Cari uang di internet

HUBUNGI, KAMI SIAP ANTAR!

Sehat-Sinergis secara herbal, membangun kesehatan dan kesejahteraan bersama secara sehat sinergis. Bekerjasama dengan Synergy WordWide (Independent Distributor from United State of America) untuk selengkapnya untuk pembelian atau pemesanan dengan perjanjian hubungi Ibu Liong di nomor: 021-33431704 Hubungi kami di email: sehat.sinergis@gmail.com. Ada uang baru barang diantar. Carilah lebih dulu kesehatan, baru yang lainnya.

Minggu, 16 April 2017

INVESTASI: Beta (ADLER HAYMANS MANURUNG)

Kata 'beta' sering menjadi bahan diskusi bagi mereka yang suka bertransaksi saham di bursa saham. Apakah beta tersebut? Apakah berbentuk angka dan apa pula artinya? Bagaimana menghitung beta tersebut serta bagaimana menggunakannya?

Dalam berbagai buku teks keuangan atau investasi bawa beta menyatakan risiko sebuah saham yang telah dikaitkan dengan fluktuasi pasar saham. Sementara ada risiko saham yang tidak dikaitkan dengan fluktuasi pasar, tetapi menyatakan risiko total dengan simbol sigma. Adapun penjelasan atas beta ini, yaitu ukuran atau perubahan pergerakan harga saham dikaitkan dengan pergerakan atau perubahan pasar.

Jika pemilik dana mendapatkan informasi dari analis pasar modal bahwa saham XYZ mempunyai nilai beta sebesar 1,2, angka ini menyatakan bahwa saham XYZ akan mengalami kenaikan (penurunan) sebesar 1,2 persen bila pasar naik (turun) 1 persen. Ada juga yang menyebutkannya bahwa saham XYZ 20 persen lebih tinggi dari kenaikan (penurunan) pasar. Angka beta ini besarannya sangat bervariasi.

Jika beta senilai satu, kenaikan atau penurunan saham tersebut sesuai dengan kenaikan atau penurunan pasar. Jika beta bernilai di bawah satu, fluktuasi harga saham tersebut lebih rendah dari fluktuasi pasar. Misalkan, beta senilai 0,6 menyatakan bila pasar naik (turun) 1 persen, saham tersebut akan naik (turun) sebesar 0,6 persen atau pasar 40 persen lebih baik dari saham tersebut. Oleh karena itu, para pemain pasar saham akan lebih suka memegang saham yang memiliki beta di atas satu ketika pasar sedang mengalami kenaikan. Ketika pasar mengalami penurunan, lebih baik memegang saham yang memiliki beta di bawah satu. Berbagai buku teks juga menyebutkan bahwa saham yang betanya di atas satu disebut saham yang memiliki risiko tinggi (high risk stocks), sementara saham yang memiliki beta di bawah satu disebut saham yang masuk kelompok berisiko rendah (low risk stock) atau juga disebut defence stocks.

Sebuah saham kemungkinan besar mempunyai beta negatif atau bernilai di bawah nol. Saham yang memiliki beta negatif merupakan saham yang berlawanan dengan pasar. Ketika pasar mengalami penurunan saham tersebut mengalami kenaikan dan juga sebaliknya saham mengalami penurunan ketika pasarnya mengalami kenaikan. Artinya, ketika semua pasar saham turun, sahamnya mengalami naik dan sebaliknya.

Ada lagi saham yang tidak bisa disebutkan betanya karena saham ini terus mengalami kenaikan walaupun pasar naik atau turun. Salah satu jenis saham yang masuk kelompok ini yaitu saham farmasi (obat-obatan).

Menghitung beta saham

Adapun cara menghitung beta saham, pemilik dana harus mempunyai dua ukuran yang harus dipenuhi. Pertama, pemilik dana harus mendapatkan ukuran hubungan saham dengan pasar yang dikenal dengan covariance. Jika pemilik dana tidak bisa mendapatkan nilaicovariance ini, pemilik dana tidak akan bisa menghitung nilai beta saham.

Kedua, variance pasar, yaitu besaran simpangan indeks gabungan dari nilai rata-ratanya. Pasar saham digambarkan dari indeks saham dari pasar saham yang bersangkutan. Jika kedua data sudah didapatkan, penghitungan beta dapat dilakukan, yaitu hasil bagi covariancedengan variance pasar. Untuk menghitung beta ini, pemilik dana membutuhkan data yang panjang, umumnya paling sedikit duta tahun data. Sebaiknya menggunakan data bulanan bukan data harian supaya terlihat kestabilan hasil atau sering disebut tidak terjadi noise. Pemain pasar juga bisa meminta angka beta setiap saham kepada analis saham di mana pemilik dana melakukan transaksi order beli dan jual saham. Umumnya, mereka akan membantu pemilik dana untuk mendapatkannya serta menjelaskannya.

Para pemilik dana yang sudah terbiasa melakukan transaksi di bursa saham kelihatannya tidak membutuhkan nilai beta ini. Sebenarnya, mereka membutuhkannya, tetapi karena sudah pernah mendapatkan sebelumnya sehingga tidak perlu bertanya setiap hari. Beta saham diharapkan stabil, terutama ketika pemilik dana telah pernah menghitung dengan menggunakan data dari mulai saham tersebut diperdagangkan di bursa sampai dengan periode didapatkan. Boleh dikatakan didapatkan data yang sangat panjang untuk penghitungan beta tersebut. Oleh karena itu, jangan pernah menghitung beta hanya menggunakan data yang sangat pendek.

Apabila pemilik dana mempunyai data beta dan bagaimana penggunaannya menjadi salah satu persoalan tersendiri. Adapun pasar itu dapat kita perhatikan atau dikelompokkan ke dalam tiga situasi, yaitu situasi mengalami kenaikan (bull market), situasi penurunan (bearish market), dan situasi tidak naik atau turun (sideways). Beta ini dapat dipergunakan oleh pemilik dalam mengubah saham untuk mendapatkan keuntungan.

Jika pemilik dana melihat pasar akan ke situasi bull market, pemilik dana mencari saham untuk dipegang, yaitu saham-saham yang memiliki beta di atas satu. Pencarian dan pembelian saham yang memiliki beta di atas satu ketika pasar belum pada situasi meningkat.

Ketika situasi pasar sedang naik (bullish) dan ada kelihatan pasar akan mengalami penurunan, pemilik dana mengubah saham yang dipegangnya menjadi saham-saham yang mempunyai beta di bawah satu. Artinya, tindakan yang dilakukan harus sebelum kejadian situasi pasar tersebut terjadi perubahan posisi portofolio saham dilakukan. Namun, ketika pasar sedang sideways, pemilik dana sebaiknya memegang saham yang mempunyai beta sebesar satu.

