadap semua bidang kehidupan dan efeknya dapat berkisar dari ringan sampai mengganggu.

Berbagai tanda dan gejala

Claudia Herbert dan Ann Wetmore (2001) menjelaskan beberapa tanda stres traumatis sekunder untuk diwaspadai, di antaranya:

- Kurangnya motivasi dan perasaan tidak punya waktu untuk diri sendiri.

- Kesulitan dengan pasangan Anda atau dengan hubungan dekat lainnya.

- Mempertanyakan pilihan kariernya, merasa tidak berguna.

- Berkurangnya kontrol diri, meningkatnya kemarahan, ketidaksabaran, hubungan yang tegang dengan orang lain.

- Kehilangan kepercayaan kepada orang lain.

Ada pula berbagai gejala stres traumatis sekunder yang dirinci dalam beberapa area:

Area emosional - mati rasa atau berjarak; perasaan berlebihan atau bahkan mungkin putus asa.

Area fisik - memiliki energi yang rendah atau merasa lelah.

Area perilaku - perubahan pada rutinitas atau terlibat dalam mekanisme merusak diri sendiri.

Area profesional - mengalami kinerja rendah dari tugas dan tanggung jawab pekerjaan; merasa semangat kerja yang rendah.

Area kognitif - mengalami kebingungan, konsentrasi berkurang, kesulitan mengambil keputusan; mengalami bayangan trauma dengan seperti melihat peristiwa berulang-ulang.

Area spiritual - mempertanyakan makna hidup atau kehilangan kepuasan diri.

Area interpersonal - secara fisik menarik diri atau menjadi emosional dengan tidak adanya rekan kerja atau keluarga Anda.

Jika konselor melihat salah satu perubahan tersebut pada diri sendiri, akan sangat membantu jika dia berbagi dengan orang lain dan mengidentifikasi cara-cara di mana konselor dapat mengendalikan dampak dari beberapa perubahan tersebut. Konselor perlu melihatnya sebagai peringatan bahwa ia harus melakukan sesuatu untuk memperbaiki keseimbangan dalam pekerjaan dan kehidupannya.

Mengelola stres traumatis sekunder

Kesadaran adalah kunci untuk mengelola stres sekunder bagi organisasi maupun bagi individu. Suatu komunitas dapat berbagi informasi tentang tanda-tanda stres sekunder sehingga anggota kelompok mengenali tanda-tanda dalam diri mereka sendiri dan orang lain. Pengecekan dalam kelompok kecil secara teratur dapat menjadi jalan keluar bagi munculnya perasaan frustrasi dan stres. Mengakui adanya kondisi stres secara administratif dapat membantu konselor merasa didengarkan.

Para konselor perlu menyadari bahwa bekerja dengan para korban trauma bisa sangat sulit ketika:

- tidak ada ketentuan bagi konselor untuk beristirahat;

- konselor membawa beban kasus yang terlalu berat;

- tidak tersedia supervisi atau konsultasi yang memenuhi syarat;

- organisasi gagal untuk mengenali nilai pekerjaan trauma atau dampak yang mungkin terjadi pada konselor;

- liburan tidak memadai;

- konselor masih baru atau kurang kualifikasinya untuk jenis pekerjaan ini;

- konselor mempunyai harapan yang terlalu tinggi dalam bertugas.

Menurut Saakvitne dan Pearlman (1996), jika konselor telah menyadari berbagai potensi faktor risiko di atas, cobalah mengidentifikasi untuk diri sendiri:

1. Manakah dari hal-hal di atas yang mungkin berlaku untuk Anda?

2. Apa yang dapat Anda lakukan untuk mengubahnya?

3. Bagaimana dan kapan Anda akan membuat perubahan ini?

Nilailah berbagai kebutuhan dan catat bagaimana Anda telah memperolehnya dan bagaimana Anda akan mengatasi di masa depan potensi efek stres. Misalnya, Anda perlu merawat diri, menjalankan suatu kegiatan, berlibur maupun berbagai cara menghindar lainnya, menciptakan makna dalam pekerjaan dan kehidupan, menantang keyakinan dan asumsi negatif, serta perlu kegiatan sosial.

