Cari uang di internet

Mau beriklan?

Your Ad Here

HUBUNGI, KAMI SIAP ANTAR!

Sehat-Sinergis secara herbal, membangun kesehatan dan kesejahteraan bersama secara sehat sinergis. Bekerjasama dengan Synergy WordWide (Independent Distributor from United State of America) untuk selengkapnya untuk pembelian atau pemesanan dengan perjanjian hubungi Ibu Liong di nomor: 021-33431704 Hubungi kami di email: sehat.sinergis@gmail.com. Ada uang baru barang diantar. Carilah lebih dulu kesehatan, baru yang lainnya.

Senin, 23 Februari 2015

Waspada, Tanda-tanda Aneh Ini Bisa Jadi Gejala Penyakit


Cegukan terus menerus hingga perilaku kriminal bahkan bisa menjadi tanda Anda terkena suatu penyakit. Gejala ini sering kali tak Anda sadari. Berikut 9 tanda-tanda yang bisa menjadi suatu gejala  penyakit.

1. Goresan putih di kuku
Tak hanya bintik-bintik merah dan iritasi pada kulit, goresan kecil berwarna putih pada kuku bisa jadi tanda Anda terkena penyakit kulit psoriasis. Menurut sebuah studi Dermatology Research and Practice, tanda pada kuku bisa terjadi pada 80 persen hingga 90 persen pasien. Berdasarkan penelitian, beberapa orang pun mengalami masalah pada kukunya sebelum terjadi masalah pada kulitnya.

 2. Benjolan di bawah kulit
Siapa sangka, adanya benjolan di bawah kulit bisa jadi gejala pertama dari rheumatoid arthritis atau radang sendi kronis. Berdasarkan sebuah studi dari jurnal Dermatology, benjolan itu dapat tumbuh dekat persendian seperti daerah tangan atau siku. Benjolan itu pun biasanya tidak terasa sakit.

3. Tumit pegal dan bengkak
Gejala penyakit persendian seperti psoriatic arthritis bisa ditandai dengan adanya nyeri dan bengkak pada bagian tumit. Kondisi ini terjadi pada tendon Achilles atau jaringan yang menghubungkan otot betis dengan tulang tumit .Menurut National Psoriasis Foundation, gejala radang sendi juga bisa ditandai dengan bengkaknya jari tangan dan kaki.

4. Tak berhenti cegukan
Pernahkah Anda tak berhenti cegukan selama 48 jam atau lebih? Menurut sebuah studi di Taiwan, hal itu bisa jadi gejala kanker paru-paru atau kerongkongan. Menurut penelitin beberapa jenis kanker dapat memengaruhi sistem saraf pusat sehingga tak bisa mengendalikan cegukan.

5. Sering menggigil
Menggigil merupakan hal biasa yang dialami seseorang ketika kedinginan. Namun, jika menggigil terjadi pada musim panas tentu menimbulkan tanda tanya. Kondisi itu bisa jadi tanda adanya kelenjar tiroid kurang aktif atau hipotiroidisme. Penelitian dari Southern Illinois University menunjukkan, hipotiroidisme dapat membuat tubuh merasa dingin sepanjang hari.

6.
 Suka makan es batu
Pernahkah Anda sangat ingin makan es batu? Anda mungkin menderita anemia akibat kekurangan zat besi. Berdasarkan publikasi American Journal of Medicine, orang yang ingin sekali makan atau ngidam es batu merupakan tanda seseorang menderita anemia. Penelitian menunjukkan bahwa 44 persen pasien anemia sangat menginginkan makan es batu.

Suka makan es batu bisa disebut pica atau mengalami gangguan makan. Menurut peneliti, makan es batu mungkin disukai pasien anemia untuk menghilangkan rasa sakit atau peradangan pada lidah. Sebab, pasien anemia akibat kekurangan zat besi biasanya mengalami rasa sakit pada lidah.


7. Ingin mengambil barang orang lain
Gejala penyakit yang satu ini mungkin terdengar aneh, yaitu memiliki keinginan untuk mengambil barang orang lain atau mencuri. Menurut penelitian dari JAMA Neurology, tanda itu bisa jadi gejala seseorang terkena demensia atau kepikunan. Menurut peneliti, plak pada otak orang yang terkena demensia dapat mengganggu seseorang mengenali aturan sosial atau hukum yang berlaku.