Tindakan bertransaksi saham seperti yang diuraikan umumnya dilakukan oleh pedagang. Terlepas dari penggunaan untuk melakukan transaksi saham, Beta ini sangat sering dipergunakan dalam menghitung nilai fundamental atau nilai intrinsik sebuah saham. Bagi manajer keuangan atau direktur keuangan perusahaan, beta ini dipergunakan untuk menghitung biaya modal (weighted average cost of capital) perusahaan.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 15 April 2017, di halaman 25 dengan judul "Beta".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

KESEHATAN: Hepatitis A pada Remaja (DR SAMSURIDJAL DJAUZI)

Anak saya laki-laki berumur 15 tahun, kelas tiga sekolah menengah pertama. Dua minggu yang lalu dia merasa mual dan lemah. Badannya sedikit hangat. Karena sudah dekat ujian, dia memaksa untuk tetap sekolah. Namun, baru setengah hari dia sudah pulang karena gurunya menganjurkan untuk pulang dan berobat. Sekitar 10 hari yang lalu, teman sekelasnya menderita hepatitis A dan dirawat di rumah sakit. Ibu guru curiga anak saya juga menderita hepatitis A karena gejalanya hampir serupa.

Saya mengajak anak ke dokter dan dia harus menjalani pemeriksaan laboratorium juga ultrasonografi perut. Ternyata anak saya terinfeksi hepatitis A akut. Menurut dokter, fungsi hatinya, yaitu SGOT dan SGPT, amat tinggi. Begitu pula bilirubinnya tinggi. Memang dia juga mengeluh air seninya kemerahan. Anak saya dirawat di rumah sakit karena lemah dan tidak nafsu makan. Dia mendapat infus dan, menurut dokter, biasanya penyembuhan hepatitis A akut baik. Saya sebagai ibu tentu amat khawatir apalagi anak saya akan menghadapi ujian nasional pada bulan Mei.

Saya menduga anak saya tertular hepatitis A karena makanan atau minuman. Kami di rumah sudah menjaga agar semua minuman dan makanan dimasak dengan baik. Namun, anak saya senang jajan baik di sekolah maupun di luar sekolah jadi risiko dia tertular hepatitis A ada. Mengingat penjual jajanan baik di sekolah maupun di luar sekolah cukup banyak, saya ingin menanyakan apakah ada pengawasan kebersihan makanan dari instansi yang berwenang, seperti Badan POM atau Dinas Kesehatan? Saya juga ingat dulu ada wabah hepatitis A di suatu kampus yang menunjukkan bahwa hepatitis A memerlukan pencegahan yang serius. Bagaimana cara mencegah hepatitis A? Apakah dapat diimunisasi, seperti hepatitis B?

Mengenai makanan dan minuman sebagai penularan hepatitis A, apakah penjual makanan dan minuman diwajibkan mendapat pelatihan agar tidak terjadi penularan penyakit melalui makanan? Saya masih melihat beberapa penjual makanan memegang makanan dengan tangan tanpa sarung tangan padahal tangannya sebelumnya memegang berbagai barang. Apakah Dinas Kesehatan telah melakukan pembinaan terhadap pedagang makanan dan minuman ini mengingat jumlah pedagang makanan dan minuman di kota besar amatlah banyak? Kita perlu melindungi remaja kita dari penularan penyakit melalui makanan dan minuman. Meski hepatitis A dapat sembuh, anak saya akan ketinggalan pelajaran dalam menghadapi ujian nasional karena sekarang dalam masa pelatihan mendalami materi ujian. Terima kasih atas penjelasan dokter.

B di B

Penularan penyakit dapat terjadi melalui makanan dan minuman, seperti diare, demam tifoid, dan juga hepatitis A. Di banyak rumah sakit, penderita yang dirawat akibat penularan penyakit melalui makanan dan minuman masih tinggi. Sebagian besar mereka adalah remaja dan orang dewasa muda yang mempunyai kebiasaan makan atau minum di luar rumah. Anda benar, kebersihan makanan dan minuman serta perilaku pedagang dapat memengaruhi penularan penyakit.

Kebersihan makanan dan minuman menjadi tugas Dinas Kesehatan. Di beberapa negara, setahu saya di Thailand dan Malaysia, Dinas Kesehatan menyediakan air bersih, baik untuk makanan dan minuman maupun untuk air pencuci peralatan makan.

Kantin sekolah dan kantin kampus mendapat pengawasan yang cukup ketat. Namun, di negeri kita mungkin pembinaan ini belum dijalankan secara berkala. Masih banyak pedagang makanan dan minuman yang menggunakan air yang tak bersih dan juga banyak yang menyajikan makanan dengan tangan yang tak bersih.

Lagi pula, konsumen makanan kita kurang mempertimbangkan kebersihan makanan dan minuman, mereka masih amat mengutamakan rasa yang enak. Akibatnya, masih banyak penyakit yang ditularkan melalui makanan dan minuman. Jadi, cara mencegahnya adalah dengan memelihara kebersihan makanan dan minuman serta melatih petugas yang membuat dan menyajikan makanan. Setahu saya pemberantasan penyakit menular Kementerian Kesehatan mempunyai program pembinaan ini. Di kantin, mereka dapat dilihat sertifikat pelatihan petugas atau pedagang makanan. Namun, rupanya kegiatan ini belum menyeluruh dan ada banyak sekali pedagang makanan dan minuman. Oleh karena itu, masyarakat juga harus peduli dan berupaya mengurangi risiko penularan penyakit.

Selain menjaga kebersihan, penularan penyakit yang ditularkan melalui makanan dan minuman dapat dicegah dengan imunisasi. Sekarang ini, tersedia imunisasi demam tifoid, hepatitis A, serta imunisasi rotavirus. Vaksin rotavirus merupakan vaksin yang baru beredar di negeri kita untuk mencegah diare pada anak. Harga vaksin ini masih mahal dan biaya masih harus ditanggung masyarakat karena belum masuk program imunisasi nasional. Sementara demam tifoid sudah lama ada, begitu pula imunisasi hepatitis A. Imunisasi demam tifoid mempunyai masa perlindungan 3 tahun, sedangkan imunisasi hepatitis A setelah dua kali penyuntikan dengan jarak 6 bulan mempunyai perlindungan seumur hidup.

Demam tifoid merupakan penyakit yang sering dijumpai di masyarakat. Penyakit ini dapat disembuhkan dengan antibiotika, tetapi pada beberapa keadaan dapat terjadi komplikasi, seperti perforasi usus (pecahnya usus) atau sepsis (kuman masuk ke dalam sirkulasi darah). Pada perforasi usus, dokter harus melakukan operasi cukup besar, sedangkan mereka yang mengalami sepsis harus mendapat perawatan ketat serta antibiotika yang kuat karena keadaan sepsis ini dapat mengancam nyawa. Jadi, meski pada umumnya demam tifoid dapat sembuh, dalam jumlah kecil dapat terjadi komplikasi.