Konselor juga dapat melindungi diri dan mengelola stres traumatis sekunder dengan berlatih perawatan diri melalui olahraga teratur, diet makanan sehat, dan tidur yang cukup. Kegiatan seperti yoga atau meditasi dapat membantu mengurangi stres secara umum. Penting bagi konselor untuk menjauh dari situasi yang menstimulasi stres. Menghabiskan waktu dengan keluarga atau teman- teman, atau fokus pada suatu kegiatan atau hobi dapat membantu.

Suatu hal yang akan membantu adalah dengan menemukan seorang "mitra kerja", mungkin rekan profesional, dengan siapa Anda bisa mendiskusikan perubahan yang telah direncanakan dan memonitor kemajuan Anda.

Salam sukses untuk pekerjaan mulia Anda.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 21 Mei 2016, di halaman 25 dengan judul "Stres Traumatis Sekunder".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Jumat, 13 Mei 2016

PSIKOLOGI: Apakah Salah kalau Kita Sedikit Membanggakan Diri? (SAWITRI SUPARDI SADARJOEN)

Kita perlu mempertimbangkan perbedaan latar belakang tradisi kita, bahkan untuk hal-hal dalam percakapan sehari-hari. Sebab, kalau kita tidak bersikap seperti itu, akan mudah bagi kita menjadi marah kepada seseorang yang bicara atau memutuskan untuk bersikap "diam" yang kurang sesuai dengan kebiasaan dalam lingkungan tradisi kita.

Contohnya, saya memiliki dua teman yang berambisi dan juga mendapat prestasi sosial membanggakan dan selalu mempertimbangkan dalam-dalam untuk selalu bersikap merendah dalam situasi sosial. Pada umumnya, para perempuan cenderung menyembunyikan prestasi mereka, padahal begitu suksesnya sehingga mereka sering menunjukkan atau mengawali ungkapan tentang keberhasilan mereka dengan permintaan maaf terlebih dahulu. Contohnya, ungkapan sebagai berikut: "Ya, memang saya memenangkan kejuaraan Asia untuk bermain golf, tetapi kemenangan tersebut sebenarnya karena kebetulan saja saya sedang beruntung. Sebenarnya dalam hati kecil saya hanya menginginkan tinggal di rumah dan mengasuh kedua anak saya".

Terus terang saya merasa kurang senang dengan cara teman saya menyatakan keberhasilannya tersebut dengan merendah seolah keberhasilannya hanyalah karena "keberuntungan" dan bukan karena kepiawaiannya bermain golf.

Terus terang bahwa saya juga tidak menginginkan teman yang menang dalam pertandingan golf se-Asia tersebut terlampau bangga dan sombong akan keberhasilannya. Namun, yang saya inginkan ialah hendaknya mereka menyatakan bahwa keberhasilannya berdasar pada ambisi prestatif dan bahwa mereka menjalani pertandingan tersebut dengan segala kesungguhan hatinya. Sikap seperti itu akan menghasilkan efek yang lebih baik bagi diri dan lingkungan luas mereka. Jika merendahkan diri dengan pertimbangan untuk membuat orang lain tidak sombong melalui upaya kita menyembunyikan talenta dan ambisi kita, kondisi semacam itu justru akan memuat kesan menghina lingkungan dengan sikap yang penuh arogansi (kesombongan terselubung).

Latar belakang

Saat saya merasa tersinggung oleh sikap beberapa teman yang sebenarnya sukses tetapi bersikap merendah, saya teringat akan keberadaan latar belakang etnik yang berbeda yang bisa saja menjadi penyebab perasaan kurang senang serta membuat emosi saya tegang. Orang dengan latar belakang etnik Jawa tradisional, misalnya, akan merasa berdosa kalau membanggakan asal keturunannya.

Sikap menyombongkan diri dan menyatakan kebanggaan diri sangat tidak dibenarkan oleh orang tua dengan latar belakang Jawa tradisional tersebut. Mereka membekali anak-anaknya untuk memiliki kompetensi secara diam-diam, dan adalah sikap yang salah apabila berusaha menarik perhatian orang lain terhadap keunggulan diri anaknya tersebut.

Ternyata orang Irlandia pun teman saya berpendapat bahwa menampilkan diri dengan "besar kepala" adalah tabu terbesar bagi keluarga Irlandia. Sementara orang Yahudi sebaliknya berpendapat bahwa adalah dosa bagi seorang anak yang tidak berbuat sesuatu bagi kebanggaan keluarga. Jadi, anak-anak mereka didukung untuk membuat diri mereka bersinar di lingkungannya. Menang dalam pertandingan lari tunggal lebih berharga di mata keluarga Yahudi daripada menjadi anggota tim sepak bola yang sering memenangkan pertandingan.