8. Bintik putih di lidah
Jika ada bintik putih dan kering pada lidah Anda, waspadai penyakit celiac. Celiac merupakan gangguan autoimun yang menyebabkan tubuh bereaksi setelah memakan gluten ( protein pada gandum maupun tepung).

Reaksi tubuh yang terjadi, yaitu gangguan pencernaan seperti diare. Celiac juga bisa menyebabkan seseorang merasa kelelahan, muntah, hingga penurunan berat badan.

 
9. Sering buang air kecil
Berdasarkan studi dari Wake Forest University, sering buang air kecil adalah gejala awal penyakit diabetes tipe 2.  Hal itu terjadi karena ginjal sedang berjuang mengelola gula darah Anda sehingga terus membuangnya melalui urin.

Sering buang air kecil juga bisa membuat Anda merasa dehidrasi. Dengan demikian, peneliti menyatakan bahwa dehidrasi juga bisa menjadi gejala awal penyakit diabetes.

Sumber: ‎http://m.kompas.com/health/read/2015/02/23/160000223/Waspada.Tanda-tanda.Aneh.Ini# 
Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Jumat, 06 Februari 2015

Kebutuhan Tidur Berdasarkan Usia

Tidur merupakan kebutuhan vital manusia, seperti halnya makan. Kebutuhan akan tidur ini berbeda pada tiap kelompok usia karena disesuaikan dengan kondisi tubuh. 


Tidur yang berlebihan sama buruknya dengan orang yang kurang tidur. Karena itu, para ahli dari National Sleep Foundation (NSF) Amerika mengeluarkan panduan durasi tidur sesuai usia. Panduan ini dibuat berdasarkan kajian dari para ahli lintas bidang, mulai dari ahli anatomi, psikiatri, neurologi, dokter anak, dokter kandungan, hingga geriatri (dokter ahli lansia). 

Dalam rekomendasi terbarunya, mereka memperluas kelompok usia anak-anak mulai dari bayi berusia 4 bulan sampai 17 tahun. Sementara untuk orang dewasa dimulai dari 18 tahun sampai 65 tahun.

Berikut rekomendasi durasi tidur yang spesifik bagi tiap jenjang usia:

1. Bayi baru lahir (0-3 bulan): durasi tidur diperkecil menjadi 14-17 jam per hari. Sebelumnya 12-18 jam.

2. Bayi usia 4-11 bulan: durasi tidur ditambah menjadi 12-15 jam. Sebelumnya 14-15 jam.

3. Batita (1-2 tahun): durasi tidur ditambah menjadi 11-14 jam. Sebelumnya 12-14 jam.

4. Balita (3-5 tahun): durasi tidur dipersempit menjadi 10-13 jam. Sebelumnya berjumlah 11-13 jam.

5. Anak-anak usia 6-13 tahun: durasi tidur ditambah satu jam, menjadi 9-11 jam. Sebelumnya hanya 10-11 jam.

6. Remaja usia 14-17 tahun: durasi tidur mereka juga ditambah satu jam sehingga menjadi 8-10 jam per hari. Sebelumnya hanya 8,5-9,5 jam.

7. Orang menuju dewasa (18-25 tahun): kategori ini merupakan kategori baru. Durasi tidurnya yakni 7-9 jam per harinya.

8. Orang dewasa (26-64 tahun): durasi tidur tetap, yakni 7-9 jam.

9. Orang lanjut usia (65 tahun ke atas): Kategori baru. Durasi tidur 7-8 jam per hari.

Durasi tidur yang ideal dianggap penting bagi kesehatan karena kurang waktu istirahat satu malam saja bisa mengganggu hormon yang mengatur fungsi nafsu makan. Orang yang sering kurang tidur juga diketahui cenderung lebih gemuk. 

Sebuah penelitian tahun 2011 yang dipublikasikan di European Heart Journalmenemukan bahwa orang yang tidak cukup waktu tidur memiliki risiko 48 persen terkena penyakit jantung koroner dalam periode 7 sampai 25 tahun. Tak hanya itu, timbul 15 persen risiko meninggal akibat stroke dalam kurun waktu yang sama.