Infeksi hepatitis A dulu sering terjadi pada anak karena masyarakat kekurangan sumber air bersih. Sekarang pada umumnya rumah tangga sudah mengonsumsi air bersih, tetapi di tempat-tempat jajan, air bersih mungkin masih kurang sehingga berisiko terjadi penularan hepatitis A. Infeksi hepatitis A yang terjadi pada remaja dan orang dewasa muda menimbulkan gejala klinis yang lebih berat dibandingkan dengan hepatitis A pada anak. Nah, cukup banyak remaja dan orang dewasa muda yang belum terpapar hepatitis A sehingga belum punya kekebalan terhadap virus ini. Jika mereka terinfeksi hepatitis A, akan berisiko sakit dan umumnya perlu beristirahat di rumah atau di rumah sakit. Gejala demam dan mual akan cepat hilang, tetapi perlu waktu untuk memulihkan fungsi hati serta bilirubin yang tinggi.

Masyarakat tentu berharap agar dinas kesehatan setempat mulai menggalakkan pembinaan tempat jajan. Industri kuliner dewasa ini tumbuh pesat, tetapi perkembangan yang menggembirakan tersebut perlu dikawal sehingga kita dapat mengonsumsi makanan dan minuman yang bebas penyakit.

Masyarakat sendiri perlu meningkatkan kepedulian terhadap makanan dan minuman yang dikonsumsi di luar rumah. Perhatikan cara pedagang memasak dan menyajikan, juga cara mereka mencuci piring dan sendok yang digunakan pelanggan. Melalui kepedulian semua pihak inilah diharapkan kejadian penyakit yang ditularkan melalui makanan dan minuman di negeri kita akan dapat diturunkan. Saya berharap agar anak Anda cepat pulih dan mengikuti ujian nasional dengan baik, serta kemudian dapat melanjutkan pendidikannya untuk mencapai cita-citanya.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 15 April 2017, di halaman 25 dengan judul "Hepatitis A pada Remaja".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

PSIKOLOGI: Keadilan, Kepedulian, dan Rancangan KUHP (KRISTI POERWANDARI)

Bunga (14), nama samaran, menjadi korban pemerkosaan lima pemuda di desanya hingga hamil delapan bulan. Kasus akhirnya ditangani Polres Sidoarjo. Setelah tidak dapat menyembunyikan kehamilannya, baru ia berani bercerita telah diperkosa oleh 5 laki-laki, 2 di antaranya berusia anak.

"Ia disetubuhi oleh lima orang secara bergiliran saat berangkat mengaji. Anak saya mengaku disekap di kamar. Setelah kejadian itu, anak saya diancam akan dibunuh jika mengadu," kata Ibu Bunga. Sejak tetangga mengetahui ia menjadi korban pemerkosaan, Bunga dan keluarganya malah dikucilkan dan diusir dari lingkungan sekitar. Beruntung mereka masih mendapatkan izin untuk tinggal di bekas kandang bebek yang terbuat dari anyaman bambu. (Dipadatkan secara bebas dari beritajatim.com, 21 Mei 2016).

Bagaimanakah cara pikir dan perilaku kita (masyarakat) diatur oleh hukum? Apakah hukum dimaksudkan untuk membalas dendam, menebarkan rasa takut, ataukah menghadirkan kepedulian dan memberikan rasa keadilan bagi semua pihak? Apakah hukum peduli dan dapat melindungi semua? Atau hukum ternyata menguntungkan pihak-pihak tertentu dan merentankan posisi pihak-pihak lain?

Tindak pidana kesusilaan

Saat ini, sedang didiskusikan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang baru, untuk menggantikan KUHP warisan pemerintahan Hindia-Belanda yang berlaku hingga saat ini. Bagaimanakah napas dan isi Rancangan KUHP yang menjadi salah satu prioritas bahasan untuk segera diundangkan itu?

Kita mendapati bahwa kasus kekerasan seksual itu merupakan fenomena gunung es. Yang terjadi signifikan lebih banyak daripada yang teridentifikasi atau dilaporkan. Jika pun dilaporkan, cukup banyak laporan yang kemudian dicabut oleh korban atau keluarganya karena takut dipersalahkan atau tidak mampu membela diri ketika disudutkan. Korban paham bahwa bersaksi menjelaskan kekerasan seksual yang dialami bukan perkara mudah. Stres pascatrauma menyulitkan mereka bercerita dengan jelas dan runut, serta bercerita berulang-ulang dapat menyebabkan munculnya kembali berbagai ingatan dan bayangan visual yang menyakitkan soal kejadian.

Sementara itu, pelaku—apalagi yang "profesional", paham mengenai posisi tawarnya yang lebih berkuasa, atau paham hukum—mungkin justru dapat bercerita dengan lebih sistematis dan runut. Mereka mencari lubang-lubang dan kerentanan dari sisi korban untuk dapat merekayasa cerita yang lebih meyakinkan di benak masyarakat umum dan penegak hukum, bahwa kesalahannya ada pada korban.

Sama seperti KUHP yang sekarang berlaku, Rancangan KUHP yang baru menempatkan pemerkosaan dan bentuk-bentuk kejahatan seksual dalam bagian "Tindak Pidana Kesusilaan". Ada bias pemahaman dari para penyusunnya, seolah-olah kekerasan seksual tidak berdampak pada korban dan menjadi tindak pidana "sekadar" karena ada perilaku yang tidak sesuai dengan kesusilaan.

Pemerkosaan adalah kejahatan yang dapat sangat merugikan korban, mulai dari menderita luka fisik, menghayati trauma psikologis, mendapat stigma negatif dari masyarakat, terkena infeksi menular seksual, hingga tiba-tiba mengalami kehamilan tidak dikehendaki yang mengubah seluruh hidup korban. Dengan menggolongkan kekerasan seksual dalam "tindak pidana kesusilaan", orang tidak terbantu untuk peduli pada korban yang dapat mengalami berbagai dampak sangat menyakitkan.

Lebih lanjut, masyarakat diajak untuk melihat kekerasan seksual sekadar sebagai "aktivitas seksual tidak susila", dan ini memudahkan pemindahan penyalahan kepada korban. Korban dianggap menikmati, mengundang karena berjalan sendiri pada malam hari atau berpakaian kurang tertutup. Korban dapat dituduh sebagai "tidak susila" karena sudah tidak perawan, berasal dari keluarga yang "tidak benar", dan karena itu malah lebih dihakimi daripada sang pelaku kekerasan seksual.

Memastikan kepedulian

Selain persoalan kekerasan seksual, ada beberapa aturan yang sebelumnya tidak ada dalam KUHP dan masuk dalam Rancangan KUHP yang baru. Hal itu misalnya mengenai pemidanaan hubungan seksual (hidup bersama sebagai suami-istri) di luar pernikahan sah. Ini memungkinkan orang mengadukan pihak lain yang hidup bersama di luar pernikahan yang sah, termasuk istri/suaminya yang berselingkuh.