Contoh lain, seorang ibu Yahudi mendorong dua anak balita dalam kereta dorong. Saat ada orang yang tertarik dan mengungkap: "Wow, lucu dan menyenangkan kedua anak ibu, berapakah usianya?" "Dengan bangga si ibu Yahudi tersebut menjawab dengan ungkapan sebagai berikut: 'Dokter ini, usianya 4 tahun, sedang Pengacara ini, usianya 3 tahun,'" sambil menunjukkan tangannya kepada anak yang satu lagi. Tampak terlampau cepat ibu tersebut membanggakan kedua anaknya yang masih balita kepada orang asing yang ditemui. Betapa..?!

Dari perbedaan cara mengungkap diri tersebut kita menyadari bahwa terdapat perbedaan besar antarsatu kelompok manusia dengan kelompok manusia lainnya yang menyertakan begitu banyak aturan dalam setiap kelompok. Apalagi, banyak di antara kita yang tidak tahu lagi asal muasal etnik kita sendiri sehubungan dengan multidimensionalitas berbagai etnik campuran. Kita adalah produk dari tradisi multirasial.

Meski demikian, jika kita membutakan diri terhadap keberadaan berbagai kebudayaan dan tradisi-tradisi serta aturan-aturan dalam kelompok orang-orang berbeda, kita akan terbelenggu dengan berbagai macam gejala patologik, baik terhadap keluarga kita sendiri maupun kepada kelompok manusia lainnya. Hal itu membuat kita berpikir bahwa mereka menyatakan dan mengungkap suatu hal atau kejadian dengan cara berlebihan, sangat kurang ataupun tampak sangat salah di mata kita.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 14 Mei 2016, di halaman 25 dengan judul "Apakah Salah kalau Kita Sedikit Membanggakan Diri?".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

INVESTASI: Motivasi dalam Berinvestasi (PRITA HAPSARI GHOZIE)

Mengapa Anda berinvestasi? Sebagian orang yang saya temui mengatakan berinvestasi karena ingin melipatgandakan uangnya. Sebagian lagi mengatakan berinvestasi karena takut nilai kekayaannya tergerus inflasi. Sebagian lagi mengatakan tidak berani berinvestasi karena lebih memilih yang "aman-aman" saja. Apa pun alasannya, setiap orang pasti memiliki motivasi yang mendasari keputusan investasi. Bagaimana dengan Anda?

Dalam dunia investasi, keserakahan (greed) dan ketakutan (fear) merupakan dua hal yang mendorong motivasi seseorang dalam mengambil keputusan investasi. Sebelum saya bergerak lebih jauh ke proses investasi, ada baiknya kita ambil satu langkah mundur untuk menyamakan persepsi, bahwa ada perbedaan antara simpanan, tabungan, dan investasi.

Simpanan pada dasarnya menyisihkan dana untuk digunakan dalam waktu dekat, dalam hitungan bulan. Secara umum, simpanan ini terbagi dua, yaitu simpanan untuk berjaga-jaga dan simpanan bulanan. Simpanan untuk berjaga-jaga akrab kita sebut dengan istilah dana darurat. Adapun simpanan bulanan biasanya pengeluarannya itu sudah hampir pasti akan dilakukan. Jika Anda mendapat gaji setiap tanggal 1, pengeluaran untuk berbagai pos pasti baru akan dilakukan secara bertahap. Oleh karena itu, anggaran untuk bulan ini disebut simpanan bulanan.

Tabungan merupakan hasil dari proses menabung yang ditujukan untuk keperluan beberapa tahun lagi. Umumnya, modal awal tidak akan berkurang secara nominal meski secara daya beli bisa berkurang di tahun-tahun mendatang. Sementara investasi merupakan proses menyisihkan uang dengan tujuan memperoleh keuntungan dan kenaikan modal di masa mendatang. Karena itu, ada risiko lebih karena Anda mengharapkan potensi imbal hasil yang lebih juga dibandingkan dengan simpanan dan tabungan.