Namun, risiko terhadap kesehatan tak hanya berlaku bagi mereka yang kurang tidur. Masih dalam penelitian yang sama, terlalu banyak tidur (lebih dari 9 jam dalam semalam) menunjukkan risiko 38 persen lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner dan 65 persen lebih tinggi terkena stroke. (Purwandini Sakti Pratiwi)

Sumber: ‎http://m.kompas.com/health/read/2015/02/05/183000723/Kebutuhan.Tidur.Berdasarkan.Usia 


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Tiga Jamu Saintifik Siap Diluncurkan

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu siap meluncurkan tiga jamu saintifik terbaru. Tiga jamu itu terdiri dari jamu untuk dispepsia atau mag, hemorrhoid atau wasir, dan osteoartritis atau radang sendi.


Jamu saintifikasi diabetes melitus dan hepatoprotektor atau pelindung hati juga disiapkan. Hal itu disampaikan Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu Indah Yuning Prapti, Kamis (5/2), di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Dengan adanya tiga jamu saintifik itu, B2P2TOOT telah menghasilkan lima jamu saintifik. Tahun 2013, dua jamu saintifik diluncurkan yakni jamu untuk hipertensi ringan dan asam urat. "Kami melakukan riset terstandar tanaman obat dan standardisasi bahan jamu. Proses saintifikasi jamu melibatkan jejaring dokter saintifikasi jamu di Indonesia dan 25 perguruan tinggi. Pada 2015, jamu saintifikasi diabetes melitus dan hepatoprotektor disiapkan," kata Indah.

Bukti ilmiah

Kepala Badan Litbang Kesehatan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama menyatakan, saintifikasi membuktikan khasiat jamu secara keilmuan. Selain terbukti empiris selama ratusan tahun, ramuan jamu yang biasa dikonsumsi masyarakat diuji laboratorium hingga uji coba pada manusia.

Menurut Tjandra, pihaknya meneliti jamu karena jamu adalah budaya bangsa. Sejak dulu nenek moyang melakukan pengobatan dengan memakai jamu. Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menunjukkan, sekitar 30,4 persen rumah tangga di Indonesia masih memanfaatkan pelayanan kesehatan tradisional. 

Sebanyak 77,8 persen di antaranya memanfaatkan jenis layanan kesehatan tradisional keterampilan tanpa alat dan 49 persen memanfaatkan ramuan. Menurut Riskesdas 2010, sekitar 59,12 persen orang Indonesia berusia di atas 15 tahun pernah minum jamu dan 90 persen di antaranya menyatakan jamu bermanfaat.

Selain itu, B2P2TOOT Tawangmangu akan melakukan riset tanaman obat dan jamu (ristoja) tahap kedua tahun ini. Hasil riset ristoja pada 2012 di 26 provinsi di luar Jawa dan Bali mengidentifikasi 15.773 ramuan obat tradisional, mayoritas untuk penyakit terkait perilaku hidup tak sehat seperti demam, sakit kepala, masalah kulit, dan gangguan pencernaan. (ADH)

Sumber: ‎http://m.kompas.com/health/read/2015/02/06/140000723/Tiga.Jamu.Saintifik.Siap 


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Rabu, 17 Desember 2014

Ini Masalah Sperma yang Sebabkan Wanita Sulit Hamil

Masalah pada sperma menjadi salah satu faktor ketidaksuburan yang paling banyak dialami pasangan suami istri (pasutri). Kualitas sperma yang buruk akan sulit membuahi sel telur. Hal ini bisa membuat pasutri sulit mendapat keturunan meski telah lebih dari satu tahun rutin berhubungan seksual.

"Sebagian besar pasangan  mengalami gangguan kesuburan karena sperma. Jadi pradigmanya harus diubah. Nomor satu  yang harus diperiksa adalah laki-laki dulu," ujar Konsultan Fertilitas dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia- Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Budi Wiweko dalam diskusi di Jakarta, Selasa (16/12/2014).

Budi menjelaskan, kualitas sperma yang buruk bisa disebabkan oleh faktor genetik dan gaya hidup tidak sehat seperti merokok. Kualitas sperma yang buruk misalnya, terlalu cair atau tidak kental dan kelainan bentuk. Kelainan bentuk misalnya tidak memiliki ekor sehingga membuat sel sperma sulit berenang menuju sel telur

Masalah lainnya adalah jumlah sperma yang sedikit, yaitu hanya di bawah 5 juta per cc. Bahkan ada pria yang tidak menghasilkan sel sperma. Normalnya, seorang pria memproduksi sperma lebih dari 15 juta per cc.