Apakah pasal tersebut memang sungguh diperlukan ataukah kehadirannya justru dapat menghadirkan berbagai permasalahan baru? Orang per orang dan komunitas berbeda dapat menjalankan praktik hidup berbeda dan kita dapat saja secara moral tidak setuju tindakan orang lain (misal: berhubungan seksual di luar nikah). Akan tetapi, menganggap itu tindak kriminal dan memidanakannya dapat menghadirkan berbagai persoalan baru, termasuk merentankan posisi kelompok lain. Bagaimana dengan penghayat kepercayaan yang "tidak diakui negara" dan tidak tercatat perkawinannya?

Terkait kasus suami/istri yang berselingkuh dan kemudian dilaporkan melakukan tindak pidana, apakah motif yang melaporkan sungguh ingin meninggikan kesucian perkawinan, ataukah ingin membalas dendam dan menghukum? Jika hukum pidana dimaksudkan menjadi solusi yang sungguh-sungguh paling akhir, dari perspektif psikologi menghukum untuk membalas dendam justru menghadirkan berbagai persoalan baru. Standar ganda seksualitas yang menuntut kesetiaan dan kesucian dari perempuan juga akan membuat perempuan lebih rentan menjadi terhukum dari pasal ini.

Dalam rancangan yang baru, ada klausul yang menyatakan perlunya keseimbangan berbagai hal, termasuk antara hukum tertulis dan hukum yang hidup dalam masyarakat. Bagaimanakah memastikan bahwa hukum sungguh dapat melindungi korban tindak pidana, khususnya korban kekerasan seksual? Kita tidak mau lagi ada korban yang sudah menderita dibuat makin menderita, seperti dikawinkan dengan pemerkosanya, atau dikucilkan atas nama "praktik kebiasaan dan hukum yang hidup dalam masyarakat". Tampaknya kita perlu ikut mempelajari pasal-pasal dalam Rancangan KUHP yang baru untuk memastikan bahwa KUHP baru yang akan disahkan sungguh dapat menghadirkan kepedulian dan keadilan bagi semua.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 15 April 2017, di halaman 25 dengan judul "Keadilan, Kepedulian, dan Rancangan KUHP".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Minggu, 09 April 2017

INVESTASI: Keuangan Saat Pasangan Berhenti Kerja (PRITA HAPSARI GHOZIE)

Siklus kehidupan terkadang membawa seseorang ke dalam situasi yang berbeda. Seorang perempuan yang berkeluarga karena berbagai alasan terkadang memilih untuk pensiun dini dan menjadi seorang stay at home mother. Selain dampak tertentu, perubahan secara situasi keuangan pasti akan terjadi. Stay at home mother sering diasosiasikan sebagai ibu rumah tangga yang tidak berpenghasilan secara aktif. Hidup dengan satu sumber penghasilan pasti akan berpengaruh pada pola pengeluaran, belanja proteksi keuangan, posisi kemampuan membayar utang, dan investasi untuk masa depan.

Selain situasi tidak berpenghasilan aktif secara sukarela, perubahan siklus hidup juga akan berdampak secara keuangan apabila terjadi kematian pada tulang punggung keluarga, perceraian, ataupun hal lainnya. Setidaknya, ada enam hal yang sebaiknya dilakukan untuk sebuah rumah tangga yang beralih menjadi satu sumber penghasilan.

Pertama, melakukan revisi atas rencana pengeluaran bulanan. Sudah bukan rahasia umum bahwa mengatur pengeluaran untuk rumah tangga dengan satu sumber penghasilan pasti lebih sulit dibandingkan dengan rumah tangga dengan dua sumber penghasilan. Anda sebaiknya melakukan evaluasi dan membuat pengelompokan pengeluaran berdasarkan jenis pengeluaran wajib dan pengeluaran tidak wajib. Pembayaran cicilan utang juga sebaiknya disusun berdasarkan urutan pembayaran dengan tingkat suku bunga pinjaman yang tertinggi.

Secara umum, apabila tidak terjadi kenaikan penghasilan secara signifikan, sebuah rumah tangga harus melakukan penyesuaian pengeluaran hingga 30 persen dari pengeluaran sebelumnya. Misalnya, apabila pengeluaran rutin bulanan sebuah rumah tangga berjumlah 30 juta rupiah, maka apabila satu pasangan tidak lagi bekerja, pengeluaran sebaiknya diturunkan hingga 21 juta rupiah. Transisi ini sebaiknya dicoba setidaknya 6 bulan sebelum salah satu pasangan memutuskan berhenti bekerja. Meskipun selama masa tersebut masih ada dua sumber penghasilan, dana sebaiknya dialokasikan untuk pos lain, seperti menambah saldo dana darurat keluarga.

Kedua, memiliki proteksi kesehatan. Pada masa sekarang, biaya kesehatan terus meningkat, apalagi jika sebab perempuan tidak bekerja adalah karena melahirkan anak. Bertambahnya jumlah anggota keluarga secara khusus akan menambah jumlah pengeluaran bulanan. Proteksi kesehatan paling utama sebaiknya ditutup dengan pembelian program BPJS Kesehatan dari pemerintah. Berhati-hati dalam membeli asuransi kesehatan karena jika premi tidak dapat dibayarkan, ada risiko perlindungan asuransi tidak dapat berjalan.

Ketiga, tetap berinvestasi untuk masa pensiun. Salah seorang rekan saya pernah berkata, "Untuk apa investasi demi hari tua. Belum tentu sulit juga di masa tua nanti!" Masa tua memang pasti bervariasi antarindividu. Namun, apa jadinya jika seseorang berumur panjang, tetapi tidak mempersiapkan dana untuk biaya hidupnya kelak.

Saat penghasilan berkurang, cara termudah bagi setiap rumah tangga adalah memangkas jumlah dana yang diinvestasikan. Meskipun demikian, ide ini sangat buruk bagi keuangan Anda kelak. Jangan menurunkan jumlah investasi hingga di bawah 5 persen dari penghasilan bulanan. Ide lain adalah menginvestasikan dana pesangon yang diperoleh perempuan saat berhenti bekerja. Jika usia Anda masih di bawah 50 tahun, dana pesangon tersebut masih dapat optimal apabila diinvestasikan ke dalam produk berbasis saham.

Keempat, evaluasi pinjaman. Untuk rumah tangga yang sedang mengambil fasilitas kredit perumahan, ada baiknya untuk mengevaluasi jumlah pembayaran cicilan per bulan. Dengan adanya pengurangan penghasilan, jumlah kemampuan pembayaran cicilan juga akan berkurang. Untuk mengatur ulang pengelolaan utang, refinancing dapat dipertimbangkan.

Misalnya, saat ini, Anda mengambil fasilitas KPR dengan sisa tenor 7 tahun dalam tingkat suku bunga 13 persen per tahun. Apabila di pasaran ada penawaran fasilitas KPR dengan tingkat suku bunga 8 persen per tahun, dapat dipertimbangkan untuk mengalihkan fasilitas pinjaman ke produk yang lebih baru. Biaya penalti dan lainnya akan juga menjadi pertimbangan saat melakukan proses refinancing.