Adanya risiko dan potensi imbal hasil yang menyertai investasi membuat seseorang kerap mengambil keputusan yang emosional hasil dorongan faktor serakah dan takut. Apabila Anda dapat mengenali ciri-ciri diri dalam dua aspek tersebut, Anda dapat mengelola investasi melalui pengambilan keputusan yang rasional, terstruktur, dan sesuai dengan kebutuhan rencana keuangan masing-masing.

Serakah memiliki perbedaan yang sangat jelas dengan hasrat. Dalam hal serakah, setidaknya ada tiga ciri khas yang dapat Anda kenali. Pertama, terus-menerus menahan potensi untung. Dalam bukuInvestments oleh Charles P Jones dikatakan bahwa "Investors tend to lose more by missing a bull market than by dodging a bear market". Saya mengartikan kalimat panjang itu dalam dua kata: ingin lebih. Saat investasi Anda naik dan memberikan hasil hingga 15 persen dalam dua bulan, misalnya, Anda tidak segera menjual dan merealisasikan keuntungan. Alih- alih Anda terus memegang investasi tersebut sambil berharap "Siapa tahu besok naik lagi".

Berikutnya, dorongan berinvestasi saat pasar naik. Saat melihat investor lain yang mungkin teman atau kolega mendapatkan keuntungan berlipat ganda karena kenaikan pasar, Anda segera tergoda dan langsung menanamkan modal. Padahal, Anda tidak paham sudah berapa lama rekan Anda berinvestasi, bagaimana profil risiko diri Anda, dan kebutuhan dana likuid dalam jangka pendek.

Terakhir, mudah tergoda tawaran menggiurkan. Mendapatkan keuntungan di atas suku bunga deposito dalam waktu singkat, siapa yang tidak mau? Wajar sekali apabila seseorang mencari alternatif berinvestasi seperti ini. Namun, faktor serakah yang membuat Anda menaruh kepercayaan berlebihan terhadap suatu janji hasil yang too good too be true.

Faktor ketakutan akan membuat Anda selalu ragu-ragu dalam berinvestasi atau mengambil keputusan impulsif yang kurang rasional. Contohnya panic sellingsaat pasar sedang turun dan tidak bersabar menunggu modal awal kembali ke nilai semula. Atau bahkan Anda menjadi terlalu takut untuk berinvestasi sehingga Anda hanya menabung untuk segala hal.

Keseimbangan

Keputusan investasi yang baik akan dihasilkan oleh seorang investor yang mampu menyeimbangkan dua faktor tersebut. Setidaknya ada tiga tips yang ingin saya bagi melalui tulisan ini. Pertama, Anda tidak boleh takut untuk berinvestasi selama sesuai dengan profil risiko dan kebutuhan investasi adalah untuk jangka panjang di atas 10 tahun. Kedua, selalu memiliki rencana investasi. Putuskan kapan harus merealisasi saat keuntungan sudah mencapai sekian persen atau melepas saat kerugian menyentuh sekian persen. Ketiga, ambil keputusan investasi berdasarkan beberapa pilihan yang sesuai dengan tujuan keuangan Anda. Analisis sensitivitas atas investasi layak dilakukan karena siklus bisnis pasti berpengaruh terhadap hasil investasi Anda di suatu periode.

Hasrat atau keinginan sangat diperlukan dalam berinvestasi. Tanpa adanya hasrat, Anda tidak punya dorongan untuk mau menyisihkan penghasilan. Namun, waspada apabila Anda mulai memasuki area serakah. Takut juga perlu supaya menjaga Anda tetap waspada dan tetap memonitor perkembangan investasi. Namun, janganlah menjadikan ketakutan sebagai hambatan Anda dalam memulai berinvestasi. Live a beautiful life!

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 14 Mei 2016, di halaman 25 dengan judul "Motivasi dalam Berinvestasi".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

KESEHATAN: Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta (DR SAMSURIDJAL DJAUZI)

Kini, di kota saya terdapat banyak rumah sakit swasta baru. Sebagai warga, kami mempunyai pilihan untuk berobat apakah di rumah sakit pemerintah atau rumah sakit swasta. Saya sendiri peserta asuransi swasta sehingga dapat berobat ke rumah sakit swasta dengan jaminan asuransi saya. Namun, sekarang saya juga dimasukkan sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) oleh kantor sehingga saya juga boleh menggunakan kartu BPJS jika perlu berobat.