"Kalau sperma nol atau tidak ada sama sekali, bisa dioperasi. Sperma akan diambil dari buah zakar," ujar  dokter spesialis obstetri dan ginekologi ini.

Namun, jumlah sperma yang cukup banyak belum pasti terjadi pembuahan, jika tidak dibarengi kualitas sperma yang baik. Sperma pun dikatakan baik apabila memiliki gerakan yang normal, yaitu bergerak cepat dan maju lurus. Ada pula gerakan lambat dan sulit maju lurus, bergerak di tempat tanpa maju, atau tidak bergerak sama sekali.

Untuk menjaga kualitas sperma, pria juga sebaiknya menjauhkan organ vitalnya itu dari udara panas. "Hindari terlalu lama berendam di air hangat, memangku laptop, karena suhu testis harus lebih rendah dari suhu tubuh," terang Budi.

Selain gaya hidup, masalah pada sperma juga bisa berasal dari pabrik sperma atau testis. Misalnya, testis terkena penyakit seperti virus atau infeksi.

Sumber: http://m.kompas.com/health/read/2014/12/17/135914123/Ini.Masalah.Sperma.yang
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Rabu, 03 Desember 2014

Bayi Tak Perlu Tidur dengan Bantal dan Selimut

Sindrom kematian bayi mendadak (sudden infant death syndrome/SIDS) harus diwaspadai semua orangtua. Meski penyebab SIDS belum diketahui, para orangtua sebaiknya memperhatikan posisi tidur pada bayi, tetapi juga tempat tidurnya.

Berdasarkan hasil studi American Academy of Pediatri (APP), setengah dari bayi di Amerika Serikat masih tidur dengan tempat tidur yang berisiko SIDS. Para ahli dari National Infant Sleep Position Study meneliti sejumlah tempat tidur yang dipilih oleh orangtua sejak tahun1993-2010.

Banyak dari mereka yang menidurkan bayi di tempat tidur yang dipenuhi selimut dan bantal. Adanya selimut yang lebar dan juga bantal dikhawatirkan dapat menutup wajah bayi sehingga kesulitan bernapas. Hal ini sering terjadi ketika bayi menggerakkan kakinya yang menyebabkan selimut menutupi wajah dan dikhawatirkan menyebabkan bayi mati lemas.

AAP menyarankan orangtua menempatkan bayi mereka tidur di atas kasur tanpa selimut dan bantal, termasuk boneka dan mainan bayi lainnya. Ini bukan berarti membiarkan bayi tidur tanpa selimut dan kedinginan di malam hari tetapi mengenakan kantong tidur yang bisa menghangatkan tubuh bayi.

Kantong tidur bayi ini biasanya berupa pakaian panjang yang menutupi seluruh bagian tubuh, termasuk tangan dan kaki. Pakaian ini lebih aman karena tidak akan menutupi wajah ketika bayi bergerak-gerak.
 
Sebuah situs badan amal di Inggris, The Lullaby Trust, menuliskan bahwa bantal telah terbukti meningkatkan risiko SIDS hingga 2,5 kali lipat. Dalam situs itu juga disarankan keranjang bayi tanpa dilengkapi dengan bumper cot atau bantalan untuk melapisi dinding keranjang bayi.

Tempat tidur sederhana yang polos akan lebih aman untuk bayi. Adapun penggunaan tempat tidur yang berisiko SIDS umumnya dilakukan oleh orangtua yang masih remaja.

AAP mengatakan, para orangtua baru harus terus disosialisasikan mengenai risiko SIDS terkait tempat tidur bayi. SIDS umumnya terjadi pada bayi berusia di bawah satu tahun.

Letakkan bayi dalam posisi badan telentang dan awasi pergerakannnya. Jangan membawa bayi Anda tidur di sofa atau kursi. Hal ini bisa berbahaya jika Anda ikut tertidur. Sama halnya untuk tidak menyusui bayi saat Anda mengantuk.

 Selain itu, jauhkan bayi dari asap rokok dan polusi.  Jika Anda merokok, jangan tidur di kasur yang sama dengan bayi Anda. Pada enam bulan pertama, bayi memang sebaiknya  ditempatkan pada keranjang tidur terpisah yang letaknya masih dalam satu kamar dengan Anda.

 sumber: http://m.kompas.com/health/read/2014/12/03/153700323/Bayi.Tak.Perlu.Tidur
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kamis, 13 November 2014

Banyak Orang Tak Sadar Dirinya Menderita Diabetes

Diabetes atau penyakit yang ditandai oleh tingginya kadar gula dalam darah sebenarnya adalah penyakit yang cukup banyak diderita masyarakat. Namun, sebagian besar orang yang diabetes tidak menyadarinya karena tidak pernah melakukan pemeriksaan.