Kelima, memproteksi penghasilan tulang punggung keluarga. Fakta bahwa seluruh anggota keluarga bergantung pada satu sumber penghasilan menjadi momen pengingat kebutuhan asuransi jiwa. Proteksi keuangan harus dimiliki oleh pasangan yang masih bekerja, dengan ahli waris yaitu pasangan lain beserta anak bilamana ada. Selain asuransi jiwa murni, Anda juga mungkin perlu mengevaluasi kebutuhan asuransi kecelakaan kerja apabila jenis pekerjaan yang dilakukan tergolong berisiko tinggi.

Kualitas hidup tentu saja tidak ditentukan dari berapa penghasilan yang dibawa pulang. Namun, jika rumah tangga kekurangan dana untuk biaya hidup, tentu saja taraf kesejahteraan menjadi sulit untuk dicapai. Apabila ternyata hidup hanya dengan satu sumber penghasilan tidak berhasil untuk rumah tangga Anda, opsi untuk bekerja secarafreelance ataupun paruh waktu sebaiknya dipertimbangkan. Live a Beautiful Life!

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 8 April 2017, di halaman 25 dengan judul "Keuangan Saat Pasangan Berhenti Kerja".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

KESEHATAN: Ingin Tetap Sehat (DR SAMSURIDJAL DJAUZI)

Minggu lalu saya merayakan ulang tahun yang keempat puluh. Keluarga dan teman-teman membuat acara sederhana, tetapi mengesankan bagi saya. Semuanya mendoakan agar saya selalu sehat dan berhasil dalam hidup ini.

Saya bersyukur dalam umur saya sekarang saya sudah memiliki rumah, meski sederhana, dan kendaraan. Pendapatan saya sebagai pegawai swasta di sebuah perusahaan mencukupi dan saya juga mendapat bonus jika saya berhasil mencapai penjualan yang ditetapkan. Saya memiliki seorang anak perempuan dan seorang anak laki-laki, keduanya sekarang di sekolah menengah pertama. Istri saya bekerja meski hanya menjadi pekerja paruh waktu. Dia sebenarnya bekerja untuk menyalurkan hobinya, dan lebih mengutamakan mendidik anak di rumah.

Sekarang saya mulai memikirkan kesehatan saya. Saya pekerja keras. Saya juga sering bekerja sampai malam. Pada hari Sabtu atau Minggu, saya tak sepenuhnya bisa beristirahat karena sering ke luar kota. Badan saya gemuk, tetapi saya berusaha untuk berenang secara teratur. Saya juga mencoba menjaga makanan, tetapi amat sulit karena harus sering makan siang atau malam dengan pelanggan. Di kantor, saya mendapat fasilitas pemeriksaan kesehatan secara teratur. Saya boleh menjalani pemeriksaan dokter atau pemeriksaan laboratorium atas biaya perusahaan.

Saya ingin menjaga kesehatan saya dan melakukan deteksi dini berbagai penyakit yang mungkin timbul pada saya yang berumur 40 tahun. Apakah saya harus memeriksakan kolesterol setiap tahun seperti yang dilakukan oleh teman-teman saya? Apakah sudah waktunya saya periksa mata, karena teman-teman saya sudah ada yang memerlukan kacamata baca? Apakah saya juga harus waspada pada penyakit kanker? Bagaimana cara mencegah penyakit kanker yang mengerikan itu?

Terima kasih atas penjelasan dokter.

G di J

Pertama-tama, saya ingin mengucapkan selamat atas ulang tahun Anda. Saya juga mendoakan agar Anda sekeluarga dalam keadaan sehat dan bahagia selalu. Saya dapat membayangkan kehidupan Anda dengan dua anak yang masih duduk di sekolah menengah. Anda sekeluarga mempunyai kesempatan untuk hidup sehat, baik karena penghasilan Anda maupun karena dukungan kantor Anda. Amat bijak jika Anda mulai memikirkan untuk menjaga kesehatan Anda dan juga keluarga Anda.

Baik, kita mulai dulu dengan diri Anda. Anda sekarang berumur 40 tahun, secara statistik Anda biasanya masih sehat, tetapi Anda harus tetap menjaga agar berbagai risiko kesehatan dapat dikurangi. Berat badan Anda harus diturunkan sehingga menjadi berat badan yang normal. Anda dapat meminta konsultasi ke pakar gizi bagaimana mengatur makanan dalam kegiatan bisnis Anda. Anda tak dapat menghindari makan di restoran untuk menjamu pelanggan Anda, tetapi Anda dapat memilih makanan serta mengatur jumlah makanan yang akan Anda konsumsi sesuai dengan kebutuhan tubuh Anda.

Anda juga perlu berolahraga. Meski sering bepergian, Anda dapat menjalankan olahraga renang Anda, dan jangan lupa jika menginap di hotel untuk meminta timbangan badan sehingga Anda dapat memantau berat badan Anda secara teratur. Anda tentu sudah memahami bahwa Anda harus menghindari rokok dan alkohol karena keduanya tidak baik bagi kesehatan Anda.

Adapun untuk mencegah kanker, yang dapat Anda lakukan adalah selain menghindari rokok dan alkohol, juga mengurangi konsumsi garam, lemak, serta makanan yang diawetkan. Jangan terlalu banyak terpapar sinar matahari karena berisiko untuk kanker kulit. Anda juga harus memahami kesehatan reproduksi, termasuk penyakit menular seksual, karena beberapa kanker dapat timbul akibat penularan penyakit menular seksual, seperti human papillomavirus (HPV) dan hepatitis B.

Berikut ini beberapa pemeriksaan yang dianjurkan untuk orang yang berumur 30 tahun sampai 50 tahun (jadi termasuk usia 40 tahun), yaitu: (1) pemeriksaan mata, jika hasilnya baik, periksa ulang tiap dua tahun, (2) pemeriksaan gigi setahun sekali, (3) pemeriksaan PAPsmear untuk perempuan tiap 1 sampai 3 tahun, (4) pemeriksaan tekanan darah, jika normal, dapat tiap 3 tahun, (5) pemeriksaan kolesterol, jika normal, ulang 5 tahun lagi, jika abnormal, sesuai dengan nasihat dokter, (6) pemeriksaan payudara untuk perempuan diulang tiap 1 sampai 2 tahun, (7) pemeriksaan colok dubur untuk kanker kolon tiap tahun, sedangkan (8) pemeriksaan fisik dapat Anda lakukan setiap tahun.