Menurut teman saya, berobat di rumah sakit pemerintah lebih terjamin karena dokternya selama jam kerja ada di rumah sakit pemerintah, sedangkan jika di rumah sakit swasta harus menunggu dokter datang, biasanya baru sore hari. Katanya juga, laboratorium dan alat kedokteran lain lebih lengkap di rumah sakit pemerintah karena alat-alat tersebut dibelikan oleh pemerintah. Namun, saya menyaksikan di rumah sakit pemerintah antreannya panjang sehingga harus punya waktu cukup untuk berobat di rumah sakit pemerintah.

Sekarang, di beberapa rumah sakit pemerintah juga tersedia layanan eksekutif yang tarifnya hampir sama dengan swasta. Bagi saya, tarif tak menjadi masalah karena biaya berobat saya ditanggung asuransi atau BPJS.

Pertanyaan saya ialah apa beda layanan rumah sakit pemerintah dan swasta. Benarkah alat-alat kedokteran di rumah sakit pemerintah lebih lengkap? Jika dari segi kenyamanan, tampaknya layanan rumah sakit swasta lebih nyaman. Bagaimana dengan mutu layanan dari segi kedokteran? Apakah ada perbedaan mutu layanan kedokteran di rumah sakit pemerintah dan swasta?

Sekarang banyak rumah sakit memamerkan akreditasi yang telah dicapai oleh rumah sakit tersebut. Apa artinya jika sebuah rumah sakit telah berhasil memperoleh akreditasi, apakah itu berarti pelayanannya sudah baik? Apakah kita boleh memilih dokter jika kita menggunakan layanan BPJS? Saya sekeluarga sekarang ini dalam keadaan sehat, tetapi jika sakit belum tahu akan berobat ke mana. Mohon informasi dokter tentang layanan rumah sakit pemerintah dan swasta. Terima kasih.

M di J

Jumlah tempat tidur di rumah sakit memang masih kurang jika dibandingkan dengan jumlah penduduk di negeri kita. Wajarlah jika banyak rumah sakit baru bermunculan, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta. Mudah-mudahan jumlah tempat tidur yang diperlukan masyarakat akan semakin mencukupi. Perbedaan mendasar antara rumah sakit pemerintah dan swasta adalah mengenai kepemilikannya. Rumah sakit pemerintah dimiliki oleh pemerintah, sedangkan rumah sakit swasta oleh swasta.

Pengelolaan rumah sakit pemerintah harus mengikuti UU dan peraturan yang berlaku untuk barang milik pemerintah. Namun, beberapa rumah sakit sekarang diberi kelonggaran administrasi keuangan dengan menjadikan rumah sakit tersebut berstatus Badan Layanan Umum (BLU). Melalui status ini, pengelolaan administrasi keuangan lebih longgar, tetapi tetap harus dipertanggungjawabkan kepada pemerintah. Rumah sakit swasta dimodali oleh pihak swasta, mulai dari pembangunan gedung, gaji atau honor tenaga kesehatan ataupun tenaga administrasi, hingga pembelian alat-alat kedokteran serta pemeliharaannya.

Biaya pembangunan gedung rumah sakit hanyalah sebagian kecil dari modal rumah sakit. Biaya yang lebih besar diperlukan untuk pembelian dan pemeliharaan alat. Alat MRI yang sudah banyak di rumah sakit di Indonesia harganya miliaran rupiah, bahkan alat radioterapi dapat mencapai puluhan miliar rupiah. Karena itulah hanya rumah sakit tertentu yang mempunyai alat radioterapi. Alat-alat kedokteran mempunyai masa pakai dan memerlukan biaya pemeliharaan yang cukup tinggi.

Para pakar rumah sakit sering menggolongkan investasi rumah sakit sebagai investasi yang bersifat padat modal dan juga memerlukan tenaga yang banyak. Untuk pengadaan tenaga perawat, misalnya, harus disediakan sesuai dengan jumlah tempat tidur rumah sakit dan harus memenuhi standar yang ditentukan agar pasien mendapat asuhan keperawatan yang benar.

Mutu layanan rumah sakit dapat diukur dengan parameter yang telah ditentukan, misalnya waktu tunggu poliklinik, lama rata-rata rawat inap, kejadian dekubitus (luka pada punggung pasien yang berbaring lama, kejadian infeksi di rumah sakit, kejadian pasien jatuh, kejadian operasi ulang, keberhasilan terapi, dan lain-lain).