Data terbaru yang dikeluarkan Federasi Diabetes Internasional (IDF) tahun 2014 menunjukkan, 9,1 juta masyarakat Indonesia hidup dengan diabetes. Sekitar 70 persen dari total kasus diabetes tidak terdiagnosa dan biasanya baru diketahui setelah timbul komplikasi.

Menurut Prof.Achmad Rudijanto, Sp.PD-KEMD, ada beberapa faktor yang menyebabkan banyak kasus diabetes tak terdiagnosa. "Minimnya pengetahuan masyarakat dan juga salah informasi membuat banyak orang tak mengenali gejala diabetes. Misalnya, orang yang tadinya gemuk lalu menjadi kurus malah senang. Atau, dia sering pipis karena mengira itu akibat banyak minum. Padahal, bisa jadi itu gejala diabetes," katanya dalam acara Indonesia Diabetes Leadership Forum di Jakarta (13/11/14).

Selain itu, kata Achmad, akses masyarakat terhadap layanan kesehatan juga membuat banyak masyarakat tidak langsung memeriksakan dirinya saat ada gangguan kesehatan, terutama di daerah-daerah terpencil.

Padahal, dengan penatalaksanaan yang tepat, orang yang diabetes bisa hidup dengan sehat dan produktif sehingga komplikasi lanjutan dari penyakit ini bisa dicegah.

Tanggal 14 Oktober yang diperingati sebagai Hari Diabetes Internasional diharapkan bisa menjadi momentum bagi setiap orang untuk lebih sadar akan kesehatannya.

"Saat ini yang perlu diubah adalah pola pikir masyarakat. Begitu memiliki faktor risiko diabetes, seperti kegemukan, punya riwayat diabetes dalam keluarga, atau saat hamil gula darahnya tinggi, lakukan deteksi dini," kata Prof.Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, dalam acara yang sama.

Jika tidak ada perubahan dalam pencegahan dan penanganan diabetes, pandemik diabetes dikhawatirkan akan melanda Indonesia lebih cepat. Apabila terjadi bonus demografik Indonesia yang diperkirakan terjadai pada 2030 justru dapat berbalik menjadi beban masyarakat dan ekonomi karena diabetes adalah penyakit kronik yang membutuhkan biaya mahal.

Sumber: http://m.kompas.com/health/read/2014/11/14/102600323/Banyak.Orang.Tak.Sadar
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Senin, 10 November 2014

Empat manfaat berkeringat bagi kesehatan

Bekeringat, walaupun kadang membuat malu, memiliki manfaat bagi kesehatan.

Hampir 1 liter keringat yang dihasilkan tubuh  per hari dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dan memberimu kulit yang sehat.

"Berkeringat adalah cara tubuh dan kulit melindungi diri dari panas yang berlebihan, juga meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh," kata ahli dermatologi dari Radiant Skin Dermatology and Laser di New York, Dr. Adebola Dele-Michael, demikian seperti dilansir Medical Daily.

Ia mengatakan tetesan keringat terdiri dari air, konsentrasi natrium dan klorida serta kalium.

Berikut terdapat empat manfaat berkeringat bagi kesehatan:

1. Meningkatkan endorfin

Keringat bisa saja muncul saat sedang berolahraga di pusat pelatihan kebugaran atau sekadar berjalan di bawah terik matahari. Berolahraga meningkatkan jumlah hormon endorfin yang secara alami dilepaskan tubuh. 

Sebuah studi 2009 yang diterbitkan dalam Jurnal Biology Letters menemukan, latihan fisik benar-benar meningkatkan endorfin dan menyebabkan sedikit rasa sakit bagi mereka yang melakukannya bersama-sama dibandingkan sendirian.

2. Mendetoksifikasi tubuh

Salah satu cara yang paling efisien untuk mendetoksifikasi tubuh adalah dengan berkeringat. Dengan berkeringat, tubuh menghalau zat alkohol, kolesterol, dan garam. Melalui saluran keringat juga, tubuh membuang racun.