Jadi, sebenarnya pemeriksaan yang perlu dilakukan tidaklah terlalu sering jika Anda dalam keadaan normal. Banyak orang yang kurang memperhatikan pemeriksaan yang sederhana, seperti tekanan darah, berat badan, gigi dan mulut, serta pemeriksaan colok dubur. Padahal, pemeriksaan tersebut penting dan jika ditemukan kelainan dini akan cepat dapat diatasi. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada perempuan biasanya dilatihkan oleh tenaga kesehatan dan juga dapat dilihat pada berbagai media sosial, seperti Google atau Youtube.

Mengenai istri Anda tentulah perlu perhatian terhadap pemeriksaan PAPsmear serta payudara. Jangan lupa, sekarang tersedia vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks yang merupakan salah satu kanker yang sering terjadi pada perempuan. Kanker payudara belum ada imunisasinya. Karena itu, untuk mencegahnya perlu melaksanakan hidup sehat dan kurangi konsumsi lemak. Pemeriksaan SADARI dan pemeriksaan USG atau mammografi dapat digunakan untuk deteksi dini. Deteksi dini amat penting pada kanker karena kanker yang ditemukan pada stadium dini lebih mudah diobati serta hasil terapi juga jauh lebih baik. Hanya disayangkan, di negeri kita sekitar 70 persen kanker ditemukan pada stadium lanjut.

Bagaimana dengan anak-anak Anda yang sedang tumbuh menjadi remaja? Mereka juga perlu melaksanakan hidup sehat. Cobalah konsultasikan dengan dokter anak Anda apakah imunisasinya sudah lengkap. Imunisasi amat penting dalam mencegah penyakit menular.

Kebiasaan makan yang sehat harus sudah dimulai sejak usia dini. Sekarang banyak tersedia makanan yang digemari remaja, tetapi makanan tersebut mengandung lemak yang tinggi sehingga tidak boleh dikonsumsi terus-menerus. Anak juga sudah perlu memahami kesehatan reproduksi karena mereka akan tumbuh menjadi remaja. Orangtua atau sekolah hendaknya menyiapkan agar anak memahami kesehatan reproduksi sehingga kesehatan mereka tidak terganggu karena ketidaktahuan mereka.

Pada umumnya menjalankan kebiasaan hidup sehat itu tidaklah sulit. Orangtua kita pada umumnya telah menjalankan dengan baik karena makanan mereka rendah lemak, mereka tak banyak mengonsumsi garam dan makanan yang diawetkan. Sebaliknya, mereka rajin mengonsumsi sayur dan buah. Mereka juga banyak berjalan kaki. Tubuh mereka umumnya tak gemuk karena rajin menggerakkan badan. Pada era banyak kemudahan seperti sekarang, transportasi yang tersedia banyak, serta makanan enak yang juga banyak. Kita perlu menyadari bahwa kita jangan menikmati makan enak serta malas beraktivitas karena akibatnya kita akan semakin gemuk serta kadar lemak di badan kita tinggi. Akibatnya kita berisiko terkena berbagai penyakit.

Saya gembira, dalam kebahagiaan merayakan ulang tahun, Anda punya kepedulian pada anugerah Allah yang amat berharga, yaitu kesehatan. Peliharalah terus kesehatan tersebut.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 8 April 2017, di halaman 25 dengan judul "Ingin Tetap Sehat".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

PSIKOLOGI Pendidikan Seks bagi Anak Kecil (AGUSTINE DWIPUTRI)

Sebagai orangtua yang tinggal di Indonesia, berbicara tentang seks dengan anak mungkin merupakan salah satu hal yang benar-benar membuat Anda merasa tidak nyaman. Bagaimana melakukannya agar tidak salah langkah?

Rasanya beberapa petunjuk yang diberikan Jane C Sacknowitz & Ron Kerner (1998) dalam tulisannya mengenai How to Talk to Children about Sex dapat kita panuti, tentunya tetap disesuaikan dengan kondisi setiap keluarga dengan kekhasannya masing-masing.

Seks sering menjadi topik yang tidak dibicarakan secara terbuka, dianggap tabu. Bahkan, antarpasangan yang sudah menikah pun, keterbukaan mereka tentang hal-hal seksual sangatlah beragam. Pertanyaan saya adalah dari mana anak-anak kita mendapatkan pengetahuan yang paling benar dan aman, dalam arti tidak menyesatkan, mengenai suatu subyek atau topik kehidupan yang penting ini jika bukan dari orangtuanya sendiri? Mungkin orangtua dapat membelikan buku-buku yang membahas subyek ini jika merasa tidak sanggup menyampaikannya sendiri. Namun, rasanya tetap perlu jika kemudian mendiskusikannya bersama.

Menurut Sacknowitz & Kerner, seksualitas merupakan bagian alami dari proses tumbuh kembang manusia dan seharusnya menjadi bagian alami dari proses pengasuhan seperti halnya kita berkembang bersama dengan anak-anak kita.

Kesehatan reproduksi

Di Indonesia, pakar di bidang Keluarga Berencana menggunakan istilah yang dipandang lebih dapat diterima dalam lingkungan budaya kita, yaitu pendidikan kesehatan reproduksi. Sebagai pendidik kesehatan reproduksi, orangtua diajak untuk menentukan mana hal-hal yang merupakan fakta dan mana yang fiksi, kita juga harus menentukan sikap dan nilai-nilai kita sendiri tentang seks. Pemahaman sejak dini mengenai hal ini diharapkan juga membantu anak berkembang menjadi pribadi dewasa yang menghargai tubuh, seksualitas, dan dirinya sendiri.

Bagaimana kita memberi tahu anak-anak kita tentang kesehatan reproduksi, apa yang kita katakan kepada mereka dan kapan kita memberi tahu mereka, bergantung pada perasaan dan sikap kita yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kepribadian kita serta reaksi timbal balik dengan anak sendiri.

Kapan dimulai?

Sacknowitz & Ron mengatakan bahwa saat bayi memasuki dunia ini, mereka adalah makhluk seksual. Hal pertama yang orangtua ingin tahu adalah apakah bayinya perempuan atau laki-laki. Kemudian, pikirkan berapa banyak waktu dihabiskan untuk memegang, memeluk, menyentuh, memberi makan, memandikan dan membersihkan sang bayi, yang akan membentuk tugas-tugas perawatan dasar selama hari-hari dan bulan pertama kehidupannya. Semua tugas ini memberi anak Anda suatu perasaan awal tentang keselamatan, keamanan dan rasa cinta. Anak belajar untuk memenuhi kebutuhan tersebut, paling awal dengan menangis ketika merasa lapar, basah, atau sakit. Mereka belajar cara mendapatkan kepuasan dan kegembiraan. Mereka belajar apa yang menyenangkan dan apa yang tidak.

Anak belajar

Anak-anak sejak awal kehidupan telah belajar dengan apa yang mereka lihat dan rasakan di rumah mereka. Ketika ibu atau ayah saling memberikan pelukan, atau ketika anak- anak berpelukan di pangkuan orangtua, mereka belajar tentang kehangatan, keamanan, dan kenyamanan akan kasih sayang secara fisik.