Setiap rumah sakit harus menunjukkan pencapaiannya dalam meningkatkan mutu layanannya. Mutu tersebut mungkin kurang dipahami oleh masyarakat karena umumnya masyarakat lebih memperhatikan kenyamanan. Mutu rumah sakit tidak bergantung pada status rumah sakit pemerintah atau swasta. Ada kalanya mutu layanan rumah sakit pemerintah lebih baik, tetapi dapat juga terjadi sebaliknya. Pada umumnya rumah sakit di Indonesia baik rumah sakit pemerintah maupun swasta mengikuti penilaian akreditasi yang dilakukan oleh suatu badan akreditasi. Tim penilai akan memeriksa layanan mulai dari kelengkapan administrasi, kepatuhan pada standar pelayanan termasuk keselamatan pasien, pencegahan infeksi di rumah sakit, dan sebagainya.

Penilaian ini secara rutin dilakukan oleh badan yang sifatnya nasional. Bahkan, beberapa rumah sakit di Indonesia telah mengikuti akreditasi yang sifatnya internasional. Badan ini lebih obyektif menilai mutu rumah sakit. Dapat saja rumah sakit yang tampaknya mewah tetapi sebenarnya belum lulus akreditasi. Sebagai pengguna jasa rumah sakit, Anda dapat bertanya mengenai akreditasi rumah sakit yang Anda kunjungi.

BPJS memang peduli pada layanan yang sifatnya mendasar dan dapat dinikmati secara merata oleh pesertanya. Namun, jangan lupa, BPJS juga sudah menanggung biaya pengobatan mahal seperti cuci darah, cangkok ginjal, dan sebagainya. Jadi, jika Anda mempunyai asuransi kesehatan, Anda perlu memahami layanan apa saja yang dibiayai oleh asuransi tersebut. Asuransi swasta jarang yang membiayai cangkok ginjal atau cuci darah karena biayanya besar sekali. Mereka dapat membiayainya, tetapi premi asuransinya menjadi mahal sekali.

Layanan BPJS menganut sistem berjenjang. Peserta dianjurkan menggunakan layanan primer. Peserta baru akan dirujuk jika fasilitas di layanan tersebut tak memadai. Dengan demikian, peserta akan lebih banyak berobat di layanan primer dan hanya yang betul-betul memerlukan yang berobat di rumah sakit. Rumah sakit juga dibagi dalam layanan sekunder dan tersier. Jika di rumah sakit layanan sekunder tak dapat dilayani, barulah dirujuk ke rumah sakit layanan tersier. Sebaliknya juga dapat terjadi, pasien yang dirawat di rumah sakit tersier jika sudah sembuh dan memerlukan pemantauan dapat saja dikirim ke layanan primer. Jika sistem berjenjang ini dipatuhi, jumlah pasien rumah sakit dapat dikurangi sehingga petugas kesehatan dapat memberikan layanan secara lebih baik.

Jadi, yang penting adalah Anda sekeluarga memelihara kesehatan dengan baik sehingga tidak mudah jatuh sakit. Dewasa ini semakin banyak orang menyadari manfaat asuransi kesehatan. Pemerintah telah menyediakan asuransi kesehatan nasional yang sudah dapat dinikmati oleh masyarakat.

Asuransi nasional kita masih baru, baru diberlakukan pada tahun 2014. Jika kita lihat pengalaman negara-negara lain, asuransi tersebut akan berjalan baik setelah berjalan cukup lama. Kekurangan yang ada sekarang diperbaiki secara bertahap. Layanan di rumah sakit pemerintah dan swasta melengkapi sarana kesehatan yang ada.