"Keringat membersihkan tubuh dari racun yang dapat menyumbat pori-pori kulit dan menghambat kulit dari munculnya jerawat dan noda," kata Dele-Michael.

Sebuah studi 2011 yang diterbitkan dalam Jurnal Archives of Environmental and Contamination Toxicology, menemukan banyak unsur-unsur beracun tampaknya dibuang melalui keringat. Melalui temuan ini, berkeringat tampaknya menjadi metode yang potensial untuk menghilangkan banyak unsur beracun dari tubuh manusia.

Para peneliti percaya analisis keringat dapat dianggap sebagai metode tambahan untuk pemantauan unsur-unsur beracun pada manusia bukan hanya darah dan atau tes urine.

3. Menurunkan risiko batu ginjal

Berkeringat dapat menjadi cara yang efektif untuk mengeluarkan garam dalam tubuh, --yang merupakan asal muasal batu ginjal, dan mempertahankan kalsium dalam tulang.

Tak mengherankan jika seseorang yang berkeringat kemudian cenderung meminum banyak air, yang merupakan metode lain pencegahan batu ginjal.

Sebuah penelitian yang dipresentasikan pada konferensi American Urological Association 2013 di San Diego, California, menemukan, bahkan berjalan selama beberapa jam dalam seminggu bisa memotong risiko batu ginjal.

Di samping itu, melakukan aktivitas ringan sampai sedang mampu mengubah cara tubuh menangani nutrisi dan cairan yang mempengaruhi pembentukan batu ginjal.

4. Mencegah pilek dan penyakit lainnya

Berkeringat dapat membantu melawan kuman tuberkulosis dan patogen berbahaya lainnya. Dr. Diane De Fiori, ahli dermatologi di Australia, mengatakan, di dalam keringat terkandung peptida antimikroba yang efektif melawan virus, bakteri dan jamur.

"Keringat mengandung peptida antimikroba yang efektif melawan virus, bakteri, dan jamur. Peptida ini bermuatan positif dan menarik bakteri bermuatan negatif, memasuki membran bakteri, dan menghancurkan mereka," kata Dr. De Fiori.

Sebuah studi 2013 yang diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences membuktikan, dermcidin sangat efektif untuk memerangi tidak hanya kuman TBC tapi juga bakteri berbahaya lainnya.

Para peneliti percaya substansi natural ini lebih efektif dalam jangka panjang daripada antibiotik tradisional karena kuman tidak mampu dengan cepat mengembangkan resistensi terhadap substansi tersebut. Menurut mereka, antibiotik alami ini dihasilkan oleh keringat.

Dr. De Fori mengatakan, manfaat kesehatan ini hanya berlaku saat berkeringat dalam level ringan atau sedang. Berkeringat secara berlebihan, atau dikenal dengan hiperhidrosis, dapat menimbulkan infeksi kulit seperti kutil dan tinea.

"Eksim dan ruam lebih sering terjadi pada orang dengan hiperhidrosis," kata De Fiori.

Untuk menghindari berkeringat secara berlebihan, cobalah menghindari berbagai pemicunya seperti kafein.

Sumber: http://m.antaranews.com/berita/463474/empat-manfaat-berkeringat-bagi-kesehatan?utm_medium=facebook&utm_source=twitterfeed
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Related Posts with Thumbnails

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!
Synergy Worldwide, Andalkan Vital 3!

Skincare: The Revolution in Anti-Aging

Skincare: The Revolution in Anti-Aging
Dokumen Sehat Sinergis

Pilihan Investasi

Pilihan Investasi
Ada dua pilihan: jika Ikut Menjadi Member Bisnis Synergy

Produk Synergy WorldWide

Loading...
Word of the Day

Article of the Day

This Day in History

Today's Birthday

In the News

Quote of the Day

Spelling Bee
difficulty level:
score: -
please wait...
 
spell the word:

Match Up
Match each word in the left column with its synonym on the right. When finished, click Answer to see the results. Good luck!

 

Hangman

Hubungi, kami siap melayani anda:

Untuk info lanjut
hubungi:

Ibu Liong (021-33431704)


Sertifikasi Produk Synergy WorldWide

Produk -produk Synergy / NSP di Indonesia telah terdaftar pada Departemen Kesehatan RI dan memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), serta memperoleh sertifikat Halal dari IFANCA (The Islamic Food and Nutrition Council of America) yang disahkan oleh LP POM MUI.