Kesehatan reproduksi adalah bagian alami dari pengalaman awal anak balita. Mandi, latihan buang air kecil dan besar (toilet training), serta kebersihan pribadi merupakan bagian terpadu dari pengalaman awal anak di rumah. Bagaimana kebiasaan dan tugas sehari-hari ditangani akan memberikan kesan abadi kepada anak- anak dan perasaan mereka tentang diri sendiri ataupun tubuh mereka.

Anak laki-laki dan perempuan buang air kecil dalam posisi yang berbeda dan ini diajarkan selama masa anak balita. Membujuk, mendukung, dan membimbing anak dalam masa belajar ini akan memastikan berkembangnya rasa percaya diri dan kompetensi kepada anak. Masa ini adalah waktu yang tepat bagi anak-anak untuk mulai beridentifikasi dengan orangtua sesama jender/jenis kelamin dan memahami bahwa suatu hari, dia akan tumbuh menjadi seorang pria atau wanita dewasa.

Keingintahuan

Anak-anak memiliki segudang pertanyaan begitu mereka menjadi ingin tahu tentang kesehatan reproduksi. Acapkali, orangtua dikejutkan oleh pertanyaan tentang bagaimana awal kehidupan seseorang atau bagaimana bayi lahir. Dalam menanggapinya, penting untuk diingat bahwa penjelasan yang sederhana tetapi jujur adalah yang terbaik. Anak Anda menginginkan jawaban segera, bukan kuliah panjang lebar. Rentang perhatian anak kecil masih pendek dan biasanya puas dengan komentar singkat. Misalnya, anak usia 3 tahun mungkin telah puas dengan penjelasan bahwa bayi tumbuh di perut ibu dan keluar melalui jalan khusus ketika bayi sudah siap lahir.

Jadi, menjawablah secara langsung dan terus terang, sesuaikan respons Anda dengan usia dan tingkat pemahaman anak.

Sikap Anda terhadap pertanyaan anak tentang kesehatan reproduksi sama pentingnya dengan jawaban atas pertanyaan-pertanyaannya. Jika Anda menghindari pertanyaan, berpura- pura tidak mendengarnya atau menegur anak karena bertanya, Anda menciptakan situasi anak belajar untuk tidak bertanya. Pesan Anda adalah bahwa ada sesuatu yang salah dengan bertanya hal-hal semacam itu; mereka bisa menyimpulkan bahwa ada sesuatu yang salah dengan mereka atau tubuh mereka. Sambutlah pertanyaan tersebut sebagai bagian alami dari kehausan anak akan pengetahuan.

Beberapa petunjuk

Berikut saya ambilkan beberapa hal yang dapat menjadi pedoman dalam menghadapi pertanyaan anak balita kita seputar kesehatan reproduksi.

- Jujur, menjawab apa yang Anda bisa, sederhana dan dengan santai tetapi serius.

- Jangan takut mengatakan, "Saya tidak tahu". Anda selalu dapat memberi tahu anak bahwa Anda akan membicarakan masalah itu nanti dan ada waktu untuk memikirkan bagaimana Anda ingin menjawab.

- Gunakan bahasa yang benar, bukan dengan istilah/kiasan yang sering digunakan masyarakat awam, seperti "burung" untuk penis. Jangan takut menggunakan bahasa yang tepat secara anatomis untuk menggambarkan bagian tubuh dan fungsi seksual.

- Yakinkan dan dorong rasa ingin tahu anak. Belajar tentang tubuh kita dan diri kita sendiri merupakan bagian terpadu dari pengembangan harga diri yang positif.

- Tampilkan sikap positif. Perasaan Anda tentang seks akan tersampaikan kepada anak dan akan memengaruhi sikap bahwa ia sedang berkembang.

- Bina keterbukaan komunikasi. Setiap saat, anak-anak perlu tahu bahwa mereka dapat bertanya, berdiskusi, dan berbagi dengan orangtua tentang sejumlah isu dan perasaan yang penting.

- Perasaan, sikap dan nilai-nilai tentang seksualitas sering disampaikan secara nonverbal. Waspadai apa yang Anda lakukan serta apa yang Anda katakan karena anak akan menangkapnya.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 8 April 2017, di halaman 25 dengan judul "Pendidikan Seks bagi Anak Kecil".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Jumat, 31 Maret 2017

KESEHATAN: Berobat di Gawat Darurat (DR SAMSURIDJAL DJAUZI)

Saya pegawai sebuah perusahaan swasta dan jam kerja saya sering sampai malam hari. Ketika saya mengalami batuk pilek dan demam yang cukup mengganggu, saya ke rumah sakit, tetapi semua poliklinik sudah tutup karena sudah pukul 10 malam. Saya berobat ke gawat darurat.

Di luar dugaan saya, pasien yang berobat ke gawat darurat cukup banyak dan saya harus menunggu giliran untuk diperiksa dokter. Saya dilayani, tetapi saya merasa layanan kurang lengkap karena pemeriksaan berjalan cukup cepat dan saya tidak dirujuk ke laboratorium atau radiologi. Saya mendapat obat sementara dan dianjurkan, jika belum baik, harus melanjutkan pengobatan di poliklinik rumah sakit. Waktu itu saya berstatus pasien membayar sendiri dan bayaran untuk pemeriksaan di gawat darurat ternyata mahal.

Berdasarkan pengalaman tersebut, jika saya memerlukan pengobatan saat sudah larut malam, saya mencari klinik 24 jam yang ternyata memiliki lebih sedikit pasien. Saya juga mendapat layanan yang lebih lama serta jika perlu, dapat sekaligus dilakukan pemeriksaan laboratorium. Obat juga disediakan di situ. Harga pemeriksaan dan obat juga lebih ringan daripada berobat di unit gawat darurat.

Saya ingin mengetahui lebih lanjut mengenai layanan gawat darurat rumah sakit. Apakah unit tersebut hanya diperuntukkan bagi orang yang sakit berat atau boleh juga untuk orang yang sakit biasa? Apa perbedaan unit gawat darurat rumah sakit dengan klinik 24 jam? Jika saya sakit mendadak di luar jam poliklinik, apakah saya sebaiknya berobat di klinik 24 jam atau ke unit gawat darurat? Terima kasih atas penjelasan dokter.

M di B

Sekarang memang tersedia sejumlah layanan kedokteran yang memudahkan pasien meminta pertolongan. Di zaman dulu, jika sakit, pasien atau keluarga akan mengetuk pintu rumah dokter terdekat dan meminta pertolongan. Sekarang, terutama di kota besar, tersedia layanan rumah sakit ataupun layanan klinik yang buka 24 jam. Fasilitas layanan klinik biasanya lebih sederhana meski sekarang banyak juga klinik yang mempunyai laboratorium dan pemeriksaan radiologi di samping apotek. Setiap rumah sakit mempunyai unit gawat darurat. Standar layanan unit gawat darurat telah ditetapkan Kementerian Kesehatan meliputi kemampuan dokter, peralatan medis, obat-obatan, serta sistem kerjanya.