Baik rumah sakit pemerintah maupun swasta diperlukan oleh masyarakat. Kita perlu menjadikan layanan rumah sakit kita tuan rumah di negeri sendiri dalam era pasar bebas ASEAN yang sudah dimulai akhir tahun lalu.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 14 Mei 2016, di halaman 25 dengan judul "Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Jumat, 06 Mei 2016

INVESTASI Apakah Itu Kebijakan Fiskal? (Kompas)

Timbul dalam benak penulis sejumlah pertanyaan terkait kebijakan fiskal. Apakah itu kebijakan fiskal? Siapa berwenang melakukan kebijakan fiskal? Apa saja alat kebijakan fiskal, kebijakan amnesti pajak, dan bagaimana membuat agar ekonomi lebih baik dengan kebijakan fiskal itu?
KOMPAS/LASTI KURNIA

Fiskal berasal dari kata bahasa Inggris, yaitu fiscal, yang definisinya ialah 'sesuatu yang berkaitan dengan pembiayaan atau penerimaan publik' (The definition of fiscal is something related to finances or public revenue, dikutip dari www.yourdictionary.com).

Jika dalam rumah tangga disebut anggaran fiskal (fiscal budget), dalam pemerintahan suatu negara dikenal juga dengan anggaran fiskal dan biasanya untuk 12 bulan. Anggaran fiskal ini disusun oleh pemerintah suatu negara setiap tahun untuk tahun berikutnya dan diajukan kepada DPR untuk disetujui. Pemerintah melakukan diskusi dengan DPR atas anggaran yang diajukan agar anggaran tersebut dapat dilaksanakan pada tahun berikutnya, seperti disebutkan dalam undang-undang dasar suatu negara. Jika anggaran tersebut belum mendapatkan persetujuan dari DPR, pemerintah bisa menggunakan anggaran tahun sebelumnya.

Aktivitas pengeluaran pemerintah terlihat pada budget tersebut. Ke arah mana ekonomi suatu negara akan dibawa dapat dilihat pada anggaran tersebut. Untuk kasus Indonesia, melalui berita di surat kabar yang kita baca, sering kali pemerintah tidak berkutik dalam diskusi anggaran tersebut di DPR. Jika pemerintah bersikeras dengan rencana yang dibuat, kemungkinan DPR bisa mengambil posisi yang lain. Oleh karena itu, dapat dikatakan anggaran yang disiapkan pemerintah melalui DPR merupakan anggaran kesepakatan bersama dengan asumsi yang telah dibuat.

Jika pemerintah melihat ada kekurangan anggaran yang telah dibuat, pemerintah bisa meminta perbaikan (penambahan atau pengurangan) dan harus diajukan kepada DPR untuk mendapatkan persetujuan. Sebaiknya perencanaan keuangan yang harus diperbaiki di tengah jalan perlu dipelajari dengan baik, terkecuali terjadi perubahan yang mendasar.

Perubahan tersebut disebabkan oleh situasi perekonomian di luar Indonesia sehingga bukan di bawah kendali pemerintah. Jika perubahan mendasar terjadi karena nilai valuta asing berubah dan mengakibatkan pemerintah tidak bisa melakukan tindakan apa-apa, DPR bisa juga mempertemukan pemerintah dan Bank Indonesia untuk melihat kestabilan valuta asing yang tidak dilakukan Bank Indonesia.

Seperti diuraikan, fiskal itu merupakan pembuatan pendapatan dan pengeluaran pemerintah. Penerimaan pemerintah dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yaitu penerimaan dari pajak dan penerimaan dari bukan pajak. Penerimaan dari pajak dapat dikelompokkan lagi menjadi penerimaan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penghasilan serta pajak lain. Penerimaan bukan dari pajak adalah penerimaan dari dividen atas kepemilikan perusahaan, penerimaan hasil minyak dan gas, dan penerimaan yang tidak tergolong dari uraian sebelumnya.

Oleh karena itu, kebijakan pemerintah dalam membuat kenaikan atau penurunan pajak dikenal sebagai salah satu instrumen kebijakan fiskal. Jika pemerintah menaikkan pajak pendapatan dari 5 persen ke 10 persen merupakan salah satu kebijakan, penerimaan pajak akan semakin besar sehingga pemerintah akan mempunyai dana yang besar untuk pengeluaran.

Namun, Pemerintah Indonesia belum pernah mempunyai pajak ini lebih besar daripada pengeluaran. Bahkan, penerimaan pajak jauh lebih rendah daripada yang direncanakan. Adanya penerimaan bukan pajak sekalipun belum bisa memenuhi pengeluaran pemerintah. Akibatnya, pemerintah selalu mencarinya dengan utang walaupun pemerintah telah membuat kebijakan anggaran dengan pengeluaran rutin harus disesuaikan dengan penerimaan dalam negeri.