Unit gawat darurat merupakan bagian layanan rumah sakit yang memberikan pertolongan segera untuk keadaan darurat. Meski sudah disediakan poliklinik, tetap ada kemungkinan pasien yang berobat ke unit gawat darurat tidak dalam keadaan darurat atau disebut darurat palsu. Pasien ini akan mendapat layanan dan seperti yang Anda alami akan dirujuk ke poliklinik rawat jalan.

Pasien berobat ke unit gawat darurat dalam keadaan keparahan yang berbeda-beda. Ada yang mengalami luka sehingga harus segera ditolong, tetapi tidak merupakan keadaan yang serius. Sebaliknya, cukup banyak yang memerlukan pertolongan segera karena jika terlambat, jiwanya dapat terancam. Petugas unit gawat darurat harus pandai memilah pasien yang harus ditangani segera atau yang dapat menunggu. Jika diperlukan penanganan segera dan tindakan menyelamatkan nyawa, tersedia tenaga dokter atau perawat yang terlatih disertai peralatan yang diperlukan. Seorang pasien serangan jantung yang datang ke unit gawat darurat dalam beberapa menit sudah harus mendapat pertolongan sampai dinyatakan keadaannya stabil. Setelah itu, perawatan pasien akan dilanjutkan sesuai dengan tingkat kegawatan dan keparahannya.

Pasien yang berobat ke instalasi gawat darurat dapat dirawat di ruang perawatan biasa, tetapi ada juga yang perlu dirawat di ruang perawatan intensif atau ruang high care (ruang dengan pemantauan ketat). Kesinambungan perawatan ini penting untuk menjaga agar pasien mendapatkan pertolongan secara berkesinambungan. Pada era BPJS ini dapat terjadi ruangan yang dibutuhkan penuh sehingga pasien perlu dikirim ke rumah sakit lain. Pihak rumah sakit dapat mencarikan kamar perawatan di rumah sakit lain dan akan membantu transportasinya sesuai dengan keadaan pasien.

Pasien mungkin perlu dikirim dengan ambulans dan ditemani tenaga kesehatan yang mampu memberikan pertolongan jika di perjalanan diperlukan tindakan medis. Di Jakarta dan di banyak kota besar lain, komunikasi antarsatu rumah sakit sudah membaik sehingga keluarga pasien amat tertolong, tak perlu mendatangi sendiri sejumlah rumah sakit untuk mencari kamar perawatan bagi keluarganya.

Jumlah ruang perawatan intensif untuk bayi, anak, dan orang dewasa di rumah sakit terbatas. Ada kalanya kebutuhan perawatan untuk pasien yang memerlukan melebihi kapasitas ruangan sehingga pasien harus menunggu di ruang gawat darurat. Keadaan ini sering dikeluhkan keluarga sehingga kita sering membaca keluhan pasien di media massa. Sebaliknya, keluarga juga harus memahami bahwa tidak semua pasien yang sakit berat harus dirawat di ruang perawatan intensif. Banyak pasien dalam keadaan terminal karena penyakit kanker atau penyakit kronik yang sebenarnya tidak memerlukan perawatan di ruang perawatan intensif. Bahkan, cukup sering pasien ingin pulang dan ingin meninggal di rumah di tengah keluarganya. Dengan demikian, ruang perawatan intensif dapat dimanfaatkan untuk penyakit yang memerlukan dan penyakit yang punya harapan sembuh. Namun, sebagai orang Timur biasanya kita ingin memberikan yang terbaik untuk keluarga kita yang sedang sakit parah dan ingin penderita dirawat di ruang perawatan intensif.

Keberadaan klinik 24 jam cukup menolong dan mengurangi jumlah pasien yang harus berobat ke instalasi gawat darurat. Sudah dikemukakan bahwa layanan klinik 24 jam pada umumnya adalah layanan primer dan jika perlu, klinik ini akan merujuk ke rumah sakit, baik ke instalasi gawat darurat maupun ruang perawatan biasa. Dapat saja biaya perawatan di instalasi gawat darurat lebih mahal daripada poliklinik atau klinik 24 jam.

Sebelum era asuransi nasional, kehendak pasien sering menjadi faktor dalam menentukan indikasi perawatan karena pasien membiayai perawatan dengan uangnya sendiri. Dalam era BPJS, sudah ada aturan-aturan yang disepakati profesi kedokteran dan penyelenggara jaminan sosial kesehatan. Jadi, dokter terikat untuk melaksanakan kesepakatan tersebut dan tak dapat sepenuhnya memenuhi kehendak keluarga. Contohnya, ada keluarga yang mempunyai orangtua berusia lanjut yang tak mampu mandiri. Keluarga ini akan bepergian sehingga tak ada orang yang menjaga orang usia lanjut tersebut. Jika dia mau menitipkan orang usia lanjut tersebut ke rumah sakit, kemungkinan besar ditolak karena orang usia lanjut tersebut tak memenuhi kriteria untuk perawatan di rumah sakit.

Saya memahami keadaan Anda dan mungkin juga cukup banyak orang yang keadaan pekerjaannya seperti Anda. Sudah tentu yang paling penting adalah kita menjaga kesehatan agar tak jatuh sakit. Dengan demikian, kita tak memerlukan layanan, baik layanan poliklinik maupun gawat darurat. Kita harus bekerja dengan perilaku yang aman sehingga terhindar dari kecelakaan kerja. Juga jumlah jam kerja sudah diatur pemerintah, jangan melebihi jumlah yang ditetapkan karena fisik yang lelah mengundang penyakit dan kecelakaan. Saya berharap Anda dan pekerja Indonesia lainnya selalu dalam keadaan sehat dan dapat produktif sehingga kita mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar negeri.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 1 April 2017, di halaman 25 dengan judul "Berobat di Gawat Darurat".


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.
Related Posts with Thumbnails

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!
Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Skincare: The Revolution in Anti-Aging

Skincare: The Revolution in Anti-Aging
Dokumen Sehat Sinergis

Pilihan Investasi

Pilihan Investasi
Ada dua pilihan: jika Ikut Menjadi Member Bisnis Synergy
Word of the Day

Article of the Day

This Day in History

Today's Birthday

In the News

Quote of the Day

Spelling Bee
difficulty level:
score: -
please wait...
 
spell the word:

Match Up
Match each word in the left column with its synonym on the right. When finished, click Answer to see the results. Good luck!

 

Hangman

Hubungi, kami siap melayani anda:

Untuk info lanjut
hubungi:

Ibu Liong (021-33431704)


Sertifikasi Produk Synergy WorldWide

Produk -produk Synergy / NSP di Indonesia telah terdaftar pada Departemen Kesehatan RI dan memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), serta memperoleh sertifikat Halal dari IFANCA (The Islamic Food and Nutrition Council of America) yang disahkan oleh LP POM MUI.