Satu tahun terakhir, pemerintah mencoba menerbitkan amnesti pajak karena pajak yang dikumpulkan tidak cukup untuk membiayai seluruh pengeluaran. Tindakan amnesti pajak ini sebenarnya sudah dirancang sebelumnya, tetapi situasi keuangan yang terjadi, pemerintah mempercepat kebijakan amnesti pajak tersebut.

Sebenarnya, kalau disadari, tanpa kebijakan tersebut, ada juga uang yang kembali ke Indonesia. Hal ini dapat diperhatikan dengan adanya right issueperusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan kemudian melakukan tindakan aksi perusahaan (corporate action) dengan membeli perusahaan lain yang sekelompok karena ingin memperbesar perusahaan tersebut. Artinya, kalau ada industri yang baik (profitabilitas tinggi) ingin dibangun pemerintah, pemerintah meminta pemilik dana yang sedang parkir di luar negeri tersebut untuk menginvestasikan pada proyek tersebut dan memberikanbenefit lain. Oleh karena itu, pemerintah harus bisa menyatakan mana proyek yang sedang digarap untuk membuat pertumbuhan ekonomi dan membeberkan daftar proyek tersebut.

Sisi lain dari kebijakan fiskal adalah mengenai pengeluaran yang dilakukan oleh pemerintah dalam satu tahun ke depan. Aktivitas pengeluaran ini terdiri dari pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan. Dalam pemerintahan Orde Baru disebutkan, pengeluaran rutin harus dibelanjakan dari pendapatan dalam negeri. Pengeluaran rutin sudah jelas untuk membelanjai pegawai pemerintah dan alat tulis serta perlengkapan lain. Pengeluaran ini dirasakan para ekonom dan pemerintah sudah cukup besar sehingga pemerintah harus memperbaikinya. Jika terjadi efisiensi, pengeluaran pemerintah ini bisa lebih kecil.

Persoalan lain yang timbul adalah pengangguran. Jadi, pemerintah sebenarnya salah satu sektor yang menanggulangi pengangguran yang mencapai sekitar 10 persen saat ini. Belanja rutin ini merupakan salah satu pendorong perekonomian mengalami peningkatan karena mendorong konsumsi rumah tangga, terutama rumah tangga pegawai pemerintah.

Belanja modal yang dilakukan pemerintah merupakan arah kebijakan yang diinginkan pemerintah dalam meningkatkan perekonomian. Peningkatan infrastruktur yang dilakukan pemerintah saat ini belum langsung kelihatan sekarang ini dan akan terlihat lima tahun mendatang. Belanja atas infrastruktur membuat permintaan meningkat sehingga menumbuhkan perekonomian.

Oleh karena itu, adanya kebijakan fiskal yang cukup bagus akan membuat perekonomian mengalami peningkatan, baik itu dengan mengurangi pajak maupun memperbesar belanja. Bahkan ditemukan di lapangan, jika pemerintah tidak memulai, swasta akan diam sehingga pertumbuhan tidak ada. Oleh sebab itu, motor perekonomian Indonesia masih ada pada pemerintah agar terjadi pertumbuhan yang lebih besar.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 7 Mei 2016, di halaman 25 dengan judul "Apakah Itu Kebijakan Fiskal?".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.
Related Posts with Thumbnails

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!
Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Skincare: The Revolution in Anti-Aging

Skincare: The Revolution in Anti-Aging
Dokumen Sehat Sinergis

Pilihan Investasi

Pilihan Investasi
Ada dua pilihan: jika Ikut Menjadi Member Bisnis Synergy

Produk Synergy WorldWide

Loading...
Word of the Day

Article of the Day

This Day in History

Today's Birthday

In the News

Quote of the Day

Spelling Bee
difficulty level:
score: -
please wait...
 
spell the word:

Match Up
Match each word in the left column with its synonym on the right. When finished, click Answer to see the results. Good luck!

 

Hangman

Hubungi, kami siap melayani anda:

Untuk info lanjut
hubungi:

Ibu Liong (021-33431704)


Sertifikasi Produk Synergy WorldWide

Produk -produk Synergy / NSP di Indonesia telah terdaftar pada Departemen Kesehatan RI dan memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), serta memperoleh sertifikat Halal dari IFANCA (The Islamic Food and Nutrition Council of America) yang disahkan oleh LP POM MUI.